MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 30 Mei 2019 12:08
MELIHAT FENOMENA PESAN MAKANAN ONLINE DI SIANG BULAN PUASA
SAKADUP? SUDAH KUNO!
RISIKO PEKERJAAN: Ojek online melaju di jalanan Banjarbaru. Di siang hari Ramadhan mereka juga biasa mengantarkan pesanan makanan.

PROKAL.CO, Tak semua orang tahu lokasi Warung Sakadup. Sudah tahu pun, pelanggannnya harus makan dengan was-was karena ancaman penggerebekan Satpol PP. Diam-diam beberapa masyarakat perkotaan punya solusi jitu: pesan makanan lewat ojek online.

---

Satpol PP boleh saja menggerebek warung-warung yang buka siang hari. Tapi restoran-restoran cepat saji tetap buka. pelanggannya pun terlihat identik, karena semuanya memakai jaket hijau.

"itu ojek online yang antre," kata Mutakin, salah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta di pusat kota Banjarbaru. "Siang hari pasti ramai di sana, banyak pesanan," katanya tertawa.

Dia mengatakan, dibanding mencari Warung Sakadup, warga kota yang tidak puasa kini lebih pintar. Mereka membeli makanan lewat aplikasi. Tinggal menunggu di rumah, pencet aplikasi, pilih menu, lalu abang-abang Ojol (ojek online) tiba mengantar makanan yang kita pesan. "Sakadup sudah kuno," gelaknya.

Di Banua, ada dua perusahaan Ojol raksasa yang beroperasi. Gojek & Grab. Fitur pembelian makannya adalah Go-Food dan GrabFood. Fiturnya sama persis. Yang membedakan hanya promonya.

Radar Banjarmasin sendiri memantau dua rumah makan cepat saji di km 34 A Yani Banjarbaru itu. Rudi, salah seorang tukang ojek online mengatakan ia melayani antar makanan untuk menambah penghasilan. Pasalnya, selama bulan Ramadan, ada penurunan pendapatan di siang hari. Warga enggan keluar dengan ojek karena panas yang memicu dahaga.

Hal ini membuatnya melayani pembelian makanan. Rudi menjawab mayoritas pembeli makanan dari ojek online adalah wanita.

"Pikir positif aja sih, mungkin sedang berhalangan puasanya jadi mau makan siang-siang," ucap driver yang mengaku baru tiga bulan menjadi tukan ojek online.

Apa ada beban tersendiri bagi Rudi melayani pembeli makanan di bulan Ramadan? Rudi tak menampik bahwa dia sempat bimbang. Takut, profesinya jadi alasan orang buat tak menjalankan ibadah puasa.

"Soalnya pernah dapat orderan pria. Order pukul 14.00 Wita siang, pas terik-teriknya. Dia mesan minuman dingin sama paket ayam dan nasi. Jujur hati enggak enak, tapi ya saya niatkan ini hanya sebagai pekerjaan saja," curhatnya.

Semenjak itu, Rudi berusaha memfilter akun pemesan makanan di siang hari. Ia lebih memilih pemesan akun perempuan ketimbang pria. "Rasanya tidak enak saja. Jadi kalau bisa (disortir), ya saya lakukan."

Radar Banjarmasin kemudian beralih ke rumah makan sejenis di pusat perbelanjaan modern yang ada di Banjarbaru. Beberapa Ojek online tampak sedang menunggu orderan. Setidaknya ada tiga orang.

"Saya memang nongkrong di sekitar sini, karena orderannya lumayan ramai. Sehari bisa sampai lima orderan lebih," cerita Andi, ojek online yang tinggal di Jalan Veteran Martapura ini.

Agak berbeda dengan Rudi, Andi terkesan lebih cuek. Menurutnya, yang terpenting diniatkan adalah soal profesinya. "Kita hanya bekerja mas, kalau tidak begini ya mau makan apa," celetuknya.

Makanya bagi Andi, siapapun yang ngorder makanan ia tak ambil pusing. Toh sebutnya dosa urusan masing-masing dengan Tuhan. "Itu kan urusan yang pesan. Kita bekerja saja."

Menariknya, kata Andi, tak sedikit yang ngorder makanan adalah kaum adam.

"Pernah juga dapat yang akunnya wanita. Tapi saat saya antarkan, yang menerima pria. Ya mungkin membelikan buat teman atau pasangannya yang sedang haid," ingatnya.

Teman-temannya kata Andi juga kebanyakan melakoni hal serupa. Tapi Andi menjamin, meskipun ia kerap membelikan makanan orang yang tidak puasa. Ia sendiri mengaku belum ada bolong puasa sejauh ini.

"Alhamdulillah, untuk diri sendiri tidak terpengaruh. Ya jadi lebih sabar saja kalau sedang membelikan makanan orang ketika puasa," jujurnya.

Radar Banjarmasin sendiri mencoba memesan sebuah menu lewat aplikasi ojek online. Kali ini memesan minuman jenis kopi es dan satu porsi ayam goreng serta nasi dari sebuah rumah makan cepat saji di Banjarbaru.

Memang di awal-awal cukup lama mencari driver (sebutan untuk Ojol) yang siaga, tetapi sekitar 10 menit akhirnya ketemu. Akun ojek online berinisial RA ini menyetujui pesanan. RA mengirim pesan: Ada tambahan mas? mohon tunggu sekitar 20 menit.

Berselang hampir 20 menit, RA datang dengan motor skutik besutan produsen asal Jepang. Ia Membawakan pesanan lengkap. Tampak tak ada ekspresi kaget ataupun bingung ketika melihat pemesan.

Setelah membayar biaya pembelian, Radar Banjarmasin coba bertanya: Apakah sering demikian di bulan Ramadan?

"Ada, tapi tidak terlalu sering," jawabnya.

Makanan berpindah, uang dikantongi. RA pun pergi. Saatnya wartawan mencoba..eh menunggu beduk untuk buka puasa. (rvn/ay/ema)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*