MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 26 Juni 2019 11:17
Mengikuti Trail Pustaka, Terobosan Dispersip Kalsel Menyebar Virus Membaca di Pelosok Kalsel
1 Motor Bawa 200 Buku, Menembus Akses Sulit di Pelosok
BAWA KEBAHAGIAAN: Siswa SDN Inti Surgi Mufti 4 menyerbu buku-buku yang dibawa dalam boks trail pustaka milik Dispersip Kalsel. (kanan) Seorang siswa terlihat serius membaca. | FOTO: ENDANG SYARIFUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Akses kepada buku masih sangat kurang bagi anak-anak di pelosok. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menemukan upaya baru untuk menembus gap wilayah ini. Lahirlah trail Pustaka.

-- Oleh: ENDANG SYARIFUDIN, Banjarmasin ---

SDN Inti Surgi Mufti 4 Banjarmasin berada di Jalan Masjid Jami, Surgi Mufti, Banjarmasin Utara. Sekolah yang berada di dalam gang ini relatif susah diakses. Kalau mau menuju ke sekolah tersebut harus menggunakan motor. . Karena gangnya sempit, satu motor harus mengalah jika ada yang mau lewat.

Senin (24/6) pagi, tiga buah motor trail dengan dua kantong kurir bergantungan di belakang jok, masuk beriringan melewati gang ini. Baru saja sampai di halaman sekolah, semua siswa sudah bersorak-sorak kegirangan. Mereka melihat tulisan Ayo Membaca di kantong kurir.

Guru-guru langsung menyambut dan berinisiatif mengatur. Meminta agar semua siswa berbaris untuk mengambil buku. "Ngambilnya gantian ya, setiap siswa hanya pinjam satu buku. Waktu membaca 30 menit, kalau sudah selesai, kembalikan dan bisa pinjam buku lagi," pinta Zainal kepada murid-murid.

Namanya anak-anak, meski sudah diperingatkan masih saja ada yang kurang sabar. Mereka berdesakkan mencari buku yang ingin mereka baca. Banyak macam buku yang dibawa trail pustaka. Satu trail pustaka mampu membawa 200 buku. Jika dijumlahkan untuk 3 trail, ada 600 buku yang dibawa!

Jenisnya beragam buku pengetahuan, cerita bergambar, komik, dongeng. Namun kebanyakan, anak-anak memilih buku cerita.

Ahmad, siswa kelas 2 SD mengaku memang suka membaca. Hampir setiap hari di jam istirahat selalu ke perpustakaan di sekolah. Melihat ada trail pustaka yang menyambangi sekolahnya, dia merasa sangat senang. Karena pasti banyak buku-buku baru, terutama buku-buku cerita bergambar. "Senang membaca supaya lancar membaca," tuturnya.

Serupa dengan Ahmad, Rara juga biasa menghabiskan hari-harinya di perpustakaan. Guru di sekolah memang selalu membiasakan murid-murid untuk membaca. "Bu guru selalu bilang sering membaca bisa membuat kita pintar," kata siswi kelas 2 ini.

Kepala Sekolah SDN Inti Surgi Mufti 4, Yuni Chandra Dewi senang sudah mendapat kunjungan dari trail pustaka. Ini merupakan langkah bagus yang dilakukan Dispersip Kalsel untuk menumbuh kembangkan minat baca terhadap anak.

"Bagus sekali, terutama bagi anak-anak yang sekolahnya berada di dalam seperti sekolah kami ini," tuturnya.

Menurut Yuni, dia bersama dengan semua guru di sekolah membuat projek agar anak-anak di sekolah mencintai dunia literasi. Sering membaca berdampak positif terhadap kemampuan anak-anak. Mereka menjadi pandai membaca, menulis, berhitung serta memecahkan masalah.

Ini dibuktikan dalam dua tahun terakhir, sejumlah anak didik di sekolahnya berlaga di Festival Lomba Literasi Nasional (FL2N). Tahun lalu satu orang di lomba puisi dan seorang lagi mendongeng.

"Sedangkan tahun ini satu siswa kami bernama Alfia masuk dan akan bersaing dengan seluruh provinsi di Indonesia dalam lomba Cipta Puisi," ujarnya bangga.

Sebenarnya bagaimana asal mula trail pustaka ini?

Gara-garanya Dispersip mendapat 4 unit motor trail awal tahun tadi.

Nah, ada ide keempat unit motor dimodifikasi ringan. Ditambah sedikit boks untuk membawa buku. Jadilah trail pustaka. Fungsinya untuk membawa buku ke pelosok-pelosok yang jarang ada perpustakaan.

Motor tersebut mulai dioperasikan sekitar Februari lalu. Ada delapan orang pegawai perpustakaan yang ditugaskan membawa trail itu. Empat orang setiap hari. Mereka berkeliling mirip mobil perpustakaan keliling. Bedanya kali ini lebih lincah karena hanya menggunakan roda dua.

Lokasi yang mereka datangi beda dengan mobil pusling. Trail Pustaka ini khusus menjangkau lokasi yang sulit dilewati mobil. Sudah banyak tempat yang didatangi. Kecamatan Gambut dan Batola. Sementara ini kebanyakan sekolah-sekolah yang terletak di pelosok.

"Sejak beroperasi sudah banyak daerah yang kami datangi, sementara ini kebanyakan sekolah yang ada di pelosok desa," kata Eddy salah satu pegawai Dispersip yang mendapat tugas mengendarai trail pustaka.

Koordinator Pusling Husnul Khatimah, menyebutkan Dispersip Kalsel saat ini memiliki 3 unit bus perpustakaan keliling, mobil kecil 5 unit dan 4 unit motor trail pustaka. Menurutnya layanan trail pustaka ini merupakan salah satu alternatif mendekatkan buku kepada masyarakat, terutama yang secara geografi lokasinya jauh dari perpustakaan.

"Jadi trail pustaka ini dapat menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Provinsi Kalsel, meskipun di daerah terpencil sekalipun,” katanya.

Husnul mengatakan sudah menyusun jadwal kunjungan 4 trail pustaka ke seluruh wilayah terpencil di Kalsel. "Tujuannya untuk menumbuh kembangkan minat membaca dan daya tarik anak terhadap buku," jelas wanita berjilbab ini.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie Hj Nunung mengatakan upaya membangun minat membaca tidak hanya menunggu.

"Kita tidak boleh hanya duduk manis menunggu pemustaka datang tapi kita harus bergerak jemput bola naik gunung, turun lembah, menerobos ke gang-gang sempit serta ke handil-handil yang jalan dan jembatannya tidak bisa dilewati kendaraan roda 4 perpustakaan keliling," ucapnya penuh semangat.

Nurliani mengatakan hal ini dilakukan demi tujuan prioritas Prioritas Kalsel Cerdas dalam visi misi Kalsel 2016 - 2021. (ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 12:00

Kala Insan Pers Kalsel Gelar Ngupi Bareng Paman

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor meresmikan penggunaan Press Room…

Rabu, 17 Juli 2019 10:29

Berbincang dengan Rachmi Nafissa Ramadhan, Duta Baca Kalsel 2019

Kegemaran membaca majalah anak-anak sejak kecil membuat Rachmi Nafissa Ramadhan…

Selasa, 16 Juli 2019 15:17

Eko Subiyantoro, Bersepeda 1.300 KM untuk Rumah Singgah Kanker Anak

EKO Subiyantoro, Founder/Direktur Eksekutif Tangan Tangan Relawan mulai hari ini…

Selasa, 16 Juli 2019 11:50

Istri Sempat Keberatan, Penyelamat Buah Langka ini Akhirnya Dapat Kalpataru

Dedikasi Mohamad Hanif Wicaksono dalam menyelamatkan buah lokal dan langka…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Mohamad Hanif Wicaksono, Pahlawan Buah-Buahan Lokal dari Balangan

Namanya Mohamad Hanif Wicaksono. Usianya masih relatif muda, 36 tahun.…

Senin, 15 Juli 2019 10:31

Laporan dari Panggung Terbuka Bachtiar Sanderta

Sembilan grup tari asal Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan,…

Minggu, 14 Juli 2019 10:29

Normanto, Kades Karya Maju dan Mimpi Agrowisata Anggurnya

Hidup sebagai warga transmigrasi di desa, membuat Kades Normanto harus…

Sabtu, 13 Juli 2019 12:24

Bawa Kuyang, SMKN 2 Barabai Tembus ke Pentas Nasional

Kuyang, adalah folklor. Tapi cerita tentangnya mampu mengantarkan Miftahul Jannah,…

Jumat, 12 Juli 2019 11:12

Orang Tua Tak Punya Biaya, Tubuh Sudah Ditumbuhi Jamur

Jika anak remaja lainnya bermain dengan teman sebayanya, Siti Sarah…

Kamis, 11 Juli 2019 13:58

Kisah Pasangan Tunanetra di Banjarbaru Perjuangkan Anak Bersekolah Negeri

Ini kisah pilu pasangan tunanetra di Banjarbaru, Fahmi, 41, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*