MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 19 September 2016 09:16
Kenapa Ya ?, Program Kewirausahaan Baru di Kalsel Macet
AMPLANG AMH – Salah satu usaha peserta pelatihan program kewirausahaan baru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Program Dinas Perindustrian untuk menumbuhkan 75 unit kewirusahaan baru di Kalsel tahun 2016 mengalami kemacetan. Program paket wirausaha baru dengan sertifikasi izin usaha itu tertunda karena adanya pemotongan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat.

Program wirausaha baru bertajuk CEFE (Creation of Enterprises Formation) ini merupakan salah satu program unggulan yang dikembangkan Departemen Perindustrian RI untuk menumbuhkan wirausaha baru sekaligus dapat mengembangkan usaha yang telah eksis.

Program ini berjalan dengan empat tahap, yaitu seleksi unit usaha, pelatihan, magang dan pemberian fasilitas usaha. Empat wilayah yang telah terealisasi sampai pada tahap pelatihan antara lain Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Hulu Sungai Tengah. Sedangkan wilayah yang terealisasi hanya sampai pada tahap seleksi adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kasi Industri Agro Disperindag Kalsel, Abdul Ganie, mengatakan bahwa kegiatan seleksi yang dilakukan berupa tes tertulis dan wawancara. Setiap kabupaten/kota minimal yang mengikuti program ini berjumlah 20 unit usaha. Kemudian mengikuti pelatihan CEFE. Pelatihan ini memberikan wawasan mengenai manajemen, mengajarkan teknis memulai usaha, dan sebagainya.

Pasca Pelatihan CEFE, calon wirausaha baru mengirimkan proposal rencana usahanya. Lalu diberikan penilaian. Tim penilai langsung dari pihak perbankan. Penilaian yang dilakukan antara lain dari aspek arah pasar, produksi, organisasi dan manajemen, serta aspek keuangan. “Output yang diharapkan dihasilkan 5-6 buah unit usaha yang layak dan mampu diberikan fasilitas izin usaha. Karena bukti tumbuhnya usaha adalah dengan adanya legalitas tersebut,” ungkapnya.

Pemotongan anggaran ini berimbas pada tertundanya kegiatan wirausaha sampai tahap pemberian fasilitas izin usaha. Salah satu dari 17 unit usaha berstatus layak mengikuti pelatihan di Banjarmasin adalah usaha Amplang MHA. Soleha (22) mengaku saat ini belum ada konfirmasi kelanjutan dari program tersebut.

Sehari setelah seleksi, mereka langsung diberikan pelatihan CEFE di Hotel Palm, sekalian buat proposal rancangan usaha. Kemudian tahapan selanjutnya diwawancarai pihak perbankan dalam hal ini BRI. Kalau lolos akan ada 10 unit usah terpilih yang lanjut magang.

“Magangnya nanti semua dikirim ke Jawa. Antara lain Malang dan Semarang,” katanya.
Namun, Soleha mengaku belum mengetahui masalah penundaan program ini. Padahal para peserta sudah menunggu hasil siapa yang lolos dan diberangkatkan magang ke Jawa. “Masalah penundaan ini saya belum tahu. Hasil pelatihan saja belum kami ketahui,” katanya.

Penundaan bantuan izin usaha yang diberikan Disperindag Kalsel sebenarnya tidak terlalu diharapkan peserta. Karena rata-rata unit usaha yang mengikuti program ini sudah banyak yang eksis. “Termasuk usaha amplang ini, kita sudah punya izinnya. Saya hanya ingin ikut magang dan belajar sehingga bisa membuat kemasan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Di sisi lain, Gusti Ghina (19) merupakan salah satu peserta yang baru ingin memulai usahanya. Dia mengaku hingga saat ini belum mendapat kabar mengenai hasil pelatihan CEFE tersebut. “Saya sedang ingin memulai. Secepatnya lah kalau bisa. Sambil menunggu konfirmasi juga dari Disperindag setempat. Katanya sih, oktober,” ucapnya.

Jika program ini benar ditunda hingga tahun depan maka akan mengakibatkan usahanya belum bisa berjalan. “Pasti berdampak pada proses usaha yang akan saya jalani. Kalau saya terpilih, bisa jadi jalan untuk membuka usaha. Selain itu bisa mendapatkan bantuan izin,” simpulnya.(mr-148/ma/dye)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 19:24

Warga Resah, Gas 3 Kg di Tanbu Langka

BATULICIN - Sejak beberapa minggu ini, masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, yang sebagian merupakan warga…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:57

Dibanding Tala, Tanbu Lebih Siap Jadi Kawasan Industri

BANJARMASIN – Pemerintah pusat sudah menunjuk Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong, Kabupaten…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:27

Hilirisasi Industri Karet Kalsel Dilirik

BANJARBARU - Fluktuasi harga karet membuat banyak pihak yang menggelutinya jadi menjerit. Kepala Dinas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59

Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:27

Honda Sport Motorshow Sukses di Sampit

BANJARMASIN - Acara Honda Sport Motoshow di Borneo City Mall Sampit yang digelar Sabtu (7-8/10) tadi…

Jumat, 06 Oktober 2017 15:25

HADOH.. Harga Daging Sapi dan Cabai Naik Lagi

KANDANGAN – Curah hujan yang akhir-akhir ini terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membuat…

Kamis, 28 September 2017 07:13
Lifestyle

Kerren..! Mahasiswi Hukum ULM Semester 5 ini Launching Bisnis Sasirangan

BANJARBARU - Dunia fashion memang punya magnet yang luar biasa di kalangan anak muda.  Tak heran,…

Senin, 25 September 2017 12:15

Dinas Pertanian Tapin Cek Bantuan Bibit ke Petani Bawang

RANTAU – Tidak ingin penyaluran bantuan bibit bawang salah sasaran, Dinas Pertanian Kabupaten…

Sabtu, 23 September 2017 16:04
Kabar Tabalong

SMP Hasbunallah Juara Pawai Tahun Baru Islam di Tabalong

TANJUNG - Penampilan pelajar SMP Hasbunallah menjadi yang terbaik dalam pawai menyambut Tahun Baru Islam…

Jumat, 22 September 2017 15:54

Dewan: Hati-hati Beli Bibit Kelapa Sawit Palsu

BANJARMASIN – Untuk memperoleh hasil Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit terbaik, tidak hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .