MANAGED BY:
RABU
24 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 12 Juli 2019 11:12
Orang Tua Tak Punya Biaya, Tubuh Sudah Ditumbuhi Jamur

Siti Sarah, Remaja Kelas 2 SD yang Menderita Gagal Ginjal

JAGA ANAK: Noorjannah menjaga Siti Sarah yang terbaring lemah di Ruang ICCU RSUD Datu Sanggul Rantau, kemarin. | Foto: Rasidi Fadli/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Jika anak remaja lainnya bermain dengan teman sebayanya, Siti Sarah harus berjuang melawan penyakitnya.

-- Oleh; RASIDI FADLI, Rantau ---

Siti Sarah adalah anak kedelapan dari pasangan Taufik dan Noorjannah didiagnosa menderita gagal ginjal terminal. Yang menyedihkan, pasangan ini tak sanggup lagi membiayai pengobatan anaknya.

"Di hitung-hitung biayanya sekitar 25 juta rupiah," ucap Noorjannah yang setiap hari menunggu Sarah di RS Datu Sanggul Rantau, Kamis (11/7). Yang lebih gawat, Noorjannah mengaku tidak memiliki BPJS.

"Saya tidak membuat BPJS, karena takut tidak bisa membayar iuran perbulannya," aku perempuan berusia 52 tahun itu.

Alasannya cukup sederhana. Karena waktu pendaftaran ia merasa banyak anak dan berpikiran akan semakin banyak yang dibayar, hingga mengurungkan niatnya mendaftarkan keluarganya.

"Hal inilah yang membuat saya tidak ingin membuat BPJS," kata warga Desa Pematang Karangan Hulu Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.

Sebelumnya gadis berusia 15 tahun ini sudah dua pekan berada di ruang ICCU RS Datu Sanggul Rantau. "Awalnya anak bungsu saya panas disertai kejang-kejang tidak henti-hentinya, karena itu langsung saya bawa ke Puskesmas Tapin Tengah," katanya.

Atas saran petugas di Puskesmas, anaknya harus segera dirujuk ke RS Datu Sanggul untuk penangangan lebih lanjut. "Waktu itu hasil pemeriksaan di puskesmas hanya asam lambung, tapi setelah diperiksa di RS ternyata mengalami indikasi gagal ginjal," akunya.

Diakui ibu delapan orang anak ini, sejak kecil Sarah sudah sering sakit. Anak bungsunya itu bahkan di sekolah tidak bisa terus berpikir.

"Umur 15 tahun ini ia masih duduk di kelas dua SD, seharusnya sudah SMA, itu karena ia sendiri yang tidak mau dinaikkan, karena selalu pusing kalau berpikir," bebernya. Sarah menurutnya tergolong anak yang rajin, kalau di rumah ia selalu membantu pekerjaan rumah seperti memasak dan bersih-bersih.

Noorjannah hanya bisa pasrah dengan apa yang dialami anaknya. Ia tidak bisa keluar ruangan ICCU karena harus menjaga anaknya setiap hari. "Jadi, mau minta bantuan ke mana, saya juga bingung, sedangkan kakak Siti Sarah yang sudah mempunyai keluarga juga tergolong tidak mampu," ceritanya.

Namun, ia sedikit bisa bernafas lega karena sejak seminggu yang lalu ada bantuan dari komunitas peduli Tapin (Kopeta) yang sudah melakukan penggalangan dana dalam beberapa hari ini. "Hasil penggalangan dana yang kami lakukan, sementara ini terkumpul sebesar 16.878.000 rupiah," ucap Sekretaris Kopeta, Rininta.

Rininta mengaku bahwa komunitasnya mengetahui Siti Sarah terbaring di ruang ICCU, berkat informasi dari RS Datu Sanggul Rantau. "Memang sebelumnya sudah beberapa kali kerja sama dengan rumah sakit, jadi kalau ada pasien yang kurang mampu, mereka langsung menghubungi kami untuk meminta bantuan," katanya.

Segenap bantuan sudah dilakukan Kopeta yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tapin untuk mendaftarkan Siti Sarah masuk program JKN KIS, agar pengobatannya dibiayai oleh BPJS. "Tetapi karena peserta baru, penjaminan baru dapat diberikan 14 hari setelah mendaftar," katanya, yang memberitahukan bahwa selama perawatan di RS Datu Sanggul, Siti Sarah ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

Sedangkan menurut keterangan dokter di RS Datu Sanggul, Siti Sarah harus segera mendapatkan pengobatan Hemodialisis di RS Ulin Banjarmasin. Pengobatan itu berbiaya kurang lebih 25 juta, untuk 10 hari inap di sana. "Kalau tidak cepat dilakukan penanganan menurut dokter, bisa menyebabkan gagal ginjal atau kerusakan ginjal permanen yang hanya bisa diobati dengan transplantasi ginjal," jelasnya.

Apalagi sekarang ini, kondisi Siti Sarah sangat memprihatinkan. Untuk makan dan minum, harus masuk lewat infus. Bagian tubuhnya sudah membiru dan ditumbuhi jamur. "Kata dokter, Itu akibat penumpukan zat racun akibat ginjal yang tidak berfungsi," tambahnya.

Kopeta sendiri mengharapkan adanya bantuan dari para dermawan di mana pun berada. "Bisa melalui kami atau datang langsung ke yang bersangkutan," harapnya.

Bantuan untuk Siti Sarah terus mengalir, terbaru dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tapin sebesar 5 juta rupiah, tidak hanya itu rencananya beberapa organisasi sosial dan pemuda akan melakukan rapat di Polsek Tapin Utara untuk membahas penggalangan dana membantu pengobatan. Sementara Siti Sarah sendiri rencananya Jumat (12/7) pagi akan dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin dengan didampingi anggota Kopeta. (ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*