MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 22 Mei 2016 23:46
Wah..!! Ada Keturunan Sultan Banjar di Papua

Hasil Penelusuran Sultan Khairul Saleh tentang Diaspora Keturunan Sultan Banjar di Nusantara

KETURUNAN - Gusti Abubakar Muhammad Saleh bin Gusti Abdul Manan bin Gusti Ahmad (Gusti Muhammad) bin Pangeran Thosin (Gusti Besar) bin Sultan Sulaiman Rahmatullah.

PROKAL.CO, Garis keturunan atau dzuriat Sultan Banjar ternyata tidak hanya tersebar di Banua Kalimantan Selatan, tetapi juga tersebar hingga ke Papua. Menariknya, dzuriat keturunan Sultan Banjar yang bermukim di Papua sudah berlangsung hingga empat  generasi.

==============================

Hal tersebut diungkapkan Sultan Banjar, H Khairul Saleh kepada Radar Banjarmasin, belum lama ini.

 

Hasil komunikasi pihaknya dengan salah satu keturunan Sultan Banjar yang berada di Papua, yakni Gusti Abubakar Muhammad Saleh telah diperoleh data yang akurat. Dijelaskan, Sultan Tamjidillah menurunkan Sultan Tahmidillah (Penambahan Batuah) hingga Sultan Sulaiman Rahmatullah.

 

Sultan Sulaiman Rahmatullah mempunya 22 anak, di antaranya adalah Sultan Adam, Pangeran Pertasari di Tondano Manado dan Pangeran Thosin (Gusti Besar).

 

Selanjutnya, ungkap Khairul Saleh, Pangeran Thosin (Gusti Besar) mempunyai anak laki bernama Gusti Ahmad (Gusti Muhammad ) yang ada di Ambon Wahai Pulau Seram.

 

Di Ambon Wahai Pulau Seram, Gusti Ahmad menikah, kemudian memperoleh 2 anak laki-laki. Dari salah seorang anak laki-lakinya, Gusti Ahmad memperoleh cucu 3 laki-laki  dan 1 cucu perempuan bernama G. Hadijah.

 

Di waktu yang berbeda, Gusti Ahmad (Gusti Muhammad) pindah ke Raja Ampat Papua, kemudian menikah lagi dengan Hamida Wailata. Di sana, Gusti Ahmad memperoleh 2 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Mereka adalah Gusti Muhammad, Gusti Ibrahim, Gusti Nurma, Gusti Hatija, Gusti Arsad dan Gusti Abdul Manan.

 

Selanjutnya, Gusti Abdul Manan (Putra Gusti Ahmad) memiliki 8 keturunan yaitu, 2 perempuan dan 6 laki-laki. Mereka adalah Gusti Muhammad, Gusti Halima, Gusti Abidin, Gusti Abubakar Muhammad Saleh, Gusti Ratna Megawati Hamida, Gusti Idris Taher, Gusti Abdul Gafar Golkar dan Gusti Abdul Rojak Muhammad Taufan.

 

“Selain pernah menikah di Ambon Wahai Pulau Seram, Gusti Ahmad (Gusti Muhammad) juga pernah menikah di Pulau Saparuan Ambon dan mempunyai anak perempuan,” kata Khairul.

 

Oleh sebab itu, keturunan Sultan Banjar yang bermukim di Ambon dan Raja Ampat merupakan keturunan Sultan Banjar dari garis keturunan Sultan Sulaiman Rahmatullah yang bernama Pangeran Thosin. Dan Pangeran Thosin mempunyai

 

2 saudari perempuan, yakni Nyai Intan dan Nyai Sea.

 

Adapun Paduka Seri Sultan Sulaiman Saidullah Raja atas Tahta Kerajaan Negeri Banjar sebagai berikut, Sultan Soleman Almo'tamid Aliallah / Soliman Almoh Tammit Alalah, Sultan Sleeman Almoh Tamid Alalah, Sultan Soleman Sa'idallah, Sultan Salehman,
Sultan Sulaiman al-Mu'tamidullah, Sultan Sulaiman Rahmatullah, Pangeran Ratu Sultan Sulaiman, Pangeran Sultan Muda Sulaiman, Panembahan Sulaiman, Panembahan Sepuh.

 

Sedangkan masa kekuasannya adalah sebagai Sultan Muda pada 1767, kemudian masa kekuasaan sebagai Sultan pada 1801-1825.

 

Sementara itu, Sultan Sulaiman Rahmatullah memiliki pasangan, yakni Nyai Ratna atau Nyai Ratu Intan Sari (Permaisuri), Nyai Cina, Nyai Argi , Nyai Unangan dan Nyai Kamala Sari.

 


Sedangkan keturunannya adalah Sultan Adam (anak Nyai Ratu Sepuh / Nyai Ratna) binti Kiai Adipati Singasari), Pangeran Mangkoe Boemi Nata (anak Nyai Ratu Sepuh), Ratoe Hadji Moesa (anak Nyai Ratu Sepuh), Pangeran Perbatasari (anak Nyai Ratu Sepuh).

 

 

Selanjutnya, Pangeran Kassir (anak Nyai Ratu Sepuh), Ratoe Soengging Anoem (anak Nyai Ratu Sepuh), Pangeran Dipati di Mahang (HST), Pangeran Ahmad, Pangeran Wahid, Pangeran Muhammad, Pangeran Kusairi, Pangeran Hasan, Pangeran Achmid, Pangeran Kasoema Widjaja/Pangeran Berahim, Pangeran Thosin (yang memiliki keturunan di Ambon dan Raja Ampat), Pangeran Singa-Sarie, Pangeran Hamim, Ratu Kartasari, Ratu Marta, Ratu Salamah dan Gusti Umi/Gusti Kacil, Ratu Mashud/Gusti Hadijah (ibu Pangeran Antasari).(tia/*)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…

Jumat, 08 Maret 2019 10:32

Masih Bocah, Tiga Bersaudara Ini Keliling Jualan Kerupuk

Masih bocah, tiga bersaudara ini malah ikut memikirkan kebutuhan hidup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*