MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 01 Agustus 2016 17:05
Waduh..!! ini Aksi Rentenir Berkedok Koperasi di Banjarbaru yang Meresahkan
Grafis

PROKAL.CO, Wajah Idah,  penjual gorengan di wilayah Banjarbaru  terlihat lesu. Baru saja seorang laki-laki mengenakan jaket hitam mendatangi warungnya. Laki-laki dengan perawakan tegap tersebut langsung pergi, usai menerima uang darinya.

Uang yang diserahkan Idah merupakan angsuran yang harus ia bayar setiap hari, agar utangnya kepada koperasi dapat dilunasi sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan. "Setiap hari bayar utang," keluh Idah, usai menyerahkan uang kepada laki-laki penagih angsuran dari koperasi yang sudah memberikan pinjaman kepadanya.

Idah mengaku terpaksa meminjam uang ke koperasi. Sebab, kala itu ia sedang membutuhkan uang untuk tambahan modal warungnya. "Baru habis Lebaran kemarin minjamnya, karena kekurangan modal," ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski mengatasnamakan sebagai koperasi. Kegiatan para pengelola yang mengaku sebagai koperasi tersebut, ternyata jauh dari penerapan aturan koperasi yang sebenarnya. Bahkan bisa dibilang lebih menjurus sebagai rentenir. "Aturannya sangat berbeda dengan koperasi simpan pinjam. Hanya dengan bermodalkan fotocopy KTP kita sudah bisa mendapatkan uang," ungkapnya.

Namun, meski dengan aturan yang tak terlalu banyak dan ketat. Koperasi tersebut mengeruk keuntungan bunga cukup tinggi. Hingga 30 persen. Secara gamblang, jika ada nasabah yang meminjam sebesar Rp1 juta. Maka koperasi akan memotong langsung sebesar Rp100 ribu dengan dalih sebagai simpanan kas, dan sisa Rp900 ribu yang diterima oleh nasabah akan diangsur sebesar Rp40 ribu selama 30 hari.

Ringan memang angsuran yang diterapkan. Namun jika dikalkulasikan hingga pelunasan, maka koperasi tersebut akan mengeruk keuntungan sebesar Rp300 ribu dari pinjaman sebesar Rp900 ribu. "Saya saja harus membayar Rp80 ribu perhari, karena sudah meminjam Rp2 juta," tambah Idah.

Namun walau bunganya cukup mencekik, ia mengaku lebih memilih meminjam ke koperasi dibandingkan ke bank. Sebab, jika meminjam uang ke bank. Nasabah harus melengkapi banyak persyaratan, hingga membutuhkan waktu yang cukup lama. "Kalau ke koperasi, transaksi paling hanya lima menit. Setelah fotocopy kita serahkan, uang langsung kita terima," katanya.

Selain persyaratan yang sangat mudah, Idah menuturkan, proses penagihan yang dilakukan oleh koperasi juga tidak terlalu memaksakan. Jika hari ini tidak bisa bayar, bisa diganti di hari berikutnya tanpa ada denda. "Kalau di pembiayaan atau bank kita bisa kena denda kalau telat bayar angsuran," ujarnya.

Sementara itu, Jony, salah satu pengelola koperasi mengatakan, masyarakat saat ini memang lebih memilih meminjam uang dengan proses cepat meski dipatok dengan bunga tinggi. "Apalagi orang yang sudah sangat membutuhkan uang, mereka tak peduli dengan bunga. Yang ada di pikiran mereka secepatnya mendapatkan uang," ujarnya.

Ia mengaku baru satu tahun mengelola koperasi. Di mana sebelumnya ia hanya menjabat sebagai penagih angsuran. "Baru satu tahun hasilnya sudah lumayan Mas," katanya.

Jony menyebutkan, nasabah yang meminjam uang ke koperasinya bukan hanya masyarakat kelas ke bawah. Melainkan ada pula beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN). "Meski bunga tinggi, tapi banyak yang minjam uang ke kami. Beberapa pegawai juga minjam," ungkapnya.

Ia menyatakan, tingginya bunga yang diterapkan ialah untuk menyiasati adanya nasabah yang kabur. "Persyaratan kami sangat mudah, jadi banyak yang kabur tidak mau bayar. Jadi supaya kami tidak rugi terpaksa bunga kami tinggikan," pungkasnya. (ris/ij/ran)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:34

Pilkada Empat Kabupaten di Kalsel, Golkar Pilih Pertahana

BANJARMASIN – Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) di empat kabupaten tahun 2018 mendatang,…

Senin, 23 Oktober 2017 13:30

Sahbirin: Kader Golkar Tak Boleh Minta Proyek Macam-Macam

BANJARMASIN – Penangkapan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali harus dijadikan pelajaran…

Senin, 23 Oktober 2017 13:23

Titik Api Turun Dibandingkan Tahun Lalu

KANDANGAN – Meski status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan…

Senin, 23 Oktober 2017 12:08

800 Penghapal Alquran Rumah Tahfidz se-Kalsel Diwisuda

BANJARBARU - Sebanyak 800 penghapal Alquran dari berbagai rumah tahfidz yang tersebar di Kalsel Minggu…

Senin, 23 Oktober 2017 12:03

Sedikit Lagi, Jalan ke Sungai Gampa Nyaris Rampung

BANJARMASIN – Perintisan jalan di Jalan Sungai Gampa RT 22, RW 05, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:57

Ayo ke Disdukcapil Banjarmasin, 6 Ribu Blangko E-KTP Sudah Datang

BANJARMASIN – Percetakan KTP-el kembali bisa dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)…

Senin, 23 Oktober 2017 09:31

Pemkab Batola Gelar Peringatan Wafatnya Pahlawan Pangeran Antasari

MARABAHAN - Pangeran Antasari selain dikenal sebagai sosok yang berani, gigih, dan ahli strategi perang…

Senin, 23 Oktober 2017 09:24

Kadis Kesehatan Tanbu: Begini Deteksi Dini Penyakit Malaria

BATULICIN - Dinkes Tanbu bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit…

Senin, 23 Oktober 2017 09:17

Resmikan Asrama Ponpes Azzikra DDI Tanbu

BATULICIN - Yayasan DDI (Darud Da’wah Wal Irsyad) Tanah Bumbu menggelar Milad Ponpes Azzikra…

Senin, 23 Oktober 2017 09:13
Kabar Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Lantik 50 Kepala Desa

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming melantik dan mengambil sumpah 50 kepala desa terpilih hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .