MANAGED BY:
RABU
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 15 Juni 2019 15:38
Tanpa Izin, Pertambangan Ilegal Rambah Hutan Tanjung
ILEGAL: Penambangan batubara dengan menggunakan alat berat di wilayah hutan produksi, Dusun Sialing, Desa Nawin, Tabalong. | Foto Warga for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Meski dunia pertambangan batubara di Kalsel masih tak seramai dulu. Namun nyatanya saat ini masih ada tambang ilegal yang beroperasi di sejumlah tempat. Ironisnya, pertambangan tanpa izin (Peti) tersebut tidak segan menggerogoti kawasan hutan produksi di Banua, seperti terjadi di wilayah Kabupaten Tabalong.

Sumber Radar Banjarmasin menyebut, saat ini ada beberapa titik tambang ilegal yang beroperasi di daerah beribukota Tanjung itu. “Salah satu titik tambang ilegal ada di Desa Sialing, Kecamatan Haruai. Di sana daerah yang mereka tambang masuk dalam kawasan hutan produksi,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, tambang ilegal di sana dilakukan secara terang-terangan oleh oknum masyarakat dengan menggunakan alat berat. “Di sana terdapat bekas aktivitas penggalian dan beberapa unit alat berat sedang standby. Kabarnya, alat berat dimobilisasi dari Banjarmasin,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sejak kehadiran Peti di sana, kondisi jalan desa pun rusak lantaran dilintasi truk pengangkut batubara. “Selain itu, tambang ilegal juga membuat gesekan-gesekan di masyarakat. Karena ada yang mendukung dan ada juga yang menolak,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasi Perlindungan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, Zainal membenarkan jika di Tabalong marak ditemukan adanya tambang ilegal. “Kalau yang dimaksud di Desa Sialing itu yang benar Dusun Sialing, Desa Nawin. Benar saat kami lakukan intelijen ke sana, ada tambang ilegal sedang beroperasi,” ujarnya jelang Idulfitri lalu.

Dia menyampaikan, pihaknya berencana mendatangi lokasi usai Idulfitri. Sebab, saat menjelang lebaran, kemungkinan mereka tidak beroperasi. “Kalau tidak ada orangnya di sana, sia-sia kita datang. Nanti setelah Lebaran kita ke sana untuk memberikan teguran, agar mereka berhenti,” bebernya.

Lanjutnya, pihaknya sebenarnya sudah memantau tambang ilegal di Dusun Sialing sejak April 2019, sebelum alat berat masuk ke sana. “Setelah itu, pada intelijen kedua kami lihat alatnya sudah masuk dan menambang. Saat ini tempat itu terus kami pantau, sebelum melakukan tindakan setelah Lebaran nanti,” tuturnya.

Apa benar Peti di Dusun Sialing masuk dalam kawasan hutan pro- duksi? Zainal membenarkannya. Seharusnya, jika masuk dalam kawasan hutan produksi pihak penambang punya izin pinjam pakai dari kementerian.

“Kalau tidak ada izin, maka kami minta untuk berhenti beroperasi. Kalau masih ngotot beroperasi, dengan terpaksa alat berat mereka kami amankan,” paparnya.

Tahun ini sendiri, dia mengungkapkan KPH Tabalong sudah menyita satu unit ekskavator milik penambang ilegal. Yaitu, pada pertengahan Mei tadi. “Saat itu kami melakukan giat gabungan di Desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara. Ada tiga titik Peti kami temukan. Dua dalam kondisi kosong. Sedangkan satu sedang beroperasi, dan ala beratnya kami sita,” ungkapnya.

Zainal menyampaikan, meski sudah ada tindakan dari mereka. Namun, di Tabalong masih ada sejumlah titik yang ditambang secara ilegal. “Titik Peti tersebar. Ada di Sialing, Panaan dan Upau. Ada beberapa yang kami tegur lalu berhenti. Tapi, ada pula yang masih bandel,” ucapnya.

Ketika dihubungi lagi (14/6), Zainal mengaku akan segera mengecek ke lapangan. “Segera akan kita cek lagi dan akan kita berikan teguran, setelah teguran apabila masih beroperasi, maka akan kita ambil tindakan,” tegasnya.

Secara terpisah, Kabid Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Kalsel Gunawan menyampaikan selama ini memang masih banyak ditemukan tambang ilegal sedang menggerogoti wilayah Kalsel. “Di Tabalong itu, perusahaan yang boleh menambang hanya PT Adaro. Kalau ada yang lain, maka dipastikan itu ilegal,” jelasnya.

Selain di Tabalong, dia menuturkan sesuai data mereka tambang ilegal juga pernah ditemukan di Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan HSS. “Terakhir yang kami tindak yang di daerah Antang, HSS. Di sana ada tambang ilegal yang mengakibatkan Sungai Amandit keruh,” tuturnya.

Kini, para pelaku tambang ilegal di daerah Antang itu masih diamankan oleh pihak kepolisian. “Kalau ada keluhan atau laporan dari masyarakat mengenai adanya tambang liar, kami segera melakukan tindakan. Yang di Tabalong dalam waktu dekat juga akan kami pantau,” pungkas Gunawan. (ris/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 14:41
PT Arutmin Indonesia

Bupati Tanbu Resmikan Rumah Tahfiz Arutmin

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor meresmikan rumah…

Selasa, 23 Juli 2019 14:37
Parlementaria

Legislatif-Eksekutif Sepakati KUA dan PPAS 2020

PARINGIN – Rapat paripurna ke 19 masa sidang kedua tahun…

Selasa, 23 Juli 2019 10:04

Enam Hari "Banyu Mati" di Banjarmasin, Inilah Wilayah yang Terdampak

BANJARMASIN - PDAM Bandarmasih mulai bersiaga. Memasuki kemarau, Banjarmasin kerap…

Selasa, 23 Juli 2019 09:49

Makin Bikin Betah, 'Perpus Palnam' Tuai Pujian Pengunjung

BANJARMASIN - Apa yang dilakukan SMA IT Ukhuwah Banjarmasin ini…

Selasa, 23 Juli 2019 09:19
Pemkab Tanah Bumbu

Kabupaten Layak HAM Disosialisasikan

BATULICIN - Bagian Hukum Setda mengadakan Sosialisasi Kabupaten Layak Hak…

Selasa, 23 Juli 2019 09:18

Pemkab Ramaikan Festival Banjar 2019

BATULICIN - Pemkab Tanbu menampilkan produk unggulan dari industri Usaha…

Selasa, 23 Juli 2019 09:15
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Membuka Harganas Tanbu

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor menghadiri sekaligus membuka…

Selasa, 23 Juli 2019 09:13
Pemko Banjarbaru

Fungsikan KIA Layaknya ATM

BANJARBARU - Disdik Kota Banjarbaru punya banyak rencana dengan kehadiran…

Selasa, 23 Juli 2019 09:10
Pemko Banjarbaru

Salat Subuh Berjamaah Bersama Syekh Hisyam Al-Kamil Hamid As-Syafi’i

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah menghadiri dan…

Selasa, 23 Juli 2019 08:46

Kecewa Saat Bertemu Grab dan Go-Car, Driver Online: Mereka 'Enggak Nyambung'

BANJARMASIN - Buntut unjuk rasa driver online, kemarin (22/7) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*