MANAGED BY:
SENIN
27 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 10 November 2016 13:59
Mengenang Tragedi Sehari Sebelum 10 November di Banjarmasin

Nekat Menyerang, Minim Persenjataan

BERSEJARAH - Alimun Hakim, salah seorang ahli waris di depan rumah 9 November.

PROKAL.CO, Sejarah perlawanan lebih awal singgah di Banjarmasin. Sehari sebelum rakyat Surabaya mengobarkan pertempuran 10 November 1945, para pejuang Banjarmasin terlebih dahulu melakukan kontak senjata dengan penjajah sebagai simbol perlawanan akan kolonialisme.

----
9 November merupakan hari yang paling bersejarah bagi masyarakat di Kalimantan, Banjarmasin khususnya. Sejarah revolusi kemerdekaan Kalsel berawal dari diproklamirkannya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Gaung proklamasi itu sampai ke Kalsel. Masyarakat merespons dengan semangat. Mereka kemudian bersatu dengan cara membentuk Barisan Pemberontak Republik Indonesia Kalimantan (BPRIK). Anggotanya terdiri para pemuda mantan anggota Heiho. BPRIK dipimpin oleh M Amin Efendi, Abdul Kadir Uwan, dkk.

Tanggal 1 dan 2 November 1945 para pejuang ini kemudian merencanakan untuk mengambil senjata tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration). NICA sendiri adalah tentara Belanda yang ikut membonceng rombongan tentara Inggris untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda. Tapi sayangnya, gerakan itu ternyata keburu tercium oleh tentara NICA. Sebelum diserang, para tentara Belanda ini menyerang asrama eks Heiho tempat anggota BPRIK.

Beberapa hari kemudian, pada malam hari tepatnya tanggal 5 November malam, puluhan pemuda berkumpul di Pengambangan. Di situ mereka mengadakan rapat untuk merencanakan menyerang tangsi (perumahan tentara Belanda) NICA.

Dalam rapat mereka membahas kapan waktu penyerangan. Sebagian menginginkan strategi penyerangan pada malam hari, sedangkan sebagian lagi ada yang ingin melakukan penyerangan pada siang hari. Kelompok yang ingin menyerang pada malam hari dipimpin Khadariah, sedangkan kelompok pagi hari dipimpin Khalid.

Kelompok Khadariah beralasan, penyerangan pada malam hari lebih baik karena persenjataan yang dimiliki sangat minim. Sementara kelompok Khalid beralasan dapat membedakan orang Australia dan Belanda. Karena orang Australia bersimpatik dengan perjuangan masyarakat Kalsel. Dari hasil pertemuan itu disepakati mereka akan menyerang Jumat 9 November.
“Terbentuk penyerangan dari bagian sayap kiri dipimpin Untung Sabri, sayap kanan Panglima Halid Tafsiar, dan pasukan tengah dipimpin Amin Efendi,” kata Sejarawan Zainal Arifin Anis.

Sore sekitar pukul 16.00 Wita perang pun pecah di kawasan Jalan Jawa (Kini Jalan Mayjen DI Panjaitan. Dengan perlengkapan perang sederhana, mereka menyerang para tentara Belanda. Tapi karena minimnya persenjataan, sekitar pukul 18.30 Wita mereka berhasil dipukul mundur oleh tentara Belanda.

“Pada peperangan itu Amin Efendi terluka, sedangkan Panglima Halid Tafsiar tertangkap, sementara sembilan orang tewas dalam peperangan itu. Badrun, Utuh, Badran, Tain, Jumain, Sepa, Dulah, Marufi, Umar,” tutur pria yang juga sebagai dosen Prodi Sejarah dan Ketua Jurusan IPS FKIP ULM Banjarmasin.

Nah, sebagai tanda kehormatan terhadap mereka yang gugur dalam perang 9 November itu, kesembilan nama warga yang gugur itu kemudian diabadikan pada monumen 9 November (Sekarang kantor KPPN Banjarmasin) yang terletak di kawasan Jalan Mayjen DI Panjaitan. Monumen 9 November juga dibangun di kawasan Jalan Pengambangan.

“Yang dapat dipetik dari peristiwa bersejarah ini bukan dari besar kecilnya peperangannya, tapi persatuan dan kesatuan masyarakat pada saat itu bukan dibangun secara politik tetapi oleh perasaan nasionalisme kultural,” katanya. (gmp/by/ran)

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 17:56

Ini Nih Puncak Halinjuangan, jadi Ajang Foto Selfie Baru

Bagi penikmat pemandangan kawasan pegunungan bisa mencoba objek wisata yang baru saja dibuka di Kabupaten…

Jumat, 24 Maret 2017 15:04
Berita Tanah Laut

Tiga Desa di Tanah Laut Siaga Serangan Bangkui

Tiga Warga Desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala) resah  dengan keberadaan beruk atau di Banua biasa…

Minggu, 19 Maret 2017 13:02

Kala Wakil Rakyat Menetapkan target untuk Kelulusan, Ngotot 100 Persen, Tak Boleh Kurang

  DPRD boleh habis-habisan mengkritik, tapi Dinas Pendidikan tetap ngotot. Dengan segala masalah…

Rabu, 15 Maret 2017 15:19

Tak Ada Anggaran, Halaman Kantor Gubernur Lama yang Terendam Dibiarkan

BANJARMASIN – Kepala Biro Umum Setdaprov Kalsel M Rusli mengatakan, tergenangnya halaman perkantoran…

Selasa, 14 Maret 2017 12:57
Berita Tanah Bumbu

Saat Bupati Tanbu Mardani H Maming Membiayai Operasi Warganya

Sugra Noor Mappatunru (60) hidup bersama anak dan cucunya di rumah kontrakan yang beralamat di Jalan…

Jumat, 10 Maret 2017 10:49

Cara Belajar Unik Pelajar MIS Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru

Belajar di ruang kelas nyaman jadi barang mewah bagi warga Desa Sungai Pinang Baru. ------------------------------------------------------…

Senin, 06 Maret 2017 16:19
Berita HSU

Kala Ribuan Biker Berkumpul di Satu Kota, Jauh dari Kesan Anarkis

Ribuan pengendara motor dari berbagai komunitas berkumpul tentu hal langka. Di Amuntai, pesta para biker…

Minggu, 05 Maret 2017 17:49
Kabar Kabupaten Tanah Bumbu

Pantai Rindu Alam, Salah Satu Tempat Wisata Favorit di Tanah Bumbu

Berwisata ke pantai sekaligus bermain di waterboom? Tentu jarang sekali ditemukan. Namun, di Pantai…

Sabtu, 04 Maret 2017 17:57

Sepak Terjang Joko Susilo Mengamankan Wilayah Keras Alalak Tengah

Sering turun ke masyarakat, namun kurang begitu diketahui keberadaannya. Begitulah pengalaman Joko Susilo…

Jumat, 03 Maret 2017 15:04

Ternyata Seperti ini Rahasia Para Penjaja Foto Spesial Acara

Dua pria berkemeja hitam nampak sibuk menembus kerumunan undangan acara wisuda di sebuah Hotel berbintang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .