MANAGED BY:
SENIN
16 JANUARI
HOME | BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 15 Desember 2016 15:36
NGERI WAL..!! Gak Bisa Sembarangan Masuk ke PT Conch, Tentara Saja Sulit Masuk
DIJAGA KETAT – Gerbang PT Conch South Kalimantan Cement dengan tulisan huruf Hanzi dijaga ketat.

PROKAL.CO, TANJUNG – Apa gerangan yang disembunyikan PT Conch South Kalimantan di lingkungan pabrik dan kantornya. Untuk bisa mengakses ke dalam, sulit luar biasa.  Jangankan wartawan, tentara dan stafnya Dinsosnaker yang berkunjung untuk mendata tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan asal China itu harus “terpental” keluar.

“Sebaiknya Anda datang dengan Pemerintah Kabupaten Tabalong kalau mau konfirmasi ke PT Conch South Kalimantan,” begitu yang dikatakan Kepala Petugas Pengamanan PT Conch South Kalimantan, Goldi ketika ditemui di perusahaan semen tersebut, Rabu (14/12) kemarin.

Perkataan itu diucapkannya karena Radar Banjarmasin datang bermaksud mewawancarai Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan, Yandri di hari yang sama. Sebelum menemuinya, wajib melaporkan ke petugas keamanan setempat terlebih dahulu. "Tentara saja tidak boleh masuk, kalau tidak ada izin," ujarnya.

Menurutnya, memang sedikit sulit untuk menemui bagian manajemen perusahaan, karena sudah menjadi aturan dalam perusahaan jika memasuki kawasan pabrik harus membuat janji dulu sama orang dalam, baru boleh masuk.

Khusus hari itu, ia memberitahukan kalau bagian humas tidak berada di tempat. Sebagaimana informasi dua hari lalu, ketika wartawan menemuinya dengan maksud yang sama.

Padahal sebelumnya, agar bisa melakukan konfirmasi terkait persoalan jalan rusak akibat angkutan semen dan batubara yang digunakan perusahaan, wartawan telah menyerahkan surat dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Tabalong, namun hasilnya nihil.

Sebelum dan sesudah menemui Goldi, wartawan menelepon ke handphone kepala humas, Yandri tapi tidak direspon. Meski telah terdengar ada nada masuk, namun sepertinya tidak diangkat.

Kepala Dinsosnaker Kabupaten Tabalong H Yuhani mengatakan untuk konfirmasi ke PT Conch South Kalimantan memang sulit. Bahkan, pernah beberapa stafnya yang diutusnya untuk melaksanakan tugas tidak diperkenankan masuk. Padahal ingin mengawasi dan melakukan pendataan terhadap tenaga kerja asing di perusahaan tersebut. "Sulit masuk ke Conch, sebaiknya sekalian bawa surat saja dari dinas," usulnya ketika ditemui wartawan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tabalong, H Nanang Mulkani mengatakan, terkait distribusi semen yang merusak jalan sudah dilakukan penertiban. “Kami rutin melakukan razia, seminggu bisa dua kali,” katanya.

Meski sudah rutin melakukan razia, tapi menurutnya itu bukan langkah tepat untuk menertibkan angkutan melebihi muatan beban jalan. Setidaknya untuk beban jalan di Kabupaten Tabalong sendiri hanya 13 ton, sedangkan angkutan semen sering kali melebihi itu. Terlebih lagi, setiap kali razia yang digelar dan melibatkan unsur Polri dan TNI itu, memakan biaya yang tidak sedikit.

Selain itu, pelanggaran muatan yang tidak sesuai beban jalan itu juga tidak bisa dilakukan, karena surat izin angkutan KIR dikeluarkan oleh Dishubkominfo di luar daerah. Untuk sanksi tilang, kalau pun tertangkap hanya didenda dana Rp250 ribu per unit. “Sanksinya sama sekali tidak memberatkan,” cetusnya.

Agar lebih mengena sasaran, Dishubkominfo Kabupaten Tabalong sedang mempersiapkan lahan untuk jembatan timbang di sekitar Desa Kembang Kuning. Pemerintah pusat kabarnya akan memberi bantuan untuk pembangunan jembatan timbang. “Kalau ada jembatan timbang, kami bisa razia tiap hari. Karena semua kendaraan bermuatan wajib ditimbang,” ujarnya. (ibn/yn/ram)


BACA JUGA

Senin, 16 Januari 2017 20:52

Kala Tansmigran Purnawirawan Angkatan Laut Berjuang Dapatkan Sertifikat

Darmo Suwito, 72, terlihat berat melangkahkan kakinya usai menggarap lahan persawahannya. Sambil menggendong…

Senin, 16 Januari 2017 20:48

CATAT..!! Bandara Syamsudin Noor Akan Selesai 2019

BANJARBARU -  Meski telah dilakukan pra eksekusi lahan dan bangunan pada 29 Desember 2016, hingga…

Senin, 16 Januari 2017 19:20

Hedeh..! Terminal Regional Nol Kemajuan, Padahal Sudah Diambil Alih Pusat

BANJARMASIN – Sudah sejak lama terminal regional Tipe A di Jalan A Yani Km 17 Gambut belum juga…

Senin, 16 Januari 2017 18:24

IMB Pembatuan Akan Segera Diperiksa

BANJARBARU – Setelah resmi ditutup pada 15 Desember 2016 lalu. Eks lokalisasi Kompleks Pembatuan…

Senin, 16 Januari 2017 18:22

Nadjmi: Nasi Kabuli, Sasirangan Bordir adalah Khas Banjarbaru

PENGHARGAAN – Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mewakili Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mererima…

Minggu, 15 Januari 2017 15:30

Razia Warung Jablay, Satpol PP Tabalong Temukan PSK Eks Pembatuan

TANJUNG – Ditutupnya lokalisasi Pembatuan dan Batu Besi di Banjarbaru membuat sebagian penghuninya…

Sabtu, 14 Januari 2017 19:47

Pemko Banjarbaru Akan Pasang Baliho Peringatan di Danau Seran

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bakal memasang baliho di Danau Seran Kelurahan Guntung…

Sabtu, 14 Januari 2017 19:35

Ojek Online Makin Menjamur di Banjarmasin, Ojek Konvensional Dibuat Galau

BANJARMASIN - Layanan ojek online sudah mulai memasuki Kota Banjarmasin. Kecemburuan pun terjadi. Bahkan…

Jumat, 13 Januari 2017 16:59

Tak Bisa Temui Mahasiswa, ini Kata Plt Ketua DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Aksi sweeping yang dilakukan oleh mahasiswa ke ruangan-ruangan yang ada di Gedung…

Jumat, 13 Januari 2017 16:31

Mahasiswa Kecele, dari 54 Anggota DPRD Kalsel Hanya 3 yang Hadir

BANJARMASIN - Ratusan mahasiswa dari perguruan tinggi Banjarmasin dan Banjarbaru menggelar demonstrasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .