MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Oktober 2016 15:27
Para Sopir Angkutan Keluhkan Tak ada Karcis di Jembatan Timbang
MENUNGGU - Sopir saat membayar tarif timbang kepada petugas di jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masifnya praktik pungli di banyak instansi pelayanan publik memang sudah menjadi rahasia umum.   Utamanya yang terkait dengan pelayanan publik.Tidak tertibnya pendataan pemasukan menjadi modus dari praktik korupsi kecil-kecilan ini.

Di  Jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru misalnya. Truk-truk yang melintas membayar tidak diberikan struk atau karcis sebagai bukti resmi dan pemasukan bagi pendapatan daerah.  
 
Hal itu diungkapkan oleh para sopir truk yang seringkali menimbang muatan di jembatan timbang itu. "Pasti ada pungutan liar di sana, karena setiap kami bayar tidak pernah ada karcis atau bukti pembayaran," ungkap Andi, salah satu sopir truk saat parkir di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Ia menuturkan, jika bukti pembayaran tidak ada maka petugas dapat leluasa memanipulasi jumlah angkutan yang menimbang. Bukan hanya itu, jumlah tonase angkutan pun bisa dimanipulasi. "Berat angkutan 'kan beda-beda, semakin berat maka semakin banyak tarifnya," ujarnya.

Andi mengatakan, selama ini dirinya selalu membayar Rp10 ribu setiap kali menimbang dengan berat angkutan sekitar 15 ton. "Kalau lebih dari 15 ton, tinggal kita tambah Rp 5 ribu maka truk kami bebas lewat," katanya.

Sementara itu, Herman salah satu sopir truk lain menuturkan, pembayaran kelebihan tonase juga nampaknya banyak dimanipulasi. Sebab berdasarkan aturan, seharusnya para sopir membayar denda jika muatan yang dibawa melebihi tonase. "Tapi ini tidak, cukup bayar tambahan Rp5 ribu kita akan terbebas dari denda," ujarnya.

Meski hanya Rp 5 ribu, tetapi jumlah truk yang melintas di Jalan A Yani ditengarai mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. Sungguh satu jumlah yang fantastis untuk sebuah pendapatan harian, jika benar tuduhan pungutan liar ini dilakukan oknum di jembatan timbang.

Radar Banjarmasin yang mencoba mengonfirmasi Sukadi, salah satu petugas jembatan timbang,  menampik adanya praktik pungli. "Memang tidak ada karcis, tapi setiap ada angkutan yang menimbang selalu kami catat," tuturnya.

Ia menambahkan, catatan jumlah angkutan yang menimbang setiap harinya akan mereka laporkan ke bendahara. "Kami di sini masih sistem manual, jadi pakai catatan saja. Beda dengan jembatan timbang yang ada di daerah Jawa," tambahnya.

Lalu bagaimana pelaporan untuk jumlah angkutan yang melebihi tonase? Ia menjelaskan, angkutan yang membawa muatan melebihi tonase akan diberikan denda. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah. "Sesuai Perda, lebih satu kilogram akan dikenakan denda Rp20 atau Rp20 ribu pertonnya," jelasnya.

Ada beberapa kategori batasan tonase untuk beberapa jenis angkutan. Truk dibagi atas dua kategori, yaitu truk besar dengan batasan tonase maksimal 14 ton dan truk kecil dengan batas berat bawaan 7,5 ton.

Sementara angkutan jenis pick-up dibagi berdasarkan cc (centimeter cubic), yaitu pick-up kapasitas 2500cc maksimal diperbolehkan membawa angkutan seberat 2,8 ton. Sedangkan pick-up 1300cc berat tonase maksimal 2,085 ton.

Lalu untuk tarif timbang, Sukadi menuturkan untuk truk besar dikenakan tarif Rp10 ribu. Sementara bagi truck kecil dan pick-up tarifnya sebesar Rp5 ribu. "Ada juga pick-up yang kecil, biasanya hanya membayar Rp2 ribu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 10:27

Kurang Mampu? Punya Masalah Hukum? Tenang, Anda Dijamin Negara

BANJARMASIN - Setiap masyarakat miskin jangan takut apabila terjerat dengan permasalahan hukum, karena…

Selasa, 25 April 2017 10:13

Anak Kurang Ajar! Ibu Sendiri Dianiaya Sampai Berdarah-darah

BANJARMASIN - Sungguh tega nasib seorang ibu yang harus dilarikan ke rumah sakit. Dia dianiaya oleh…

Senin, 24 April 2017 17:52

WADUH, Bajaj Terbakar Depan Mitra Plaza

BANJARMASIN - Pengguna Jalan Pangeran Antasari dikagetkan dengan adanya sebuah Bajaj yang terbakar saat…

Senin, 24 April 2017 12:25

Mantap! TNI, Polri dan Satpol PP Kerjasama Awasi Pembatuan

BANJARBARU - Tak ingin Pembatuan kembali hidup, usai ditutup oleh Pemkot Banjarbaru pada tahun 2016…

Senin, 24 April 2017 11:55

Kapok, Jual Sabu ke Polisi, ini Akibatnya

BANJARMASIN - Enam hari sudah dua orang pengedar narkotika jenis sabu mendekam di Mapolresta Banjarmasin,…

Senin, 24 April 2017 09:00

Ngeriii..!!! Hantam Dum Truk Lagi Parkir, Firman Langsung Innalillah

AMUNTAI - Kejadian lakalantas terjadi diwilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara (HSU) Minggu (23/4) sekitar…

Minggu, 23 April 2017 14:59

Cerita Lengkap Duel Berdarah Tukang Ojek Banjarmasin

BANJARMASIN- Riduan Malik alias Juan (55) seorang tukang ojek warga Gatot Subroto, Gang Kelapa Gading,…

Sabtu, 22 April 2017 19:28

Duel Berdarah, Seorang Kakek Tikam Tukang Ojek

BANJARMASIN - Riduan Malik alias Juan (55) terkapar di Jalan Mahat Kasan Gatot Subroto dengan tubuh…

Sabtu, 22 April 2017 12:35

BNNK Banjarbaru Tak Punya Ruang Tahanan, Napi Terpaksa Dititip

BANJARBARU - Sejak memiliki Seksi Pemberantasan, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kota) Banjarbaru kini…

Sabtu, 22 April 2017 12:10

Seorang Remaja Tewas Tersengat Listrik di Pelambuan

BANJARMASIN - Saat sedang bermain bersama temannya di Jalan Ir PM Noor Rt 68, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .