MANAGED BY:
SENIN
18 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 01 Agustus 2016 17:05
Waduh..!! ini Aksi Rentenir Berkedok Koperasi di Banjarbaru yang Meresahkan
Grafis

PROKAL.CO, Wajah Idah,  penjual gorengan di wilayah Banjarbaru  terlihat lesu. Baru saja seorang laki-laki mengenakan jaket hitam mendatangi warungnya. Laki-laki dengan perawakan tegap tersebut langsung pergi, usai menerima uang darinya.

Uang yang diserahkan Idah merupakan angsuran yang harus ia bayar setiap hari, agar utangnya kepada koperasi dapat dilunasi sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan. "Setiap hari bayar utang," keluh Idah, usai menyerahkan uang kepada laki-laki penagih angsuran dari koperasi yang sudah memberikan pinjaman kepadanya.

Idah mengaku terpaksa meminjam uang ke koperasi. Sebab, kala itu ia sedang membutuhkan uang untuk tambahan modal warungnya. "Baru habis Lebaran kemarin minjamnya, karena kekurangan modal," ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski mengatasnamakan sebagai koperasi. Kegiatan para pengelola yang mengaku sebagai koperasi tersebut, ternyata jauh dari penerapan aturan koperasi yang sebenarnya. Bahkan bisa dibilang lebih menjurus sebagai rentenir. "Aturannya sangat berbeda dengan koperasi simpan pinjam. Hanya dengan bermodalkan fotocopy KTP kita sudah bisa mendapatkan uang," ungkapnya.

Namun, meski dengan aturan yang tak terlalu banyak dan ketat. Koperasi tersebut mengeruk keuntungan bunga cukup tinggi. Hingga 30 persen. Secara gamblang, jika ada nasabah yang meminjam sebesar Rp1 juta. Maka koperasi akan memotong langsung sebesar Rp100 ribu dengan dalih sebagai simpanan kas, dan sisa Rp900 ribu yang diterima oleh nasabah akan diangsur sebesar Rp40 ribu selama 30 hari.

Ringan memang angsuran yang diterapkan. Namun jika dikalkulasikan hingga pelunasan, maka koperasi tersebut akan mengeruk keuntungan sebesar Rp300 ribu dari pinjaman sebesar Rp900 ribu. "Saya saja harus membayar Rp80 ribu perhari, karena sudah meminjam Rp2 juta," tambah Idah.

Namun walau bunganya cukup mencekik, ia mengaku lebih memilih meminjam ke koperasi dibandingkan ke bank. Sebab, jika meminjam uang ke bank. Nasabah harus melengkapi banyak persyaratan, hingga membutuhkan waktu yang cukup lama. "Kalau ke koperasi, transaksi paling hanya lima menit. Setelah fotocopy kita serahkan, uang langsung kita terima," katanya.

Selain persyaratan yang sangat mudah, Idah menuturkan, proses penagihan yang dilakukan oleh koperasi juga tidak terlalu memaksakan. Jika hari ini tidak bisa bayar, bisa diganti di hari berikutnya tanpa ada denda. "Kalau di pembiayaan atau bank kita bisa kena denda kalau telat bayar angsuran," ujarnya.

Sementara itu, Jony, salah satu pengelola koperasi mengatakan, masyarakat saat ini memang lebih memilih meminjam uang dengan proses cepat meski dipatok dengan bunga tinggi. "Apalagi orang yang sudah sangat membutuhkan uang, mereka tak peduli dengan bunga. Yang ada di pikiran mereka secepatnya mendapatkan uang," ujarnya.

Ia mengaku baru satu tahun mengelola koperasi. Di mana sebelumnya ia hanya menjabat sebagai penagih angsuran. "Baru satu tahun hasilnya sudah lumayan Mas," katanya.

Jony menyebutkan, nasabah yang meminjam uang ke koperasinya bukan hanya masyarakat kelas ke bawah. Melainkan ada pula beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN). "Meski bunga tinggi, tapi banyak yang minjam uang ke kami. Beberapa pegawai juga minjam," ungkapnya.

Ia menyatakan, tingginya bunga yang diterapkan ialah untuk menyiasati adanya nasabah yang kabur. "Persyaratan kami sangat mudah, jadi banyak yang kabur tidak mau bayar. Jadi supaya kami tidak rugi terpaksa bunga kami tinggikan," pungkasnya. (ris/ij/ran)


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 12:50

Pemuda Banua Tak Mau Dipecah Belah Karena Beda Pilihan

BANJARMASIN - Belakangan, perpolitikan kian diperbincangkan. Disuarakan agar lebih memilenial,…

Senin, 18 Maret 2019 10:48
Berita Tabalong

Tekadkan Pembangunan yang Lebih Sempurna

TANJUNG - Visi misi Menuju Kabupaten Tabalong Lebih Agamis, Sejahtera…

Senin, 18 Maret 2019 10:45
Berita Tabalong

Anang Syakhfiani: Menjadi Bupati itu Ibadah

"Bagi saya niat menjadi Bupati adalah sebagai ibadah, bukan untuk…

Senin, 18 Maret 2019 10:41
Berita Tabalong

H Anang Syakhfiani - H Mawardi Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Tabalong

BANJARMASIN - Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor…

Senin, 18 Maret 2019 10:27

Kalsel Bebas Dari Penyelundupan Ikan

BANJARBARU - Memiliki sejumlah wilayah pesisir, membuat Kalsel menjadi salah…

Senin, 18 Maret 2019 10:01

Untuk Pembangunan Infrastuktur 2020, PUPR Banjarmasin Butuh Rp300 Miliar

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Senin, 18 Maret 2019 09:31
Pemko Banjarbaru

Banjarbaru Sampaikan Belasungkawa Atas Penembakan di Selandia Baru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, didampingi…

Senin, 18 Maret 2019 09:26
Parlementaria

DPRD Banjarbaru: Sosialisasi Perda KTR Belum Maksimal

BANJARBARU - Anggota Komisi 3 DPRD Banjarbaru Nurkhalis Anshari menyoroti…

Senin, 18 Maret 2019 09:20

Kemeriahan MRSF 2019 Bertabur Rekor MURI

BANJARBARU - Area Car Free Day Kantor Sekretariat Daerah Provinsi…

Senin, 18 Maret 2019 09:15

Masih Bocah, Sudah Minta Presiden Perhatikan Meratus

BARABAI - Selesai menggambar deretan pegunungan dan matahari, Nadine Oriana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*