MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut
Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak
JEBOL: Humas PDAM Kotabaru Syarwani menunjukkan bagian sisi embung yang jebol. Ketinggian sisi embung sekitar 10 meter. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan. Dia dan anggota keluarga kelelahan. Tiba-tiba gemuruh bah di sungai pinggir rumah. Nyawa benar-benar dalam genggaman Tuhan.

---

Suara keran memancur. Fatimah dan keluarga sibuk membersihkan rumah mereka, Senin (10/6) kemarin. Di RT 6 Sungai Jupi. Sekitar empat belas kilometer dari pusat kota.

Wanita berusia paruh baya itu hampir kehilangan nyawanya. Ketika banjir bandang mengepung Pulau Laut bagian utara, Sabtu (8/6) tadi.

"Saya sampai ditarik pakai tali. Arus kencang. Rumah setengah sudah tenggelam," ujar Fatimah.

Bekas dahsyatnya banjir bandang itu masih terlihat. Barang-barang tercerai berai. Dapur rumah berantakan. Halaman penuh benda-benda berharga yang dikeringkan.

Dinding bata belakang jebol sebagian. Perahu naik ke atas darat. Rumah Fatimah hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir sungai. Persis di tepi jalan poros kabupaten.

"Ngeri sekali. Selama saya di sini baru sekarang kena banjir segini. Begini air naik di rumah (menunjuk dinding setinggi satu meter," kenangnya.

Banyak sekali barang mereka larut terbawa air. Jutaan rupiah pun melayang.

Agak tinggi ke selatan, rumah Isra Mirjani pengusaha tabung gas pun tak luput dihantam banjir. "Jutaan pastinya kalau kerugian," ujar Isra. Saat itu dia pun sibuk membersihkan rumah.

Sudah dua hari mereka membersihkan rumah. Sampai siang kemarin belum rampung.

"Saya lahir di sini. Sampai tua di sini. Baru ini saya lihat banjir seperti ini di Pulau Laut," ujar Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Kotabaru, Rahmad Nurdin.

Beruntung rumah Nurdin agak tinggi. Tidak terkena banjir. Tapi dia melihat dengan mata kepala: kota kelahiran lumpuh. Air cokelat menggenang di mana-mana. Disertai gemuruh dari puluhan anak sungai yang menuju ke muara laut.

"Kita ini kan persis di tepi laut. Banyak sungai. Kebetulan kena pasang air laut juga. Makanya parah," ujar Nurdin.

Di hari naas yang sama, Humas PDAM Syarwani tidak pernah menyangka dapat kabar mengejutkan. Embung yang dibangun pemerintah dengan anggaran puluhan miliar jebol. "Saya hujan-hujan langsung ngebut ke Tirawan," ujarnya.

Apa yang dia saksikan di Tirawan membuat bulu kuduknya berdiri. "Itu banjir bandang..! Deras sekali..!," kenangnya. Meski dia masih heran embung bisa jebol, tapi dia meyakinkan bahwa tekanan air sangat deras.

"Saya tidak tahu sampai sekarang berapa tekanan air saat itu. Tapi ini baru pertama derasnya begitu," akunya.

Musibah tak berhenti di sana. Informasi menakutkan lainnya terus masuk ke hape Syarwani: banyak pipa di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) pecah. Di sini pecah, di sana pipanya hilang terbawa banjir.

Senin kemarin banyak warga mengaku tidak mandi. Air PDAM padam. "Ada 14.340 pelanggan total terdampak. Air di rumah saya juga gak ada. Lebaran tadi kita banyak pakai air," beber Syarwani.

Kapan masalah itu bisa diatasi? Syarwani menghela napas. "Sementara kami tidak bisa pakai embung Tirawan. Jadi kita mengandalkan intake-intake yang ada. Menunggu pipa selesai, semoga sehari ini sudah bisa mengalir."

Dari pantauan Radar Banjarmasin, embung Tirawan benar-benar rusak parah. Sisi embung yang berbentuk dinding bendungan setinggi 10 meteran jebol tengahnya. Kemudian bagian atas embung tempat amblas. Dinding beton aliran air patah.

Embung yang kemarin-kemarin berair hijau dalam, kemarin hampir kering kerontang. Warga menyerbunya. Menangkap ikan. "Besar-besar nila nya, banyak dapat kemarin," ujar seorang remaja pria bertelanjang dada.

Wakil Bupati Burhanudin yang dikabarkan sedang tidak harmonis dengan Bupati Sayed Jafar menyempatkan diri meluncur ke Tirawan. Sebaliknya, Sayed Jafar meluncur ke Gunung Sari, yang Sabtu tadi itu dihantam longsor: satu rumah rusak total.

Lantas bagaimana nasib embung? Syarwani mengatakan, mereka sedang mengusahakan perbaikan. "Ini kan masih tanggung jawab Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Soalnya belum dihibahkan ke daerah," ungkapnya.

Sudah berkomunikasi dengan Balai? "Tadi pagi ada datang. Katanya akan diperbaiki," jawab Syarwani. (zal/ay/ema)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*