MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Kamis, 29 September 2016 14:37
Walau Murah Meriah Tetap saja Kalah Bersaing

Keberadaan Dapur Negara Diantara Semakin Banyaknya Kompor Gas

TETAP PRODUKSI - Pengrajin dapur Negara di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan.

PROKAL.CO, Hampir seluruh masyarakat Kalimantan Selatan mungkin pernah menggunakan dapur ala Negara. Di tengah semakin banyaknya kompor gas, bagaimanakah nasib para pengrajinnya?

SALAHUDIN, Kandangan

PENGRAJIN dapur Negara banyak terkosentrasi di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan. Jaraknya dari pusat Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar 35 Km, dengan waktu sekitar satu jam lamanya menggunakan transportasi darat.

Dapur Negara sendiri terbuat dari tanah liat dicampur dengan pasir yang dapat digunakan sebagai bahan memasak tradisional sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas seperti sekarang ini.

Ditengah semakin banyaknya kompor gas saat ini, tidak semua pengrajin kini eksis sebagai pengrajin dapur Negara. Sudah ada beberapa pengrajin bahkan banting setir menjadi pedagang.

Salah satu pengrajin, Hamdanah (40) menceritakan, pengrajin dapur Negara kini berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu, sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas. Kini permintaannya cukup banyak berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Ya sangat jauh berbeda dulu dengan sekarang. Sekarang permintaan dapur sedikit saja lagi,” ujar janda anak tiga ini.

Menurut pengrajin dapur Negara keturunan kelima ini, dirinya sendiri saat ini hanya sebagai pengrajin dapur Negara saja lagi dan tidak melakukan proses membakar.“Meolah (membikin) dapur mentah aja lagi wahini (sekarang). Setelah diolah dapur dijual ke tetangga yang melakukan pembakaran,” ucapnya.

Diceritakan Hamdanah, cara pembuatan dapur Negara sendiri tidak terlalu sulit, hanya diperlukan kreatifitas. Asal orang mau belajar, pasti bisa. Sebab dirinya dulu tidak belajar, hanya melihat orang tuanya membuat dapur.

Cara membuat dapur negara sendiri diawali dengan mencampur tanah liat yang dibeli dari masyarakat sebanyak 150 Kg seharga Rp 35 ribu dengan pasir secukupnya.

“Satu jukung (sampan) tanah liat bisa membuat puluhan sampai ratusan dapur. Sesuai dengan dapur yang dibuat. Kalau dapur sedang dan besar paling puluhan. Kalau dapur kecil bisa ratusan,” katanya.

Setelah tercampur rata baru ditempa di sebuah papan yang sudah disediakan sesuai ukuran dapur yang akan dibuat. Baru kemudian dibentuk sesuai dengan ukuran. Selesai membentuk, dilanjutkan dengan membuat pengaitnya atau sungkul dapur.

“Selesai sungkul baru dibuatkan kaki dapurnya,” kisahnya.

Dapur yang sudah terbentuk diungkapkan Hamdanah, kemudian dijemur atau dikeringkan agar mengeras. Baru setelah itu dijual ke tetangga atau keluarga yang melakukan pembakaran sebagai proses terakhir pembuatan dapur. Sebelumnya nantinya dapat dijual ke pembelinya.

“Satu dapur sendiri berbeda harganya, khusus untuk masak Rp 2. 500 sampai Rp 3 ribu. Sedangkan dapur mainan anak-anak Rp 1.500,” katanya.

Dijelaskannya, dengan faktor usia yang dimiliki Hamdanah saat ini, dirinya tidak bisa membuat dapur Negara terlalu seperti saat dirinya muda puluhan tahun lalu.
“Sekarang paling sanggup 50 unit dapur saja lagi, waktu muda masih bisa 150 sampai 200 unit dapur sehari,” tuturnya.

Ditambahkan Hamdanah, selain membuat dapur berbagai ukuran dirinya juga bisa membuat kuantan dan lainnnya yang bahan dasarnya juga dari tanah liat. Tetapi proses pembuatannya berbeda dengan dapur.

“Sama dengan dapur, cuma meolah (membikin) mentahnya saja. Setelah jadi baru dijual ke pembakar. Satu kuantan dijual Rp 1.500 per unitnya,” ucapnya.

Sementara salah satu pelaku pembakar dapur Nanang (31), mengatakan, usaha pembakaran dapur yang digelutinya memang juga warisan keluarga. Dan dari dulu khusus menjadikan dapur siap pakai.

“Kebanyakan memang para pembakar dapur membeli dapur mentah saja sesuai harga. Baru dibakar untik dijadikan siap jual,” ujar pria pembakar dapur negara dari keturunan ketiga ini.

Diceritakannya, proses pembakaran dapur Negara sendiri menggunakan tungku yang sudah dibuat khusus untuk membakar dapur dan kerajinan lainnya dengan bahan bakarnya menggunakan kayu sibitan. Dimana satu tungku dapat membakar 165 sampai 170 unit dapur.“Proses pembakarannya sendiri membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam,” tuturnya.

Setelah proses pembakaran selesai, dapur tidak langsung diambil. Harus didiamkan terlebih dahulu semalaman. Sebelum akhirnya dapur diambil dari proses tungku pembakaran dan siap dijual belikan ke pasaran.

Diungkapkan Nanang, harga dapur Negara yang sudah jadi sendiri bervariasi sesuai dengan ukuran dapur.

“Dapur ukuran sedang harga partai bisa Rp 5 ribu, tapi kalau per unit bisa Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. Dapur ukuran besar bisa Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ucapnya.

Pemasaran dapur Negara sendiri dari mulai seluruh wilayah Kalsel sampai Kalteng. “Tapi seiring semakin banyaknya kompor gas, dapur Negara memang harus diakui berkurang permintaannya. Sekarang hanya momen-momen tertentu saat Lebaran atau musim panen saja banyak lakunya,” kata Nanang.((by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 23 April 2017 15:23
Kabar Banjarbaru

Kampung Pejabat Banjarbaru, Sebagian Besar Warganya Pedagang Jamu

Banjarbaru memiliki destinasi baru dengan nama Kampung Pejabat. Namun, nama pejabat diambil bukan karena…

Jumat, 21 April 2017 14:53

Sejuknya, Ratusan Napi Lapas Martapura Khataman Alquran

MARTAPURA - Hal yang berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Anak Martapura di Jalan Pintu…

Jumat, 21 April 2017 09:25

Dahlan Iskan dan "Musuh Besarnya"

Di media ini saya pernah menulis kolom tentang para pemimpin yang “gila”. Misalnya, ada…

Rabu, 19 April 2017 22:13

Cihuy.. Amuntai Bakal Miliki Destinasi Wisata Baru

AMUNTAI – Tahun depan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bakal memiliki destinasi wisata baru.…

Senin, 17 April 2017 15:56

Penggemar Motor Besar Masuk Barabai

BARABAI – Dunia otomotif terus bergeliat di Barabai. Kali ini hadir pecinta motor besar yang tergabung…

Selasa, 11 April 2017 16:53

Publikasi Jurnal Ilmiah Terkendala Bahasa

BANJARMASIN – Faktor bahasa masih menjadi kendala bagi publikasi jurnal ilmiah internasional di…

Senin, 10 April 2017 12:09

Kang Abik Sapa Penggemar di Kalsel Book Fair 2017

BANJARBARU - Pada hari puncak Kalsel Book Fair 2017, Minggu (9/4) kemarin Dinas Pustarda dan Kearsipan…

Sabtu, 08 April 2017 18:31

Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya

SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa…

Rabu, 05 April 2017 16:05

Pinjami Zakir Naik Pesawat Pribadi, H Isam Mendadak Tenar di Medsos

Pengusaha Banua Haji Andi Syamsuddin Arsyad mendadak menjadi tenar di media sosial. Itu setelah H Isam…

Rabu, 05 April 2017 15:41
Berita Balangan

Seru Nih..! Hari Jadi Balangan Bakal Hadirkan Ragam Budaya

PARINGIN – Kurang dari sepekan lagi Balangan genap berusia 14 tahun. Berbagai rangkaian acara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .