MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 11 Juni 2019 07:13
Disita...! Bibit Buah Jeruk Dilarang Masuk Pelabuhan Trisakti, Ini Alasannya
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Selama arus balik lebaran di Pelabuhan Trisakti, beberapa pemudik dikejutkan pemeriksaan Balai Karantina. Oleh-oleh berupa bibit jeruk disita petugas. Hanya buahnya yang boleh dibawa pulang.

Penyitaan bukan tanpa alasan. Merujuk larangan memasukkan bibit pohon jeruk jenis apapun dari luar Pulau Kalimantan yang diterbitkan Pemprov Kalsel. Lantaran ada indikasi penyebaran virus Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD).

Salah seorang pemudik yang enggan menyebutkan namanya, mengaku sempat kebingungan. Dia rupanya tak mengetahui adanya larangan tersebut.

"Saya berniat membudidayakan jeruk nipis pecel di Banjarmasin. Saya bawa langsung dari Blitar. Karena buahnya lebih besar dan airnya lebih banyak. Ternyata ditahan petugas karantina," ujarnya.

Dia penumpang KM Kumala yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pada hari Minggu (9/6). Lelaki itu merasa dirugikan atas penyitaan tersebut. "Hasil uji laboratorium baru keluar dua pekan lagi. Tak ada gunanya. Ada virus atau tidak, bibit saya tetap dimusnahkan," keluhnya.

Petugas yang merazia jeruk tersebut, Afrian Wijaya menegaskan, penyitaan itu diperlukan untuk menghindari penyebaran virus CVPD ke Banjarmasin. "Apalagi dari Jawa sudah banyak terinfeksi virus CVPD," jelasnya.

Secara terpisah, Kasi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Priyanto menambahkan, Kalsel masih dinyatakan bebas dari penyakit yang disebabkan CVPD. Kondisi ini harus dipertahankan.

"Penyakit ini sangat mematikan. Sampai sekarang belum diketahui cara mengendalikannya. Pulau Jawa telah dinyatakan endemis penyakit CVPD. Sehingga semua bibit jeruk dari luar Kalsel yang hendak masuk kemari harus dilengkapi label. Tanda bebas penyakit," terangnya, kemarin (10/6).

Larangan itu sudah tertera dalam Perda No 4 Tahun 2008 tentang Pengaturan Peredaran Benih Jeruk di Kalsel. CVPD sendiri hanya menyerang keluarga tanaman jeruk. Dia menyebabkan kerusakan pembuluh tapis pada jeruk.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman menjelaskan, hanya bibit jeruk yang dilarang masuk. Sedangkan buahnya boleh-boleh saja. "Karena jika terlanjur masuk, CVPD bisa menyebar. Bahkan dalam jangkauan dua kilometer," bebernya.

Mengenai pemusnahan bibit, Syamsir menyatakannya sebagai langkah antisipasi. "Kalau sudah masuk, semuanya bakal dirugikan. Inilah jalan keluar terbaik. Bibitnya harus dimusnahkan," pungkasnya. (mr-154/at/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*