MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 12 Mei 2016 09:55
UMKM Banjarmasin Minim Permodalan
HAMBAT - Permodalan memang menjadi penyebab klasik bagi pelaku UMKM

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Geliat bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Banjarmasin terbilang banyak. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarmasin, jumlah UMKM di Kota Banjarmasin mencapai 42 ribuan.

Namun, dari sekian banyak pelaku UMKM tersebut ternyata tak semuanya aktif dan produktif. Permodalan ditenggarai menjadi kendala utama perkembangan UMKM di Banjarmasin.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarmasin, Priyo Eko, menjelaskan bahwa permodalan memang menjadi penyebab klasik bagi pelaku UMKM. Hasilnya, banyak pelaku UMKM yang kemudian menghentikan usahanya lantaran sudah tak punya modal lagi.

“Selama ini, kami mendorong agar UMKM bisa mandiri dengan menggunakan modal minim. Namun, memang tak banyak yang sukses lantaran tidak disokong dana yang memadai,” ungkap Priyo kepada Radar Banjarmasin, Rabu (11/5).

Untuk itu, Priyo kerap menjembatani para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin dengan pihak perbankan untuk mendapatkan fasilitas kredit permodalan. Pihak dinas kerap mendata UMKM yang punya potensi untuk dikembangkan. Kemudian menjembatani dan merekomendasikan UMKM tersebut kepada pihak perbankan.

“Kalau dirasa memenuhi syarat, pihak perbankan tentu tak segan memberi pinjaman modal,” urainya. Dikatakan Priyo, tahun lalu, setidaknya ada 3.000 UMKM yang direkomendasikan untuk mendapatkan fasilitas permodalan dari perbankan.

Bank Kalsel dan Bank BRI yang bersedia memberikan fasilitas kredit permodalan kepada UMKM. “Angkanya sekitar Rp 3 miliar. Setiap UMKM ada yang dapat pinjaman modal mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta ke atas,” kenangnya.

Bagaimana dengan tahun ini? Priyo menyatakan masih belum ada tanda-tanda kerjasama permodalan dengan perbankan. “Yang jelas, kami masih terus melakukan pendataan. Kalau memang ada UMKM yang potensial dan bisa berkembang, akan kami rekomendasikan lagi ke perbankan,” tambahnya.

Ketika ditanyakan mengenai adanya UMKM yang kurang aktif dan tidak produktif, Priyo tak menampiknya. Memang ada beberapa oknum yang UMKM-nya hanya sekadar nama. Ketika didata kelihatannya aktif, tapi produktifitasnya tidak ada. “Dinas Koperasi dan UMKM terus terang kesulitan dalam menertibkan UMKM yang seperti ini.

Oleh karena itu, kami menyarankan agar UMKM di Kota Banjarmasin berbadan hukum dan terdaftar resmi di Dinas, sehingga apabila ada program pembinaan maupun permodalan bisa diprioritaskan,” tuntasnya.(oza/gr/dye)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*