MANAGED BY:
JUMAT
28 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 29 Oktober 2016 19:47
PARAH..! Layanan Publik di Kalsel Makin Buruk, Peluang Pungli Jadi Besar
MINUS - Masyarakat masih belum puas dengan pelayanan publik di Kalsel. Buktnya jumlah pengaduan pada tahun 2016 meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kinerja pelayanan publik di Kalsel sepertinya masih belum bersahabat. Hingga Agustus tercatat sudah ada 259 aduan yang masuk ke Ombudsman Perwakilan Kalsel.

Aduan terbanyak tertuju pada pemerintah daerah, yakni 160. Di posisi kedua ada BUMN/BUMD sebanyak 28 laporan dan kementerian 16 angka di urutan ketiga. Sementara sisanya ditujukan untuk kepolisian serta lembaga lainnya.

Berdasarkan data dari Ombudsman, data pelayanan publik di Kalsel makin memburuk. Sebab jumlahnya melonjak 100 persen dari angka 116 pada tahun 2015 lalu.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalsel Noorholis Majid mengungkapkan, dari total laporan tahun ini masih banyak yang belum terselesaikan. “Tahun ini hanya 165 yang bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Majid membeberkan, laporan terbanyak tertuju pada sektor pendidikan, pertanahan dan administrasi kependudukan. Seperti layanan di dinas kependudukan dan catatan sipil.

Laporan masuk tak hanya terkait soal pelayanan tak memuaskan, seperti bertele-tele, keberpihakan, penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan prosedur. Tapi juga soal pungutan liar (pungli).

Menurut Majid ada dua sekolah di Kalsel yang dilaporkan ke Ombudsman soal pungli. Itu terjadi ketika penerimaan siswa baru. Bahkan secara terang-terangan meminta uang. “Modusnya mereka mengalokasikan kursi khusus bagi siswa yang belum cukup usia,” terangnya.

Di sektor pertanahan trennya juga terus melonjak. Jika 2015 ada 13 laporan, tahun ini aduannya sudah mencapai 21. Menurut Majid Kasusnya beragam. Tak hanya dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tapi juga berasal dari level kelurahan dan kecamatan. Biasanya terjadi di Banjarmasin, Barito Kuala, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Tapin. “Keluhan yang masuk seperti lambannya pengukuran lahan. Dan akhirnya berujung pada bolak-baliknya pengurusan, ujung-ujungnya pungli pun terjadi,” tutur.

Begitupula yang aterjadi pada sektor administrasi kependudukan. Petugas kelurahan dan kecamatan kerap melakukan pungli dengan alibi menguruskan agar cepat selesai.

“Angka laporan yang masuk di sektor ini jumlahnya juga terus naik, tahun 2014, hanya sejumlah 2 laporan, di tahun 2015 jumlahnya 3 laporan. Sedangkan hingga tahun ini naik dan mencapai 6 laporan,” kata Majid.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dengan tegas menginstruksikan semua SKPD agar meminimalisir potensi terjadinya pungli. Bahkan dirinya berkomitmen untuk memberangus aksi memalukan tersebut.

“Harusnya pemerintahan yang baik adalah selain akuntabel juga transparan. Pemprov selama ini terus melakukan itu,” kata Sahbirin.

Sahbirin menilai, terjadinya pungli karena adanya oknum yang memiliki kesempatan dan peluang melanggar standar operasioal prosedur (SOP). “Oknum-oknum seperti ini yang harus ditindak tegas dan diberangus sebelum merusak instansinya,” pungkasnya. (mof/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 27 April 2017 16:38

BREAKING NEWS: Pasar Ujung Murung Dilalap Api

BANJARMASIN - Saat ini terjadi kebakaran di Pasar Ujung Murung Banjarmasin Tengah, kebakaran ini menghebohkan…

Kamis, 27 April 2017 14:34

BREAKING NEWS: Empat Tahanan Kabur Berhasil Ditangkap di Handil Bakti

BANJARMASIN - Kerja keras tim gabungan Resmob dan semua Subdit Ditresnarkoba Polda Kalsel, memburu empat…

Kamis, 27 April 2017 12:44

Gak Dikasih Uang, Pemabuk ini Malah Tikam Tukang Parkir

BANJARMASIN - Satu orang lagi pelaku penganiayaan yang diringkus oleh aparat Reskrim Polresta Banjarmasin…

Kamis, 27 April 2017 11:45

Miliki Puluhan Ribu Zenith, Petani ini Diamankan

PELAIHARI - Tak disangka, Rudiansyah (55) alias Abau, warga Desa Anjir Lama RT 16, Kecamatan Anjir Pasar,…

Kamis, 27 April 2017 11:08

Satu Lagi, Emak-emak Jadi Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Selain berprofesi sebagai ibu rumah tangga, ternyata Warnah (30), juga berprofesi sebagai…

Kamis, 27 April 2017 10:43

Setahun Diintai Polisi, Bandar Zenith ini Akhirnya Diringkus

AMUNTAI - Rahmadi alias Madi (33) merupakan bandar charnophen alias zenith yang dikenal lihai dan licin…

Rabu, 26 April 2017 13:04

WUIH..! ini Orang Ngejambret Pake CBR Loh

BANJARBARU - Alfian Noor memang seorang penjambret, tapi penjambret yang ingin tampil keren. Dalam setiap…

Rabu, 26 April 2017 09:58

Majelis Hakim Geleng-geleng Kepala Lihat Korban Penganiayaan Anak Angkat

BANJARMASIN - Majelis hakim dibuat miris setelah melihat kondisi tubuh DA alias Memei (8), korban penganiayaan…

Rabu, 26 April 2017 09:44

Dua Pemuda Ketangkep Curi Celengan Sama Hp, Untung Gak Digebukin

BANJARMASIN - Dua orang pria yang ada hubungan keluarga, harus berurusan dengan polisi karena ketahuan…

Selasa, 25 April 2017 16:39
Berita HSS

Meski Berdamai, Kasus Pencabulan Oknum Anggota DPRD Tetap Lanjut

KANDANGAN – Kasus pencabulan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan Gazali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .