MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 21 Juni 2019 09:19
Pesta Miras, Berujung Terluka
TERLUKA: Mahlan ditemani putranya Deni, sedangkan Amin duduk meringis kesakitan ketika sampai di ruang penindakan IGD RS Bhayangkara. | Maulana/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Muhammad Amin (21) warga Jalan Lingkar Dalam Gang Keramat dan Mahlan (42) warga Gang Madani, Banjarmasin Timur, sama-sama dilarikan ke RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso Polda Kalsel, kemarin (20/6) siang sekitar pukul 14.30 Wita. Mereka menjadi korban rekannya yang sama-sama mabuk minuman keras.

Mahlan luka dikepala, Amin pun sama. Keduanya sama-sama berlumur darah akibat dianiaya Rahman alias Rahman Pentol. Mahlan terlihat mabuk berat. Bahkan sempat diberontak saat petugas medis mengobati lukanya.

Mahlan, Amin, Rahman Pentol dan beberapa rekannya menggelar pesta minuman keras di Jalan Lingkar Tol Dalam. Kabarnya Amin pulang lebih dulu setelah beberapa kali menenggak minuman tersebut. Mahlan masih bertahan bersama beberapa orang lainnya.

Tak ada yang mengetahui jika Mahlan sudah ditemukan tergeletak di Jalan Lingkar Dalam Gang Keramat, Banjarmasin Timur. Amin yang melihat rekannya dalam keadaan terluka berusaha mengevakuasi bersama rekannya Wahyu ke RS Bhayangkara.

Beres mengantar ke rumah sakit, Amin lalu balik ke lokasi menanyakan kepada Rahman Pentol. Terjadi penganiayaan berikutnya kepada Mahlan.

Rahman Pentol yang disebut tinggal di Jalan Pekapuran Jembatan 9 itu memarahi Amin. Mengamuk serta berusaha menyerang menggunakan senjata tajam (sajam).

Warga ada yang berani melerai . Bahkan berhasil mengamankan senjata tajamnya. Rahman tak terima. Kelengahan Amin dimanfaatkan untuk kembali menyerang. Kayu balok berukuran besar langsung dilayangkan ke kepala Amin hingga darah segar mengucur.

"Dia marah karena saya disebutnya ikut campur. Bahkan bilang saya juga yang melaporkan ke polisi. Padahal saya hanya menanyakan siapa yang menganiaya Paman Mahlan, dan siapa yang bertanggung jawab berobat di rumah sakit," cerita Amin sembari meringis.

Serangan bertubi-tubi Rahman tak hanya melukai kepala Amin. Pergelangan tangan serta lehernya juga luka lebam, penuh goresan. "Jika tak saya tangkis muka atau kepala saya bakal luka serius," ujarnya.

Amin mengakui tak mengetahui kronologis penganiayaan kepada Mahlan. Begitu pula pemicunya. "Saya mendapati Paman Mahlan sudah tersungkur di jalan. Tak tahu sama sekali motifnya apa," sebut Amin.

Keduanya kini menjalani penanganan medis RS Bhayangkara. Satreskrim Polresta Banjarmasin sudah menindak lanjuti kasusnya. Sementara terlihat kedua keluarga para korban berdatangan ke rumah sakit dan mengurus administrasi.(lan/dye/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*