MANAGED BY:
MINGGU
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Kamis, 29 September 2016 14:37
Walau Murah Meriah Tetap saja Kalah Bersaing

Keberadaan Dapur Negara Diantara Semakin Banyaknya Kompor Gas

TETAP PRODUKSI - Pengrajin dapur Negara di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan.

PROKAL.CO, Hampir seluruh masyarakat Kalimantan Selatan mungkin pernah menggunakan dapur ala Negara. Di tengah semakin banyaknya kompor gas, bagaimanakah nasib para pengrajinnya?

SALAHUDIN, Kandangan

PENGRAJIN dapur Negara banyak terkosentrasi di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan. Jaraknya dari pusat Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar 35 Km, dengan waktu sekitar satu jam lamanya menggunakan transportasi darat.

Dapur Negara sendiri terbuat dari tanah liat dicampur dengan pasir yang dapat digunakan sebagai bahan memasak tradisional sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas seperti sekarang ini.

Ditengah semakin banyaknya kompor gas saat ini, tidak semua pengrajin kini eksis sebagai pengrajin dapur Negara. Sudah ada beberapa pengrajin bahkan banting setir menjadi pedagang.

Salah satu pengrajin, Hamdanah (40) menceritakan, pengrajin dapur Negara kini berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu, sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas. Kini permintaannya cukup banyak berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Ya sangat jauh berbeda dulu dengan sekarang. Sekarang permintaan dapur sedikit saja lagi,” ujar janda anak tiga ini.

Menurut pengrajin dapur Negara keturunan kelima ini, dirinya sendiri saat ini hanya sebagai pengrajin dapur Negara saja lagi dan tidak melakukan proses membakar.“Meolah (membikin) dapur mentah aja lagi wahini (sekarang). Setelah diolah dapur dijual ke tetangga yang melakukan pembakaran,” ucapnya.

Diceritakan Hamdanah, cara pembuatan dapur Negara sendiri tidak terlalu sulit, hanya diperlukan kreatifitas. Asal orang mau belajar, pasti bisa. Sebab dirinya dulu tidak belajar, hanya melihat orang tuanya membuat dapur.

Cara membuat dapur negara sendiri diawali dengan mencampur tanah liat yang dibeli dari masyarakat sebanyak 150 Kg seharga Rp 35 ribu dengan pasir secukupnya.

“Satu jukung (sampan) tanah liat bisa membuat puluhan sampai ratusan dapur. Sesuai dengan dapur yang dibuat. Kalau dapur sedang dan besar paling puluhan. Kalau dapur kecil bisa ratusan,” katanya.

Setelah tercampur rata baru ditempa di sebuah papan yang sudah disediakan sesuai ukuran dapur yang akan dibuat. Baru kemudian dibentuk sesuai dengan ukuran. Selesai membentuk, dilanjutkan dengan membuat pengaitnya atau sungkul dapur.

“Selesai sungkul baru dibuatkan kaki dapurnya,” kisahnya.

Dapur yang sudah terbentuk diungkapkan Hamdanah, kemudian dijemur atau dikeringkan agar mengeras. Baru setelah itu dijual ke tetangga atau keluarga yang melakukan pembakaran sebagai proses terakhir pembuatan dapur. Sebelumnya nantinya dapat dijual ke pembelinya.

“Satu dapur sendiri berbeda harganya, khusus untuk masak Rp 2. 500 sampai Rp 3 ribu. Sedangkan dapur mainan anak-anak Rp 1.500,” katanya.

Dijelaskannya, dengan faktor usia yang dimiliki Hamdanah saat ini, dirinya tidak bisa membuat dapur Negara terlalu seperti saat dirinya muda puluhan tahun lalu.
“Sekarang paling sanggup 50 unit dapur saja lagi, waktu muda masih bisa 150 sampai 200 unit dapur sehari,” tuturnya.

Ditambahkan Hamdanah, selain membuat dapur berbagai ukuran dirinya juga bisa membuat kuantan dan lainnnya yang bahan dasarnya juga dari tanah liat. Tetapi proses pembuatannya berbeda dengan dapur.

“Sama dengan dapur, cuma meolah (membikin) mentahnya saja. Setelah jadi baru dijual ke pembakar. Satu kuantan dijual Rp 1.500 per unitnya,” ucapnya.

Sementara salah satu pelaku pembakar dapur Nanang (31), mengatakan, usaha pembakaran dapur yang digelutinya memang juga warisan keluarga. Dan dari dulu khusus menjadikan dapur siap pakai.

“Kebanyakan memang para pembakar dapur membeli dapur mentah saja sesuai harga. Baru dibakar untik dijadikan siap jual,” ujar pria pembakar dapur negara dari keturunan ketiga ini.

Diceritakannya, proses pembakaran dapur Negara sendiri menggunakan tungku yang sudah dibuat khusus untuk membakar dapur dan kerajinan lainnya dengan bahan bakarnya menggunakan kayu sibitan. Dimana satu tungku dapat membakar 165 sampai 170 unit dapur.“Proses pembakarannya sendiri membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam,” tuturnya.

Setelah proses pembakaran selesai, dapur tidak langsung diambil. Harus didiamkan terlebih dahulu semalaman. Sebelum akhirnya dapur diambil dari proses tungku pembakaran dan siap dijual belikan ke pasaran.

Diungkapkan Nanang, harga dapur Negara yang sudah jadi sendiri bervariasi sesuai dengan ukuran dapur.

“Dapur ukuran sedang harga partai bisa Rp 5 ribu, tapi kalau per unit bisa Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. Dapur ukuran besar bisa Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ucapnya.

Pemasaran dapur Negara sendiri dari mulai seluruh wilayah Kalsel sampai Kalteng. “Tapi seiring semakin banyaknya kompor gas, dapur Negara memang harus diakui berkurang permintaannya. Sekarang hanya momen-momen tertentu saat Lebaran atau musim panen saja banyak lakunya,” kata Nanang.((by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 28 Mei 2017 14:42

Kala Payung Gantung, Jadi Tren Tempat Wisata di Banjarbaru

Jika selama ini payung difungsikan untuk melindungi badan dari rintik hujan dan terik matahari, lain…

Jumat, 26 Mei 2017 13:29

KENALIN NIH, Komunitas Nakama Onepiece Banjarmasin

Anak 90an mana yang tidak kenal dan akrab dengan anime yang satu ini? Ya, One Piece adalah sebuah anime…

Kamis, 25 Mei 2017 14:17

Rumah Pohon Desa Beruntung Jaya Viral di Media Sosial

Rumah Pohon di Cempaka menambah daftar panjang jujugan di Banjarbaru yang ngtren berkat media sosial.…

Kamis, 25 Mei 2017 12:52

Rumah Burung Paruh Bengkok, Basecamp Pehobi Burung Banjarmasin

BANJARMASIN – Hobi Jumadiono dalam memelihara burung berkicau memberikan dampak positif. Betapa…

Selasa, 23 Mei 2017 14:14

Adik Bupati Mardani Pimpin Pemuda Pancasila

BATULICIN - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Tanbu H Rois Sunandar berkomitmen dan bertanggungjawab…

Sabtu, 20 Mei 2017 15:47

EKSOTIS, Pantai Berpasir Putih dengan Hamparan Terumbu Karang

Meski baru diresmikan, Pantai Indah Lestari Tanjung Batu yang berada di Desa Sungai Loban Kecamatan…

Kamis, 18 Mei 2017 19:15

Cantik Sehat Mau? Yuk ke SMPC Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) Batulicin akan kembali digelar Minggu (21/5) ini.…

Senin, 15 Mei 2017 13:03

Hutan Pinus Banjarbaru Jadi Indah

BANJARBARU - Hutan Pinus yang terletak di Jalan P Suriansyah Ujung, Kelurahan Komet, Banjarbaru, Minggu…

Senin, 15 Mei 2017 02:52
Lifestyle

Cara Ampuh Atasi Rambut Berminyak

Memiliki rambut sehat berkilau tentunya menjadi dambaan setiap orang. Tak ayal, banyak orang melakukan…

Jumat, 12 Mei 2017 05:35
Medika

Tinja Berlendir Disertai Darah, Waspada Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal memang masih terlalu asing di telinga masyarakat di Indonesia. Namun, jika kita mengenalnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .