MANAGED BY:
RABU
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Oktober 2016 15:27
Para Sopir Angkutan Keluhkan Tak ada Karcis di Jembatan Timbang
MENUNGGU - Sopir saat membayar tarif timbang kepada petugas di jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masifnya praktik pungli di banyak instansi pelayanan publik memang sudah menjadi rahasia umum.   Utamanya yang terkait dengan pelayanan publik.Tidak tertibnya pendataan pemasukan menjadi modus dari praktik korupsi kecil-kecilan ini.

Di  Jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru misalnya. Truk-truk yang melintas membayar tidak diberikan struk atau karcis sebagai bukti resmi dan pemasukan bagi pendapatan daerah.  
 
Hal itu diungkapkan oleh para sopir truk yang seringkali menimbang muatan di jembatan timbang itu. "Pasti ada pungutan liar di sana, karena setiap kami bayar tidak pernah ada karcis atau bukti pembayaran," ungkap Andi, salah satu sopir truk saat parkir di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Ia menuturkan, jika bukti pembayaran tidak ada maka petugas dapat leluasa memanipulasi jumlah angkutan yang menimbang. Bukan hanya itu, jumlah tonase angkutan pun bisa dimanipulasi. "Berat angkutan 'kan beda-beda, semakin berat maka semakin banyak tarifnya," ujarnya.

Andi mengatakan, selama ini dirinya selalu membayar Rp10 ribu setiap kali menimbang dengan berat angkutan sekitar 15 ton. "Kalau lebih dari 15 ton, tinggal kita tambah Rp 5 ribu maka truk kami bebas lewat," katanya.

Sementara itu, Herman salah satu sopir truk lain menuturkan, pembayaran kelebihan tonase juga nampaknya banyak dimanipulasi. Sebab berdasarkan aturan, seharusnya para sopir membayar denda jika muatan yang dibawa melebihi tonase. "Tapi ini tidak, cukup bayar tambahan Rp5 ribu kita akan terbebas dari denda," ujarnya.

Meski hanya Rp 5 ribu, tetapi jumlah truk yang melintas di Jalan A Yani ditengarai mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. Sungguh satu jumlah yang fantastis untuk sebuah pendapatan harian, jika benar tuduhan pungutan liar ini dilakukan oknum di jembatan timbang.

Radar Banjarmasin yang mencoba mengonfirmasi Sukadi, salah satu petugas jembatan timbang,  menampik adanya praktik pungli. "Memang tidak ada karcis, tapi setiap ada angkutan yang menimbang selalu kami catat," tuturnya.

Ia menambahkan, catatan jumlah angkutan yang menimbang setiap harinya akan mereka laporkan ke bendahara. "Kami di sini masih sistem manual, jadi pakai catatan saja. Beda dengan jembatan timbang yang ada di daerah Jawa," tambahnya.

Lalu bagaimana pelaporan untuk jumlah angkutan yang melebihi tonase? Ia menjelaskan, angkutan yang membawa muatan melebihi tonase akan diberikan denda. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah. "Sesuai Perda, lebih satu kilogram akan dikenakan denda Rp20 atau Rp20 ribu pertonnya," jelasnya.

Ada beberapa kategori batasan tonase untuk beberapa jenis angkutan. Truk dibagi atas dua kategori, yaitu truk besar dengan batasan tonase maksimal 14 ton dan truk kecil dengan batas berat bawaan 7,5 ton.

Sementara angkutan jenis pick-up dibagi berdasarkan cc (centimeter cubic), yaitu pick-up kapasitas 2500cc maksimal diperbolehkan membawa angkutan seberat 2,8 ton. Sedangkan pick-up 1300cc berat tonase maksimal 2,085 ton.

Lalu untuk tarif timbang, Sukadi menuturkan untuk truk besar dikenakan tarif Rp10 ribu. Sementara bagi truck kecil dan pick-up tarifnya sebesar Rp5 ribu. "Ada juga pick-up yang kecil, biasanya hanya membayar Rp2 ribu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 21 Februari 2017 21:58
BREAKING NEWS

Warga Heboh Ada Penangkapan Disamping Ruko Colour Box

  BANJARMASIN-Warga dan pedagang di jalan Hasan Basri Kayu Tangi, dikagetkan dengan sejumlah lelaki…

Selasa, 21 Februari 2017 17:48

Main-main Sama Zenith, Seorang Kakek Terpaksa Diamankan

BANJARMASIN - Mardiansyah alias Dian harus mendekam di sel tahanan Polsek Banjarmasin Selatan. Kakek…

Selasa, 21 Februari 2017 17:38

Maling Karet, Remaja Belasan Tahun di Balangan Diringkus

BALANGAN - Curi karet Muhammad Nawawi (18) warga Desa Lok Hamawang, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan…

Selasa, 21 Februari 2017 17:29

Penipu Hj Asiah Dituntut 4 Tahun Penjara

BANJARMASIN-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahid, memberikan tuntutan 4 tahun penjara kepada Junaidi, terdakwa…

Selasa, 21 Februari 2017 16:55

Astaga..!! Kantor Perizinan Terpadu Kotabaru Tertimpa Longsor

KOTABARU – Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan saja menyebabkan aliran air meluap…

Selasa, 21 Februari 2017 11:42

Perampok Indomaret di Jalan Haji Anang Berhasil Dibekuk, Ini Tampangnya..

BANJARMASIN - Kemana pun para penajahat harus sembunyi pasti akan tertangkap. Ungkapan itu mungkin cocok…

Selasa, 21 Februari 2017 00:29
BREAKING NEWS

Kebakaran di Gang Jambu, Hanguskan 9 Rumah dan 2 Orang jadi Korban

PELAIHARI - Kebakaran di Gang Jambu Jalan Datu Daim, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala),…

Senin, 20 Februari 2017 21:32
BREAKING NEWS

Rumah Warga di Gang Jambu Diamuk Api

PELAIHARI - Api mengamuk di Gang Jambu Jalan telaga Daim, Kecamatan Pelaihari, Senin (20/2) sekitar…

Senin, 20 Februari 2017 16:34
BREAKING NEWS

DICARI.. Napi ini Kabur Saat Mau Dioperasi di RS Ratu Zaleha

MARTAPURA - Budi Gunawan bin Iswandi warga Perumahan Gadik Nomor 15 A kelurahan Sei Ulin Banjarbaru…

Senin, 20 Februari 2017 15:12

Penyebab Perubahan Warna Sungai Batang Balangan Belum Diketahui

PARINGIN – Misteri berubahnya warna air sungai Batang Balangan secara mendadak dari kekuningan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .