MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 31 Mei 2019 08:59
Diduga Cabuli 4 Anak, Pengasuh Pesantren di Limpasu HST Ditahan
Ilustrasi

PROKAL.CO, BARABAI - Polisi Resort Hulu Sungai Tengah (HST) menahan seorang oknum pemuka agama berinisial AJM. Pria berumur 61 tahun itu karena diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Limpasu, Kabupaten HST.

Kejadian tersebut, bermula pada 9 Mei lalu. Pihak Kepolisian menerima laporan terkait pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum pemuka agama. Yang kemudian, ditindaklanjuti dengan memeriksa oknum tersebut sebagai saksi.

“Karena bukti-bukti lengkap, maka dilakukan penahanan terhadap oknum tersebut dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski pada saat pemeriksaan, pelaku tidak tidak mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres HST Ajun Komisaris Besar Polisi Sabana Atmojo, melalui Ps Paur Humas Bripka M Husaini, kemarin (30/5).

Warga Barabai yang melaporkan hal ini, H Khairullah (40), menuturkan bahwa sepekan sebelum Ramadan, korban berinisial TA (8) yang diketahui berasal dari Kalimantan Timur melarikan diri dari Pondok Pesantrennya. Ketika ditanyakan, korban mengalami syok berat.

“Dia mengaku telah dicabuli oleh pimpinan pengasuh tempat dia mondok,” ungkap lelaki yang kerap disapa H Uwah ini.

Dari penuturannya pula, korban mengaku diiming-imingi dengan sejumlah uang oleh pelaku. Tidak hanya sekali, perbuatan bejat tersebut juga dilakukan berkali-kali. Perbuatan bejat ini dilakukan di kantin dan di rumah pelaku. Sementara untuk melaporkan perbuatan tersebut, korban mengaku ketakutan.

“Bahkan, korban juga sempat ingin dilarikan oleh pelaku agar kasus ini ditutup. Tapi, berhasil saya jemput dan saat ini telah saya amankan,” bebernya.

Korban, ternyata tidak hanya TA. Tapi, juga santriwati berinisial KA (12) warga Barabai, kemudian SR (19) warga Barito Kuala, dan SL (16) warga Balangan.

“KA, sempat berteriak dan melarikan diri ketika ingin dicabuli tersangka. Sementara SL, kasusnya sudah terjadi pada tahun 2017 dan diselesaikan secara kekeluargaan,” tambah H Uwah.

Terkait rentetan kasus tersebut, H Uwah, sebenarnya juga sempat mendengar kabar. Bahwa salah satu Pegawai di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak HST diduga membantu pelaku agar kasus itu diurus secara kekeluargaan saja, dan tidak berlanjut di kepolisian.

“Berkaca dari hal itu, saya khawatir kejadian ini terus berlanjut dan akan membahayakan. Ditakutkan, akan banyak lagi korban,”ucapnya yang mengatakan alasan memproses permasalahan ini ke ranah hukum.

Radar Banjarmasin juga mewawancarai tiga pengajar di Pondok Pesantren tersebut. Dari keterangan dua pengajar, yakni LN dan HN, keduanya mengaku kerap menerima pengaduan anak didiknya terkait tindakan pencabulan.

Mereka kemudian akhirnya melaporkan ke pihak aparat Polisi Sektor (Polsek) setempat. Yang akhirnya diminta pertimbangan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak HST. “Tapi, hasilnya mengecewakan karena diminta agar diselesaikan secara kekeluargaan saja,”ungkapnya.

Dia menambahkan, alasan yang diberikan oleh dinas terkait, karena menyangkut nama baik Pondok Pesantren dan lingkungan sekitar.

Hal berbeda disampaikan oleh salah seorang pengajar lainnya, MH, dia mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak mempercayai bahwa AJM melakukan tindakan pencabulan. “Kami belum melihat bukti-bukti secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya kasus tersebut, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak HST, H Muhammad Yusuf, menyatakan pihaknya memang telah menerima laporan kasus tersebut. Mereka menindaklanjuti dengan melakukan upaya perlindungan kepada korban.

Dia membantah tudingan dinasnya menutup-nutupi kasus tersebut. Justru sebaliknya, pihaknya sempat mencari keberadaan korban untuk memberikan perlindungan. Namun, temuan fakta di lapangan, korban sudah mendapat perlindungan dengan berada di rumah orangtua atau keluarganya.

“Upaya perlindungan anak sudah kami lakukan. Wewenang kami, sebatas itu. Jika ada yang mengarah ke ranah hukum, itu tugas kepolisian yang menanganinya,” tuntasnya.

Perlu diketahui, saat ini, keempat korban, sudah tidak berada di Pondok Pesantren. Dua korban yakni TA dan KA, berada di kediaman H Uwah. Sementara SR dan SL, berada di rumah keluarganya masing-masing. (war/ay/ema)


BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 11:24

Sehari di HSS, Dua Kebakaran Terjadi

KANDANGAN – Memasuki musim kemarau saat ini, berselang sekitar 16…

Kamis, 18 Juli 2019 11:21

Barbuk Januari - Juni Dimusnahkan

RANTAU - Pemusnahan barang bukti (Barbuk) dilakukan oleh Kejaksaan Negeri…

Rabu, 17 Juli 2019 13:32
BREAKING NEWS

Wanita ini Tewas Karena Rumahnya di Tanta Tabalong Kebakaran

TANJUNG - Kebakaran menghanguskan empat rumah di Kampung Dahur RT…

Rabu, 17 Juli 2019 10:19

Dua Penjual Lendir ‘Bebas’ Setelah Divonis Bersalah

BANJARBARU - Senin (15/7) kemarin, dua Pekerja Seks Komersial (PSK)…

Rabu, 17 Juli 2019 10:11

MK Sidangkan Gugatan Pemilu, 2 Gugatan Asal Kalsel

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel hingga saat ini…

Selasa, 16 Juli 2019 10:34

Penipu Modus Gas Elpiji Diringkus

BANJARBARU - Berhasil memperdaya dua orang korban. Anwar (38) akhirnya…

Selasa, 16 Juli 2019 10:32

PARAH KEKANAKAN NI HEH..!! Siang-Siang Ngelem di Atas Beringin

BANJARBARU - Belum sampai sepekan lalu menertibkan lima remaja pesta…

Senin, 15 Juli 2019 12:26
BREAKING NEWS

Mayat Mengapung di Kolong Musholla Gegerkan Warga Handil Bakti

MARABAHAN - Suasana gaduh terjadi di Mushola Hidayatullah Komplek Korpri,…

Senin, 15 Juli 2019 09:52

Pengedar Sabu Masuk Perangkap

BANJARMASIN - Bisnis terlarang Hamidin alias Didin (32) tercium Subdit…

Minggu, 14 Juli 2019 10:15

TANGKAPAN BESAR..! 10 Pengedar Sabu Diringkus dalam Sehari

BANJARBARU – Peredaran gelap narkotika di Banjarbaru benar-benar masif. Bayangkan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*