MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 25 November 2016 15:13
Seruu.. Pesta Nelayan di Teluk Temiang Kotabaru
PUNCAK ACARA – Minatur perahu dilarutkan ke laut setelah rapal doa oleh Sandro. Inilah puncak acara Mapanretasi.

PROKAL.CO, KOTABARU – Lautan manusia ditingkahi dengan seribu ikan segar di atas bara api. Seribu lembar jepa menanti. Pesta adat Bugis pesisir, Mapanretasi, meriah di musim teduh, membawa rapal doa Sandro ke tengah laut.

Kamis (24/11) pagi kemarin warga adat Bugis di Desa Teluk Temiang menggelar pesta adat Mapanretasi. Pesta adat dihadiri langsung Bupati Sayed Jafar dan wakilnya Burhanuddin.

Sekitar pukul 09.00 lewat puluhan kapal berisi pemuka adat, warga dan pejabat berangkat ke tengah laut. Kapal utama berada di tengah. Di sini ditumpangi Sandro (semacam tetua adat), Kepala Desa Borrahim, Bupati dan Wakil bersa istri-istri mereka.

Saat bergerak ke tengah lautan beberapa kali orang-orang di kapal utama melambaikan tangan. Meminta kapal-kapal lainnya memelankan jalan dan tidak menghalangi laju kapal utama.

Koordinasi antar kapal terlihat kurang begitu baik. Karena beberapa kali terjadi senggolan antar kapal. Namum keriangan, suasana meriah dan ramainya manusia membuat semua berjalan semarak. Ombak nyaris tak terlihat. Angin tenang. Hanya ayunan air laut yang timbul oleh gerakan kapal.

Kami melalui beberapa gugusan pulau. Terlihat Pulau Tg Kunyit di sebelah kanan. Indah dengan menara suar bekas peninggalan Belandanya. Setelah agak ke tengah, Sandro memberikan isyarat agar kapal berhenti.

Miniatur perahu disiapkan. Setelah Sandro merapal doa dan jampi-jampi, miniatur perahu diserahkan kepada Bupati. Bersama wakilnya, Sayed Jafar dibantu tetua adat Bugis melarutkan miniatur perahu ke tengah laut. "Buka lautnya (jangan halangi). Itu kapal di sana suruh minggir sedikit, biar ada angin kena (mengenai miniatur kapal)," teriak seorang tua berpakaian adat.

Melarutkan miniatur kapal, kata Borrahim yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Adat Bugis Teluk Temiang mengatakan, kalau kegiatan itu bentuk syukur nelayan atas berkah tangkapan di laut tahun ini. Dan berharap ke depan tangkapan akan semakin melimpah.

Namun kata dia, poin penting dari semua kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan potensi wisata di Teluk Temiang. "Kami maunya desa ini nanti akan semakin dikenal bukan saja orang lokal tapi sampai luar negeri," ujarnya.

Borrahim mengatakan, Mapanretasi baru beberapa tahun ini digelar di Teluk Temiang. Dan akunya terjadi peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun. Sayang panitia katanya masih terkendala dana.

Bupati Sayed Jafar mengatakan kepada Radar Banjarmasin, kalau potensi wisata Teluk Temiang memang sangat besar. Sayang katanya akses jalan dari pusat kota ke pesisir itu masih banyak yang rusak. Untuk itu dia berjanji di tahun 2017 jalan-jalan rusak menuju ke sana akan diperbaiki.

"Jadi nanti tahun depan kita akan umumkan ke semua penjuru kalau ada acara adat ini. Supaya banyak lagi orang yang datang ke sini," ujar Bupati.

Sementara itu, lautan manusia ramai memadati suguhan ikan bakar. Sepanjang 200 meter panitia menyediakan tempat bakar atau panggang ikan. Semua gratis. Warga bisa memilih jenis ikan sendiri dan meminta panitia memanggangnya. "Mana tadi ikan yang besar. Aduh jangan diambil. Itu punyaku. Aku duluan tadi minta," kata seorang warga pada temannya yang justru tertawa melihat tingkahnya.

Juga ada jepa. Jepa adalah makanan khas suku Mandar. Mandar adalah suku yang masih serumpun dengan Bugis. Jepa dimakan pengganti nasi. Dibuat dari saripati ubi kayu. Biasanya memang disantap dengan ikan panggang. "Ada 1050 ikan kami sediakan. Ikan ndak ada masalah. Di sini gudangnya. Kalau jepa ada seribu kami pesan (dari pembuat jepa lokal)," kata Borrahim.

Apa yang paling membahagiakan Borrahim? Perputaran ekonomi warganya meningkat. "Itu ada yang jualan. Dia bilang belum lama sudah ada tiga juta dia dapat dari orang belanja," ucapnya. (zal/yn/ram)


BACA JUGA

Minggu, 23 April 2017 15:23
Kabar Banjarbaru

Kampung Pejabat Banjarbaru, Sebagian Besar Warganya Pedagang Jamu

Banjarbaru memiliki destinasi baru dengan nama Kampung Pejabat. Namun, nama pejabat diambil bukan karena…

Jumat, 21 April 2017 14:53

Sejuknya, Ratusan Napi Lapas Martapura Khataman Alquran

MARTAPURA - Hal yang berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Anak Martapura di Jalan Pintu…

Jumat, 21 April 2017 09:25

Dahlan Iskan dan "Musuh Besarnya"

Di media ini saya pernah menulis kolom tentang para pemimpin yang “gila”. Misalnya, ada…

Rabu, 19 April 2017 22:13

Cihuy.. Amuntai Bakal Miliki Destinasi Wisata Baru

AMUNTAI – Tahun depan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bakal memiliki destinasi wisata baru.…

Senin, 17 April 2017 15:56

Penggemar Motor Besar Masuk Barabai

BARABAI – Dunia otomotif terus bergeliat di Barabai. Kali ini hadir pecinta motor besar yang tergabung…

Selasa, 11 April 2017 16:53

Publikasi Jurnal Ilmiah Terkendala Bahasa

BANJARMASIN – Faktor bahasa masih menjadi kendala bagi publikasi jurnal ilmiah internasional di…

Senin, 10 April 2017 12:09

Kang Abik Sapa Penggemar di Kalsel Book Fair 2017

BANJARBARU - Pada hari puncak Kalsel Book Fair 2017, Minggu (9/4) kemarin Dinas Pustarda dan Kearsipan…

Sabtu, 08 April 2017 18:31

Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya

SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa…

Rabu, 05 April 2017 16:05

Pinjami Zakir Naik Pesawat Pribadi, H Isam Mendadak Tenar di Medsos

Pengusaha Banua Haji Andi Syamsuddin Arsyad mendadak menjadi tenar di media sosial. Itu setelah H Isam…

Rabu, 05 April 2017 15:41
Berita Balangan

Seru Nih..! Hari Jadi Balangan Bakal Hadirkan Ragam Budaya

PARINGIN – Kurang dari sepekan lagi Balangan genap berusia 14 tahun. Berbagai rangkaian acara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .