MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 11 Juni 2019 10:34
Melihat Pelaksanaan Haul Akbar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ke-213
Rp26 Miliar Lagi untuk Benahi Makam

Ranjang Kenangan Diserbu Jemaah Haul

MASIH TERAWAT: Ranjang peninggalan Datu Kelampaian masih terawat. Ranjang dibuat dari kayu jati ini usianya sudah lebih 200 tahun dan masih tersimpan di kamar depan rumah Datu Kelampaian di Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur.

PROKAL.CO, MARTAPURA – Meski agenda haul selalu bertepatan hari pertama masa kerja pasca libur panjang, tiap 6 Syawal 1440, tetapi Haul Akbar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ke-213 kemarin berlangsung semarak dari sebelumnya.

Puncak acara haul digelar di Masjid Jami Tughfaturroghibin Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur. Rangkaian haul kali ini lebih lama karena digelar selama 4 hari, sejak 7 sampai dengan 10 Juni 2019. Digelar di dua lokasi terpisah, Masjid Dalam Pagar Kecamatan Martapura Timur dan Kubah Datu Kalampaian, Desa Kelampaian, Kecamatan Astambul, tiap rangkaian diisi oleh jemaah berbeda dan dilaksanakan malam hari.

Tidak seperti tahun terdahulu, jemaah yang datang ke rumah Datu Kelampaian Desa Dalam Pagar lebih banyak. Mereka berebut masuk kamar depan dan berpose di ranjang peninggalan Datu Kelampaian dari Istrinya Ratu Aminah Binti Pangeran Thaha. Meski berusia ratusan tahun, ranjang kayu jati hadiah dari Belanda di Betawi masih utuh dan sangat terawat.

Jemaah pria dan wanita serta anak-anak berjubel melihat sisa peninggalan sang datu. sebagian besar, menyempatkan berfoto serta berbaring sejenak di atas kasur yang dibalut kelambu dan seprai warna kuning. ranjang itu diperoleh setelah Syekh Muhammad Arsyad Al- Banjari berhasil menjawab teka teki dan pertanyaan menjebak dari Belanda waktu pulang ke tanah air dan transit di Betawi seusai belajar di tanah suci.

“Beliau mendapat gelar resmi sebagai Haji Besar oleh salah satu gubernur jenderal VOC di Betawi karena semua pertanyaan menantang dijawab dengan benar,” kata H Mahjuri, zuriat Datu Kelampaian kemarin.

Diceritakan Mahjuri, Datu Kelampaian dari Mekkah ke Betawi bersama temannya,Syekh Adurrahman dari Betawi, Syekh Abdul Wahab dari Bugis, Syekh Abdussamad dari Palembang. Kehadiran mereka sudah dideteksi oleh Belanda, dan ditunggu. Sehingga langsung disambut oleh Gubernur Jenderal waktu itu.

Kealiman Datu Kelampaian langsung diuji langsung oleh Belanda. Ia disuguhi pertanyaan tentang dalam lautan, kebenaran ada air di situ ada ikan, apakah mungkin di dalam batok kelapa ada ikan. Dan diminta menebak misteri dari isi peti. Padahal, semua pertanyaan itu sangat menjebak. Berkat pengetahuan dan karomah akhirnya dijawab dengan benar.

“Contohnya, Belanda bertanya tentang mungkinkah ada ikan dalam batok air kelapa. Datu Kelampaian menjawab ada ikan. Setelah dibelah, ternyata ada ikan di dalamnya. karena kepandaiannya, beliau diberi hadiah ranjang yang sampai hari ini bisa kita saksikan di Dalam Pagar,” cerita Mahjuri.

Ranjang hadiah dari Belanda itu rupanya digunakan oleh Datu Kelampaian sebagai mahar ketika meminang Ratu Aminah. Selain ranjang itu, beberapa benda berharga lain serta sejumlah uang yang turut menjadi mahar pernikahan waktu itu. Tentu saja banyak kisah aneh yang dikisahkan tentang ranjang tersebut. Setinggi apa pun badan orang, ketika berbaring di atas kasur ranjang itu selalu cukup.

Dicegat setelah puncak haul, KH Wildan Salman mengungkapkan kepercayaan internal keluarga yang belum banyak diketahui publik. Sosok datu, kata Guru Wildan memegang wilayah tugas kewalian meliputi Kalimantan secara khusus dan Indonesia secara umum. Ini dibuktikan, jemaah haul tidak pernah berkurang, datang dari penjuru Indonesia dan luar negeri.

“Zuriat Datu sangat banyak di luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Brunai, dan Singapura. Mereka ini yang bertugas mengemban tugas dakwah dan melanjutkan di tempatnya masing-masing,” ungkap Putra KH Salman Jalil, yang kini jadi Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Darussalam, Tanjung Rema, Martapura.

H Muhammad, satu satu Zuriat yang aktif di Yayasan Datu Kelampaian mengungkapkan, haul serupa telah digelar sejak wafat selama 213 tahun. Tahun sebelumnya panitia menyediakan 60 ribu nasi kotak. Kali ini ada peningkatan jumlah konsumsi yaitu 80 ribu kotak nasi samin. Total beras yang dikelola seberat 900 blek dan sapi 20 ekor.

“Relawan menyediakan dapur umum mulai Martapura Barat, Sungai Kitano, dan Teluk Selong. Semua beras ini kita buat nasi samin, Alhamdulillah semua bisa menikmati hidangan yang panitia sediakan,” ungkap Muhammad.

Haul Datu Kelampaian ini pun tetap jadi daya tarik para tokoh banua. Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin putranya H Aditya Mufti Ariffin tidak pernah absen setiap tahun. Termasuk para kepala daerah se Kalsel dan politisi lainnya. Seluruh rangkaian tahlil dipimpin oleh Guru Wildan Salman dan Guru Masdar.

“Kami punya janji membenahi kawasan Kubah Datu Kelampaian. Sejak Agustus 2018 sudah ada peletakan batu pertama. Tahun ini kita lanjutkan lagi, sudah ada dananya,” terang Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor ketika didaulat memberikan sambutan singkat.

 

Komplek Makam Syekh Muhammad Arsyad Albanjari bakal dibenahi dengan anggaran yang tak sedikit. Kompleks makam ulama nusantara asal Kalsel itu akan ditata hingga bagian belakang makam.
“Tahun ini kawasan parkir dibagian belakang kompleks ditata. Anggarannya Rp26,7 miliar,” beber Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kalsel, Akhmad Subekti kemarin.
Penataan kawasan komplek Datu Kelampayan ini sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, kala itu Pemprov hanya menggelontorkan anggaran sebesar Rp8,3 miliar. Pekerjaannya meliputi penataan toilet dan fasilitas umum lainnya. Pemprov hanya bisa menata sebagian. Khusus makam dan masjid, tak bisa dipugar maksimal karena termasuk cagar budaya yang harus dilestarikan. “Pekerjaan tahun ini meliputi pemasangan vaping block, pengaspalan, termasuk pembangunan ruang serbaguna hingga penataan kios di kawasan parkir tersebut,” jelas Subekti.

Kawasan parkir di belakang makam ini memang kondisinya kerap digenangi air pasang jika sungai meluap. Sehingga cukup menyulitkan bagi peziarah. “Proses pekerjaan sudah mulai dilaksanakan. Tahun ini sudah selesai,” tutupnya.

Selain menata kawasan komplek. Pemprov juga membangun jalan baru sepanjang 5,2 kilometer menuju makam. Tahun ini dengan anggaran Rp19 miliar. Pemprov mengerjakan jalan sepanjang 1,2 kilometer. “Totalnya kami perkirakan sekitar Rp90 miliar. Nanti dilanjutkan lagi tahun depan,” terang Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib.

Dibangunnya jalan alternatif ini sebutnya, adalah untuk memberi kemudahan bagi peziarah di hari-hari besar. Contohnya seperti haul Datu Kelampayan yang dihadiri banyak jemaah. Akses terbatas, membuat kenyamanan pun terganggu. “Kawasan ini akan dikembangkan sesuai dengan visi misi gubernur yakni membangun infrastruktur strategis,” ujarnya. (mam/mof/ay/ema)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:24

Usung Ibnu Sina, Gerindra Tersanjung Dipinang PKS

BANJARMASIN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyampaikan undangan kepada…

Rabu, 26 Juni 2019 11:14

14 Meninggal, Inilah Data Lakalantas Selama Mudik Lebaran Tahun Ini

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan bersama Polda Kalsel telah menghimpun angka…

Rabu, 26 Juni 2019 11:11

Banyak Masalah, Persoalan TPA Regional Mulai Teratasi

BANJARBARU - Selesai dibangun pada 2018, TPA (Tempat Pembuangan Akhir)…

Rabu, 26 Juni 2019 10:57

Hermansyah Mengaku Kesepian

BANJARMASIN – Wajah Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah kemarin (25/6)…

Rabu, 26 Juni 2019 09:58
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Gathering Positif Bermedsos

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Senin (24/6)…

Rabu, 26 Juni 2019 09:54
Pemkab Tanah Bumbu

Sehari Layani 150 Warga

BATULICIN - UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kecamatan…

Rabu, 26 Juni 2019 09:53
Pemkab Tanah Bumbu

Wabup Kunjungi Kecamatan Satui

BATULICIN - Wabup Tanbu H Ready Kambo mengunjungi Kecamatan Satui.…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Daya Saing Produk

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri)…

Rabu, 26 Juni 2019 09:23

Jembatan Putih Ditutup Selama Renovasi

BANJARMASIN - Sejak hari ini (26/6), Jembatan Putih tak bisa…

Rabu, 26 Juni 2019 09:09
Melihat Rendahnya Akreditasi Sekolah di Kalsel

MEMPRIHATINKAN..! Ratusan SMK di Kalsel, Hanya Satu yang A

BANJARMASIN – Ini bisa jadi permasalahan yang diseriusi sekolah. Dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*