MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin
Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker
KAMAR PASIEN : Eks bangunan kamar pasien di rumah sakit paru dr H Andi Abdurrahman Noor ini berada di RT 7 No 17 KelurahanBatulicin Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanbu. | Foto: Karyono/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak terawat lagi. Meskipun begitu bangunan dari kayu ulin masih terlihat kokoh. Lama tak dihuni, kini tempat ini mulai bernuansa mistis.

Oleh: KARYONO, Batulicin

RUMAH Sakit dr H Andi Abdurrahman Noor dibangun pada tahun 80-an oleh dr H Andi Abdurrahman Noor. Beliau lahir di Kota Pagatan Kecamatan Kusan Hilir pada 2 November 1917, dan wafat pada 16 Juli 2005.

“Beliau meninggal diusia 88 tahun,” ujar Ketua RT 7 Kelurahan Batulicin Kecamatan Batulicin Sayed Abu Bakar, saat berbincang-bincang dengan Radar Banjarmasin dikediaman pribadinya, kemarin.

Dikatakannya, dr H Andi Abdurrahman Noor merupakan lulusan dokter umum di Jakarta pada 1948. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya dibidang dokter Spesialis Asthma, Bronchitis, dan Paru-Paru di Nederland, Belanda dan lulus pada 1952.“Selama menempuh pendidikan di Belanda, ia sempat menyempatkan diri dengan membuka praktek di Nederland,” jelasnya.

Usai menempuh pendidikan dokter spesialis, tahun 1955 beliau kembali ke Jakarta dan mengabdikan diri di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Pada era itu pula, dr H Andi Abdurrahman Noor sempat mendirikan Yayasan Rumah Sakit Asthma, Bronchitis, dan Paru-Paru di Jakarta.

Sebagai bentuk pengabdiannya kepada daerah asalnya, dr H Andi Abdurrahman Noor membuka praktik layanan kesehatan gratis dan layanan sosial di wilayah Batulicin di gedung itu. “Namun cuma bertahan selama 3 tahun, mulai 1979 hingga tahun 1984,” kata Sayed yang juga cucu dr H Andi Abdurrahman Noor ini.

Ada alasan personal saat dr H Andi Abdurrahman Noor membangun rumah sakit paru tersebut. Gara-garanya om dan tantenya dulu banyak yang mengidap penyakit paru.

“Jadi atas dasar itulah, beliau bertekad ingin menjadi dokter paru dan membangun rumah sakit di Batulicin,” jelasnya.

Dalam perjalanannya, praktek layanan milik dr H Andi Abdurrahman Noor berhenti karena belum mendapat izin resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, sebelum terbentuknya Kabupaten Tanbu. Gedungnya pun terbengkalai.

Dikatakan Sayed, selama membuka praktek tersebut, banyak pasien yang berobat. Bahkan, warga Kabupaten Kotabaru juga berobat di klinik itu.

“Namanya juga gratis, jadi pasiennya banyak. Meskipun gratis, tapi ada juga keluarga pasien yang memberi ayam, buah, telor dan sayur-sayuran sebagai ucapan terima kasih,” terangnya.


Selama masa baktinya, dr H Andi Abdurrahman Noor kerap kali melakukan kerja sosial seperti memberi layanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin atau tidak mampu dan dikenal sebagai orang yang dermawan, bahkan jasa-jasanya juga diakui hingga di tingkat nasional.

Sayangnya, kini bangunan tersebut sudah tidak digunakan lagi dan terkesan tidak terawat. Ranjang dan perabot lainnya pun sudah lenyap.

“Sekarang sudah tidak digunakan lagi bangunannya itu,” ucap Sayed.

Karena lama kosong, banyak informasi yang beredar kalau bangunan itu berhantu. Sayed mengaku mendengar informasi itu dari warga sekitar.

“Kalau saya sendiri memang tidak pernah menemui hal-hal mistis seperti itu. Tapi informasi warga memang seperti itu. Contohnya ada yang mendengar orang mandi, tapi setelah keesokan harinya diperiksa ternyata memang tidak ada lantai yang basah,” cerita Sayed.

Cerita mistis tentang bangunan itu sendiri dialami langsung oleh Nur Hasanah (40), yang tinggal bersebelahan dengan bangunan tua tersebut. Sudah 6 tahun tinggal di kawasan itu, banyak hal mistis yang dialaminya.

“Tahun 2012, saya pertama kali datang kesini. Saya tinggal bersama anak dan suami. Awalnya memang ada perasaan takut karena melihat kondisi bangunannya yang terlihat angker,” kata Nur Hasanah yang kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan di PT BBU ini.

Dikatakan Nur, kalau melihat penampakan langsung memang tidak pernah. Namun setiap malam Jumat, wanita yang baru ditinggal mati suaminya sekitar 6 bulan lalu ini merasakan ada kehadiran makhluk gaib, tapi tidak melihat wujudnya.

“Suatu hari saya juga pernah mendengar ada suara orang mandi. Saya kira memang ada yang mandi betulan, setelah saya periksa ternyata tidak ada,” ujarnya.

Cucunya yang waktu itu masih berumur 2 tahun pun pernah mengalami peristiwa ghaib.

Sedang bermain diteras rumah, tiba-tiba sudah tidak ada. Nur yang saat itu sedang masak di dapur tidak menyadari cucunya dibawa makhluk ghaib. Dia kaget begitu mendapatinya cucunya sudah tidak ada lagi.

“Saya teriak panggil-panggil namanya tapi tidak ada jawaban. Saya cari sampai ke bangunan tua itu, dan menemukan cucu saya duduk diteras sedang bermain,” ujar Nur seraya mengatakan peristiwa yang dialami oleh cucunya itu sudah terjadi sebanyak 2 kali.

Nur kaget melihat cucunya yang bernama Ulfi itu ada di teras bangunan tua tersebut. Dalam hatinya, bagaimana mungkin balita yang masih berusia 2 tahun bisa naik keatas teras bangunan tua tersebut.

“Saya pernah menanyakan langsung kepada cucu saya kenapa sampai duduk diteras bangunan tua itu. Dia bilang dibawa nenek berambut panjang,” cerita Nur.

Paska kejadian itu, Nur minta agar penunggu bangunan tua tidak lagi mengganggu keluarganya. Boleh berteman tapi jangan sampai mengganggu.

“Tapi yang penting selalu mengingat Allah, insya allah aman saja. Memang awalnya menyeramkan, namun karena kami dari keluarga miskin akhirnya tetap bertahan sampai sekarang,” ujarnya.

Meski dr H Andi Abdurrahman Noor telah wafat, namun jasanya tidak pernah dilupakan oleh Pemkab Tanbu. Namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Tanah Bumbu pada saat Mardani H Maming menjadi bupati. (kry/ay/ema)


BACA JUGA

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…

Senin, 03 Juni 2019 09:26
Jadi Orang Tua Asuh Sehari ala IBC

Belikan Baju Lebaran

Pernah kah terbayangkan menjadi orang tua asuh dalam sehari saja?…

Sabtu, 01 Juni 2019 12:25
Perjalanan Dakwah Ketua MUI Tanbu KH Muhammad Fadli Muis

Sempat Jualan Minyak Harum Supaya Bisa Beli Kitab

Lahir dari keluarga sederhana, KH M Fadli Muis harus berjuang…

Kamis, 30 Mei 2019 12:08
MELIHAT FENOMENA PESAN MAKANAN ONLINE DI SIANG BULAN PUASA

SAKADUP? SUDAH KUNO!

Tak semua orang tahu lokasi Warung Sakadup. Sudah tahu pun,…

Selasa, 28 Mei 2019 10:41
Ustaz Pitmanuddin, Pembaca Manakib yang Terkenal di Marabahan

Hapal Banyak Cerita Hidup Wali Allah

Sesuai jabatannya sebagai penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Bakumpai,…

Senin, 27 Mei 2019 11:11
Kala Karantina Tahfiz Alquran Mewisuda Ratusan Penghafal Alquran

Hafal 30 Juz Hanya Dalam Satu Bulan

Karantina Tahfiz Al Quran An Nur, Minggu (26/5) kemarin mewisuda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*