MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 19 September 2016 09:16
Kenapa Ya ?, Program Kewirausahaan Baru di Kalsel Macet
AMPLANG AMH – Salah satu usaha peserta pelatihan program kewirausahaan baru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Program Dinas Perindustrian untuk menumbuhkan 75 unit kewirusahaan baru di Kalsel tahun 2016 mengalami kemacetan. Program paket wirausaha baru dengan sertifikasi izin usaha itu tertunda karena adanya pemotongan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat.

Program wirausaha baru bertajuk CEFE (Creation of Enterprises Formation) ini merupakan salah satu program unggulan yang dikembangkan Departemen Perindustrian RI untuk menumbuhkan wirausaha baru sekaligus dapat mengembangkan usaha yang telah eksis.

Program ini berjalan dengan empat tahap, yaitu seleksi unit usaha, pelatihan, magang dan pemberian fasilitas usaha. Empat wilayah yang telah terealisasi sampai pada tahap pelatihan antara lain Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Hulu Sungai Tengah. Sedangkan wilayah yang terealisasi hanya sampai pada tahap seleksi adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kasi Industri Agro Disperindag Kalsel, Abdul Ganie, mengatakan bahwa kegiatan seleksi yang dilakukan berupa tes tertulis dan wawancara. Setiap kabupaten/kota minimal yang mengikuti program ini berjumlah 20 unit usaha. Kemudian mengikuti pelatihan CEFE. Pelatihan ini memberikan wawasan mengenai manajemen, mengajarkan teknis memulai usaha, dan sebagainya.

Pasca Pelatihan CEFE, calon wirausaha baru mengirimkan proposal rencana usahanya. Lalu diberikan penilaian. Tim penilai langsung dari pihak perbankan. Penilaian yang dilakukan antara lain dari aspek arah pasar, produksi, organisasi dan manajemen, serta aspek keuangan. “Output yang diharapkan dihasilkan 5-6 buah unit usaha yang layak dan mampu diberikan fasilitas izin usaha. Karena bukti tumbuhnya usaha adalah dengan adanya legalitas tersebut,” ungkapnya.

Pemotongan anggaran ini berimbas pada tertundanya kegiatan wirausaha sampai tahap pemberian fasilitas izin usaha. Salah satu dari 17 unit usaha berstatus layak mengikuti pelatihan di Banjarmasin adalah usaha Amplang MHA. Soleha (22) mengaku saat ini belum ada konfirmasi kelanjutan dari program tersebut.

Sehari setelah seleksi, mereka langsung diberikan pelatihan CEFE di Hotel Palm, sekalian buat proposal rancangan usaha. Kemudian tahapan selanjutnya diwawancarai pihak perbankan dalam hal ini BRI. Kalau lolos akan ada 10 unit usah terpilih yang lanjut magang.

“Magangnya nanti semua dikirim ke Jawa. Antara lain Malang dan Semarang,” katanya.
Namun, Soleha mengaku belum mengetahui masalah penundaan program ini. Padahal para peserta sudah menunggu hasil siapa yang lolos dan diberangkatkan magang ke Jawa. “Masalah penundaan ini saya belum tahu. Hasil pelatihan saja belum kami ketahui,” katanya.

Penundaan bantuan izin usaha yang diberikan Disperindag Kalsel sebenarnya tidak terlalu diharapkan peserta. Karena rata-rata unit usaha yang mengikuti program ini sudah banyak yang eksis. “Termasuk usaha amplang ini, kita sudah punya izinnya. Saya hanya ingin ikut magang dan belajar sehingga bisa membuat kemasan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Di sisi lain, Gusti Ghina (19) merupakan salah satu peserta yang baru ingin memulai usahanya. Dia mengaku hingga saat ini belum mendapat kabar mengenai hasil pelatihan CEFE tersebut. “Saya sedang ingin memulai. Secepatnya lah kalau bisa. Sambil menunggu konfirmasi juga dari Disperindag setempat. Katanya sih, oktober,” ucapnya.

Jika program ini benar ditunda hingga tahun depan maka akan mengakibatkan usahanya belum bisa berjalan. “Pasti berdampak pada proses usaha yang akan saya jalani. Kalau saya terpilih, bisa jadi jalan untuk membuka usaha. Selain itu bisa mendapatkan bantuan izin,” simpulnya.(mr-148/ma/dye)


BACA JUGA

Kamis, 01 Februari 2018 15:45

Pengusaha Batubara Dominan Tunggak Pajak di Banua

BANJARMASIN – Meski menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar, ternyata…

Senin, 29 Januari 2018 10:17

Harga Cabai Kembali Meroket

KANDANGAN – Harga cabai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sepanjang bulan Januari 2018 ini,…

Sabtu, 27 Januari 2018 14:46

Geliat Bisnis MUA di Banjarmasin Kini Kian Menjanjikan

Make up artist (MUA). Siapa yang tak tahu dengan sebutan itu. Apalagi di kalangan perempuan masa kini.…

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Rabu, 10 Januari 2018 16:02

Ternyata Daging Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi

BANJARBARU - Di bulan Desember 2017 lalu, Kalsel merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Minggu, 17 Desember 2017 13:48

Dua Minggu Jelang Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

KANDANGAN — Dua minggu menjelang natal 2017 dan tahun baru 2018 harga kebutuhan pokok di Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 15:34

HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka

AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya…

Kamis, 14 Desember 2017 12:24

Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Penambahan Tabung Gas

BANJARMASIN - Menggenjot sepeda Federal butut dari rumahnya di Pekapuran, Taufik Rahman mendatangi pangkalan…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Pasokan Elpiji di Kalsel Aman

BANJARMASIN - Pertamina memastikan pasokan elpiji  3 kilogram  di Kalimantan Selatan aman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .