MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 17 Oktober 2016 15:38
Parkir Liar Juga Termasuk Pungli dalam Bentuk Premanisme

Tanpa Karcis, Harus Bayar

TARIK PARKIR - Seorang pengendara menyerahkan uang parkir ke petugas tanpa menggunakan karcis.

PROKAL.CO, Mabes Polri menggolongkan parkir liar sebagai pungli dalam bentuk premainisme. Di Banua kita,   parkir resmi pun disinyalir sering melakukan praktik pungli. Tanpa adanya pengawasan yang ketat petugas parkir dapat leluasa memanipulasi jumlah pendapatan. Apalagi jika parkir dikelola tanpa menggunakan karcis yang memudahkan para petugas bisa memanipulasi laporan penghasilan. Korbannya tentu saja adalah masyarakat yang harus membayar lebih.

----

SALAH satu lokasi parkir resmi tanpa menggunakan karcis di Banua ialah di sekitaran Pasar Martapura, Kabupaten Banjar. Di bawah naungan PD Pasar Bauntung Batuah (PBB), para pihak ketiga mengelola parkir resmi layaknya parkir liar. Padahal pendapatan parkir nantinya akan disetor ke PD PBB sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di area Pasar Martapura sendiri ada beberapa titik lokasi parkir, namun hanya satu lokasi yang menggunakan sistem portal dan karcis yaitu di kawasan pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS). Sementara di lokasi lainnya, pengelola hanya mengandalkan terpal sebagai atap untuk melindungi kendaraan para pengunjung.

Humas PD PBB Gusti Andriansyah mengakui jika pengelola parkir di area Pasar Martapura banyak tidak menggunakan karcis. "Pengelola parkir di ruang lingkup PD PBB memang dipihak ketigakan, dan hanya CBS yang menerapkan sistem portal dan karcis," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Ia menuturkan, kedepannya pengelolaan parkir di wilayah PD PBB akan dibenahi supaya seluruh pengelola parkir menerapkan penggunaan karcis. Sebab, jika tidak menggunakan karcis PAD tidak maksimal. "Insya Allah dengan menggunakan karcis pendapatan parkir akan lebih banyak, karena tidak ada celah untuk memanipulasi pendapatan," ujarnya.

Pengelolaan parkir di PD PBB sendiri dilakukan dengan cara sistem kontrak, dimana kontrak akan diperbaharui jika pendapatan parkir yang dikelola pihak ketiga meningkat. "Kalau pendapatan bertambah, maka kontrak akan diubah. Nominal yang disetor pihak ketiga akan ditambah," tambah Gusti.

Secara terpisah, di kota tetangga yaitu di Banjarbaru pengelolaan parkir terlihat lebih banyak menggunakan karcis. Namun meski begitu ternyata petugas parkir diduga masih memiliki celah untuk melakukan praktik pungli.

Seperti yang terjadi pada Minggu (16/10) kemarin, Taufik salah satu warga Banjarbaru mengeluhkan pengelolaan parkir di area Taman Van Der Pijl, Banjarbaru. Lantaran, petugas parkir memberinya karcis bekas. "Karcisnya lecek dan sudah ada nomor polisi motor orang lain, saya curiga yang mendapatkan karcis bekas ini uang parkirnya tidak disetor," keluhnya.

Sementara itu, salah satu petugas parkir yang namanya tak mau dikorankan menampik telah melakukan pungli. Ia mengaku, semua uang dari hasil parkir akan disetor ke pengelola. "Mungkin tukang parkir menyerahkan karcis bekas, karena karcis yang baru habis. Atau dia salah ngasih," ujarnya.


Di wilayah Kota Banjarmasin sendiri parkir liar mulai dibenahi pemerintah kota.  wilayah kota setempat. Ada beberapa tempat yang biasa di jadikan tempat parkir liar. Di antaranya seperti kawasan Pasar Besar Sudimampir dan sepanjang Siring Sungai Martapura, yang terletak di Jl Kapten Piere Tendean Banjarmasin. Tapi, pada Minggu (16/10) kemarin, kawasan tersebut bisa dikatakan steril dari adanya parkir-parkir liar.

Petugas parkir di kawasan Menara Pandang Banjarmasin, Qolbi (33), menjelaskan sepinya parkir-parkir dadakan karena beberapa waktu lalu ada sosialisasi yang disampaikan oleh pihak pemerintah bahwa petugas parkir wajib menyerahkan karcis kepada para pengendara yang ingin memarkirkan kendaraannya.

"Beberapa pengendara memang ada yang meminta karcis. Tapi, sampai saat ini kami masih belum bisa menyediakan karcis parkir resmi. Jadi hanya menyediakan kartu nomor parkir yang bertuliskan dengan spidol di atas potongan plastik map saja," jelasnya ayah dari satu anak ini.

Qolbi juga menambahkan, untuk menghindari hal yang tak diinginkan,  para petugas parkir yang ada di kawasan Siring Sungai Martapura, Jl Kapten Piere Tendean Banjarmasin, diberikan kartu tanda pengenal oleh pemerintah setempat."Untuk sementara hanya tanda pengenal saja. Kalau karcis parkir, masih belum disediakan," ungkapnya.

Sementara itu, di kawasan Pasar Besar Sudimampir, beberapa petugas parkir terlihat menyerahkan karcis kepada para pengendara yang lewat melalui pintu gerbang masuk pasar. Salah seorang petugas parkir yang berjaga di kawasan tersebut, Mani (54), menjelaskan bahwa pihaknya selalu menyerahkan karcis apabila ada mobil atau sepeda motor yang ingin memarkir. Namun, menurutnya yang menjadi permasalahan ada pada sebagian para pengendara yang langsung menyelonong masuk.

"Sudah tau ada petugas parkir yang mencatat, eh malah dilewati begitu saja. Biasanya nomor mobil atau sepeda motor tetap kami catat, kemudian ketika mereka mau ke luar baru kami serahkan. Mungkin dari situ mengira bahwa kami melakukan pemungutan liar. Padahal tidak," jelasnya.

Menurut Mani, ada dua karcis yang ia gunakan dalam bertugas. Satu karcis berwarna putih yang ke luar dari alat yang dikoneksikan melalui komputer, dan karcis tulis resmi berwarna biru."Yang biru, biasanya kami gunakan untuk jaga-jaga apabila mati lampu atau alatnya macet. Otomatis karcis putihnya enggak bisa keluar," ungkapnya   

Polemik pungutan liar (pungli) tengah menjadi isu hangat di Indonesia, menyusul dibongkarnya praktik pungli di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Praktik pungli sendiri sebenarnya bukan hanya terjadi di kalangan instansi. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan praktik pungli bisa terjadi di mana saja. Bahkan di jalanan, salah satu contohnya ialah parkir liar.

"Di masyarakat kalau kita kenal dengan istilah premanisme. Kita lihat contoh, mohon maaf saya katakan, petugas parkir misalnya. Harusnya tarif Rp 1000 jadi Rp 5000. Ini kan kategorinya premanisme tapi sebenarnya pungli," kata Irjen Boy, Sabtu (15/10). (ris/war/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:18

Berkat Laporan Warga, Pengedar Ribuan Zenith Diringkus

BANJARMASIN - Syaiful Akhyar (48) tak berkutik tertangkap anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin…

Kamis, 24 Mei 2018 12:07

Diduga Depresi, Pria 30 Tahun Ditemukan Tergantung di Atas Pohon

PELAIHARI - Hati Simon (30) tak kuasa melihat jasad ayahnya,  Sudiran (58) dalam keadaaan tergantung…

Rabu, 23 Mei 2018 14:23

Warung Sakadup Digrebek Satpol PP, Eh Pelanggan Kabur Belum Bayar Lagi

BANJARMASIN - Pengunjung warung sakadup di belakang Terminal Induk Banjarmasin sontak berhamburan saat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:00

Tersenggol Taksi, Nyawa Deddy Melayang

RANTAU - Deddy Irawan (38) harus kehilangan nyawa di Jalan A Yani atau tepatnya di depan Pondok Pesantren…

Rabu, 23 Mei 2018 11:43

Kasihannya.. Pria ini Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Bawah Jembatan

BANJARBARU - Nasib malang dialami M Yunan. Pria berusia 60 tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa di…

Selasa, 22 Mei 2018 14:39

Dua Madi asal Sungai Danau Terciduk Bawa 18 Kilo Sabu

BANJARMASIN - 18 Kilogram Sabu gagal beredar di Kalsel. Narkoba tersebut dibawa oleh dua orang kurir…

Selasa, 22 Mei 2018 12:38

Pencuri Batu Bara di Sungai Barito Diringkus, Begini Cara Mereka Beraksi

BANJARMASIN - Delapan kawanan pencurian batu bara karungan yang diduga kerap beraksi di perairan Sungai…

Senin, 21 Mei 2018 13:29

Aparat Desa Manarap Tengah Akhirnya Meminta Maaf kepada Pengembang

Ini pelajaran bagi aparat desa. Karena permintaannya ditolak, mereka memasang portal untuk memblokade…

Senin, 21 Mei 2018 13:17

Bulan Ramadan, Balapan Liar Makin Menjadi di Banjarmasin

BANJARMASIN - Aksi balapan liar (bali) seakan tak ada habisnya. Bulan Ramadan ini, gelagatnya semakin…

Senin, 21 Mei 2018 10:26

Mayat Tanpa Busana Membusuk di Perkebunan Sawit

PELAIHARI -Mayat tanpa busana di temukan warga berlokasi diareal perkebunan sawit di PT SSU Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .