MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Oktober 2016 15:27
Para Sopir Angkutan Keluhkan Tak ada Karcis di Jembatan Timbang
MENUNGGU - Sopir saat membayar tarif timbang kepada petugas di jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masifnya praktik pungli di banyak instansi pelayanan publik memang sudah menjadi rahasia umum.   Utamanya yang terkait dengan pelayanan publik.Tidak tertibnya pendataan pemasukan menjadi modus dari praktik korupsi kecil-kecilan ini.

Di  Jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru misalnya. Truk-truk yang melintas membayar tidak diberikan struk atau karcis sebagai bukti resmi dan pemasukan bagi pendapatan daerah.  
 
Hal itu diungkapkan oleh para sopir truk yang seringkali menimbang muatan di jembatan timbang itu. "Pasti ada pungutan liar di sana, karena setiap kami bayar tidak pernah ada karcis atau bukti pembayaran," ungkap Andi, salah satu sopir truk saat parkir di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Ia menuturkan, jika bukti pembayaran tidak ada maka petugas dapat leluasa memanipulasi jumlah angkutan yang menimbang. Bukan hanya itu, jumlah tonase angkutan pun bisa dimanipulasi. "Berat angkutan 'kan beda-beda, semakin berat maka semakin banyak tarifnya," ujarnya.

Andi mengatakan, selama ini dirinya selalu membayar Rp10 ribu setiap kali menimbang dengan berat angkutan sekitar 15 ton. "Kalau lebih dari 15 ton, tinggal kita tambah Rp 5 ribu maka truk kami bebas lewat," katanya.

Sementara itu, Herman salah satu sopir truk lain menuturkan, pembayaran kelebihan tonase juga nampaknya banyak dimanipulasi. Sebab berdasarkan aturan, seharusnya para sopir membayar denda jika muatan yang dibawa melebihi tonase. "Tapi ini tidak, cukup bayar tambahan Rp5 ribu kita akan terbebas dari denda," ujarnya.

Meski hanya Rp 5 ribu, tetapi jumlah truk yang melintas di Jalan A Yani ditengarai mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. Sungguh satu jumlah yang fantastis untuk sebuah pendapatan harian, jika benar tuduhan pungutan liar ini dilakukan oknum di jembatan timbang.

Radar Banjarmasin yang mencoba mengonfirmasi Sukadi, salah satu petugas jembatan timbang,  menampik adanya praktik pungli. "Memang tidak ada karcis, tapi setiap ada angkutan yang menimbang selalu kami catat," tuturnya.

Ia menambahkan, catatan jumlah angkutan yang menimbang setiap harinya akan mereka laporkan ke bendahara. "Kami di sini masih sistem manual, jadi pakai catatan saja. Beda dengan jembatan timbang yang ada di daerah Jawa," tambahnya.

Lalu bagaimana pelaporan untuk jumlah angkutan yang melebihi tonase? Ia menjelaskan, angkutan yang membawa muatan melebihi tonase akan diberikan denda. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah. "Sesuai Perda, lebih satu kilogram akan dikenakan denda Rp20 atau Rp20 ribu pertonnya," jelasnya.

Ada beberapa kategori batasan tonase untuk beberapa jenis angkutan. Truk dibagi atas dua kategori, yaitu truk besar dengan batasan tonase maksimal 14 ton dan truk kecil dengan batas berat bawaan 7,5 ton.

Sementara angkutan jenis pick-up dibagi berdasarkan cc (centimeter cubic), yaitu pick-up kapasitas 2500cc maksimal diperbolehkan membawa angkutan seberat 2,8 ton. Sedangkan pick-up 1300cc berat tonase maksimal 2,085 ton.

Lalu untuk tarif timbang, Sukadi menuturkan untuk truk besar dikenakan tarif Rp10 ribu. Sementara bagi truck kecil dan pick-up tarifnya sebesar Rp5 ribu. "Ada juga pick-up yang kecil, biasanya hanya membayar Rp2 ribu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 15 Juli 2018 14:18
Breaking News

Ngeri! Laka Palam, Kepala Korban Pecah

BANJARBARU -Kecelakaan maut terjadi di Jalan Palam, kelurahan Guntung Manggis Minggu (15/7) pagi. Korbannya…

Sabtu, 14 Juli 2018 14:42

Mabuk Bareng di Kamar Kos, 14 Pria dan 7 Wanita Diamankan

BANJARBARU - Lagi-lagi, kamar indekos disalahgunakan menjadi lokasi mabuk-mabukan. Jumat (13/7) malam,…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:26

Kapolda Kalsel Resmi Bintang Dua

BANJARMASIN - Setelah Polda Kalsel resmi naik tipologi dari B ke A, kini giliran Kapolda naik pangkat.…

Jumat, 13 Juli 2018 15:52

Razia Lapas, Petugas Temukan Barang Terlarang

BATULICIN - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Rabu (11/7) malam digeledah petugas. Penggeledahan…

Jumat, 13 Juli 2018 14:21

Mau ke Jamban, Nenek 70 Tahun Disambar Buaya, Begini Nasibnya

  KOTABARU - Nenek Hamdaniah bernasib nahas. Dia disambar buaya saat hendak ke jamban di belakang…

Kamis, 12 Juli 2018 16:19

Itab Akhirnya Divonis 15 Tahun Penjara

BANJARBARU - Masih ingat dengan Itab? Pria yang tersandung tindak pidana asusila. Kemarin (11/7), dia…

Kamis, 12 Juli 2018 05:08

Banjarbaru Mencekam, Terjadi Lagi Penusukan di Rumah Makan

BANJARBARU - Suasana santai di Rumah Makan AZ, JalanĀ  Ahmad Yani KM 34,5 seberang rumah dinas Walikota…

Rabu, 11 Juli 2018 16:11

Telusuri Kematian Pewarta M Yusuf, Pencari Fakta PWI ke Pulau Laut

KOTABARU - Selama dua hari Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan PWI menelusuri fakta-fakta di lapangan.…

Rabu, 11 Juli 2018 16:06

Kebakaran di Pesantren Hidayatullah Hanguskan Bangunan Bersejarah

MARTAPURA – Pondok Pesantren Hidayatullah dilanda musibah kebakaran, Selasa (10/7) dini hari.…

Rabu, 11 Juli 2018 15:54

Polres Tabalong Amankan 223,33 Gram Sabu dalam Enam Bulan

TANJUNG - Kabupaten Tabalong ternyata menjadi pangsa pasar peredaran narkoba jenis sabu. Buktinya jajaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .