MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 22 Juni 2016 02:07
Begini Nih Pembinaan di Pesantren Mualaf
PESANTREN MUALAF – Ketua Harian Ansharul Mualafin, Badaruddin berpose di depan pesantren yang menjadi tempat pembinaan para mualaf di Kecamatan Halong.

PROKAL.CO,  

Sebagai kecamatan yang terkenal dengan miniatur Indonesia karena enam umat beragama hidup rukun damai di dalamnya, setiap warga di Halong Kabupaten Balangan memang bebas untuk memilih kepercayaannya masing-masing, namun untuk sebagian kecil warga ada konsekuensi tersendiri di keluarganya apabila ingin berpindah agama.

===============================

WAHYUDI, Halong

===============================

SUDAH sejak tiga tahun terakhir dari tahun 2013, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin Kecamatan Halong menjadi tempat penampungan bagi warga setempat yang memutuskan memeluk agama Islam.

Untuk mempermudah melakukan pembinaan terhadap para mualaf, Ponpes yang merupakan cabang dari Ponpes Nurul Muhibbin HST binaan dari Guru Bakhiet tersebut, membentuk sebuah lembaga yaitu Ansharul Mualafin.

Ketua Harian Ansharul Mualafin, Badaruddin mengungkapkan, dari tahun 2013 hingga sekarang pihaknya mencatat sudah ada 163 mualaf yang menjadi binaan mereka tersebar di seluruh desa di Kecamatan Halong.

"Kebanyakan dari warga yang ingin memeluk Islam meminta untuk diberi pengetahuan tentang Islam kepada Ponpes, jadi dengan senang hati kami menerima mereka untuk menjadi santri di pesantren," katanya.

Diungkapkannya, setiap mualaf minimal tidak kurang dari dua tahun belajar di pesantren, dari mempelajari bagaimana Islam hingga baca tulis Al Qur'an. Setelah dianggap sudah mengantongi bekal yang cukup, para mualaf kemudian dipersilakan untuk keluar pesantren namun terus dibina secara berkesinambungan.

Selain memberikan fasilitas untuk mempelajari Islam, pihaknya kata Badaruddin juga mencoba untuk membantu para mualaf dari segi materi, salah satunya dengan menyediakan tempat tinggal.

Karena kata dia, sebagian besar mualaf merupakan warga yang kurang mampu, selain itu ada juga sebagian kecil dari mereka yang harus meninggalkan tempat tinggal asalnya lantaran dikucilkan dari keluarga yang fanatik dengan agama asalnya.

"Ada juga yang memilih untuk meninggalkan kampungnya yang mayoritas non muslim, lantaran sudah tidak nyaman dengan perbedaan adat dan tradisi masing-masing agama, termasuk dari segi makanan," ujarnya.

Alhamdulillah kata dia, dari upaya yang dilakukan pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana dari donatur sekitar Rp60 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli lahan seluas sekitar setengah hektare yang ke depannya akan diperuntukkan buat tempat tinggal para mualaf.

Bantuan juga datang dari pemerintah daerah setempat bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Bank Kalsel Cabang Paringin, guna membangunkan beberapa buah rumah di atas lahan yang cukup untuk delapan buah rumah tersebut.

Pihaknya kata Badar juga membuka donasi melalui rekening untuk masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian hartanya membantu para mualaf, yaitu di nomer rekening 7047253297 Bank Mandiri Syariah atas nama Badarudin.

Salah seorang mualaf yang enggan namanya di korankan mengakui, ia bersama lima buah hatinya memutuskan masuk Islam setelah mempelajari dan ikut beberapa pengajian yang ada.

Setelah memutuskan untuk pindah agama lanjutnya, ia bersama kelima putra-putrinya kemudian memilih untuk pindah tempat tinggal karena ingin dekat dengan perkampungan yang dihuni oleh mayoritas Muslim.

"Kalau dekat dengan sesama kan jadinya nyaman dalam beribadah dan bertanya-tanya apabila ada yang mau ditanyakan," ujarnya.

Beruntung, ia yang berasal dari keluarga kurang mampu tertolong dengan adanya lembaga Ansharul Mualafin yang membantu dalam menyediakan lahan untuk para mualaf. (yn/ram)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 11:50

Istri Sempat Keberatan, Penyelamat Buah Langka ini Akhirnya Dapat Kalpataru

Dedikasi Mohamad Hanif Wicaksono dalam menyelamatkan buah lokal dan langka…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Mohamad Hanif Wicaksono, Pahlawan Buah-Buahan Lokal dari Balangan

Namanya Mohamad Hanif Wicaksono. Usianya masih relatif muda, 36 tahun.…

Senin, 15 Juli 2019 10:31

Laporan dari Panggung Terbuka Bachtiar Sanderta

Sembilan grup tari asal Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan,…

Minggu, 14 Juli 2019 10:29

Normanto, Kades Karya Maju dan Mimpi Agrowisata Anggurnya

Hidup sebagai warga transmigrasi di desa, membuat Kades Normanto harus…

Sabtu, 13 Juli 2019 12:24

Bawa Kuyang, SMKN 2 Barabai Tembus ke Pentas Nasional

Kuyang, adalah folklor. Tapi cerita tentangnya mampu mengantarkan Miftahul Jannah,…

Jumat, 12 Juli 2019 11:12

Orang Tua Tak Punya Biaya, Tubuh Sudah Ditumbuhi Jamur

Jika anak remaja lainnya bermain dengan teman sebayanya, Siti Sarah…

Kamis, 11 Juli 2019 13:58

Kisah Pasangan Tunanetra di Banjarbaru Perjuangkan Anak Bersekolah Negeri

Ini kisah pilu pasangan tunanetra di Banjarbaru, Fahmi, 41, dan…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Cerita Pilu dari Kuin Kecil: Penantian Panjang Penderita Atresia Ani

Di Kuin Kecil ada cerita pilu. Seorang bocah empat tahun…

Rabu, 10 Juli 2019 11:15

Banua Local Pride, Geliat Anak Muda Kalsel mengenalkan Brand Lokal

Berbisnis di industri yang sama. Sekumpulan anak muda Banua membentuk…

Selasa, 09 Juli 2019 12:08

Pernah Nekat Melaut saat Pasang, Terapung di Laut Empat Hari

Beberapa hari terakhir gelombang di perbatasan Selat Makassar lumayan tinggi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*