MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 25 Juni 2019 11:58
Abdulrahman, Loper Koran Km 33 dalam Kenangan Para Kenalannya
Dikenal Rajin ke Masjid, Paksakan Bekerja Meski Kaki Patah
PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Jenazah Abdulrahman, 39, saat dimakamkan di Alkah Kamboja, Jalan Radar, Kelurahan Loktabat Selatan, kemarin. (kanan) Abdulrahman alias Daeng semasa hidup. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru tidak akan lagi melihat Abdulrahman. Loper koran yang simpatik itu telah meninggal dunia, Senin (24/6) kemarin. Sejumlah pejabat bahkan hadir di acara pemakamannya. Banyak yang bercerita kenangan semasa hidup.

---

Kemarin sore, jenazah dimakamkan di Alkah Kamboja, di Jalan Radar, Kelurahan Loktabat Selatan. Meski hanya seorang loper koran, prosesi pemakaman pria yang akrab disapa Daeng itu dihadiri puluhan orang. Bahkan, sejumlah pejabat dan mantan pejabat tampak hadir.

Mulai dari Lurah Loktabat Selatan Feffy, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muhammad Rustam. Lalu, mantan Sekda Banjarbaru Syahriani Syahran dan mantan Sekda Banjar Nasrun Syah.

Daeng sendiri diduga meninggal dunia, lantaran komplikasi luka akibat patah tulang kaki yang dideritanya sejak awal Ramadan tadi. Gula darah yang tinggi membuat proses penyembuhan menjadi sulit.

Rivi Hamidi selaku Ketua RT 03, Kelurahan Loktabat Selatan, tempat Daeng bertempat tinggal mengatakan luka yang diderita Daeng sudah mengalami infeksi. Sehingga, membuat kondisi pendatang dari Makassar tersebut langsung menurun.

"Dia drop sejak Sabtu (22/6) tadi. Hari itu juga kami bawa ke RSD Idaman," katanya, saat mendampingi Jenazah Daeng di Ruang Nuri, RSD Idaman, sebelum dimakamkan.

Dia tak menduga jika kondisi Daeng ternyata parah. Sebab, selama ini Daeng tak pernah mengeluh kesakitan. "Bahkan, Jumat (21/6) sehari sebelum drop, dia memaksakan diri untuk berjualan koran dengan menggunakan tongkat," bebernya.

Lanjutnya, luka yang diderita Daeng akibat ditabrak pengguna sepeda motor di perempatan lampu merah, Jalan A Yani Km 33, pada hari kedua Ramadan, Mei tadi. "Dia ditabrak saat keluar dari Masjid Nurul Iman, setelah menunaikan Salat Magrib," ceritanya.

Rivi menyampaikan, saat itu si penabrak bertanggung jawab dengan membawa Daeng ke RSD Idaman untuk diobati. Daeng juga dibawa ke rumahnya di kawasan Palam Banjarbaru, untuk dirawat. "Di sana sekitar dua pekan. Tapi Daeng minta pulang ke kosnya karena mengaku tak ingin merepotkan," ucapnya.

Daeng tinggal di kos-nya di Jalan A Yani Km 33, samping Menara Pandang Sungai Kemuning. Di sana tetangga dan pemilik kos juga membantu Daeng selama sakit. "Dia tak pernah mengeluh kesakitan, jadi kami kira lukanya tidak parah," ujar pemilik indekos, Mulyani.

Namun, pada Sabtu (22/6) tadi Daeng tiba-tiba mengeluh kakinya sakit luar biasa. Hal itu yang membuat Mulyani dan warga lainnya memutuskan untuk membawa Daeng ke rumah sakit.

Saat dirawat di RSD Idaman, sejumlah relawan melakukan penggalangan dana untuk biaya operasi Daeng. Namun, Tuhan berkehendak lain. Daeng meninggal dunia sebelum dioperasi.

Mulyani mengaku kehilangan dengan sosok Daeng. Dia mengungkapkan, jika pria berusia 39 tahun itu orang yang baik dan rajin beribadah. "Dia sangat rajin ke masjid. Bahkan, saat kerja dia membawa pakaian ganti untuk salat di masjid," bebernya.

Dia menuturkan, Daeng baru tinggal di sana selama tiga tahun. Sebelumnya, dia nge-kos di Martapura. "Dia selama ini hanya malam hari ada di kos. Karena, subuh sudah berangkat kerja dan datangnya malam hari," tuturnya.

Di mata para tetangganya Daeng memang dikenal pekerja keras. Dia tetap memaksakan kerja meski dalam kondisi patah tulang kaki. "Dia sangat rajin dan juga tidak pernah mengeluh," kata Mulyani.

Hal itu dibenarkan Lurah Loktabat Selatan, Feffy. Dia menuturkan, seandainya sejak awal Daeng mengeluh kakinya sakit, pasti warga sekitar langsung merujuknya ke rumah sakit sejak jauh-jauh hari. "Dia orangnya memang tak mau menyusahkan. Jadi, tak pernah mengeluh," bebernya.

Daeng sendiri selama ini tinggal sendirian di Banjarbaru. Tidak ada yang tahu di mana keberadaan keluarganya, termasuk para anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Banjarbaru. "Kami sudah bertanya ke mana-mana, tapi belum juga mendapatkan keluarganya," ujar salah seorang anggota KKSS Banjarbaru, Muhammad Rustam.

Untuk itu, mereka memutuskan untuk memakamkan Daeng di Banjarbaru. Lantaran tidak tahu, di mana tempat tinggal Daeng di Makassar. "Pihak kelurahan yang mencarikan lokasi makamnya," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kadis Koperasi dan UMKM Banjarbaru ini.

Semasa hidupnya Daeng pernah diwawancarai Radar Banjarmasin pada April 2017 lalu. Ketika itu, dia mengaku tinggal di Kalsel sejak 2009. Sedangkan, istri tercintanya tinggal bersama orang tuanya di Makassar.

Dia berjualan koran sejak 10 tahun yang lalu. Meski memiliki gelar S1 Daeng tak pernah risih berpanas-panasan menjajakan korannya. "Saya merasa nyaman berjualan koran, karena saya sudah terbiasa bekerja di lapangan," katanya ketika itu.

Nasib menuntunnya sebagai penjual koran, karena ketika lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar pada tahun 2001 silam, dirinya kesulitan untuk mencari pekerjaan sesuai dengan jurusannya, sebagai mahasiswa teknik perkapalan. "Setelah beberapa tahun tak mendapatkan kerja di Makassar, saya lalu merantau ke Kaltim. Di sana saya kerja serabutan," ujarnya.

Kemudian, pada tahun 2009 Daeng mencoba memperbaiki nasib ke Kalsel. Atas beberapa pertimbangan, dia memilih untuk berjualan koran. "Mungkin karena saya terbiasa sebagai wiraswasta, jadi ya mencari kerja yang berjualan saja," ungkapnya.

Bambang PH, Ketua LPMK Kelurahan Loktabat Selatan mengaku kehilangan. "Saya selalu beli koran yang dijualnya setiap lewat di sana (Km 33), kesan saya dia orangnya baik dan pekerja keras," ucapnya yang ikut mengurus pemakaman Daeng. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*