MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 12 November 2016 18:20
Di Kalsel Ekonomi Meningkat, Tapi kok Pengangguran Juga Ikut Meningkat?
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sampai dengan periode triwulan III-2016, mengalami pertumbuhan 3,79 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu triwulan III-2015 kumulatif (c-to-c). Tahun lalu triwulan III-2015 pertumbuhan ekonomi berada pada angka 3,74 persen.

Secara kasat mata, angka pertumbuhan yang meningkat tidak terlalu signifikan. Lalu sektor apa saja yang memengaruhinya? Berdasarkan data BPS provinsi 7 November 2016, pertumbuhan tersebut didukung oleh kinerja tiga kategori lapangan usaha. Kategori pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan menjadi faktor tersebar yang berpengaruh.

Pada triwulan ke III-2016, kategori pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai pertumbuhan 2,36 persen, kategori industri pengolahan mencapai pertumbuhan 8,31 persen, sementara kategori pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 3,35 persen.
Kepala BPS Provinsi Kalsel Diah Utami menjelaskan bahwa penurunan lapangan pekerjaan utama di sektor bangunan dan pertambangan sangat terasa penurunannya. Kontraksi kategori pertambangan dan penggalian sangat jauh dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar 0,73 persen.

Dalam penyumbang PDRB pun, kategori pertambangan dan penggalian tumbuh negatif, hanya memberi andil pada pertumbuhan PDRB Kalsel tahun ini sebesar -0,05 persen. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sektor pertambangan dan penggalian menurun drastis. Bahkan, pertumbuhannya negatif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan Antonius Simbolon mengatakan bahwa sepanjang tahun 2016 banyak sekali kontrak-kontrak tenaga kerja di sektor pertambangan ekspor yang berkurang. “Akibatnya tidak terjadi perpanjangan kontrak, khusus bagi karyawan outsourching. Sehingga di tahun 2016 ini angka PHK mencapai ribuan orang. Otomatis berdampak pada naiknya angka pengangguran,” bebernya.

Benar saja, angka pengangguran di tahun 2016 per Agustus meningkat tajam. BPS merilis data angka pengangguran tahun ini yakni sebesar 113.296 orang. Ada pertambahan jumlah pengangguran sebesar 15.548 orang. Dibandingkan data Agustus 2015, angka pengangguran yakni sejumlah 97.748 orang. Jika dibandingkan lagi data tahun 2014, angka pengangguran sejumlah 73.767 orang.

Kenaikan angka pengangguran setiap tiga tahun selalu meningkat. Antara lain disebabkan oleh jumlah PHK yang meningkat, jumlah angkatan kerja yang setiap tahunnya bertambah dan jumlah serapan kerja serta angka pengangguran. Antonius memprediksi bahwa jumlah PHK tahun ini mencapai 1200 orang.

“Termasuk karyawan pekerja yang dirumahkan, tapi belum menyandang status PHK selama dua tahun (2014-2015). Dikarenakan sektor tambang yang lesu, tidak ada peningkatan ekspor, volumenya berkurang, pegawainya stagnan dan dikurangi. Jumlah PHK yang mencapai 1200 orang tersebut juga termasuk para lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat, tetapi tidak bekerja. Faktor ini yang cukup mendominasi jumlah pengangguran saat ini,” jelasnya.

Kemudian jumlah angkatan kerja atau penduduk yang siap bekerja tahun 2016 mencapai 2,08 juta orang. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 4,69 persen atau terjadi penambahan 91,13 ribu orang dibanding keadaan pada bulan Agustus 2015. Untuk data serapan tenaga kerja menurut jenis pendidikan provinsi Kalsel per akhir oktober tahun 2016, total laki-laki yaitu 21.143 orang dan perempuan 13.636 orang.

Terdiri dari tingkat SD sejumlah 554 orang laki-laki dan 133 orang perempuan. Tingkat SLTP sejumlah 1210 orang laki-laki dan 276 orang perempuan. Tingkat SLTA sejumlah 14325 orang laki-laki dan 6264 orang perempuan. Tingkat Diploma 1 (D1) sejumlah 21 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Tingkat Diploma 2 (D2) sejumlah 28 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Tingkat D3/Sarjana Muda sejumlah 1615 orang laki-laki dan 2913 orang perempuan.

Selanjutnya tingkat D4/Sarjana Sains Terapan sejumlah 40 orang laki-laki dan 154 orang perempuan. Tingkat S1/Sarjana sebanyak 3314 orang laki-laki dan 3827 orang perempuan. Terakhir, tingkat S2 Magister sebanyak 36 orang laki-laki dan 38 orang perempuan.

Kenaikan jumlah angkatan kerja yang sangat fantastis jauh sekali perbandingannya dengan angka serapan kerja. Belum lagi ditambah dengan adanya faktor lain seperti jumlah para sarjana, lulusan SMA, lowongan kerja yang minim, angka PHK di sektor lainnya seperti transportasi, pergudangan, pertanian, kehutanan, bangunan, jasa kemasyarakatan dan sebagainya.

Berdasarkan data Disnaker mengenai Indikator Kinerja Makro Daerah, angka pengangguran di Kalsel yang ditargetkan pada tahun 2016 berkisar antara 4,8 – 4,78 persen. Target capaian untuk tahun 2017 mendatang yaitu berkisar antara 4,77 – 4,71 persen. (mr-148)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*