MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya
Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit
KENANG GURU SEKUMPUL: Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari bercerita kenangan tentang Guru Sekumpul kepada wartawan. | FOTO: MUHAMMAD AMIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang lebih dikenal sebagai Guru Sekumpul. Di sela mengaji dan mondok intensif di Pesantren Datu Kelampaian, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, ia melayani Guru Sekumpul di rumah sakit Islam Surabaya.

--- Oleh: Muhammad Amin, Martapura ---

Sejak belia, Guru Sekumpul memang terkenal dilanggani berbagai penyakit. Cobaan itu ikut mengasah jiwanya menjadi pribadi yang sangat sabar. Suatu waktu Guru Sekumpul harus opname selama 20 hari di Rumah Sakit Islam Surabaya.

Tentunya, bila sakit, ada orang lain untuk menjaga dan membantu seluruh keperluan si sakit. Nah, peran inilah yang dijalankan Fadlan Asya’ri muda. Ketua MUI ini waktu itu masih santri tuan guru Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari atau biasa dikenal Tuan Guru Bangil.

Alasannya pun sederhana ketika diminta melayani dan menunggu Guru Sekumpul. Dia diminta langsung untuk menjaga. ” Nyawa saja sepupu unda di sini yang bisa menjaga,” kata Guru Fadlan meniru ucapan Abah Guru Sekumpul ketika meminta dirinya membantu selama dia dirawat di rumah sakit Islam.

Interaksi langsung selama 20 hari bersama Abah Guru Sekumpul di ruang perawatan menjadi bekal dirinya menghadapi hidup. Salah satunya yang diingatnya adalah wajah ceria jadi Guru Sekumpul. Tidak ada mimik sedih dan mengeluh ketika rasa sakit mulai terasa di bagian perut.

“Seingat saya, bagian perut Guru Sekumpul itu seperti bergerak-gerak, itu tandanya sakit kembali menyerang. Saya saksikan langsung, wajah beliau tenang, dan menunduk, memandangi perut, mungkin sambil berdoa,” kata Guru Fadlan.

Rasa sabar itu juga ia saksikan menjalankan ibadah wajib. Kendati sedang berbaring, dan infus menempel ditangan, bila azan berkumandang, Guru Sekumpul langsung bangun. Dipapah ke kamar mandi untuk mengambil air wudu sendiri. Itu berulang-ulang selama lima waktu dalam sehari.

Sembari Guru Sekumpul berwudu, Guru Fadlan menyiapkan sejadah, kopiah dan sarung baru untuk keperluan salat. Begitu keluar kamar mandi, Guru Sekumpul langsung berganti baju dan sarung baru. Salatnya seperti kebanyakan orang sehat. Yang membedakan hanya infus yang tetap menempel.

“Saya berdiri di samping beliau, memegang infus turun naik ketika ruku dan sujud,” kenangnya.

Di lain kesempatan, berkali-kali, Guru Sekumpul mengajak jalan. Berkeliling rumah sakit, menyapa pasien lain. Biasanya setelah salat subuh, berbincang singkat lalu menyelipkan sejumlah uang dalam amplop. ”Infus tetap saya pegang, keadaan beliau tidak kalah sakit dari pasien lain. Masih sempat mendoakan serta memberikan bantuan tanpa diminta,” kata Guru Fadlan.

Ciri khas lain Guru Sekumpul tidak mau merepotkan orang lain. Salah satu buktinya, pasca operasi dan rawat jalan Guru Sekumpul memilih mencari rumah sewaan di Bangil. Sampai akhirnya diizinkan balik ke Martapura oleh tim dokter. Tinggal kontrol kesehatan di rumah sakit tiap 3 bulan sekali, memeriksa bekas operasi dan kesehatan.

“Tiap tiga bulan, Guru Sekumpul selalu ke Surabaya dan memeriksakan lagi kesehatan pasca operasi. Saya tetap ikut membantu,” ujar Guru Fadlan.

Sepulangnya Guru Sekumpul dari kontrol di rumah sakit, Guru Fadlan mengakui selalu dibekali uang dalam amplop. uang itu jadi bekal hidup sebagai santri di Bangil. sejak rutin melayani Guru Sekumpul, ia tidak pernah lagi menerima kiriman uang. Pasalnya, bekal langsung diberikan oleh Guru Sekumpul.

“Uang di dalam amplop itu cukup untuk kebutuhan saya selama tiga bulan. Bila menipis, Guru Sekumpul datang lagi kontrol ke rumah sakit dan singgah ke Bangil. kemudian memberikan uang lagi. Dan selalu pas uangnya untuk tiga bulan,” ungkap Guru Fadlan. (mam/ay/ema)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:17
Mengikuti Trail Pustaka, Terobosan Dispersip Kalsel Menyebar Virus Membaca di Pelosok Kalsel

1 Motor Bawa 200 Buku, Menembus Akses Sulit di Pelosok

Akses kepada buku masih sangat kurang bagi anak-anak di pelosok.…

Selasa, 25 Juni 2019 11:58
Abdulrahman, Loper Koran Km 33 dalam Kenangan Para Kenalannya

Dikenal Rajin ke Masjid, Paksakan Bekerja Meski Kaki Patah

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru tidak akan lagi…

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*