MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

SPORT

Senin, 21 November 2016 11:33
PSTI Kalsel Konsisten Populerkan Sepak Takraw

Tampilkan Atraksi Sepak Laga dari Gowa di Ajang Kejurprov Takraw Kalsel

MENGHIBUR - Atraksi sepak laga dari Gowa di Kejurprov Sepak Takraw Kalsel.

PROKAL.CO, Banyak yang salah kaprah dan salah sangka terhadap asal usul olahraga sepak takraw. Orang-orang mengira, olahraga bola rotan ini berasal dari Malaysia atau Thailand. Padahal, sepak takraw merupakan olahraga asli Indonesia. Tepatnya, berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengprov PSTI) Kalsel, H Puar Djunaidi mengaku prihatin. Pasalnya, tak hanya kalangan masyarakat umum, di kalangan atlet sepak takraw sendiri ternyata masih banyak yang menganggap sepak takraw berasal dari Malaysia atau Thailand. Menurutnya, stigma ini melekat dalam jangka panjang lantaran Indonesia sudah jarang naik podium juara sepak takraw dunia.

"Yang sering juara dunia, kalau tidak Malaysia, ya Thailand. Makanya, hal itu semakin menguatkan anggapan kalau sepak takraw adalah olahraga dari Malaysia atau Thailand," ujar Puar.

Ditambahkan Puar, Malaysia dan Thailand memang terkenal piawai memainkan bola rotan tersebut. Dari pengalamannya melawat ke Malaysia dalam sebuah rangkaian pertandingan ujicoba tim sepak takraw Kalsel, Puar menyaksikan sendiri anak-anak kampung di negeri Jiran asyik menimang bola rotan.

"Takraw sudah seperti mainan biasa di sana. Makanya, jangan heran kalau pemain takraw asal Malaysia memang hebat, soalnya dari kecil mereka sudah terbiasa," paparnya.

Puar rupanya tak rela apabila takraw dianggap olahraga luar negeri. Untuk memberikan bukti nyata bahwa takraw asli Indonesia, Puar dan sejumlah pengurus Pengprov PSTI Kalsel berangkat ke Gowa, Sulawesi Selatan. Gowa merupakan cikal bakal lahirnya olahraga sepak takraw. Di sana, sepak takraw merupakan permainan elit para keluarga Kesultanan Gowa sejak berabad-abad silam. "Kunjungan kami ke Gowa sangat berkesan. Pengurus PSTI Gowa juga memperkenalkan bahwa sepak takraw asal mula namanya adalah sepak laga," ceritanya.

Oleh kerabat kerajaan Gowa, Puar ditunjukkan atraksi sepak laga yang dibawakan kelompok Payung Sabbea atau payung sutera. Diiringi gamelan khas Gowa, permainan sepak laga memang agak berbeda dengan sepak takraw yang sekarang ini. "Mainnya tanpa net, dan tanpa wasit. Hanya ada sekelompok pemuda yang saling mengoper bola rotan, namun dengan skill tinggi. Yang paling hebat, ketika mereka saling bertopang badan sembari menimang bola yang pantang jatuh ke tanah," ceritanya.

Tim sepak laga binaan H Nurdin Daeng Tutu itu begitu piawai. Mereka sesekali menampilkan atraksi dengan gerakan humor. Tak ayal, para penonton dibuat kagum sekaligus tergelak. Inilah yang kemudian membuat Puar memboyong tim sepak laga Payung Sabbea ke Banjarmasin. Mereka tampil untuk membuka agenda Kejuaraan Provinsi Sepak Takraw Kalsel 2016 di GOR Hassanudin HM, Sabtu (19/11).
"Masyarakat dan para atlet harus tahu, bahwa sepak takraw adalah olahraga asli Indonesia. Inilah buktinya, saya tampilkan di hadapan mereka sepak laga Payung Sabbea dari Gowa," ujarnya.

Di sisi lain, Daeng Tutu selaku pembina tim sepak laga Payung Sabbea tak memungkiri kekeliruan fakta asal usul sepak takraw. "Hanya melalui cara inilah kami bisa menyampaikan bahwa sepak takraw adalah asli Indonesia, layaknya pencak silat," tukas pria yang sudah membawa Payung Sabbea pentas ke Eropa dan Amerika itu.

Diceritakan Daeng Tutu, sepak laga merupakan pembuktian gengsi sifat maskulinitas seorang pria. Syahdan, di masa lampau Sultan Gowa mengadakan sayembara adu terampil beratraksi sepak laga sebagai syarat bagi seorang lelaki yang ingin meminang putri cantiknya. "Konon, dari sekian banyak pria yang menampilkan kepiawaiannya, hanya ada satu lelaki yang membuat sang Sultan takjub. Pria beruntung tersebut ternyata seorang pemuda dari kerajaan Siam (Thailand). Hasilnya, jadilah ia menantu Sultan Gowa. Sebagai penghormatan terhadap kesultanan Gowa, pemuda Siam tersebut kemudian mengajarkan keterampilan sepak laga di kampung halamannya," tandasnya.(az/arh)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 10:41

Taekwondo Kalsel Maksimalkan Persiapan ke Kejurprov

BANJARMASIN – Pengurus Kota Taekwondo Indonesia (Pengkot TI) Banjarmasin, bertekad…

Sabtu, 25 Mei 2019 04:53

Main Buruk di Babak Kedua, Barito Malu di Rumah Sendiri

BANJARMASIN - Lagi-lagi Barito Putera meraih hasil minor saat melakoni…

Jumat, 24 Mei 2019 10:45

Taekwondo Kalsel Jadwalkan Kejurprov Akhir Juni

BANJARMASIN – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalsel akan…

Jumat, 24 Mei 2019 10:43

Liburan, Karateka Kalsel Dipanggil Lagi Usai Lebaran

BANJARMASIN – Pasca diliburkan selama kurang lebih dua bulan sejak…

Kamis, 23 Mei 2019 15:24

Kiper Barito Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga 1 Pekan Pertama

BANJARMASIN - Kiper muda Barito Putera, M Riyandi terpilih sebagai…

Kamis, 23 Mei 2019 15:22

Barito Putera Coba Beri Waktu Bermain Pemain Cadangan

BANJARMASIN – Usai melakoni laga perdana Liga 1 2019 kontra…

Kamis, 23 Mei 2019 15:20

Pra PON, Tim Kalsel Diadang Delapan Tim

BANJARMASIN - Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI)…

Kamis, 23 Mei 2019 15:19

Kalsel Siapkan Event Kejurnas Sepeda BMX

BANJARMASIN – Asosiasi BMX Indonesia (ABI) Kalsel akan menggelar hajatan…

Kamis, 23 Mei 2019 15:17

Pembayaran Insentif Atlet dan Pelatih Wasaka Dirapel

BANJARMASIN - Kabar gembira bagi para atlet dan pelatih yang…

Kamis, 23 Mei 2019 15:15

Pebiliar Banua Tak Mau Jadi Runner Up

BANJARMASIN – Tim biliar Kalsel bertekad untuk meraih prestasi maksimal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*