MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 04 Oktober 2016 10:28
Wahhh.. Inflasi di Banjarmasin Mencapai 0,11 Persen
JUMPA PERS - Diah Utami membeberkan soal perkembangan inflasi 2016 di BPS Provinsi Kalsel, kemarin pagi.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Inflasi sebesar 0,11 persen terjadi di Kota Banjarmasin pada September 2016. Namun, inflasi di Banjarmasin bukan yang tertinggi di Indonesia.

Ada 58 kota yang mengalami inflasi, dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen, dan terendah di Kota Banyuwangi sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi di Kota Pontianak sebesar 1,06 persen, terendah di Kota Kendari sebesar 0,01 persen.

Kepala BPS Kalsel, Diah Utami, membeberkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi tertinggi di Banjarmasih adalah daging, ayam ras, kue basah, ikan patin, tarif pulsa ponsel, angkutan udara, minyak goreng, buku tulis bergaris, nasi dengan lauk, cabai merah, dan biskuit.

“Tapi ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi seperti semangka, gula pasir, telur ayam ras, beras, ikan asin telang, ikan tongkol, ikan nila, jeruk ikan gabus, kacang panjang,” beber Diah saat jumpa pers di ruang Press Room BPS Provinsi Kalsel, kemarin pagi.

Di Banjarmasin 6 kelompok mengalami kenaikan indeks harga antara lain makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,58 persen. Di Tanjung, pada bulan September 2016, mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Laju inflasi kumulatif tahun 2016, terjadi inflasi sebesar 0,39 persen, dan laju inflasi year on year adalah 2,71 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain cabai rawit, daging ayam ras, gula pasir, sawi hijau, telur ayam, kangkung, semangka, terong, kacang panjang, ikan layang,” terang Diah.

Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain bawang merah, tomat, sayur, ikan peda, ikan sepat siam, buncis, migor, tarif listrik, bawang putih, ketupat dan lontong sayur.

“Pada September 2016, Kalsel merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,07 persen, laju inflasi kumulatif 2016, mengalami inflasi sebesar 2,81 persen, dan laju inflasi year on year sebesar 4,74 persen,” beber Diah.(nti/at/dye)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .