MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Minggu, 23 Oktober 2016 14:05
Milad Kesultanan Banjar ke-512, Hendropriyono Terima Gelar Pangeran Harya Hikmadiraja
BERI SAMBUTAN – Sultan Banjar, Sultan Khairul Saleh ketika menyampaikan sambutan di puncak perayaan Milad Kesultanan Banjar di Mesjid Sultan Suriansyah, Sabtu (22/10).

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dianugerahi gelar Pangeran Harya Hikmadiraja oleh Sultan Banjar, Sultan Haji Khairul Saleh pada puncak peringatan Milad Kesultanan Banjar ke-512 di Masjid Sultan Suriansyah, kemarin (22/10).

Gelar tersebut merupakan sebuah bentuk penghormatan dan penghargaan kepada AM Hendropriyono karena memiliki leluhur Urang Banjar. Di masa silam, Datu atau kakek buyut AM Hendropriyono adalah Raden Tumenggung Soeria Kesoema. Beliau adalah seorang Ronggo atau yang pada saat jabatan tersebut setara Walikota atau Bupati.

Sultan Banjar, Sultan Haji Khairul Saleh menjelaskan gelar Pangeran Harya pantas diberikan kepada AM Hendropriyono sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah dan pengabdiannya kepada bangsa, Negara, dan juga di Banua.

“Selain memiliki darah Kesultanan Banjar, AM Hendropriyono juga seorang tokoh nasional yang sangat loyal terhadap Bangsa dan Negara. Oleh karena itu, hasil karya dan pengabdian beliau sebagai salah satu keturunan Urang Banjar sangat layak diberikan apresiasi berupa gelar Kesultanan,” ungkap Sultan.

Sultan menambahkan penganugerahan gelar tersebut diharapkan juga bisa menjadikan motivasi kepada AM Hendropriyono agar dapat memantapkan komitmennya dalam berkarya demi kemajuan bangsa, Negara, dan juga Banua Banjar. “Tentunya, beliau tak akan pernah melupakan leluhurnya yang merupakan Urang Banjar.

Bagi generasi muda Banua, diharapkan juga bisa terinspirasi dengan kiprah beliau. Sehingga di masa mendatang bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Banua kita,” ujarnya.

Sementara itu, AM Hendropriyono menyatakan sangat bersyukur usai dianugerahi gelar Pangeran Harya Hikmadiraja oleh Kesultanan Banjar. Bagi pria yang akrab disapa Hendro ini, gelar tersebut semakin menambah kecintaannya terhadap Tanah Banjar. “Saya bangga menjadi keturunan Urang Banjar dan menjadi bagian dari warga Banjar.

Menurut saya, gelar Pangeran Harya Hikmadiraja ini membuat saya semakin mencintai Banjar dan Kalsel secara umum,” ujarnya.

Hendro menambahkan, walaupun sudah menyandang gelar Pangeran Harya Hikmadiraja, nasionalisme dan kecintaan terhadap negara wajib tetap dinomorsatukan. Apalagi, bahaya laten komunisme dan unsur SARA sudah mulai merebak di sejumlah daerah di Indonesia.

“Inilah pentingnya menjunjung tinggi semangat nasionalisme. Jangan sampai karena isu SARA dan bahaya laten komunisme, persatuan bangsa menjadi terpecah belah. Mari sama-sama kita rapatkan barisan untuk menanggulangi isu-isu negatif dan provokatif tersebut,” tambahnya.

Hendro juga berpesan kepada para generasi muda Kalsel agar terus memaksimalkan pengabdian kepada daerah dan negara. “Masa depan daerah dan negara ini berada di tangan para generasi muda saat ini. Oleh karena itu, teruslah berkreasi yang positif dan konstruktif demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” paparnya.

Selain kepada AM Hendropriyono, Kesultanan Banjar juga menganugerahkan gelar kepada tujuh tokoh Banua. Yakni, Ibnu Sina (Walikota Banjarmasin) dengan gelar Datu Mangku Negeri, Sirajul Huda (Budayawan Banjar) dengan gelar Datu Mangku Adat, Sutarto Hadi (Rektor ULM) dengan gelar Datu Cendekia Hikmadiraja Utama, Ahmadi Hasan (Akademisi IAIN Antasari Banjarmasin) dengan gelar Datu Cendekia Hikmadiraja, Ahmad Barjie (Akademisi IAIN Antasari Banjarmasin) dengan gelar Datu Cendekia Hikmadiraja, Iberamsyah Barbary (Sastrawan Banjar) dengan gelar Datu Astaprana Hikmadiraja, dan Fathurrahman (Ketum PWI Kalsel) dengan gelar Datu Puspawana Hikmadiraja.

Serta ada juga penghargaan kepada 12 Uran Banjar yang berprestasi dengan gelar Astaprana Utama, Astaprana, Puspawana, dan Cendekia Utama.(oza)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 13:11

Ketagihan Keluar Rumah Subuh

Ada-ada saja model cantik asal Banjarmasin ini. Bukannya menikmati waktu di rumah saat waktu sahur tiba.…

Kamis, 24 Mei 2018 13:04

Kebanyakan Rencana, Akhirnya Acara Bukber Cuma Wacana

Berbagai macam kegiatan ataupun tradisi di Ramadan, Bukber atau Buka Puasa Bersama bisa dibilang jadi…

Kamis, 24 Mei 2018 11:37

Manfaat Salat Tarawih Setara Dengan Berolahraga Ringan

Salat Tarawih. Salat sunah yang digelar usai Salat Isya di bulan Ramadan ini tak hanya menambah pahala…

Rabu, 23 Mei 2018 15:27

Waspada Puasa Tanpa Olahraga Picu Berat Badan Bertambah

Berolahraga saat menjalankan ibadah puasa hanya dilakukan beberapa orang saja. Kebanyakan memilih tidak…

Rabu, 23 Mei 2018 15:23

Kolak, Hidangan Berbuka Kaya Nutrisi

Kolak. Makanan manis yang satu ini selalu tak pernah absen dari bulan Ramadan. Biasanya kolak selalu…

Selasa, 22 Mei 2018 12:27

Bahaya Puasa Tanpa Makan Sahur, Penyakit ini Bakal Mengintai

Sering kali bagi beberapa orang malas bangun untuk sahur. Dari ketiduran hingga berasumsi jika tanpa…

Senin, 21 Mei 2018 12:20

Pasar Wadai Jadi Pilihan Ngabuburit Warga Banjarmasin

BANJARMASIN - Ngabuburit dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka. Di Banjarmasin, banyak warga…

Senin, 21 Mei 2018 10:23

Tidur Puasa hingga Siang Hari, Waspada Efeknya!

Banyak yang memilih begadang hingga sahur tiba. Lalu lanjut tidur dan bangun hingga siang hari. Dari…

Jumat, 18 Mei 2018 11:02

Tak Baik Gunakan Earphone Terlalu Lama, Rentan Jadi "Budek"

Mendengarkan musik menenangkan. Apalagi dibantu alat seperti earphone. Suara musik yang dihasilkan jadi…

Kamis, 17 Mei 2018 10:59

Berbuka "Kesetanan", Awas Gangguan Pencernaan

Memasuki hari pertama bulan Ramadan, kegiatan berbuka puasa menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .