MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 23 Mei 2019 15:28
Kala Kontraktor "Menyandera" Bangunan yang Dibangun Sendiri
Ancam Tahan Kunci Sampai Pekerjaan Dibayar
TIDAK DISERAHKAN: Ruang rawat inap Puskesmas Tanjung Semalantakan. Kuncinya masih ditahan pemborong karena uang pekerjaan belum dibayar. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Gara-gara uang pekerjaan tak kunjung dibayar, kontraktor sebuah puskesmas di Kotabaru menahan kunci bangunan dan enggan menyerahkannya kepada pemerintah.

CV Bluebells, pelaksana pekerjaan itu, berencana menahan kunci bangunan rawat inap Puskesmas sampai sisa uang pekerjaannya dibayarkan. "Kunci ruang rawat inap Puskesmas sama surat hibah tanah masih ada kami pegang," ujar Suriyah, Dirut CV Bluebells kepada Radar Banjarmasin awal pekan tadi.

Ruang rawat inap itu dikerjakan CV Bluebells di pertengahan 2018 tadi. Total kontrak Rp777 juta. Ruang rawat inap itu selesai di akhir tahun 2018 tadi. Celakanya, meski sudah selesai, tapi hak Suriyah belum diterima semua. "Baru dibayar 45 persen. Masih ada sisa empat ratus jutaan lagi."

Wanita yang lolos menjadi anggota DPRD Kotabaru dalam Pileg tadi, mengungkapkan. Pemerintah di akhir 2018 beralasan uang habis. "Jadi janjinya akan dianggarkan di APBD Perubahan 2019. Cuma sampai sekarang tidak ada lagi kabar dari pemerintah," keluhnya.

Suhe demikian ia akrab di sapa, menjelaskan, pekerjaan ruang rawat inap di Desa Tanjung Semalantakan itu memakan biaya besar. "Banyak biaya yang harus kami keluarkan," paparnya. Menurut data yang dimilki Suhe, banyak juga pemborong yang belum dibayar. "Tapi yang berani ngomong hanya sedikit," keluhnya.

Untuk Dinas Kesehatan ada 18 pekerjaan yang belum dibayar full. Total piutang pemerintah di bidang kesehatan mencapai Rp2,8 M. "Itu baru Dinas Kesehatan. Belum yang lain. Kami dengar mencapai Rp40 M," papar Suhe.

Ketua DPRD Kotabaru Alfisah, mengaku sampai sekarang tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah. "Karena di LKPJ 2018 tidak ada disampaikan soal itu," ungkapnya.

Sementara terkait APBD Perubahan 2019, Alfisah mengatakan, pemerintah belum juga mengusulkan. "Kita tunggu. Karena masih ada jadwalnya. Kalau lewat jadwal baru kita panggil rapat kerja," akunya.

Sampai kapan jadwalnya? Alfisah menjawab Agustus semua sudah harus beres.

Sayangnya sampai saat berita ini diturunkan, belum ada tanggapan terbaru dari pemerintah. Namun, sebelumnya Sekda Said Akhmad membenarkan. Ada piutang pemerintah puluhan miliar. Piutang itu katanya muncul karena ada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat di akhir tahun. Karena APBD 2019 sudah diketuk, maka piutang tersebut mesti dianggarkan di APBD Peruhahan 2019."Setelah pengesahan APBD Perubahan baru kita boleh membayar," ujar Sekda beberapa waktu lalu.

Sekda menjamin semua pasti akan dibayar. Kapan? Kata Sekda kala itu, secepatnya sebelum Pemilu. Kepala BPKAD Abdul Kadir sebelumnya juga mengatakan, pembahasan APBD Perubahan sebaiknya adipercepat. Sebelum ada pergantian DPRD yang baru.

Sekda Said Akhmad sendiri belum lama tadi telah mengeluarkan surat. Isinya meminta semua SOPD mengurangi program kegiatan. Kepada Radar Banjarmasin, dia mengungkapkan, pemangkasan kegiatan dilakukan karena anggaran 2019 nanti harus dianggarkan sekian puluh miliar untuk membayar piutang.

Carut marut kas daerah mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Syaripuddin. "Jika memang kas kita kurang. Mestinya kegiatan yang tidak penting dipangkas. Seperti kunjungan pemerintah ke pelosok dengan berombongan bisa dikurangi. Dana kunjungan kerja dewan ke luar juga dikurangi," tekannya.

Menurut pria yang akrab disapa Pudding itu, tak elok pejabat terus berkegiatan sementara keuangan bermasalah. "Jadi lucu saja. Katanya kurang uang. Tapi kegiatan yang tidak penting, jalan terus," tandasnya. (zal/ay/ema)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 17:36
Pemkab Tabalong

Bupati Sebut Profesi Penyuluh Terbelakang

TANJUNG – Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menjadi narasumber dalam…

Rabu, 19 Juni 2019 15:50
Pemkab Tabalong

Pamerkan Keberhasilan Pertanian di Krida Pertanian

TANJUNG – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabalong memperingati Hari Krida…

Rabu, 19 Juni 2019 15:48

Masyarakat Masih Belum Sadar Larangan Buang Sampah, Begini Tanggapan Forum Komunitas Hijau Tapin

RANTAU - Banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan di jalan-jalan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:16

RESMI..! 55 Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas Dibina, Pak Ogah Dibasmi

BANJARMASIN - Sebanyak 55 sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) dinobatkan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:14

Didominasi Lansia, Calon Haji Banjarmasin Cek Kesehatan

Sebelum berangkat ke tanah suci, sebanyak 51 calhaj menjalani tes…

Rabu, 19 Juni 2019 11:12

Kunjungi RS Sultan Suriansyah, Komisi IV: Tak Ada Catatan Buruk

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin menyambangi Rumah Sakit Sultan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:07

FANTASTIS..! Beli Baju, Anggota Dewan Kalsel Anggarkan Rp1,5 Miliar

BANJARMASIN - Sekretariat dewan menyiapkan pakaian dinas baru untuk Anggota…

Rabu, 19 Juni 2019 10:09
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Ajak Jajarannya Donorkan Darah

BATULICIN - Sekda Tanbu H Rooswandi Salem mengajak jajarannya untuk…

Rabu, 19 Juni 2019 10:08
Pemkab Tanah Bumbu

Wabup Tinjau Lokasi Banjir Kusan Hilir

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Ready Kambo meninjau…

Rabu, 19 Juni 2019 10:06
Pemkab Tanah Bumbu

Operasi Pasar Gas Elpiji di Desa Terdampak Banjir

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Pengurus Cabang Indonesian Offroad Federation…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*