MANAGED BY:
SENIN
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Kamis, 29 September 2016 14:37
Walau Murah Meriah Tetap saja Kalah Bersaing

Keberadaan Dapur Negara Diantara Semakin Banyaknya Kompor Gas

TETAP PRODUKSI - Pengrajin dapur Negara di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan.

PROKAL.CO, Hampir seluruh masyarakat Kalimantan Selatan mungkin pernah menggunakan dapur ala Negara. Di tengah semakin banyaknya kompor gas, bagaimanakah nasib para pengrajinnya?

SALAHUDIN, Kandangan

PENGRAJIN dapur Negara banyak terkosentrasi di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan. Jaraknya dari pusat Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar 35 Km, dengan waktu sekitar satu jam lamanya menggunakan transportasi darat.

Dapur Negara sendiri terbuat dari tanah liat dicampur dengan pasir yang dapat digunakan sebagai bahan memasak tradisional sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas seperti sekarang ini.

Ditengah semakin banyaknya kompor gas saat ini, tidak semua pengrajin kini eksis sebagai pengrajin dapur Negara. Sudah ada beberapa pengrajin bahkan banting setir menjadi pedagang.

Salah satu pengrajin, Hamdanah (40) menceritakan, pengrajin dapur Negara kini berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu, sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas. Kini permintaannya cukup banyak berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Ya sangat jauh berbeda dulu dengan sekarang. Sekarang permintaan dapur sedikit saja lagi,” ujar janda anak tiga ini.

Menurut pengrajin dapur Negara keturunan kelima ini, dirinya sendiri saat ini hanya sebagai pengrajin dapur Negara saja lagi dan tidak melakukan proses membakar.“Meolah (membikin) dapur mentah aja lagi wahini (sekarang). Setelah diolah dapur dijual ke tetangga yang melakukan pembakaran,” ucapnya.

Diceritakan Hamdanah, cara pembuatan dapur Negara sendiri tidak terlalu sulit, hanya diperlukan kreatifitas. Asal orang mau belajar, pasti bisa. Sebab dirinya dulu tidak belajar, hanya melihat orang tuanya membuat dapur.

Cara membuat dapur negara sendiri diawali dengan mencampur tanah liat yang dibeli dari masyarakat sebanyak 150 Kg seharga Rp 35 ribu dengan pasir secukupnya.

“Satu jukung (sampan) tanah liat bisa membuat puluhan sampai ratusan dapur. Sesuai dengan dapur yang dibuat. Kalau dapur sedang dan besar paling puluhan. Kalau dapur kecil bisa ratusan,” katanya.

Setelah tercampur rata baru ditempa di sebuah papan yang sudah disediakan sesuai ukuran dapur yang akan dibuat. Baru kemudian dibentuk sesuai dengan ukuran. Selesai membentuk, dilanjutkan dengan membuat pengaitnya atau sungkul dapur.

“Selesai sungkul baru dibuatkan kaki dapurnya,” kisahnya.

Dapur yang sudah terbentuk diungkapkan Hamdanah, kemudian dijemur atau dikeringkan agar mengeras. Baru setelah itu dijual ke tetangga atau keluarga yang melakukan pembakaran sebagai proses terakhir pembuatan dapur. Sebelumnya nantinya dapat dijual ke pembelinya.

“Satu dapur sendiri berbeda harganya, khusus untuk masak Rp 2. 500 sampai Rp 3 ribu. Sedangkan dapur mainan anak-anak Rp 1.500,” katanya.

Dijelaskannya, dengan faktor usia yang dimiliki Hamdanah saat ini, dirinya tidak bisa membuat dapur Negara terlalu seperti saat dirinya muda puluhan tahun lalu.
“Sekarang paling sanggup 50 unit dapur saja lagi, waktu muda masih bisa 150 sampai 200 unit dapur sehari,” tuturnya.

Ditambahkan Hamdanah, selain membuat dapur berbagai ukuran dirinya juga bisa membuat kuantan dan lainnnya yang bahan dasarnya juga dari tanah liat. Tetapi proses pembuatannya berbeda dengan dapur.

“Sama dengan dapur, cuma meolah (membikin) mentahnya saja. Setelah jadi baru dijual ke pembakar. Satu kuantan dijual Rp 1.500 per unitnya,” ucapnya.

Sementara salah satu pelaku pembakar dapur Nanang (31), mengatakan, usaha pembakaran dapur yang digelutinya memang juga warisan keluarga. Dan dari dulu khusus menjadikan dapur siap pakai.

“Kebanyakan memang para pembakar dapur membeli dapur mentah saja sesuai harga. Baru dibakar untik dijadikan siap jual,” ujar pria pembakar dapur negara dari keturunan ketiga ini.

Diceritakannya, proses pembakaran dapur Negara sendiri menggunakan tungku yang sudah dibuat khusus untuk membakar dapur dan kerajinan lainnya dengan bahan bakarnya menggunakan kayu sibitan. Dimana satu tungku dapat membakar 165 sampai 170 unit dapur.“Proses pembakarannya sendiri membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam,” tuturnya.

Setelah proses pembakaran selesai, dapur tidak langsung diambil. Harus didiamkan terlebih dahulu semalaman. Sebelum akhirnya dapur diambil dari proses tungku pembakaran dan siap dijual belikan ke pasaran.

Diungkapkan Nanang, harga dapur Negara yang sudah jadi sendiri bervariasi sesuai dengan ukuran dapur.

“Dapur ukuran sedang harga partai bisa Rp 5 ribu, tapi kalau per unit bisa Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. Dapur ukuran besar bisa Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ucapnya.

Pemasaran dapur Negara sendiri dari mulai seluruh wilayah Kalsel sampai Kalteng. “Tapi seiring semakin banyaknya kompor gas, dapur Negara memang harus diakui berkurang permintaannya. Sekarang hanya momen-momen tertentu saat Lebaran atau musim panen saja banyak lakunya,” kata Nanang.((by/ran)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 15:30

Seminggu Pameran, Satupun Tak Ada Terbeli, Perupa Banua Buat Pernyataan

BANJARMASIN - Puluhan lukisan indah dipamerkan di rumah Anno 1925 sejak 17 Maret tadi. Beberapa pelukis…

Jumat, 24 Maret 2017 14:41
Berita Kotabaru

Pesta Laut Warga Pulau Sebuku Kotabaru Bakal Digelar di Tiga Tempat

KOTABARU - Acara adat warga Pulau Sebuku Kotabaru Minggu (26/3) mendatang, bakal digelar berbeda dari…

Kamis, 23 Maret 2017 17:14

PT Pelindo III Banjarmasin Serahkan Penghargaan Kepada Radar Banjarmasin

GRESIK - Radar Banjarmasin menerima penghargaan dari Pelindo III Banjarmasin, Kamis (23/3). Penghargaan…

Rabu, 22 Maret 2017 16:06

Peringati Hari Air Sedunia, Mapala Fisipioneer Gelar Teatrikal

BANJARMASIN – Tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Mapala Fisipioneer menggelar…

Senin, 20 Maret 2017 15:03

Lah.. Jadi Ambassador, Ian Kasela Kok Malah Gak Pake Sasirangan

BANJARMASIN – Dekranasda Kota Banjarmasin melantik empat Brand Ambassador (Duta) Sasirangan Kota…

Minggu, 19 Maret 2017 16:35

Second Day Dijamin Makin Seru

Pecah ! Ya itulah kata singkat yang mewakili keseruan acar Zetizen NEwz Room First Class 2017 pada hari…

Jumat, 17 Maret 2017 14:32
Berita Kotabaru

Kala Burung Dara jadi Anugerah Bagi Para Nelayan

KOTABARU - Kahar, 46 tahun, terlihat tersenyum sumringah. Lelaki yang memiliki dua anak dan penduduk…

Kamis, 09 Maret 2017 14:26

Ribuan Jemaah Hadiri Haul Perdana Ulama dan Sejarawan Martapura

MARTAPURA – Waktu begitu cepat berjalan, tak terasa setahun sudah KH M Irsyad Zein berpulang ke…

Minggu, 05 Maret 2017 17:28

Paguyuban Warga Batak Marga Simbolon Kalsel Dikukuhkan di Batola

BANJARMASIN - Kalimantan Selatan memang kaya akan budaya.  Beragam suku dan budaya ada di daerah…

Sabtu, 04 Maret 2017 08:12

Mengaku "Bawa Bom", Cewe Cantik ini Batal Berlibur ke Bali

BANJARBARU - Rencana berlibur ke pulau Dewata, Bali bersama temannya terpaksa harus diurungkan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .