MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 19 Juni 2016 00:49
Ekspedisi Islam Pesisir: 'Sebamban, Berkah Hijrah Sang Habib '
BERSEJARAH - Makam Keluarga Pangeran Ali dan Keluarga.

PROKAL.CO, Pangeran Syarif Ali al-Idrus lahir dan besar di Kerajaan Kubu, Kalimantan Barat. Campur tangan Belanda ke lingkungan istana memaksanya hijrah. Tiba di Tanah Bumbu ia mendirikan Kerajaan Sebamban.

===============================
WAHYU RAMADHAN, Angsana

===============================

EKSPEDISI Islam Pesisir akhirnya tiba di Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan pertama adalah makam Pangeran Syarif Ali al-Idrus di Desa Sebamban, Kecamatan Angsana. Pangeran Syarif adalah pendiri Kerajaan Sebamban.

Dari jalan raya saya berbelok memasuki jalan perkebunan kelapa sawit sejauh lima kilometer. Kondisi jalannya bergelombang, campuran tanah merah dan batu cadas. Mata harus awas, lantaran papan penunjuk arah menuju makam bentuknya kecil sehingga mudah terlewati.

Di tengah rimbunnya sawit, berdiri masjid warna putih di tanah lapang seukuran setengah lapangan sepakbola. Masjid ini mengambil nama Pangeran Ali sebagai namanya. Di samping dan belakang masjid tampak pemakaman tua.

Memasuki komplek makam, peziarah disambut gerbang yang dihias kaligrafi. Kutipan Alquran dari Surah Ali Imran ayat 169. Terjemahnya, "Janganlah kamu mengira bahwa orang yang gugur berjuang di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup di sisi tuhannya dengan mendapat rejeki." Saya merinding membacanya....

Setelah memarkir sepeda motor, saya menuju makam terpanjang di samping masjid. Saya keliru mengira itu makam Pangeran Ali. Tiga anak kecil yang sedang duduk selonjoran di teras masjid datang menghampiri. Tanpa melepaskan mata dari ponsel pintarnya, mereka menegur.

"Makam Pangeran Ali di dalam masjid, bukan disitu," tegur Rizki yang baru saja lulus SD. Sementara kedua temannya bernama Akbar dan Hasbi. Mereka rupanya sedang keranjingan game Clash of Clans (COC). "Di sini internetnya lancar, kalau di kampung susah," imbuhnya.

Kampung Rizki dan kawan-kawan sekitar 200 meter dari pemakaman. Usai perkenalan singkat, mereka bersedia memanggilkan juru penjaga makam. Namanya Suddin, 56 tahun. Pembawaannya senang mengumbar senyum.

Suddin membukakan pintu masjid yang ternyata dikunci. Makam Pangeran Ali berada di aula utama masjid. Hanya dipisahkan pintu geser dari kaca. Dijelaskannya, Pangeran Ali mendirikan Kerajaan Sebamban bersamaan dengan masa pemerintahan Sultan Adam, Raja Banjar ke-12 yang memerintah pada tahun 1825-1857.

Ayah Pangeran Ali adalah Syarif Abdurrahman al-Idrus. Kakeknya, Sultan Syarif Idrus al-Idrus adalah pendiri Kerajaan Kubu. Sementara sang ibu, Syarifah Aisyah al-Wadri Jamalullail adalah putri Sultan Syarif Abdurrahman al-Qadri Jamalullail, pendiri Kerajaan Pontianak. "Jadi, keluarga beliau mempertemukan darah dari dua kerajaan," jelas Suddin.

Selain dari sang ayah, pendidikan Pangeran Ali semasa kecil juga diperhatikan sang paman. Sultan Syarif Habib Alwi al-Idrus yang menjabat di Kerajaan Ambawang. "Beliau menetap di Kubu bersama keluarga ayahnya. Pada masa itu beliau menikah dan mendapat dua putra. Syarif Hasan al-Idrus dan Syarif Abu Bakar al-Idrus," sebutnya.

Kerajaan Kubu sekarang terletak di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Sejarah Kubu bermula dari 45 pedagang asal Hadramaut. Tujuan penjelajahan para habib ini adalah perdagangan di Asia. Namun, setelah menetap di Kalimantan beralih dengan pendirian kerajaan.

Kubu menjalin hubungan baik dengan pemerintah Inggris. Ini memicu rasa tak senang pemerintah Hindia Belanda. Belanda coba menekan dengan memanfaatkan konflik internal kerajaan. "Beliau lalu hijrah untuk menghindari konflik," tukasnya.

Meninggalkan istri dan anaknya, Pangeran Ali hanya ditemani sepupunya Syarif Jakfar bin Abu Bakar dan pamannya Syarif Zain bin Sultan Syarif al-Idrus. "Beliau berlayar melalui Sungai Kapuas, masuk ke Sungai Barito hingga tiba di Sebamban," jelasnya. Setelah membuka pemukiman, masyarakat mengangkatnya menjadi Raja Sebamban pertama.

Saya mendapat informasi tambahan berharga dari Garry Hendarto, pengajar Ponpes al-Kautsar di Sungai Danau. Garry masih teman karib semasa kuliah. "Sebamban lalu menjadi ramai dan makmur, pedagang dari luar daerah pun berdatangan," jelasnya.

Pangeran Ali lalu menikah lagi dengan tiga perempuan. Antara lain putri dari Kesultanan Bone, Sulawesi Selatan. Putri dari Kesultanan Banjar asal Negara, Hulu Sungai Selatan. Dan putri dari Kerajaan Makassar. Di masa itu, perkawinan adalah cara terbaik untuk mengikat hubungan diplomasi antar kerajaan.

Menjelang meletusnya Perang Banjar, Pangeran Ali wafat. Anak sulungnya Syarif Mustafa al-Idrus enggan menggantikan ayahnya. Posisi Raja Sebamban kedua lalu dijabat Syarif Gasim, keponakan Pangeran Ali.

Penjajah Belanda sangat ingin mencaplok Kerajaan Sebamban. Ketimbang dikuasai, istana lalu dibumihanguskan. "Maka berakhirlah riwayat kerajaan muda yang hanya memiliki dua raja ini," pungkas Garry. Jejak fisik kerajaan bisa ditemui di kantor Camat Angsana. Berupa meriam perang milik kerajaan yang dipajang di halaman kecamatan. (war/fud)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*