MANAGED BY:
MINGGU
26 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Oktober 2016 15:27
Para Sopir Angkutan Keluhkan Tak ada Karcis di Jembatan Timbang
MENUNGGU - Sopir saat membayar tarif timbang kepada petugas di jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masifnya praktik pungli di banyak instansi pelayanan publik memang sudah menjadi rahasia umum.   Utamanya yang terkait dengan pelayanan publik.Tidak tertibnya pendataan pemasukan menjadi modus dari praktik korupsi kecil-kecilan ini.

Di  Jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru misalnya. Truk-truk yang melintas membayar tidak diberikan struk atau karcis sebagai bukti resmi dan pemasukan bagi pendapatan daerah.  
 
Hal itu diungkapkan oleh para sopir truk yang seringkali menimbang muatan di jembatan timbang itu. "Pasti ada pungutan liar di sana, karena setiap kami bayar tidak pernah ada karcis atau bukti pembayaran," ungkap Andi, salah satu sopir truk saat parkir di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Ia menuturkan, jika bukti pembayaran tidak ada maka petugas dapat leluasa memanipulasi jumlah angkutan yang menimbang. Bukan hanya itu, jumlah tonase angkutan pun bisa dimanipulasi. "Berat angkutan 'kan beda-beda, semakin berat maka semakin banyak tarifnya," ujarnya.

Andi mengatakan, selama ini dirinya selalu membayar Rp10 ribu setiap kali menimbang dengan berat angkutan sekitar 15 ton. "Kalau lebih dari 15 ton, tinggal kita tambah Rp 5 ribu maka truk kami bebas lewat," katanya.

Sementara itu, Herman salah satu sopir truk lain menuturkan, pembayaran kelebihan tonase juga nampaknya banyak dimanipulasi. Sebab berdasarkan aturan, seharusnya para sopir membayar denda jika muatan yang dibawa melebihi tonase. "Tapi ini tidak, cukup bayar tambahan Rp5 ribu kita akan terbebas dari denda," ujarnya.

Meski hanya Rp 5 ribu, tetapi jumlah truk yang melintas di Jalan A Yani ditengarai mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. Sungguh satu jumlah yang fantastis untuk sebuah pendapatan harian, jika benar tuduhan pungutan liar ini dilakukan oknum di jembatan timbang.

Radar Banjarmasin yang mencoba mengonfirmasi Sukadi, salah satu petugas jembatan timbang,  menampik adanya praktik pungli. "Memang tidak ada karcis, tapi setiap ada angkutan yang menimbang selalu kami catat," tuturnya.

Ia menambahkan, catatan jumlah angkutan yang menimbang setiap harinya akan mereka laporkan ke bendahara. "Kami di sini masih sistem manual, jadi pakai catatan saja. Beda dengan jembatan timbang yang ada di daerah Jawa," tambahnya.

Lalu bagaimana pelaporan untuk jumlah angkutan yang melebihi tonase? Ia menjelaskan, angkutan yang membawa muatan melebihi tonase akan diberikan denda. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah. "Sesuai Perda, lebih satu kilogram akan dikenakan denda Rp20 atau Rp20 ribu pertonnya," jelasnya.

Ada beberapa kategori batasan tonase untuk beberapa jenis angkutan. Truk dibagi atas dua kategori, yaitu truk besar dengan batasan tonase maksimal 14 ton dan truk kecil dengan batas berat bawaan 7,5 ton.

Sementara angkutan jenis pick-up dibagi berdasarkan cc (centimeter cubic), yaitu pick-up kapasitas 2500cc maksimal diperbolehkan membawa angkutan seberat 2,8 ton. Sedangkan pick-up 1300cc berat tonase maksimal 2,085 ton.

Lalu untuk tarif timbang, Sukadi menuturkan untuk truk besar dikenakan tarif Rp10 ribu. Sementara bagi truck kecil dan pick-up tarifnya sebesar Rp5 ribu. "Ada juga pick-up yang kecil, biasanya hanya membayar Rp2 ribu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 18:42

TEGA.. Seorang Ibu Tinggalkan Bayinya yang Baru Lahir di Toilet Pelabuhan

KOTABARU - Pupus sudah harapan Iftitah Aumnajiroh (19) untuk pulang ke kampung halamannya di Sulawesi.…

Sabtu, 25 Maret 2017 12:39

Sidang Pembunuhan Titi, Saksi Mengaku Diarahkan Kuasa Hukum

BANJARMASIN - Sidang perkara pembunuhan yang menewaskan Aat Titi Lestari (18) kembali digelar di Pengadilan…

Sabtu, 25 Maret 2017 12:14

Aksi Curanmor Duo Pelaku ini Akhirnya Berakhir

BANJARMASIN - Jalan Pramuka, depan Plasa Futsal Kelurahan Sungai Lulut, menjadi tempat transaksi motor…

Jumat, 24 Maret 2017 16:06

Ini Nih Berita Lengkap Aksi Penjambretan di Jalan Pangeran Antasari yang Menghebohkan itu

BANJARMASIN – Berhari-hari tak mendapat pekerjaan di Banjarmasin, membuat dua orang pria asal…

Jumat, 24 Maret 2017 14:31
Berita Batola

KOMPAK..! Pasutri jadi Pengedar Zenith, Ngancem Pake Kapak Saat Ditangkap

KANDANGAN – Pasangan suami istri, Juadi (55) dan Nor Jannah (53) tidak hanya kompak dalam membina…

Jumat, 24 Maret 2017 11:50

Padamkan Api di Kelayan A, Seorang Anggota BPK Tertimpa Bangunan

BANJARMASIN - Perjuangan anggota pemadam kebakaran Banjarmasin patut diacungi jempol dalam memadamkan…

Jumat, 24 Maret 2017 11:07

Berebut Lahan Parkir, Pisau Keluar, Pelakunya Langsung Diamankan Aparat

BANJARMASIN - Seorang juru parkir bernama Zaini Ahmad Krisna (25), warga Kompleks Timur Perdana, Kelurahan…

Jumat, 24 Maret 2017 09:57

TEGA BANGET.. Tak Dipinjami Uang, Pindriansyah Tikam Tetangga Sendiri

LAMPIHONG - Tidak dipinjami uang Pindriansyah (38) warga Desa Kandang Jaya RT 1, Kecamatan Lampihong…

Kamis, 23 Maret 2017 22:32

LIHAT NIH..!! Takut Dipukuli Warga, Jambret Sampai Sembunyi di Pantat Satpol PP

BANJARMASIN-Saking takutnya salah satu kawanan perampas uang korban Khairunnisa (48) warga Belitung…

Kamis, 23 Maret 2017 20:06

HAPUK..!! Duo Jambret ini Ditangkap Warga dan Satpol PP Saat Beraksi

BANJARMASIN - Nasib sial dialami dua orang jambret yang beraksi di Jalan Pangeran Antasari Depan Rapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .