MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 28 Mei 2019 10:41
Ustaz Pitmanuddin, Pembaca Manakib yang Terkenal di Marabahan
Hapal Banyak Cerita Hidup Wali Allah
PEMBACAAN MANAQIB: Tuan Guru Pitmanudin (tengah) saat melakukan pembacaan Manaqib di salah satu rumah warga Ulu Benteng Kecamatan Marabahan beberapa hari yang lalu.

PROKAL.CO, Sesuai jabatannya sebagai penyuluh agama Islam fungsional KUA Kecamatan Bakumpai, tugas Pitmanuddin adalah berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

--- Ahmad Mubarak, Marabahan ---

Bagi warga Bakumpai dan Marabahan, nama Tuan Guru Pitmanuddin sudah tidak asing. Sarjana agama ini terkenal karena materi ceramahnya yang diselingi humor. Hal ini ceramahnya mudah diterima jemaah.

Apalagi untuk menemui Ustaz Pitmanuddin tidak lah sulit. Dari Pasar Marabahan hanya membutuhkan waktu lima menit perjalanan sungai dengan kelotok. Dia selalu ada di KUA Kecamatan Bakumpai. Hanya saja untuk menemuinya, tidak dianjurkan Pukul 14.00 Wita.

Karena guru Pitmanuddin di waktu tersebut sudah melakukan perjalan mengisi dakwah di majelis taklim di Kecamatan Marabahan/Bakumpai.

Ketika ditemui di kantor kecilnya di KUA Kecamatan Bakumpai, penulis disambut dengan ceria oleh guru Pitmanuddin. Lulusan IAIN Antasari tahun 1996 Jurusan Tafsir Hadits ini menceritakan rutinitasnya sehari-hari.

Setiap hari rutinitasnya dihiasi dengan dakwah di dua belas majelis taklim yang ada di Marabahan dan Bakumpai. Dia juga biasa membacakan manakb (cerita riwayat hidup wali Allah) di rumah-rumah warga.

Berkaitan pembacaan manakib, menurut cerita Ustaz Pitmanuddin, jadwalnya sudah penuh.

"Pembacaan manakib di bulan ini sangat banyak, beberapa warga terpaksa harus ditolak karena waktu yang ditawarkan hanya saat berbuka puasa," ujar warga Desa Sungai Lirik.

Lelaki kelahiran Muara Tuhub Kalteng, 18 Juni 1970 ini mengaku manakib yang diceritakan sesuai permintaan pemilik hajat. Ustaz Pitmanuddin menguasai banyak manakib ulama dan wali Allah.

Yang paling banyak diminta warga, manakib Siti Khadijah, Syekh Saman, Syekh Abdul Kadir Jailani, Imam Syafi'i, Datu Palampayan, dan masih banyak lagi.

Banyaknya manakib yang dikuasainya, menurut lelaki yang suka humor ini, didapatkan dari kesukaannya membaca buku. Semua pengetahuan yang didapatkannya atas kerja keras membaca.

"Yang terpenting jangan hanya manakib saja, apabila cuma cerita yang monoton, warga akan bosan," ujarnya.

Selain humor, Pitmanuddin juga memasukan unsur bahasa daerah (Bakumpai) dalam ceramahnya. "Mayoritas warga bahasa Bakumpai," ujarnya yang mengaku juga keturunan Dayak Bakumpai.

Ustaz Pitmanuddin membeberkan untuk pembacaan manaqib, sudah dilakukannya bukan hanya di Marabahan dan Bakumpai. Tetapi sudah sampai di provinsi tetangga, Kalteng. Jadwal paling banyak pembacaan manakib adalah di bulan Maulid, Rajab, dan Muharam.

"Tiga bulan ini, jadwal manakib sangat banyak. Ada yang sampai tiga kali dalam sehari di tempat dan kecamatan yang berbeda," ceritanya.

Terletak di daerah bantaran sungai, Pitmanuddin juga mempunyai kelotok yang bisa digunakan ke tempat dakwah untuk pembacanaan manakib.

"Saya punya satu kelotok langganan yang setia mengantar kemanapun membaca Manakib atau majelis taklim," ceritanya.

Terkait taripnya, Ustaz Pitmanuddin mengaku tidak meminta bayaran dari warga. Hanya saja apapun yang diberikan pengundang hajat manakib dirinya tidak keberatan menerimanya.

"Tidak ada patokan harga, apabila ada syukur," ujarnya yang mengaku tidak mengharapkan bayaran dari warga atas apa yang dilakukannya.

Selain dikenal sebagai Tuan Guru, Pitmanuddin ternyata juga menjabat sebagai ketua lembaga adat Dayak Bakumpai Kabupaten Batola.

"Banyak warga Bakumpai yang ingin masuk TNI meminta surat adat sebagai putra daerah," ceritanya.(bar/ay/ema)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:17
Mengikuti Trail Pustaka, Terobosan Dispersip Kalsel Menyebar Virus Membaca di Pelosok Kalsel

1 Motor Bawa 200 Buku, Menembus Akses Sulit di Pelosok

Akses kepada buku masih sangat kurang bagi anak-anak di pelosok.…

Selasa, 25 Juni 2019 11:58
Abdulrahman, Loper Koran Km 33 dalam Kenangan Para Kenalannya

Dikenal Rajin ke Masjid, Paksakan Bekerja Meski Kaki Patah

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru tidak akan lagi…

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*