MANAGED BY:
KAMIS
20 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Oktober 2016 15:27
Para Sopir Angkutan Keluhkan Tak ada Karcis di Jembatan Timbang
MENUNGGU - Sopir saat membayar tarif timbang kepada petugas di jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Masifnya praktik pungli di banyak instansi pelayanan publik memang sudah menjadi rahasia umum.   Utamanya yang terkait dengan pelayanan publik.Tidak tertibnya pendataan pemasukan menjadi modus dari praktik korupsi kecil-kecilan ini.

Di  Jembatan timbang Jalan A Yani km 19, Banjarbaru misalnya. Truk-truk yang melintas membayar tidak diberikan struk atau karcis sebagai bukti resmi dan pemasukan bagi pendapatan daerah.  
 
Hal itu diungkapkan oleh para sopir truk yang seringkali menimbang muatan di jembatan timbang itu. "Pasti ada pungutan liar di sana, karena setiap kami bayar tidak pernah ada karcis atau bukti pembayaran," ungkap Andi, salah satu sopir truk saat parkir di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Ia menuturkan, jika bukti pembayaran tidak ada maka petugas dapat leluasa memanipulasi jumlah angkutan yang menimbang. Bukan hanya itu, jumlah tonase angkutan pun bisa dimanipulasi. "Berat angkutan 'kan beda-beda, semakin berat maka semakin banyak tarifnya," ujarnya.

Andi mengatakan, selama ini dirinya selalu membayar Rp10 ribu setiap kali menimbang dengan berat angkutan sekitar 15 ton. "Kalau lebih dari 15 ton, tinggal kita tambah Rp 5 ribu maka truk kami bebas lewat," katanya.

Sementara itu, Herman salah satu sopir truk lain menuturkan, pembayaran kelebihan tonase juga nampaknya banyak dimanipulasi. Sebab berdasarkan aturan, seharusnya para sopir membayar denda jika muatan yang dibawa melebihi tonase. "Tapi ini tidak, cukup bayar tambahan Rp5 ribu kita akan terbebas dari denda," ujarnya.

Meski hanya Rp 5 ribu, tetapi jumlah truk yang melintas di Jalan A Yani ditengarai mencapai ratusan hingga ribuan setiap hari. Sungguh satu jumlah yang fantastis untuk sebuah pendapatan harian, jika benar tuduhan pungutan liar ini dilakukan oknum di jembatan timbang.

Radar Banjarmasin yang mencoba mengonfirmasi Sukadi, salah satu petugas jembatan timbang,  menampik adanya praktik pungli. "Memang tidak ada karcis, tapi setiap ada angkutan yang menimbang selalu kami catat," tuturnya.

Ia menambahkan, catatan jumlah angkutan yang menimbang setiap harinya akan mereka laporkan ke bendahara. "Kami di sini masih sistem manual, jadi pakai catatan saja. Beda dengan jembatan timbang yang ada di daerah Jawa," tambahnya.

Lalu bagaimana pelaporan untuk jumlah angkutan yang melebihi tonase? Ia menjelaskan, angkutan yang membawa muatan melebihi tonase akan diberikan denda. Hal itu sesuai dengan peraturan daerah. "Sesuai Perda, lebih satu kilogram akan dikenakan denda Rp20 atau Rp20 ribu pertonnya," jelasnya.

Ada beberapa kategori batasan tonase untuk beberapa jenis angkutan. Truk dibagi atas dua kategori, yaitu truk besar dengan batasan tonase maksimal 14 ton dan truk kecil dengan batas berat bawaan 7,5 ton.

Sementara angkutan jenis pick-up dibagi berdasarkan cc (centimeter cubic), yaitu pick-up kapasitas 2500cc maksimal diperbolehkan membawa angkutan seberat 2,8 ton. Sedangkan pick-up 1300cc berat tonase maksimal 2,085 ton.

Lalu untuk tarif timbang, Sukadi menuturkan untuk truk besar dikenakan tarif Rp10 ribu. Sementara bagi truck kecil dan pick-up tarifnya sebesar Rp5 ribu. "Ada juga pick-up yang kecil, biasanya hanya membayar Rp2 ribu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 20 Juli 2017 16:13

NAH LO.. Kepala Sekolah Juga Jadi Tersangka Pungli

BANJARMASIN - Bak bola salju, kasus pungutan liar kepada siswa baru semakin membesar dan melibatkan…

Kamis, 20 Juli 2017 16:09

Iray Disebut Punya Rumah Baru dan Aset yang Lain

MARTAPURA - Peserta arisan yang mengharapkan agar uang mereka yang sudah disetor ke bandar Siti Raihanah…

Kamis, 20 Juli 2017 15:09

Kembali Ditertibkan, Lapak PKL Disuruh Mundur

BANJARBARU - Satpol PP membagikan surat peringatan ke sejumlah PKL (Pedagang Kaki Lima) kemarin pagi…

Kamis, 20 Juli 2017 14:25

Jual Zenith, Penjaga Malam ini Berakhir di Jeruji Besi

BANJARMASIN - Abdul Mugeni alias Adul (41), telah merasakan dinginnya jeruji besi sel tahanan Mapolsekta…

Kamis, 20 Juli 2017 14:12

Ya Ampun.. Diajak Jalan-jalan, Anak ini Malah Dicabuli

RANTAU - Seorang remaja diringkus oleh aparat kepolisian Mapolres Tapin bersama dan Polsek Hatungan,…

Kamis, 20 Juli 2017 13:50

Satu Lagi, Kades Tertangkap Saber Pungli

PELAIHARI - Tim Saber Pungli Kabupaten Tanah Laut (Tala) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Kepala…

Rabu, 19 Juli 2017 19:41

WADUH..! Tarik Pungutan Liar, Wakasek Ditangkap

BANJARMASIN - Ini peringatan buat lembaga pendidikan di Kalimantan Selatan. Wakil Kepala Sekolah SMAN…

Rabu, 19 Juli 2017 18:11

Pecandu Narkoba di Kalsel Didominasi Pengguna Zenith

BANJARMASIN - Peredaran Charnophen atau sering disebut Zenith di Kalimantan Selatan (Kalsel) sepertinya…

Rabu, 19 Juli 2017 11:56

Lengkap Dah..! Pria ini Edarkan Sabu Sekaligus Pencuri Motor

BANJARMASIN- Adi Imam Vijay (21) bakal dijerat pasal berlapis. Pria ini semula ditangkap karena mengedarkan…

Rabu, 19 Juli 2017 11:29

Lagi Mabuk, Tersinggung, Teman Akhirnya Dibunuh

BANJARMASIN - Lagi-lagi karena akibat minuman beralkohol berujung maut. Parahnya, pelaku yang melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .