MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 29 September 2016 14:37
Walau Murah Meriah Tetap saja Kalah Bersaing

Keberadaan Dapur Negara Diantara Semakin Banyaknya Kompor Gas

TETAP PRODUKSI - Pengrajin dapur Negara di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan.

PROKAL.CO, Hampir seluruh masyarakat Kalimantan Selatan mungkin pernah menggunakan dapur ala Negara. Di tengah semakin banyaknya kompor gas, bagaimanakah nasib para pengrajinnya?

SALAHUDIN, Kandangan

PENGRAJIN dapur Negara banyak terkosentrasi di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan. Jaraknya dari pusat Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar 35 Km, dengan waktu sekitar satu jam lamanya menggunakan transportasi darat.

Dapur Negara sendiri terbuat dari tanah liat dicampur dengan pasir yang dapat digunakan sebagai bahan memasak tradisional sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas seperti sekarang ini.

Ditengah semakin banyaknya kompor gas saat ini, tidak semua pengrajin kini eksis sebagai pengrajin dapur Negara. Sudah ada beberapa pengrajin bahkan banting setir menjadi pedagang.

Salah satu pengrajin, Hamdanah (40) menceritakan, pengrajin dapur Negara kini berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu, sebelum adanya kompor minyak tanah dan kompor gas. Kini permintaannya cukup banyak berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Ya sangat jauh berbeda dulu dengan sekarang. Sekarang permintaan dapur sedikit saja lagi,” ujar janda anak tiga ini.

Menurut pengrajin dapur Negara keturunan kelima ini, dirinya sendiri saat ini hanya sebagai pengrajin dapur Negara saja lagi dan tidak melakukan proses membakar.“Meolah (membikin) dapur mentah aja lagi wahini (sekarang). Setelah diolah dapur dijual ke tetangga yang melakukan pembakaran,” ucapnya.

Diceritakan Hamdanah, cara pembuatan dapur Negara sendiri tidak terlalu sulit, hanya diperlukan kreatifitas. Asal orang mau belajar, pasti bisa. Sebab dirinya dulu tidak belajar, hanya melihat orang tuanya membuat dapur.

Cara membuat dapur negara sendiri diawali dengan mencampur tanah liat yang dibeli dari masyarakat sebanyak 150 Kg seharga Rp 35 ribu dengan pasir secukupnya.

“Satu jukung (sampan) tanah liat bisa membuat puluhan sampai ratusan dapur. Sesuai dengan dapur yang dibuat. Kalau dapur sedang dan besar paling puluhan. Kalau dapur kecil bisa ratusan,” katanya.

Setelah tercampur rata baru ditempa di sebuah papan yang sudah disediakan sesuai ukuran dapur yang akan dibuat. Baru kemudian dibentuk sesuai dengan ukuran. Selesai membentuk, dilanjutkan dengan membuat pengaitnya atau sungkul dapur.

“Selesai sungkul baru dibuatkan kaki dapurnya,” kisahnya.

Dapur yang sudah terbentuk diungkapkan Hamdanah, kemudian dijemur atau dikeringkan agar mengeras. Baru setelah itu dijual ke tetangga atau keluarga yang melakukan pembakaran sebagai proses terakhir pembuatan dapur. Sebelumnya nantinya dapat dijual ke pembelinya.

“Satu dapur sendiri berbeda harganya, khusus untuk masak Rp 2. 500 sampai Rp 3 ribu. Sedangkan dapur mainan anak-anak Rp 1.500,” katanya.

Dijelaskannya, dengan faktor usia yang dimiliki Hamdanah saat ini, dirinya tidak bisa membuat dapur Negara terlalu seperti saat dirinya muda puluhan tahun lalu.
“Sekarang paling sanggup 50 unit dapur saja lagi, waktu muda masih bisa 150 sampai 200 unit dapur sehari,” tuturnya.

Ditambahkan Hamdanah, selain membuat dapur berbagai ukuran dirinya juga bisa membuat kuantan dan lainnnya yang bahan dasarnya juga dari tanah liat. Tetapi proses pembuatannya berbeda dengan dapur.

“Sama dengan dapur, cuma meolah (membikin) mentahnya saja. Setelah jadi baru dijual ke pembakar. Satu kuantan dijual Rp 1.500 per unitnya,” ucapnya.

Sementara salah satu pelaku pembakar dapur Nanang (31), mengatakan, usaha pembakaran dapur yang digelutinya memang juga warisan keluarga. Dan dari dulu khusus menjadikan dapur siap pakai.

“Kebanyakan memang para pembakar dapur membeli dapur mentah saja sesuai harga. Baru dibakar untik dijadikan siap jual,” ujar pria pembakar dapur negara dari keturunan ketiga ini.

Diceritakannya, proses pembakaran dapur Negara sendiri menggunakan tungku yang sudah dibuat khusus untuk membakar dapur dan kerajinan lainnya dengan bahan bakarnya menggunakan kayu sibitan. Dimana satu tungku dapat membakar 165 sampai 170 unit dapur.“Proses pembakarannya sendiri membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam,” tuturnya.

Setelah proses pembakaran selesai, dapur tidak langsung diambil. Harus didiamkan terlebih dahulu semalaman. Sebelum akhirnya dapur diambil dari proses tungku pembakaran dan siap dijual belikan ke pasaran.

Diungkapkan Nanang, harga dapur Negara yang sudah jadi sendiri bervariasi sesuai dengan ukuran dapur.

“Dapur ukuran sedang harga partai bisa Rp 5 ribu, tapi kalau per unit bisa Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. Dapur ukuran besar bisa Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ucapnya.

Pemasaran dapur Negara sendiri dari mulai seluruh wilayah Kalsel sampai Kalteng. “Tapi seiring semakin banyaknya kompor gas, dapur Negara memang harus diakui berkurang permintaannya. Sekarang hanya momen-momen tertentu saat Lebaran atau musim panen saja banyak lakunya,” kata Nanang.((by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 12:33

Bahaya Menahan atau Menunda Waktu Kencing Terlalu Lama

Buang air kecil atau kencing hal alami yang dilakukan manusia. Biasanya normalnya dalam sehari seseorang…

Selasa, 19 Juni 2018 12:27

Ini Manfaat Berwisata di Wahana Outbound untuk Kesehatan

Memasuki libur Lebaran, tempat wisata jadi sasaran warga untuk menikmati waktu lengangnya. Selain wisata…

Senin, 18 Juni 2018 12:52

Menghirup Asap Kembang Api Ternyata Bahaya Bagi Kesehatan

Di beberapa kota sering merayakan perayaan malam hari raya Idulfitri dengan menyalakan kembang api.…

Senin, 18 Juni 2018 12:49

Dampak Membaca Buku Sambil Posisi Rebahan

Apakah Anda termasuk suka membaca buku sambil posisi rebahan ? Jika termasuk, Anda harus meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:14

Mudik Naik Motor? Waspada Efeknya Bagi Kesehatan Anda

Menjelang Lebaran, tradisi mudik tak pernah absen setiap tahun. Membeludaknya jumlah pemudik membuat…

Selasa, 12 Juni 2018 14:05

Jangan Banyak Menyantap Sate Saat Berbuka, ini Resikonya

Menu sate sangat digemari orang Indonesia. Saat bulan Ramadan, sate juga jadi buruan orang-orang untuk…

Selasa, 12 Juni 2018 13:55

Jalan-Jalan ke Pasar Kajut: Konsep Lebih Besar, Jual Puluhan Jenis Kudapan

Pasar Kajut kembali di gelar di Banjarmasin. Karena bertepatan momentum Ramadan, diberi nama Pasar Kajut…

Senin, 11 Juni 2018 09:37

Temu Kangen Alumni SMAN 2 Banjarbaru Angkatan 1999

BANJARBARU - Alunan suara merdu Kamil (12), anak panti asuhan Al-AshoYayasan Hidayatullah Palam,…

Sabtu, 09 Juni 2018 12:01

Hindari Langsung Tidur Saat Rambut Masih Basah

Bagi kaum hawa pasti sangat menjaga kebersihan rambutnya bukan. Bahkan saking memperhatikannya, wanita…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:58

Jangan Gunakan Botol Air Kemasan Berulang-ulang, ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Di antara kita semua pasti masih banyak yang menggunakan botol air minum kemasan untuk isi ulang air.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .