MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda
Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai
MENGHIBUR: Panggung Terbuka Bachtiar Sanderta diramaikan oleh Komunitas Madihinesia, Sabtu (22/6) malam. | Foto: Noorhidayat/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata yang sedang pentas di atas Panggung Bachtiar Sanderta Taman Budaya Kalsel itu Madihin Bakisah.

--- oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin ---

MADIHIN adalah seni bertutur asli Banjar. Diiringi tepukan terbang (gendang), Madihin memuat kisah dan petuah. Tak aneh jika Madihin masih populer di pedesaan dan kalangan tua.

Tapi menjadi hebat ketika bibit dan bakat Madihin tumbuh di tengah anak muda. Malam itu, Madihin dimainkan 15 orang (disebut Pamadihinan). Mereka datang dari Komunitas Madihinesia.

Kepala Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, pengembangan seni budaya daerah telah menjadi fokus kerjanya. Setiap pergelaran, dihadirkan tampilan dari berbagai kesenian daerah Kalsel yang dikreasi dengan konsep kolaborasi.

"Kami menginginkan inovasi-inovasi agar kesenian kita bisa bersaing," ucapnya.

Suharyanti menambahkan, Madihin Bakisah ini merupakan pergelaran ke-7. Satu dari 16 rangkaian pergelaran yang dijadwalkan sepanjang tahun 2019.

"Semoga masih banyak bibit-bibit berbakat yang bermunculan. Agar seni budaya khas Kalsel bisa lebih dikenal. Baik di level nasional bahkan internasional," harapnya.

Pementasan Madihin Bakisah ini pun menghibur para penonton yang hadir. Terlebih pentolan JT Junior yakni Said Jola, Hendra dan Yuanda Tralala tampil begitu kocak. Dan mereka pun begitu atraktif berinteraksi dengan penonton.

Cerita yang diangkat adalah seorang pria sukses tapi durhaka kepada ibunya, diperankan oleh Said Jola. Akhirnya, sang ibu yang diperankan oleh Hendra mengutuk putranya menjadi seekor monyet.

"Pesan dari cerita ini agar anak-anak tidak melawan orang tua. Jika tak ingin dicap sebagai anak durhaka," terang Hendra.

Salah seorang penonton, Afni, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, mengaku puas melihat pergelaran malam itu.

"Tidak seperti biasanya, Madihin Bercerita bisa lebih menarik. Karena dibawakan lebih dari 10 orang. Apalagi mereka berlakon sesuai karakternya masing-masing," tutupnya. (mr-154/fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*