MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Kamis, 08 September 2016 14:53
Hotel Diminta Kreatif Mengemas Even Karena Menghadapi Penurunan Okupansi

PROKAL.CO, BANJARBARU – Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kalimantan Selatan menurun, salah satunya diakibatkan oleh kurang terintegrasinya kalender atau even kegiatan pariwisata yang ada di daerah.

“Alasan lainnya juga karena lesunya sektor pertambangan dan menurunnya harga karet dan sawit saat ini,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Kalsel Dodot Wahyudin, saat membuka Rakerda PHRI BPD Kalsel di Hotel Roditha Banjarbaru, kemarin pagi.

Akibatnya kata Dodot, pihak hotel melakukan persaingan harga yang tidak sehat, bahkan ada yang banting harga. “Seharusnya yang dilakukan adalah bagaimana pihak hotel bisa memberikan servis yang baik untuk pelanggannya, bukan yang seperti itu,” ingatnya.

Dodot juga mengatakan bagaimana caranya untuk mendatangkan wisatawan ke banua ini, karena Banjarbaru ini digadang-gadangkan sebagai Banjarbaru MICE (meeting, incentive, convention dan exhibition), sebagai destinasi wisata yang mempesona, Banua Wonderful. 

Sementara itu, menurut Ketua BPP PHRI Pusat Haryadi Sukamdani, pemerintah pusat memang mengalokasikan dana Rp5 triliun untuk dana promosi, tapi itu hanya untuk pencitraan saja, tidak untuk produknya.

“Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua yang tergabung di PHRI untuk mengatasinya. Bagaimana agar kita bisa mengemas berbagai program dan kegiatan even di berbagai daerah hingga menjadi produk yang menarik minat wisatawan domestik dan luar negeri,” ujar Haryadi.

Diakui Haryadi, Indonesia termasuk Kalsel ini sangat kaya dengan destinasi wisata dan kuliner yang menarik, namun sayang belum dikemas secara apik dan baik sehingga sangat sayang kalau tidak dikembangkan ke depannya. Apalagi saat ini jumlah hotel terus bertambah, sehingga menambah daya saing dan membuat banyak pilihan bagi wisatawan yang datang  ke Kalsel.

“Yang tidak kalah penting adalah dukungan dari pemerintah daerah berupa perbaikan infrastruktur jalan dan transportasi ke daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi,” sarannya.

Contoh produk sasirangan, kata Haryadi ini bisa diangkat di tingkat nasional. “Seharusnya ini dikemas secara khusus dan baik, mulai dari pengolahan, hingga produk yang dihasilkan, sehingga wisatawan menjadi tertarik untuk berkunjung ke Kalsel,” ujar Haryadi.

Acara ini kemarin dihadiri oleh GM Radar Banjarmasin H Suriansyah Achmad, Ketua PHRI Kalsel dan Pusat, Staf Ahli Bidang Ekonomi Provinsi Kalsel Zain Akhmad Abdul Malik, para pengusaha hotel dan pemilik restoran dari 9 kota dan kabupaten di Kalsel. (nti)


BACA JUGA

Kamis, 01 Februari 2018 15:45

Pengusaha Batubara Dominan Tunggak Pajak di Banua

BANJARMASIN – Meski menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar, ternyata…

Senin, 29 Januari 2018 10:17

Harga Cabai Kembali Meroket

KANDANGAN – Harga cabai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sepanjang bulan Januari 2018 ini,…

Sabtu, 27 Januari 2018 14:46

Geliat Bisnis MUA di Banjarmasin Kini Kian Menjanjikan

Make up artist (MUA). Siapa yang tak tahu dengan sebutan itu. Apalagi di kalangan perempuan masa kini.…

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Senin, 15 Januari 2018 11:16

Dadah Properti.. Ini Investasi 2018 Paling Menjanjikan di Banjarmasin

Banjarmasin tak cuma sekadar ibukota, tapi pusat perekonomian Kalsel. Bahkan provinsi tetangga, Kalteng…

Rabu, 10 Januari 2018 16:02

Ternyata Daging Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi

BANJARBARU - Di bulan Desember 2017 lalu, Kalsel merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Minggu, 17 Desember 2017 13:48

Dua Minggu Jelang Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

KANDANGAN — Dua minggu menjelang natal 2017 dan tahun baru 2018 harga kebutuhan pokok di Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 15:34

HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka

AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya…

Kamis, 14 Desember 2017 12:24

Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Penambahan Tabung Gas

BANJARMASIN - Menggenjot sepeda Federal butut dari rumahnya di Pekapuran, Taufik Rahman mendatangi pangkalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .