MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 01 Agustus 2016 17:05
Waduh..!! ini Aksi Rentenir Berkedok Koperasi di Banjarbaru yang Meresahkan
Grafis

PROKAL.CO, Wajah Idah,  penjual gorengan di wilayah Banjarbaru  terlihat lesu. Baru saja seorang laki-laki mengenakan jaket hitam mendatangi warungnya. Laki-laki dengan perawakan tegap tersebut langsung pergi, usai menerima uang darinya.

Uang yang diserahkan Idah merupakan angsuran yang harus ia bayar setiap hari, agar utangnya kepada koperasi dapat dilunasi sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan. "Setiap hari bayar utang," keluh Idah, usai menyerahkan uang kepada laki-laki penagih angsuran dari koperasi yang sudah memberikan pinjaman kepadanya.

Idah mengaku terpaksa meminjam uang ke koperasi. Sebab, kala itu ia sedang membutuhkan uang untuk tambahan modal warungnya. "Baru habis Lebaran kemarin minjamnya, karena kekurangan modal," ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski mengatasnamakan sebagai koperasi. Kegiatan para pengelola yang mengaku sebagai koperasi tersebut, ternyata jauh dari penerapan aturan koperasi yang sebenarnya. Bahkan bisa dibilang lebih menjurus sebagai rentenir. "Aturannya sangat berbeda dengan koperasi simpan pinjam. Hanya dengan bermodalkan fotocopy KTP kita sudah bisa mendapatkan uang," ungkapnya.

Namun, meski dengan aturan yang tak terlalu banyak dan ketat. Koperasi tersebut mengeruk keuntungan bunga cukup tinggi. Hingga 30 persen. Secara gamblang, jika ada nasabah yang meminjam sebesar Rp1 juta. Maka koperasi akan memotong langsung sebesar Rp100 ribu dengan dalih sebagai simpanan kas, dan sisa Rp900 ribu yang diterima oleh nasabah akan diangsur sebesar Rp40 ribu selama 30 hari.

Ringan memang angsuran yang diterapkan. Namun jika dikalkulasikan hingga pelunasan, maka koperasi tersebut akan mengeruk keuntungan sebesar Rp300 ribu dari pinjaman sebesar Rp900 ribu. "Saya saja harus membayar Rp80 ribu perhari, karena sudah meminjam Rp2 juta," tambah Idah.

Namun walau bunganya cukup mencekik, ia mengaku lebih memilih meminjam ke koperasi dibandingkan ke bank. Sebab, jika meminjam uang ke bank. Nasabah harus melengkapi banyak persyaratan, hingga membutuhkan waktu yang cukup lama. "Kalau ke koperasi, transaksi paling hanya lima menit. Setelah fotocopy kita serahkan, uang langsung kita terima," katanya.

Selain persyaratan yang sangat mudah, Idah menuturkan, proses penagihan yang dilakukan oleh koperasi juga tidak terlalu memaksakan. Jika hari ini tidak bisa bayar, bisa diganti di hari berikutnya tanpa ada denda. "Kalau di pembiayaan atau bank kita bisa kena denda kalau telat bayar angsuran," ujarnya.

Sementara itu, Jony, salah satu pengelola koperasi mengatakan, masyarakat saat ini memang lebih memilih meminjam uang dengan proses cepat meski dipatok dengan bunga tinggi. "Apalagi orang yang sudah sangat membutuhkan uang, mereka tak peduli dengan bunga. Yang ada di pikiran mereka secepatnya mendapatkan uang," ujarnya.

Ia mengaku baru satu tahun mengelola koperasi. Di mana sebelumnya ia hanya menjabat sebagai penagih angsuran. "Baru satu tahun hasilnya sudah lumayan Mas," katanya.

Jony menyebutkan, nasabah yang meminjam uang ke koperasinya bukan hanya masyarakat kelas ke bawah. Melainkan ada pula beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN). "Meski bunga tinggi, tapi banyak yang minjam uang ke kami. Beberapa pegawai juga minjam," ungkapnya.

Ia menyatakan, tingginya bunga yang diterapkan ialah untuk menyiasati adanya nasabah yang kabur. "Persyaratan kami sangat mudah, jadi banyak yang kabur tidak mau bayar. Jadi supaya kami tidak rugi terpaksa bunga kami tinggikan," pungkasnya. (ris/ij/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 18:18

Haduh Nasib! Sudah Berpanas Antre, Malah Tak Dapat Elpiji

BANJARBARU – Di mana ada stok elpiji murah, di situ terlihat antrean warga. Seperti terjadi di…

Sabtu, 24 Februari 2018 17:59

Penggunaan Dana Desa Tak Boleh Ada Kontraktor

BANJARMASIN - Mulai tahun 2018, penggunaan dana desa untuk pelaksanaan proyek tak boleh dikontrakkan…

Sabtu, 24 Februari 2018 11:27

Pembelian Tertutup Bisa Jadi Solusi Kelangkaan Gas Elpiji

BANJARMASIN - Asisten II Setdako Banjarmasin Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdi menyebut pemerintah…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:58

Pemkab Bantu Korban Puting Beliung

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyerahkan bantuan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:55

Disdik Tanah Bumbu Bidik ITB

BATULICIN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanbu Sartono mengatakan pemerintah daerah akan terus…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:46

Program 1000 Guru Berprestasi Tanbu Ditarget Lima Tahun Selesai

BATULICIN - Program 1000 Guru Berprestasi masih berlanjut. Sejak tahun 2017, Pemkab Tanbu melalui Dinas…

Jumat, 23 Februari 2018 18:40

Hadapi Uji Sertifikasi Profesi, Siswa SMK PP Banjarbaru Dilatih Instruktur Profesional

BANJARBARU – Persiapan yang dilakukan pihak SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru dalam…

Jumat, 23 Februari 2018 11:58

Ada Apa? Tunjangan Kehormatan Ribuan Profesor Disetop

BANJARMASIN – Sebanyak 3.800 lebih profesor bakal ketar-ketir tak menerima tunjangan kehormatan.…

Jumat, 23 Februari 2018 11:48

Bayi Temuan di Cempaka Kini Nasibnya Terkatung-katung

Nasib bayi yang ditemukan warga di samping jembatan Jalan Transpol, Komplek Perumahan Sekar Arum, Sungai…

Jumat, 23 Februari 2018 11:39

Susahnya Menyembuhkan Pecandu Narkoba, Hanya Pulih, Bisa Kambuh Lagi

BANJARMASIN - Menyembuhkan pecandu narkoba memang tidak mudah. Banyak kasus mantan pecandu yang sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .