MANAGED BY:
RABU
27 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Oktober 2016 15:27
Para Sopir Angkutan Keluhkan Tak ada Karcis di Jembatan Timbang
MENUNGGU - Sopir saat membayar tarif timbang kepada petugas di jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masifnya praktik pungli di banyak instansi pelayanan publik memang sudah menjadi rahasia umum.   Utamanya yang terkait dengan pelayanan publik.Tidak tertibnya pendataan pemasukan menjadi modus dari praktik korupsi kecil-kecilan ini.

Di  Jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru misalnya. Truk-truk yang melintas membayar tidak diberikan struk atau karcis sebagai bukti resmi dan pemasukan bagi pendapatan daerah.  
 
Hal itu diungkapkan oleh para sopir truk yang seringkali menimbang muatan di jembatan timbang itu. "Pasti ada pungutan liar di sana, karena setiap kami bayar tidak pernah ada karcis atau bukti pembayaran," ungkap Andi, salah satu sopir truk saat parkir di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Ia menuturkan, jika bukti pembayaran tidak ada maka petugas dapat leluasa memanipulasi jumlah angkutan yang menimbang. Bukan hanya itu, jumlah tonase angkutan pun bisa dimanipulasi. "Berat angkutan 'kan beda-beda, semakin berat maka semakin banyak tarifnya," ujarnya.

Andi mengatakan, selama ini dirinya selalu membayar Rp10 ribu setiap kali menimbang dengan berat angkutan sekitar 15 ton. "Kalau lebih dari 15 ton, tinggal kita tambah Rp 5 ribu maka truk kami bebas lewat," katanya.

Sementara itu, Herman salah satu sopir truk lain menuturkan, pembayaran kelebihan tonase juga nampaknya banyak dimanipulasi. Sebab berdasarkan aturan, seharusnya para sopir membayar denda jika muatan yang dibawa melebihi tonase. "Tapi ini tidak, cukup bayar tambahan Rp5 ribu kita akan terbebas dari denda," ujarnya.

Meski hanya Rp 5 ribu, tetapi jumlah truk yang melintas di Jalan A Yani ditengarai mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. Sungguh satu jumlah yang fantastis untuk sebuah pendapatan harian, jika benar tuduhan pungutan liar ini dilakukan oknum di jembatan timbang.

Radar Banjarmasin yang mencoba mengonfirmasi Sukadi, salah satu petugas jembatan timbang,  menampik adanya praktik pungli. "Memang tidak ada karcis, tapi setiap ada angkutan yang menimbang selalu kami catat," tuturnya.

Ia menambahkan, catatan jumlah angkutan yang menimbang setiap harinya akan mereka laporkan ke bendahara. "Kami di sini masih sistem manual, jadi pakai catatan saja. Beda dengan jembatan timbang yang ada di daerah Jawa," tambahnya.

Lalu bagaimana pelaporan untuk jumlah angkutan yang melebihi tonase? Ia menjelaskan, angkutan yang membawa muatan melebihi tonase akan diberikan denda. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah. "Sesuai Perda, lebih satu kilogram akan dikenakan denda Rp20 atau Rp20 ribu pertonnya," jelasnya.

Ada beberapa kategori batasan tonase untuk beberapa jenis angkutan. Truk dibagi atas dua kategori, yaitu truk besar dengan batasan tonase maksimal 14 ton dan truk kecil dengan batas berat bawaan 7,5 ton.

Sementara angkutan jenis pick-up dibagi berdasarkan cc (centimeter cubic), yaitu pick-up kapasitas 2500cc maksimal diperbolehkan membawa angkutan seberat 2,8 ton. Sedangkan pick-up 1300cc berat tonase maksimal 2,085 ton.

Lalu untuk tarif timbang, Sukadi menuturkan untuk truk besar dikenakan tarif Rp10 ribu. Sementara bagi truck kecil dan pick-up tarifnya sebesar Rp5 ribu. "Ada juga pick-up yang kecil, biasanya hanya membayar Rp2 ribu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 11:12

Dua Pemuda Adu Kuat karena Wanita, Satu Tewas

MARTAPURA - Polsek Simpang Empat, Kabupaten Banjar, berhasil mengamankan pelaku pembunuhan kurang lebih…

Selasa, 26 September 2017 10:53

ASTAGAA..! Peredaran Pil PCC di Banua Mulai Terbongkar, ini Buktinya

BANJARMASIN - Anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap peredaran pil PCC di kota…

Senin, 25 September 2017 12:12

Kapolda Kalsel: Meski Cuma Lima Butir Sikat Aja, Ingat Itu!

KOTABARU – Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana meminta polisi memberantas pengedar narkoba.…

Senin, 25 September 2017 10:08

Berantas Terus, Kali ini Sekarung Zenith Berhasil Diamankan

KANDANGAN – Jajaran Polsek Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, berhasil menggagalkan…

Minggu, 24 September 2017 14:30

ASTAGA..! Pelajar Sempoyongan Dikira Mabuk PCC

BANJARMASIN - Seorang pelajar kelas 1 menengah kejuruan berinisial F, terpaksa diamankan oleh anggota…

Minggu, 24 September 2017 14:27

NGERI..! Tiga Kelompok Napi Rutan Rantau Bentrok

RANTAU - Perkelahian antar kelompok narapidana terjadi di Rutan Kelas IIB Rantau. Bentrok tersebut terjadi…

Sabtu, 23 September 2017 15:56

NGAPAIN TUH.. 16 Muda-Mudi Bukan Muhrim Digrebek Disebuah Rumah

BANJARBARU – Ada 16 muda-mudi bukan muhrim digerebek anggota Polsek Banjarbaru Kota jelang azan…

Sabtu, 23 September 2017 15:43

Di Kalsel PCC Kalah Populer Dibanding Zenith

BANJARMASIN – Heboh peredaran obat PCC di salah satu daerah di Indonesia menjadi perhatian publik.…

Sabtu, 23 September 2017 11:31

Rumah Penjual Sabu di Teluk Tiram Digerebek

BANJARMASIN - M Fikri Yanoor alias Ifik (20) tak menyangka rumahnya di jalan Teluk Tiram Darat Gang…

Sabtu, 23 September 2017 11:15

Pria ini Tergiur Jual Zenith Tanpa Modal

BANJARMASIN - Anggota Buser Polsekta Banjarmasin Selatan berhasil menangkap seorang penjual Zenith,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .