MANAGED BY:
RABU
29 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 16 November 2016 17:51
Menelusuri Aktivitas Terlarang Para Pengunjung Tahura Mandiangin
JADI TEMPAT MESUM: Objek wisata Tahura Sultan Adam di kawasan Mandiangin Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, Memiliki lokasi yang luas dan banyak ditemui tempat-tempat sepi, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin disinyalir seringkali disalahgunakan sebagai lokasi mesum oleh pasangan bukan suami istri.

--------------------------------


Lokasi yang sunyi dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat Tahura Mandiangin populer di kalangan warga tiga kota, Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura. Apalagi, dibanding objek wisata alam lain, jaraknya relatif dekat. Dari Martapura, dan Kota Banjarbaru jarak tempuh hanya sekitar 20 km, sedangkan dari Kota Banjarmasin berjarak 50 km.

Meski demikian, akhir-akhir ini nada-nada miring mulai sering menerpa objek wisata yang dikenal berhawa sejuk dan dingin ini. Apalagi, selain aktivitas para remaja yang kian meresahkan. Mandiangin dijadikan tempat pacaran dan lebih liar lagi, lokasi mesum.

Dugaan tersebut diperkuat dengan banyak ditemukannya alat kontrasepsi kondom oleh para mahasiswa pecinta alam (Mapala) saat menggelar perang sampah baru-baru tadi.

Temuan tersebut diungkapkan oleh Dipo, salah satu mahasiswa dari Uniska Banjarmasin ini mengaku bukan hanya sekali menemukan alat kontrasepsi di Tahura. "Setiap melaksanakan aksi bersih-bersih kami selalu menemukan kondom. Bahkan, pekan tadi ditemukan lengkap dengan kotak-kotaknya," ungkapnya.

Ia mencurigai, kondom tersebut telah digunakan oleh pasangan mesum kala menghabiskan malam di kawasan hutan pendidikan tersebut.
"Bukan hanya kondom, kami juga sering menemukan botol minuman keras dan bungkus obat zenith tersangkut di daun-daun," tambahnya.

Dipo menuturkan, lokasi penemuan kondom berada di sisi-sisi jalan menuju ke puncak Benteng Belanda. "Karena di lokasi itu tinggi, jadi tidak banyak orang yang naik. Kondisi itu yang dimanfaatkan pasangan mesum," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ivan, salah satu anggota Mapala yang rutin mengikuti aksi bersih-bersih setiap ada agenda Perang Sampah Mapala. Ia mengaku seringkali mendengar bahwa kawasan Tahura disebut-sebut lokasi yang aman untuk melakukan mesum. "Aku sering dengar kabar dari kawan, bila ingin berpacaran aman ya naik ke Tahura karena tak mungkin ada penggerebekan," ujarnya.

Maka dari itu, selama ini pengunjung yang datang setiap malam minggu didominasi oleh para pasangan muda mudi. "Kalau malam minggu kita datang sesama lelaki pasti malu, karena rata-rata pengunjung membawa pasangan," candanya.
Radar Banjarmasin yang menelusuri hal ini ke puncak di kawasan Tahura, menemui
salah satu pemilik warung Amin yang memiliki keresahan serupa. "Malam minggu pasti ramai, mereka berpasang-pasangan. Ada juga yang berkelompok," katanya.

Disinggung apakah pernah ada pasangan mesum yang tertangkap basah? Amin mengaku dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah terdengar, penggerebekan sering terjadi beberapa tahun yang lalu. "Dulu yang sering, kalau sekarang belum pernah terdengar," ungkapnya.

Petugas Tahura Sultan Adam, Riyan juga mengungkapkan hal yang demikian. Beberapa tahun terakhir tak pernah lagi ditemukan pasangan mesum. "Ada pernah dulu sebelum tahun 2008-nan," ungkapnya.
Meski demikian, ia menepis jika kondom masih sering ditemukan di sana. "Tidak pernah dengar ada ditemukan kondom," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 28 Maret 2017 21:00

Persiapan Posko untuk Haul Akbar Sudah 90 Persen

MARTAPURA - Kurang dari sepekan puncak Haul ke-12 Guru Sekumpul akan digelar. Relawan di setiap posko…

Selasa, 28 Maret 2017 19:35

Hmm... Ternyata Hanya Pemkab Banjar yang Peduli Honorer

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong dan kabupaten lainnya yang belum mendaftarkan honorer…

Selasa, 28 Maret 2017 17:59

Diperbaiki Waktu Jokowi Berkunjung, Jalan Menuju Tahura Kembali Rusak

BANJARMASIN – Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, di Kabupaten Banjar diakui Kepala…

Selasa, 28 Maret 2017 17:46
Berita Tanah Bumbu

Umat Hindu Tiga Kabupaten Gelar Melasti

BATULICIN - Umat Hindu yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru menggelar upacara…

Selasa, 28 Maret 2017 17:44
Berita Tanah Bumbu

Warga Giat Bergotong Royong

BATULICIN - Warga Desa Pulau Pulau Panjang Kecamatan Simpang Empat melaksanakan kegiatan gotong royong…

Selasa, 28 Maret 2017 17:43
Berita Tanah Bumbu

Bank Kalsel Tanbu Salurkan Dana ZIS Rp70 juta

BATULICIN - Bank Kalsel memasuki usianya yang ke-53. Di hari ulang tahunnya, bank urang banua ini menyalurkan…

Senin, 27 Maret 2017 21:35

Ratusan Umat Hindu Banjarmasin Padati Pura Agung Jagat Natha

BANJARMASIN - Pura Agung Jagat Natha, di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur dipenuhi ratusan umat…

Senin, 27 Maret 2017 19:04

Polsek Banjarmasin Timur Siap Amankan Perayaan Nyepi

BANJARMASIN - Umat Hindu di Banjarmasin, Senin (27/3) malam akan melaksanakan sembayang di Pura Agung…

Senin, 27 Maret 2017 13:23

Suka Duka Guru Honorer di Banua, Harus Nyambi demi Nafkah

Menjadi guru adalah pekerjaan mulia. Tapi, tak semua guru hidup dengan sejahtera. Mereka yang berstatus…

Senin, 27 Maret 2017 13:02
Jelang Haul Guru Sekumpul ke-12

Para Relawan Haul Guru Sekumpul Mulai Buat Garis Shaf

MARTAPURA - Agar para jemaah mengetahui arah kiblat saat menunaikan Salat berjemaah pada puncak haul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .