MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Jumat, 29 Juli 2016 14:49
Bupati Kotabaru: 'Ya, itu Memang Benar Adik, tapi Saya Jangan Dilibatkan'
TEPIS KETERLIBATAN - Sayed Jafar di ruangan kerja nya saat wawancara dengan Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, KOTABARU -  Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alidrus membenarkan adiknya yang menambang di Bangkalaan Dayak dan areal sekitarnya. "Iya benar aja itu adik," ujarnya santai kepada Radar Banjarmasin, Rabu (27/7) tadi di ruang kerjanya.

Sayed Jafar menegaskan meski adiknya, Andi Abbas menambang dan batubaranya diangkut ke pelabuhan saudaranya, Andi Tanrang, sebagai pemegang kebijakan daerah  tidak terlibat dalam bisnis tersebut. "Kalau sudah dinyatakan illegal berarti Bupati setuju tidak? Berarti tidak setuju (dengan aktivitas tambang)," ucapnya.

Namun Bupati mengaku belum memeriksa sejauh mana legalitas tambang. "Kan sekarang semua izin tambang bukan kewenangan saya lagi. Semuanya ke provinsi. Nah apakah dia dapat izin dari provinsi itu urusan dia. Kalau dia dapat izin itu ya berati dia berusaha sendiri," tambahnya.

Sayed Jafar mengaku tidak membela saudaranya itu melakukan penambangan saat terjadi keluhan warga. "Waktu warga men-crossline (menahan) alat (truk angkutan tambang di Bangkalaan Dayak), saya tidak ada urusan. Kalau orang sana-sini menjual itu urusan orang tapi jangan kait-kaitkan saya," katanya.

Namun dia menyalahkan aparat desa karena membiarkan truk angkutan batubara melalui jalan desa yang kemudian berbuntut keluhan warga Bangkalaan Dayak kepada pemerintah. "Kenapa dia (aparat desa) membiarkan lewat. Sudah jelas truk angkutan batubara tidak boleh melewati jalan desa. Di sana kan ada desa ada camat, harus ada yang menyelesaikan," kecamnya.

Sayed Jafar menambahkan, dengan dibiarkannya truk melalui jalan desa berarti ada keuntungan yang didapat aparat di sana. "Buktinya orang (truk angkutan batubara) bisa lewat berati kan dia (aparat desa) juga dapat bagian," tandasnya. Berati kan kuncinya ada di dia semua, orang-orang itu," tandasnya.

Sayed Jafar kembali menegaskan, terkait urusan tambang, tidak ada sangkut paut dengannya. "Kalau hari ini kita berbicara dia adik saya, iya itu tidak bisa dimungkiri. Tapi kita berbeda. Dia di swasta, saya di pemerintah. Tentunya mesti saya ikutin aturan pemerintah. Karena saya harus menegakkan. Nah kalau itu nanti dia mendapatkan izin berarti bukan kewenangan saya, karena berarti dia memohon kepada provinsi. Itu haknya provinsi," tuturnya.

Bupati menutup, dia sebenarnya sangat tidak suka dengan tambang batubara. Karena katanya, sektor lain lebih memberikan manfaat dan keuntungan maksimal untuk daerah Kotabaru seperti agrobisnia dan wisata. "Terus terang saya. Saya itu alergi sekali sama yang namanya tambang," tutup dia.

Seperti telah diberitakan koran ini kemarin, warga Kotabaru mengeluhkan aktivitas pengangkutan batubara illegal menggunakan truk melalui jalan negara yang melibatkan kerabat Bupati Kotabaru.

 Radar Banjarmasin yang menelusuri ke Pelabuhan PT Kharisma Tungkaran Panca (KTP) di Desa Mandala Kecamatan Kelumpang Hilir. Pelabuhan ini kata warga sekitar adalah milik Andi Tanrang, saudara Sayed Jafar. Sementara aktivitas tambang dilakukan PT TBE yang digawangi Andi Abbas, juga adik Bupati. PT TBE menambang di Desa Bangkalaan, Lipon dan sekitarnya dan membawa batu ke pelabuhan PT KTP berjarak sekitar 52 kilometer. Aktifitas pengangkutan serta penambangan ini ;lah yang dikeluhkan warga Bangkalaan dan sekitarnya. (zal/by/ran)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*