MANAGED BY:
MINGGU
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 25 November 2016 15:13
Seruu.. Pesta Nelayan di Teluk Temiang Kotabaru
PUNCAK ACARA – Minatur perahu dilarutkan ke laut setelah rapal doa oleh Sandro. Inilah puncak acara Mapanretasi.

PROKAL.CO, KOTABARU – Lautan manusia ditingkahi dengan seribu ikan segar di atas bara api. Seribu lembar jepa menanti. Pesta adat Bugis pesisir, Mapanretasi, meriah di musim teduh, membawa rapal doa Sandro ke tengah laut.

Kamis (24/11) pagi kemarin warga adat Bugis di Desa Teluk Temiang menggelar pesta adat Mapanretasi. Pesta adat dihadiri langsung Bupati Sayed Jafar dan wakilnya Burhanuddin.

Sekitar pukul 09.00 lewat puluhan kapal berisi pemuka adat, warga dan pejabat berangkat ke tengah laut. Kapal utama berada di tengah. Di sini ditumpangi Sandro (semacam tetua adat), Kepala Desa Borrahim, Bupati dan Wakil bersa istri-istri mereka.

Saat bergerak ke tengah lautan beberapa kali orang-orang di kapal utama melambaikan tangan. Meminta kapal-kapal lainnya memelankan jalan dan tidak menghalangi laju kapal utama.

Koordinasi antar kapal terlihat kurang begitu baik. Karena beberapa kali terjadi senggolan antar kapal. Namum keriangan, suasana meriah dan ramainya manusia membuat semua berjalan semarak. Ombak nyaris tak terlihat. Angin tenang. Hanya ayunan air laut yang timbul oleh gerakan kapal.

Kami melalui beberapa gugusan pulau. Terlihat Pulau Tg Kunyit di sebelah kanan. Indah dengan menara suar bekas peninggalan Belandanya. Setelah agak ke tengah, Sandro memberikan isyarat agar kapal berhenti.

Miniatur perahu disiapkan. Setelah Sandro merapal doa dan jampi-jampi, miniatur perahu diserahkan kepada Bupati. Bersama wakilnya, Sayed Jafar dibantu tetua adat Bugis melarutkan miniatur perahu ke tengah laut. "Buka lautnya (jangan halangi). Itu kapal di sana suruh minggir sedikit, biar ada angin kena (mengenai miniatur kapal)," teriak seorang tua berpakaian adat.

Melarutkan miniatur kapal, kata Borrahim yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Adat Bugis Teluk Temiang mengatakan, kalau kegiatan itu bentuk syukur nelayan atas berkah tangkapan di laut tahun ini. Dan berharap ke depan tangkapan akan semakin melimpah.

Namun kata dia, poin penting dari semua kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan potensi wisata di Teluk Temiang. "Kami maunya desa ini nanti akan semakin dikenal bukan saja orang lokal tapi sampai luar negeri," ujarnya.

Borrahim mengatakan, Mapanretasi baru beberapa tahun ini digelar di Teluk Temiang. Dan akunya terjadi peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun. Sayang panitia katanya masih terkendala dana.

Bupati Sayed Jafar mengatakan kepada Radar Banjarmasin, kalau potensi wisata Teluk Temiang memang sangat besar. Sayang katanya akses jalan dari pusat kota ke pesisir itu masih banyak yang rusak. Untuk itu dia berjanji di tahun 2017 jalan-jalan rusak menuju ke sana akan diperbaiki.

"Jadi nanti tahun depan kita akan umumkan ke semua penjuru kalau ada acara adat ini. Supaya banyak lagi orang yang datang ke sini," ujar Bupati.

Sementara itu, lautan manusia ramai memadati suguhan ikan bakar. Sepanjang 200 meter panitia menyediakan tempat bakar atau panggang ikan. Semua gratis. Warga bisa memilih jenis ikan sendiri dan meminta panitia memanggangnya. "Mana tadi ikan yang besar. Aduh jangan diambil. Itu punyaku. Aku duluan tadi minta," kata seorang warga pada temannya yang justru tertawa melihat tingkahnya.

Juga ada jepa. Jepa adalah makanan khas suku Mandar. Mandar adalah suku yang masih serumpun dengan Bugis. Jepa dimakan pengganti nasi. Dibuat dari saripati ubi kayu. Biasanya memang disantap dengan ikan panggang. "Ada 1050 ikan kami sediakan. Ikan ndak ada masalah. Di sini gudangnya. Kalau jepa ada seribu kami pesan (dari pembuat jepa lokal)," kata Borrahim.

Apa yang paling membahagiakan Borrahim? Perputaran ekonomi warganya meningkat. "Itu ada yang jualan. Dia bilang belum lama sudah ada tiga juta dia dapat dari orang belanja," ucapnya. (zal/yn/ram)


BACA JUGA

Minggu, 28 Mei 2017 14:42

Kala Payung Gantung, Jadi Tren Tempat Wisata di Banjarbaru

Jika selama ini payung difungsikan untuk melindungi badan dari rintik hujan dan terik matahari, lain…

Jumat, 26 Mei 2017 13:29

KENALIN NIH, Komunitas Nakama Onepiece Banjarmasin

Anak 90an mana yang tidak kenal dan akrab dengan anime yang satu ini? Ya, One Piece adalah sebuah anime…

Kamis, 25 Mei 2017 14:17

Rumah Pohon Desa Beruntung Jaya Viral di Media Sosial

Rumah Pohon di Cempaka menambah daftar panjang jujugan di Banjarbaru yang ngtren berkat media sosial.…

Kamis, 25 Mei 2017 12:52

Rumah Burung Paruh Bengkok, Basecamp Pehobi Burung Banjarmasin

BANJARMASIN – Hobi Jumadiono dalam memelihara burung berkicau memberikan dampak positif. Betapa…

Selasa, 23 Mei 2017 14:14

Adik Bupati Mardani Pimpin Pemuda Pancasila

BATULICIN - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kabupaten Tanbu H Rois Sunandar berkomitmen dan bertanggungjawab…

Sabtu, 20 Mei 2017 15:47

EKSOTIS, Pantai Berpasir Putih dengan Hamparan Terumbu Karang

Meski baru diresmikan, Pantai Indah Lestari Tanjung Batu yang berada di Desa Sungai Loban Kecamatan…

Kamis, 18 Mei 2017 19:15

Cantik Sehat Mau? Yuk ke SMPC Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) Batulicin akan kembali digelar Minggu (21/5) ini.…

Senin, 15 Mei 2017 13:03

Hutan Pinus Banjarbaru Jadi Indah

BANJARBARU - Hutan Pinus yang terletak di Jalan P Suriansyah Ujung, Kelurahan Komet, Banjarbaru, Minggu…

Senin, 15 Mei 2017 02:52
Lifestyle

Cara Ampuh Atasi Rambut Berminyak

Memiliki rambut sehat berkilau tentunya menjadi dambaan setiap orang. Tak ayal, banyak orang melakukan…

Jumat, 12 Mei 2017 05:35
Medika

Tinja Berlendir Disertai Darah, Waspada Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal memang masih terlalu asing di telinga masyarakat di Indonesia. Namun, jika kita mengenalnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .