MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 01 Agustus 2016 16:01
Pertukaran Pramuka Antar Negara, Dua Pramuka Kalsel Wakili Indonesia
WAKILI KALSEL – Azqia dan Gilang Alfaridzi Desyarta terpilih mewakili Kalsel pada kegiatan pertukaran Pramuka Indonesia- Australia.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Wajah Maisyarah, orangtua Azqia Nadya, salah satu Pramuka Kalsel yang dikirim ke Australia mengkuti pertukaran pelajar disana selama 1 bulan terus sumringah. Terlihat aura kebahagiaan terpancar di raut mukanya. Azqia bersama, Gilang Alfaridzi Desyarta terpilih mewakili Kalsel pada kegiatan pertukaran Pramuka Indonesia- Australia (Indonesia Scout International Student Exchage Program/SISEP) di Australia dari tanggal 3 Agustus hingga 3 September mendatang.

Dua orang perwakilan Pramuka Kalsel tersebut akan bersama 4 provinsi lain, diantaranya Jawa Barat, Lampung, Jambi dan Kalimantan Utara. "Setelah dapat kabar Azqia mewakili Kalsel ke Asutralia, saya dengannya langsung berpelukan seperti teletubis karena saking senangnya," aku Maisyarah.

Diungkapkannya, anak sulungnya ini sejak kecil selalu berkeinginan pergi ke luiar negeri. "Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata perasaan saya saat ini. Ia (Azqia, red) bisa berangkat ke Australia, dan mewakili Kalsel," ucapnya terharu.

Ia berpesan, Azqia selama di Australia bisa menjaga diri. Selain itu dapat mempelajari kebudayaan Australia agar dapat menambah pengetahuan anaknya. Ia yakin, anaknya yang sejak kelas 4 SD sudah bergelut di organisasi kepramukaan bisa beradaptasi jauh dari orangtua. "Perasaan saya tak takut. Malah saya bahagia. Saya yakin dia bisa mandiri," tukasnya.

Azqia sendiri sudah siap lahir bathin berada di Negeri Kangguru tersebut selama 1 bulan. Disana ia akan tinggal bersama orangtua asuh warga negara Australia untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Banjar, Kalsel. "Ketika saya ditunjuk mewakili Kalsel dan berangkat ke Australia seperti mimpi yang kesampaian," ucap siswi SMAN 2 Banjarmasin itu.

Sementara, Gilang banyak diam ketika dinyatakan mewakili Kalsel. Tergambar dari raut mukanya, ada suatu misi yang harus dilakukannya disana. Siswa kelas IX SMPN 9 Banjarmasin itu berjanji akan memegang teguh Dasadarma Pramuka dan akan memperkenalkan kebudayaan dan kesenian daerah selama di Australia. "Saya akan memperkenalkan musik panting agar mereka disana tahu kita memiliki alat musik yang masih dipegang teguh masyarkatnya," tutur Gilang yang mengaku masih tak percaya dengan kesempatan yang didapatnya ini.

Dua orang perwakilan Kalsel ini bukan dipilih dengan telunjuk. Mereka selain menguasai kepramukaan, juga dituntut bisa berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Gilang sendiri mengaku tak takut berkomunikasi disana. Pasalnya, Gilang sendiri fasih dengan bahasa Inggris. "Dulu pernah mimpi ke Korea. Eh tahu-tahunya mendapat kesempatan ke Australia. Saya bahagia dan bersyukur," ucap penyuka mata pelajaran Bahasa Inggris itu.

Sementara, Sekretaris I Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Drs Bakhtiar menjelaskan, anggota Pramuka yang dipilih kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun ini sesuai dengan instruksi Kwarnas, anggota Pramuka yang berangkat adalah, mereka yang di luar golongan orang berduit atau anak-anak dari pejabat di daerah. "Salah satu syarat adalah, di luar golongan orang yang berduit. Sekarang Kwarnas mengubah paradigma tersebut. Dimana kesempatan tak hanya dimiliki oleh orang yang berduit saja," terang Bakhtiar pada pelepasan perwakilan Kalsel dan Indonesia ini Sabtu (30/7) tadi.

Diterangkannya, mulai hari ini hingga Rabu (3/8) mendatang, Azqia dan Gilang akan dikumpulkan bersama 2 perwakilan Pramuka dari 4 provinsi lain di Cibubur. Disini mereka yang sebagai perwakilan Pramuka terbaik di Negeri ini akan diberikan pengarahan lanjutan sebelum diberangkatka bersama-sama ke Australia.

Menurutnya, program pertukaran pelajar ini tak setiap tahun ada. Tahun ini dapat, belum tentu tahun depan Kalsel dapat. Oleh sebab itu, beruntunglah para sekolah dan siswa yang mewakili Kalsel dan Indonesia untuk menimba ilmu di Australia. "Ini kebanggaan, dan bisa diceritakan kepada anak cucu mereka kelak bahwa pernah ke Australia tanpa biaya," kata Bakhtiar.

Pria juga menjabat Kepala SMAN 2 Banjarmasin ini berpesan kepada dua perwakilan Pramuka Kalsel ini untuk memegang teguh Dasadarma Pramuka yang berpedoman dengan moral. "Gunakanlah sebaik-baiknya kesempatan luar biasa ini untuk menyerap pengetahuan disana," pesannya.

Selain itu, ia juga berpesan ketika menimba ilmu dan membaur disana, selalu membawa nama daerah yang terkenal ramah kepada siapapun. "Mereka diwajibkan belajar dan membaur dengan masyarakat disana. Tampilkan karakter bangsa dan negara dengan masyarakat disana. Tak lupa, mereka juga harus menginformasikan kearifan lokal yang dimiliki daerah, seperti kesenian maupun kebudayaan yang kita miliki," tuntasnya. (mof/al/ram)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*