MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 27 Mei 2019 10:42
"Surak Sumampai" Puisi Tembus Batas-Batas Ruang
EVENT TAHUNAN: Kemeriahan di Minggu Raya (MGR), Sabtu (25/5) malam. Di sana, sejumlah budayawan dan sastrawan tampak berkumpul untuk menghadiri Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS). | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sabtu (25/5) malam, kemeriahan sangat terasa di Minggu Raya (MGR). Di sana, sejumlah budayawan dan sastrawan tampak berkumpul untuk menghadiri Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS).

Acara tahunan yang menampilkan sejumlah pertunjukkan seni tersebut, memang selalu ramai dihadiri pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Bukan hanya dari Kalsel, adapula dari Kalteng hingga Madura.

Ketua Panitia TPSS Dwitiya Amanda Putri mengatakan, TPSS merupakan event tahunan Kota Banjarbaru yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

"Perjalanan panjang ini telah mampu membuka wawasan, wacana, dan ruang kerja baru terhadap kesusastraan di Kalimantan Selatan," katanya.

Ditambahkannya, setiap tahunnya TPSS digelar dengan tema yang berbeda-beda. Pada edisi ke-16 kali ini, tema yang diangkat ialah "Surak Sumampai". Surak sumampai bisa diartikan sebagai sebuah kegembiraan atas apa yang dicapai atau didapatkan. Pada konteks ini, surak sumampai digunakan sebagai sebuah ungkapan atas kegembiraan dengan rasa syukur capaian puisi yang menembus batas-batas ruang," tambahnya.

Dia mengungkapkan, puisi bergerak menuju ruang yang lebih esensial terhadap kehidupan. Puisi juga bisa lahir dari siapa saja dan dalam ruang apa saja.

Tidak melulu pada sebuah buku, namun puisi juga kemudian melakukan migrasi pada ruang-ruang pertunjukkan yang praktis semacam dunia digital (media sosial) dan diungkapkan melalui media seni lainnya.

"Secara implisit surak sumampai juga merupakan sebuah gagasan kebudayaan terhadap tumbuh kembang kebahasaan lokal yang bisa kita jumpai pada puisi-puisi lama. Kita memiliki syair, gurindam, dundam, pantun, ahui dan tambang dalang," ungkapnya.

Dwitiya menyampaikan, pada gelaran kali ini TPSS XVI mengajak semua orang untuk mengenang dan melahirkan lagi puisi lama. Sebagai sebuah visi gagasan dan penciptaan karya puisi serta pagelaran sastra.

"Pada kesempatan ini juga, kita ingin mengembalikan puisi sebagai salah satu pertunjukkan kesenian yang memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Agar tidak melulu berbicara persoalan finansial dan euforia pragmatis," ucapnya.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani saat berhadir dalam acara itu mengaku bangga Kota Idaman punya event untuk wadah berkumpulnya para sastrawan dan budayawan.

"Dengan adanya kegiatan ini, kota kita bisa semakin dikenal. Karena tamu yang datang dari semua kabupaten/kota se-Kalsel. Bahkan, ada dari luar Kalsel," bebernya.

Dia menyampaikan, Pemko Banjarbaru sangat mendukung gelaran TPSS. "Kalau mau, kegiatan ini bisa kita pindah tempatnya. Tapi, kata para panitia kalau lokasinya dipindah rasanya akan berubah," pungkasnya. (ris/al/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*