MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng
Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila
BAPAPAI: Pasangan pengantin di Ulu Benteng mengikuti tradisi bapapai. Tiap kali menikah harus bapapai.

PROKAL.CO, Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental. Menjelang malam pertama pasangan pengantin harus dimandikan bidadari di hadapan masyarakat.

Oleh: AHMAD MUBARAK, MARABAHAN

Jangan bayangkan bidadari ini adalah bidadari dari kahyangan. Bidadari di sini adalah para petugas adat setempat. Merekalah yang memandikan pengaten ini di depan umum.

Mereka dimandikan di malam pertama menjelang acara resepsi perkawinan di Ulu Benteng. Tradisi ini dinamakan 'bapapai'.

Air yang digunakan bukan hanya air biasa. Air sudah dicampur dengan mayang (bunga pinang) dan berbagai tumbuhan liar lainnya. Kadang-kadang jika ada keluarga mempelai yang nakal, air diberi bongkahan es. Terpaksa pasangan pengantin harus menahan dinginnya air di hadapan warga.

Secara bergantian tujuh bidadari yang biasanya dijabat oleh para wanita yang sudah berumur, membasahi tubuh pasangan pengantin dengan air. Mereka hanya menyapukan sabun ke kepala mempelai. Tidak ke seluruh tubuh.

Setelah itu tujuh bidadari juga memecahkan kelapa tua dan mayang kandung (bunga pinang yang belum mekar). Dan yang terakhir dari tradisi Bapapai, pengantin harus melangkah tujuh kali di lingkaran benang. Tujuh bidadari itu akhirnya memecahkan telur saat langkah ke tujuh.

Artiah, warga Ulu Benteng RT 18 yang sering menjadi bidadari di tradisi bapapai mengatakan tradisi ini sudah ada sejak jaman nenek moyangnya dulu. Lebih dari seratus tahun yang lalu. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun.

Apabila ada garis keturunan salah satu mempelai melaksanakan bapapai, maka akan dilaksanakan bapapai seterusnya.

"Mereka yang melaksanakan bapapai mempercayai apabila tidak melakukan tradisi saat menikah maka akan mendapat sial," ceritanya seraya menambahkan bahwa tidak ada bacaan khusus yang dilontarkan saat bepapai.

Dia menjelaskan bapapai bisa dilakukan menjelang resepsi dan tiga hari setelahnya, hanya saja paling sering dilakukan pada malam menjelang resepsi perkawinan. Artiah juga menceritakan, terkait kesialan yang pernah menimpa keponakannya benerapa tahun lalu yang menghindari bapapai.

Seketika beberapa hari setelah sesepsi pernikahan, keponakannya sakit. Bahkan keponakannya hampir gila dan suka berbicara sendiri.

"Setelah keluarga sepakat untuk melakukan bapapai, keponakan saya kembali sehat seperti semula," ceritanya.

Percaya tidak percaya, hal serupa juga diungkapkan bidadari lainnya, Masliah (55) warga Ulu Benteng RT 11. Kejadian mistis akibat tidak melakukan tradisi bapapai juga dialami kakaknya.

Kakaknya yang sudah pernah bebapai di pernikahan pertamanya menolak melakukan bapapai di pernikahan kedua. Singkat cerita, menurut Masliah, kakaknya sakit-sakitan serta seperti orang linglung.

Berbagai cara menurut Masliah sudah dilakukan untuk mengobati kakaknya. Tapi hasil tetap nihil, kakaknya semakin hari semakin lemah. Hingga suatu hari terbetik di pikiran untuk dilakukan bapapai lagi.

"Entah keajaiban atau memang ingin bapapai, Kakak saya waktu itu sembuh, dan sampai sekarang masih sehat," ujarnya seraya berpesan agar warga Ulu Benteng yang mempunyai keturunan bapapai bisa melaksanakannnya.

Sementara itu, dari panelusura Radar Banjarmasin di Ulu Benteng, hampir semua pasangan suami istri menyatakan pernah melakukan tradisi bapapai. Hanya sebagian yang tidak melaksanakan, dikarenakan dari kedua mempelai tidak ada keturunan bapapai.

"Namanya keturunan, tetap dilakukan, takut hal buruk terjadi," ujar Rika Suciana (28) warga Ulu Benteng RT 18.(ay/ema)


BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…

Senin, 03 Juni 2019 09:26
Jadi Orang Tua Asuh Sehari ala IBC

Belikan Baju Lebaran

Pernah kah terbayangkan menjadi orang tua asuh dalam sehari saja?…

Sabtu, 01 Juni 2019 12:25
Perjalanan Dakwah Ketua MUI Tanbu KH Muhammad Fadli Muis

Sempat Jualan Minyak Harum Supaya Bisa Beli Kitab

Lahir dari keluarga sederhana, KH M Fadli Muis harus berjuang…

Kamis, 30 Mei 2019 12:08
MELIHAT FENOMENA PESAN MAKANAN ONLINE DI SIANG BULAN PUASA

SAKADUP? SUDAH KUNO!

Tak semua orang tahu lokasi Warung Sakadup. Sudah tahu pun,…

Selasa, 28 Mei 2019 10:41
Ustaz Pitmanuddin, Pembaca Manakib yang Terkenal di Marabahan

Hapal Banyak Cerita Hidup Wali Allah

Sesuai jabatannya sebagai penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Bakumpai,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*