MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Jumat, 25 November 2016 15:13
Seruu.. Pesta Nelayan di Teluk Temiang Kotabaru
PUNCAK ACARA – Minatur perahu dilarutkan ke laut setelah rapal doa oleh Sandro. Inilah puncak acara Mapanretasi.

PROKAL.CO, KOTABARU – Lautan manusia ditingkahi dengan seribu ikan segar di atas bara api. Seribu lembar jepa menanti. Pesta adat Bugis pesisir, Mapanretasi, meriah di musim teduh, membawa rapal doa Sandro ke tengah laut.

Kamis (24/11) pagi kemarin warga adat Bugis di Desa Teluk Temiang menggelar pesta adat Mapanretasi. Pesta adat dihadiri langsung Bupati Sayed Jafar dan wakilnya Burhanuddin.

Sekitar pukul 09.00 lewat puluhan kapal berisi pemuka adat, warga dan pejabat berangkat ke tengah laut. Kapal utama berada di tengah. Di sini ditumpangi Sandro (semacam tetua adat), Kepala Desa Borrahim, Bupati dan Wakil bersa istri-istri mereka.

Saat bergerak ke tengah lautan beberapa kali orang-orang di kapal utama melambaikan tangan. Meminta kapal-kapal lainnya memelankan jalan dan tidak menghalangi laju kapal utama.

Koordinasi antar kapal terlihat kurang begitu baik. Karena beberapa kali terjadi senggolan antar kapal. Namum keriangan, suasana meriah dan ramainya manusia membuat semua berjalan semarak. Ombak nyaris tak terlihat. Angin tenang. Hanya ayunan air laut yang timbul oleh gerakan kapal.

Kami melalui beberapa gugusan pulau. Terlihat Pulau Tg Kunyit di sebelah kanan. Indah dengan menara suar bekas peninggalan Belandanya. Setelah agak ke tengah, Sandro memberikan isyarat agar kapal berhenti.

Miniatur perahu disiapkan. Setelah Sandro merapal doa dan jampi-jampi, miniatur perahu diserahkan kepada Bupati. Bersama wakilnya, Sayed Jafar dibantu tetua adat Bugis melarutkan miniatur perahu ke tengah laut. "Buka lautnya (jangan halangi). Itu kapal di sana suruh minggir sedikit, biar ada angin kena (mengenai miniatur kapal)," teriak seorang tua berpakaian adat.

Melarutkan miniatur kapal, kata Borrahim yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Adat Bugis Teluk Temiang mengatakan, kalau kegiatan itu bentuk syukur nelayan atas berkah tangkapan di laut tahun ini. Dan berharap ke depan tangkapan akan semakin melimpah.

Namun kata dia, poin penting dari semua kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan potensi wisata di Teluk Temiang. "Kami maunya desa ini nanti akan semakin dikenal bukan saja orang lokal tapi sampai luar negeri," ujarnya.

Borrahim mengatakan, Mapanretasi baru beberapa tahun ini digelar di Teluk Temiang. Dan akunya terjadi peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun. Sayang panitia katanya masih terkendala dana.

Bupati Sayed Jafar mengatakan kepada Radar Banjarmasin, kalau potensi wisata Teluk Temiang memang sangat besar. Sayang katanya akses jalan dari pusat kota ke pesisir itu masih banyak yang rusak. Untuk itu dia berjanji di tahun 2017 jalan-jalan rusak menuju ke sana akan diperbaiki.

"Jadi nanti tahun depan kita akan umumkan ke semua penjuru kalau ada acara adat ini. Supaya banyak lagi orang yang datang ke sini," ujar Bupati.

Sementara itu, lautan manusia ramai memadati suguhan ikan bakar. Sepanjang 200 meter panitia menyediakan tempat bakar atau panggang ikan. Semua gratis. Warga bisa memilih jenis ikan sendiri dan meminta panitia memanggangnya. "Mana tadi ikan yang besar. Aduh jangan diambil. Itu punyaku. Aku duluan tadi minta," kata seorang warga pada temannya yang justru tertawa melihat tingkahnya.

Juga ada jepa. Jepa adalah makanan khas suku Mandar. Mandar adalah suku yang masih serumpun dengan Bugis. Jepa dimakan pengganti nasi. Dibuat dari saripati ubi kayu. Biasanya memang disantap dengan ikan panggang. "Ada 1050 ikan kami sediakan. Ikan ndak ada masalah. Di sini gudangnya. Kalau jepa ada seribu kami pesan (dari pembuat jepa lokal)," kata Borrahim.

Apa yang paling membahagiakan Borrahim? Perputaran ekonomi warganya meningkat. "Itu ada yang jualan. Dia bilang belum lama sudah ada tiga juta dia dapat dari orang belanja," ucapnya. (zal/yn/ram)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 12:33

Bahaya Menahan atau Menunda Waktu Kencing Terlalu Lama

Buang air kecil atau kencing hal alami yang dilakukan manusia. Biasanya normalnya dalam sehari seseorang…

Selasa, 19 Juni 2018 12:27

Ini Manfaat Berwisata di Wahana Outbound untuk Kesehatan

Memasuki libur Lebaran, tempat wisata jadi sasaran warga untuk menikmati waktu lengangnya. Selain wisata…

Senin, 18 Juni 2018 12:52

Menghirup Asap Kembang Api Ternyata Bahaya Bagi Kesehatan

Di beberapa kota sering merayakan perayaan malam hari raya Idulfitri dengan menyalakan kembang api.…

Senin, 18 Juni 2018 12:49

Dampak Membaca Buku Sambil Posisi Rebahan

Apakah Anda termasuk suka membaca buku sambil posisi rebahan ? Jika termasuk, Anda harus meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:14

Mudik Naik Motor? Waspada Efeknya Bagi Kesehatan Anda

Menjelang Lebaran, tradisi mudik tak pernah absen setiap tahun. Membeludaknya jumlah pemudik membuat…

Selasa, 12 Juni 2018 14:05

Jangan Banyak Menyantap Sate Saat Berbuka, ini Resikonya

Menu sate sangat digemari orang Indonesia. Saat bulan Ramadan, sate juga jadi buruan orang-orang untuk…

Selasa, 12 Juni 2018 13:55

Jalan-Jalan ke Pasar Kajut: Konsep Lebih Besar, Jual Puluhan Jenis Kudapan

Pasar Kajut kembali di gelar di Banjarmasin. Karena bertepatan momentum Ramadan, diberi nama Pasar Kajut…

Senin, 11 Juni 2018 09:37

Temu Kangen Alumni SMAN 2 Banjarbaru Angkatan 1999

BANJARBARU - Alunan suara merdu Kamil (12), anak panti asuhan Al-AshoYayasan Hidayatullah Palam,…

Sabtu, 09 Juni 2018 12:01

Hindari Langsung Tidur Saat Rambut Masih Basah

Bagi kaum hawa pasti sangat menjaga kebersihan rambutnya bukan. Bahkan saking memperhatikannya, wanita…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:58

Jangan Gunakan Botol Air Kemasan Berulang-ulang, ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Di antara kita semua pasti masih banyak yang menggunakan botol air minum kemasan untuk isi ulang air.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .