MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 29 Oktober 2016 19:47
PARAH..! Layanan Publik di Kalsel Makin Buruk, Peluang Pungli Jadi Besar
MINUS - Masyarakat masih belum puas dengan pelayanan publik di Kalsel. Buktnya jumlah pengaduan pada tahun 2016 meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kinerja pelayanan publik di Kalsel sepertinya masih belum bersahabat. Hingga Agustus tercatat sudah ada 259 aduan yang masuk ke Ombudsman Perwakilan Kalsel.

Aduan terbanyak tertuju pada pemerintah daerah, yakni 160. Di posisi kedua ada BUMN/BUMD sebanyak 28 laporan dan kementerian 16 angka di urutan ketiga. Sementara sisanya ditujukan untuk kepolisian serta lembaga lainnya.

Berdasarkan data dari Ombudsman, data pelayanan publik di Kalsel makin memburuk. Sebab jumlahnya melonjak 100 persen dari angka 116 pada tahun 2015 lalu.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalsel Noorholis Majid mengungkapkan, dari total laporan tahun ini masih banyak yang belum terselesaikan. “Tahun ini hanya 165 yang bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Majid membeberkan, laporan terbanyak tertuju pada sektor pendidikan, pertanahan dan administrasi kependudukan. Seperti layanan di dinas kependudukan dan catatan sipil.

Laporan masuk tak hanya terkait soal pelayanan tak memuaskan, seperti bertele-tele, keberpihakan, penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan prosedur. Tapi juga soal pungutan liar (pungli).

Menurut Majid ada dua sekolah di Kalsel yang dilaporkan ke Ombudsman soal pungli. Itu terjadi ketika penerimaan siswa baru. Bahkan secara terang-terangan meminta uang. “Modusnya mereka mengalokasikan kursi khusus bagi siswa yang belum cukup usia,” terangnya.

Di sektor pertanahan trennya juga terus melonjak. Jika 2015 ada 13 laporan, tahun ini aduannya sudah mencapai 21. Menurut Majid Kasusnya beragam. Tak hanya dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tapi juga berasal dari level kelurahan dan kecamatan. Biasanya terjadi di Banjarmasin, Barito Kuala, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Tapin. “Keluhan yang masuk seperti lambannya pengukuran lahan. Dan akhirnya berujung pada bolak-baliknya pengurusan, ujung-ujungnya pungli pun terjadi,” tutur.

Begitupula yang aterjadi pada sektor administrasi kependudukan. Petugas kelurahan dan kecamatan kerap melakukan pungli dengan alibi menguruskan agar cepat selesai.

“Angka laporan yang masuk di sektor ini jumlahnya juga terus naik, tahun 2014, hanya sejumlah 2 laporan, di tahun 2015 jumlahnya 3 laporan. Sedangkan hingga tahun ini naik dan mencapai 6 laporan,” kata Majid.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dengan tegas menginstruksikan semua SKPD agar meminimalisir potensi terjadinya pungli. Bahkan dirinya berkomitmen untuk memberangus aksi memalukan tersebut.

“Harusnya pemerintahan yang baik adalah selain akuntabel juga transparan. Pemprov selama ini terus melakukan itu,” kata Sahbirin.

Sahbirin menilai, terjadinya pungli karena adanya oknum yang memiliki kesempatan dan peluang melanggar standar operasioal prosedur (SOP). “Oknum-oknum seperti ini yang harus ditindak tegas dan diberangus sebelum merusak instansinya,” pungkasnya. (mof/ma/nur)


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 16:44

Fokus Kembalikan Selisih Uang, Jaksa: Kami Bekerja Profesional

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel sedang menangani kasus dugaan korupsi perjalanan dinas…

Selasa, 22 Agustus 2017 16:22

WOW! Sopir Pengunggah Video Pungli Oknum Polisi Itu Diberi Hadiah Android

BANJARMASIN –  Puas sudah Ade Irawan. Sopir truk itu  akhirnya menuai hadiah dari keberaniannya…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:11

NGERI..! Versus Dum Truk, Pedagang Pentol Tewas di Pengayuan

BANJARBARU - Seorang pedagang pentol tewas terkapar di Jalan Ahmad Yani kilometer 24 Pengayuan jurusan…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:49

Terjatuh Saat Balapan Liar, Kepala Pecah, Otak Berserakan

BANJARMASIN - Terungkap sudah penyebab insiden kecelakaan yang terjadi di jalan Gubernur Subarjo, Lingkar…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:41

Empat Pria ini Ketangkap Basah Main Judi Poker

BANJARMASIN - Empat pria tertangkap basah sedang main judi Poker di sebuah warnet di Jalan Tembus Mantuil…

Selasa, 22 Agustus 2017 10:36

Emak-emak Paling Banyak Terjaring di Razia Samsat Kayutangi

BANJARMASIN - Sebanyak 89 pelanggar terjaring razia oleh anggota Satlantas Polresta Banjarmasin di jalan…

Senin, 21 Agustus 2017 18:21

Kasus Perjalanan Dinas Fiktif Dewan: Sembunyi Dibalik Pergub?

Apa yang terjadi sebenarnya dengan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Kalsel? Radar Banjarmasin melakukan…

Senin, 21 Agustus 2017 16:27

Bupati Batola Saja Bingung, Kok Jembatan ini Bisa Ambruk?

MARABAHAN - Bupati Barito Kuala (Batola) Hasanuddin Murad meninjau lokasi ambruknya jembatan penghubung…

Senin, 21 Agustus 2017 16:15

RESMI, Lurah Pelambuan Jadi Tersangka Kasus OTT Saber Pungli

BANJARMASIN – Lurah Pelambuan Rahmatullah (38) yang dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan…

Senin, 21 Agustus 2017 15:43

Jembatan Ambruk Diselidiki Tim Ditreskrimsus Polda Kalsel

MARABAHAN – Aparat penegak hukum, baik kepolisian dan kejaksaan, kini secara bergantian datang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .