MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 29 Mei 2019 11:04
Mengikuti Polisi Menyidak Pasar di Kotabaru
Sudah Paham? Ya Sekarang Pergi Sana
JUJUR: Tandur, seorang pedagang sayur di Kotabaru, berbincang dengan polisi yang menanyainya tentang harga jualan. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Puluhan polisi menyebar di pasar Kotabaru, kemarin. Mereka memantau harga-harga yang dijual pedagang. Seperti biasa, percakapan menarik selalu terjadi dengan pedagang.

--- Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru ---

Datang jelang siang, puluhan polisi langsung menanyai para pedagang. Mereka memeriksa harga-harga pasar. "Ini agak murah bukan karena kami yang bertanya kan ya?" ujar Wakapolres Kotabaru Kompol Arief Prasetya.

Saat itu dia bertanya kepada penjual bawang. Bawang putih kata penjual kisaran Rp35 sampai Rp40 ribu. Beberapa hari sebelumnya, komoditas ini naik harganya mencapai Rp80 ribu.

Polisi menyebar. Ada yang ke penjual daging. Kabag Ops AKP Charles Tampubolon meminta penjual daging tidak mengangkat harga.

"Bisa kan ya harganya tetap segitu sampai lebaran? Kasian masyarakat kalau naik," pintanya.

Penjual yang mengenakan celana pendek itu mengaku ragu. Dia mengatakan, tiga hari jelang lebaran biaya transportasi naik. "Susah, soalnya nanti ongkos angkut sapinya naik. Biasanya empat hari habis lebaran baru normal," akunya.

Sekarang harga daging sapi Rp140 per kilogram. Diperkirakan dekat lebaran nanti meningkat jadi Rp150 hingga Rp160 ribu. Mendengar itu Charles hanya menggeleng lemah.

Nun agak ke tengah pasar, Kasat Reskrim AKP Suria Miftah berbincang seru dengan Tandur. Seorang ibu paruh baya yang sudah berjualan sayur puluhan tahun di Kotabaru. Dia terkenal di pasar. Ngomongnya ceplas-ceplos.

"Berapa sekilo rawitnya Bu," tanya Suria. "Lima puluh ribu," jawab Tandur dengan logat medok. "Lebih murah di sini ya daripada di sana tadi ya," kata Kasat.

Tandur menjelaskan, dia jualan memang agak murah. Tidak terlalu mengejar untung. "Tapi kalau saya jual per ons harganya Rp7 ribu," kata Tandur.

Suria pun tertawa. "Kalau gitu mahal dong. Kok gak lima ribu per ons. Satu kilo kan 10 ons Bu."

Tandur mengaku kalau jual satu ons, lombok yang dikasih bisa sampai dua ons. Mengapa begitu? Para polisi pun bingung.

Melihat Suria dan kawan-kawannya bingung, Tandur lantas mengambil timbangan. Dia taruh beban satu ons. Kemudian memasukkan lombok ke dalam timbangan.

Lombok dan timbangan seimbang. Tapi Tandur terus memasukkan lombok. Kemudian beban lombok akhirnya lebih berat daripada beban satu ons. "Jadi gini, kalau kurang nanti masuk neraka," ujarnya lugu.

Tawa dan tepuk tangan membahana. Suria pun paham. Maksud penjual itu, kalau jual satu ons pasti dilebihkan. Sehingga jika dijual per ons, satu kilogram jadinya terjual delapan ons saja. Karena dilebihkan.

"Paham sudah ya? Ya sudah pergi sana," kata Tandur. Lagi-lagi disambut tawa.

Tandur memang begitu. Ramah dan apa adanya. Pelanggannya banyak. Meski sudah lama jualan di Kotabaru, tapi dia kerap melayani pembeli dengan bahasa Jawa.

Tandur berasal dari Madiun. "Untuk pantauan hari ini stabil sih harganya. Bawang putih yang beberapa hari lalu sempat meroket sekarang sudah turun," kata Suria.

Terpisah, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto meminta para pedagang tetap jualan normal. "Ramadan itu kan cari pahala. Jangan manfaatkan untuk cari untung gila-gilaan. Kalau bisa kasih murah lah," pesannya.

Sementara itu dari pantauan wartawan di awal Ramadan sampai pertengahan harga barang melambung tinggi. "Mahal sekali bawang sama telur. Sekarang alhamdulillah sudah stabil," ujar Abdul Halim yang berjualan makanan di Siring Laut.

Para penjual makanan mengaku hasil jualan Ramadan tahun ini lumayan. "Lebih dari hari biasa. Mungkin karena ada pameran," ujar Yuli penjual makanan lainnya.

Para pedagang berharap harga pasar tetap stabil. Supaya jualan mereka tetap laris. "Lumayan beli baju lebaran anak," kata Yuli lagi.(ay/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*