MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 16 Juni 2019 09:11
Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian
KONVERSI LAHAN:Kondisi lahan rawa di lokasi program Serasi di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Jumat (14/6) tadi.

PROKAL.CO, Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel mendapatkan suntikan dana besar dari pemerintah pusat untuk mengolahnya jadi lahan pertanian. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang diterima mencapai Rp600 miliar.

SUTRISNO, Martapura

Anggaran itu sendiri merupakan realisasi dari program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), yang dijalankan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.

Melalui program itu, sejumlah lahan rawa di Banua dikelola untuk menghasilkan padi unggul. Untuk tahun ini dijalankan di tiga kabupaten, yaitu Banjar, Batola dan Tanah Laut.

Untuk melihat progresnya, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Petanian Sarwo Edhy Jumat (14/6) tadi, meninjau salah satu lokasi program Serasi di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, daerah rawa yang sebelumnya menjadi lahan tidur di daerah itu tampak dibuka menggunakan alat berat. Sementara di setiap sisinya terlihat dibuat saluran air untuk pengairan.

Didampingi Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Petanian Indah Megahwati, Sarwo Edhy melihat-lihat kondisi lokasi yang sedang diolah jadi lahan pertanian itu.

Usai meninjau, Sarwo Edhy mengatakan, di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri tersebut lahan rawa yang digarap seluas 807 hektare dengan anggaran sekitar Rp3,4 miliar. "Kalau di seluruh Kalsel seluas 150 ribu hektare, dengan anggaran sekitar Rp600 miliar," katanya.

Dia menyebut, anggaran yang diterima Kalsel menjadi yang terbanyak kedua dari tiga provinsi yang menerima bantuan program Serasi tahun ini. "Anggaran paling banyak dikucurkan di Sematera Selatan, yakni sekitar Rp800 miliar. Sedangkan, Sulawesi Selatan hanya ratusan juta," ucapnya.

Anggaran yang dikucurkan sendiri sesuai dengan luasan lahan yang dikelola. Di mana setiap hektare-nya dianggarkan Rp4,3 juta. "Sumatera Selatan anggarannya paling besar, sebab lahan yang diolah juga luas yakni mencapai 200 ribu hektare," ujar Sarwo.

Disampaikannya,melalui program Serasi pemerintah ingin mengoptimalisasi rawa sebagai lahan pertanian. Dengan cara memperbaiki sirkulasi airnya, sehingga kandungan Ph atau keasamannya bisa berkurang. "Lahan pertanian Ph-nya minimal 5. Kalau di bawah 4, tanaman bisa mati," ucapnya.

Dengan diaturnya kadar Ph-nya, dia mengungkapkan lahan rawa dapat lebih produktif. "Kami ingin di lahan rawa ini bisa panen dua kali, bahkan tiga kali dalam setahun. Di mana, selama ini hanya satu kali," ungkapnya.

Untuk mengolah lahan di Desa Simpang Lima, dia menuturkan ada lima kelompok tani yang bahu-membahu menggarapnya supaya bisa selesai sesuai target. "Mudah-mudahan bisa selesai pada bulan September," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Lima  M Arsyad menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan kelompok tani sudah sekitar 40 persen. "Yang masih banyak harus dikerjakan membuat saluran airnya dan menggembur tanahnya," ujarnya.

Untuk menggemburkan lahan mereka masih menunggu kedatangan traktor. Serta, perbaikan alat berat yang masih rusak. "Kami juga masih menunggu kedatangan bibit," bebernya.

Meski masih banyak kekurangan, dia optimis pekerjaan dapat selesai sesuai target. "Kami yakin September sudah selesai semua," katanya.

Dengan adanya program itu, salah seorang warga sekitar: Ngatwi mengaku senang. Sebab, mereka bisa mendapatkan bantuan untuk mengolah lahan. "Alhamdulillah, kami punya lahan untuk digarap. Semoga bisa panen sampai dua kali per tahunnya," inginnya.

Lanjutnya, untuk menggarap lahan, para kelompok tani mendapatkan bantuan alat mesin pertanian, bibit dan lain-lain.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikilturan Kalsel,  Syamsir Rahman mengaku bersyukur Kalsel terpilih untuk menjalankan program Serasi. "Program ini hanya tiga provinsi yang mendapatkan bantuan,  yaitu Kalsel,  Sulsel dan Sumsel," ungkapnya.

Dia berharap, program Serasi bisa berlanjut hingga 2020. Dengan begitu semakin banyak lahan rawa di Banua yang tergarap. "Perlu diketahui,  program ini kelanjutan dari Hari Pangan Sedunia yang lalu," pungkasnya. (ris/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*