MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 29 Oktober 2016 19:47
PARAH..! Layanan Publik di Kalsel Makin Buruk, Peluang Pungli Jadi Besar
MINUS - Masyarakat masih belum puas dengan pelayanan publik di Kalsel. Buktnya jumlah pengaduan pada tahun 2016 meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kinerja pelayanan publik di Kalsel sepertinya masih belum bersahabat. Hingga Agustus tercatat sudah ada 259 aduan yang masuk ke Ombudsman Perwakilan Kalsel.

Aduan terbanyak tertuju pada pemerintah daerah, yakni 160. Di posisi kedua ada BUMN/BUMD sebanyak 28 laporan dan kementerian 16 angka di urutan ketiga. Sementara sisanya ditujukan untuk kepolisian serta lembaga lainnya.

Berdasarkan data dari Ombudsman, data pelayanan publik di Kalsel makin memburuk. Sebab jumlahnya melonjak 100 persen dari angka 116 pada tahun 2015 lalu.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalsel Noorholis Majid mengungkapkan, dari total laporan tahun ini masih banyak yang belum terselesaikan. “Tahun ini hanya 165 yang bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Majid membeberkan, laporan terbanyak tertuju pada sektor pendidikan, pertanahan dan administrasi kependudukan. Seperti layanan di dinas kependudukan dan catatan sipil.

Laporan masuk tak hanya terkait soal pelayanan tak memuaskan, seperti bertele-tele, keberpihakan, penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan prosedur. Tapi juga soal pungutan liar (pungli).

Menurut Majid ada dua sekolah di Kalsel yang dilaporkan ke Ombudsman soal pungli. Itu terjadi ketika penerimaan siswa baru. Bahkan secara terang-terangan meminta uang. “Modusnya mereka mengalokasikan kursi khusus bagi siswa yang belum cukup usia,” terangnya.

Di sektor pertanahan trennya juga terus melonjak. Jika 2015 ada 13 laporan, tahun ini aduannya sudah mencapai 21. Menurut Majid Kasusnya beragam. Tak hanya dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tapi juga berasal dari level kelurahan dan kecamatan. Biasanya terjadi di Banjarmasin, Barito Kuala, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Tapin. “Keluhan yang masuk seperti lambannya pengukuran lahan. Dan akhirnya berujung pada bolak-baliknya pengurusan, ujung-ujungnya pungli pun terjadi,” tutur.

Begitupula yang aterjadi pada sektor administrasi kependudukan. Petugas kelurahan dan kecamatan kerap melakukan pungli dengan alibi menguruskan agar cepat selesai.

“Angka laporan yang masuk di sektor ini jumlahnya juga terus naik, tahun 2014, hanya sejumlah 2 laporan, di tahun 2015 jumlahnya 3 laporan. Sedangkan hingga tahun ini naik dan mencapai 6 laporan,” kata Majid.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dengan tegas menginstruksikan semua SKPD agar meminimalisir potensi terjadinya pungli. Bahkan dirinya berkomitmen untuk memberangus aksi memalukan tersebut.

“Harusnya pemerintahan yang baik adalah selain akuntabel juga transparan. Pemprov selama ini terus melakukan itu,” kata Sahbirin.

Sahbirin menilai, terjadinya pungli karena adanya oknum yang memiliki kesempatan dan peluang melanggar standar operasioal prosedur (SOP). “Oknum-oknum seperti ini yang harus ditindak tegas dan diberangus sebelum merusak instansinya,” pungkasnya. (mof/ma/nur)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 11:50

Padamkan Api di Kelayan A, Seorang Anggota BPK Tertimpa Bangunan

BANJARMASIN - Perjuangan anggota pemadam kebakaran Banjarmasin patut diacungi jempol dalam memadamkan…

Jumat, 24 Maret 2017 11:07

Berebut Lahan Parkir, Pisau Keluar, Pelakunya Langsung Diamankan Aparat

BANJARMASIN - Seorang juru parkir bernama Zaini Ahmad Krisna (25), warga Kompleks Timur Perdana, Kelurahan…

Jumat, 24 Maret 2017 09:57

TEGA BANGET.. Tak Dipinjami Uang, Pindriansyah Tikam Tetangga Sendiri

LAMPIHONG - Tidak dipinjami uang Pindriansyah (38) warga Desa Kandang Jaya RT 1, Kecamatan Lampihong…

Kamis, 23 Maret 2017 22:32

LIHAT NIH..!! Takut Dipukuli Warga, Jambret Sampai Sembunyi di Pantat Satpol PP

BANJARMASIN-Saking takutnya salah satu kawanan perampas uang korban Khairunnisa (48) warga Belitung…

Kamis, 23 Maret 2017 20:06

HAPUK..!! Duo Jambret ini Ditangkap Warga dan Satpol PP Saat Beraksi

BANJARMASIN - Nasib sial dialami dua orang jambret yang beraksi di Jalan Pangeran Antasari Depan Rapi…

Kamis, 23 Maret 2017 19:07

Kasus Korupsi Bansos Lanjut Lagi, Muchlis Pergi tanpa Pamit

BANJARMASIN - Masih ingat kasus korupsi Bansos Pemrov Kalsel 2010. Salah satu terdakwa sesuai putusan…

Kamis, 23 Maret 2017 19:05

Menandai Sejarah 23 Maret, Pemisahan Polda Kalsel - Polda Kalteng

23 Maret ini adalah sejarah pertama kalinya Polda Kalsel dipisahkan dari Polda Kalteng. Sebelumnya 22…

Kamis, 23 Maret 2017 19:00

Transaksi Ekstasi di Gang Pengkor, Dua Pria Pengangguran Diringkus

BANJARMASIN - Gara-gara dua butir pil ekstasi Chandra Afriadi alias Candra (23) dan M Aditya R alias…

Kamis, 23 Maret 2017 16:38

Tak Beri Data, RSUD Abdul Azis Marabahan Digugat

MARABAHAN - Gara-gara tidak memberi data pengerjaan proyek pengadaan alat dan instalansi alat pengelohan…

Kamis, 23 Maret 2017 16:22

Ya Ampun.. Rumah dan Salon di Gang Laila Hangus Dilalap Api

BANJARMASIN - Satu rumah dan satu salon milik warga di Jalan Kelayan A Gang Laila, Nomor 51 RT 5, Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .