MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 19 Desember 2016 15:30
Kasus Developer Nakal di Banua, Jangan Ragu Adukan Penipuan Developer
LAGI MARAK - Sebuah perumahan di persawahan Gambut, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, Jangan langsung percaya dengan tawaran menarik dari para developer, sebab keluhan mengenai rendahnya spesifikasi rumah mulai marak.

Seperti yang dialami Handy, baru dua bulan menempati rumah barunya ia sudah harus membeli bahan bangunan untuk menambal beberapa titik dinding yang retak. "Retak semua Mas, harus mengeluarkan biaya lagi," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Bukan hanya dindingnya yang retak, ia menuturkan, rumah barunya yang terletak di kompleks perumahan di kawasan Kecamatan Gambut tersebut juga tidak kokoh. Jika ada mobil melintas di jalan, rumahnya tiba-tiba bergetar. "Ini gara-gara kayu tiang pancangnya yang kurang besar, jadi bangunan rumahnya tidak kokoh," ujarnya.

Untuk memperkuat bangunan rumah tipe 36 miliknya tersebut, ia terpaksa membeli kayu sendiri untuk menambah tiang pancang. "Sekarang sudah tidak terlalu goyang rumahnya, karena tiangnya sudah saya tambah," ungkapnya.

Handy sangat menyayangkan dengan spesifikasi rumah barunya tersebut. Menurutnya, harusnya pengembang properti tidak asal-asalan dalam membangun. "Harusnya jangan memikirkan untungnya saja, tapi pikirkan juga bagaimana supaya membangun dengan spek terbaik. Padahal rumah ini harga jualnya Rp120 juta, tapi tidak sesuai dengan speknya," keluhnya.

Salah satu konsultan bangunan Trisno menuturkan, rumah seharga Rp120 juta harusnya memiliki spesifikasi lebih baik dibandingkan dengan rumah milik Handy. "Saya kalau disuruh membangun rumah harga yang saya tawarkan hanya Rp50 juta, itu sudah termasuk material. Pokoknya sudah tahu jadi," ujarnya.

Ia menambahkan, namun jika material sudah disediakan oleh pemilik rumah. Dirinya hanya mematok harga Rp15 juta untuk membangun satu unit rumah dengan tipe 36. "Rp15 juta itu sudah bersih dengan kuli-kulinya," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sementara modal membeli material untuk membangun rumah tipe 36 hanya sekitar Rp35 juta. "Paling pengeluaran yang banyak ya membeli semen, kalau rumah tipe 36 itu biasanya menghabiskan semen sebanyak 35 sak," pungkasnya.
Mengutip data Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sepanjang 2010 sampai 2015, serapan FLPP (Fasilitas Likuiditas Perkreditan Perumahan) Kalsel masuk peringkat lima besar nasional.

Kalsel berada di peringkat empat setelah Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Dalam nominal Kalsel menyerap 6,32 persen atau 27.169 unit rumah. KPR (Kredit Perumahan Rakyat) diharapkan bisa menjadi solusi bagi warga yang masih ngontrak.

Dengan jangka kredit 20 tahun, cicilan per bulan berkisar antara Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Tak lebih mahal dari tarif ngontrak rumah di sebuah kota besar. Masalahnya, rumah tipe sangat sederhana acapkali berbanding lurus dengan rumah bermutu rendah.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) rupanya sudah lama memantau masalah ini. Sayang, belum ada satu pun aduan konsumen terkait pengembang nakal yang sampai ke meja kerja mereka. "Kami sudah lama menunggu-nunggu laporan konsumen soal perumahan," kata Ketua YLKI Kalsel Hasbi Mahbara, kemarin (18/12) saat dihubungi Radar Banjarmasin via telpon.

Saat pengembang coba memikat pembeli, tentu informasi fasilitas dan spek rumah dibeberkan panjang lebar. Pembeli juga diajak melihat ke lokasi perumahan. Hingga pembeli yakin mempertaruhkan tabungan dan gajinya. "Nah, ketika informasi tidak sesuai dengan kenyataan, unsur penipuan jelas sudah terpenuhi," tegasnya.

Hasbi kebetulan juga Sekretaris LBH (Lembaga Bantuan Hukum) HAPI (Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia) Kalsel. "Kalau cuma mengeluh dan tak mau repot, itu bukan solusi. YLKI punya slogan konsumen cerdas. Nah, sekarang bukan hanya cerdas, tapi juga berani mengadukan," imbuhnya.

Contoh, laporan terbanyak yang masuk ke YLKI terkait aksi leasing. Penikmat kredit sepeda motor diburu dan dirampas di jalan umum bak seorang kriminal. "Konsumen jelas dirugikan, perampasan itu tindak pidana yang melanggar undang-undang, peraturan Menteri Keuangan dan BI (Bank Indonesia)," jelasnya.

Seandainya besok ada aduan konsumen yang masuk, Hasbi berjanji akan mengkaji dan menindaklanjuti aduan secara serius. "YLKI akan mengontak REI (Real Estate Indonesia). Kami siap mengadvokasi konsumen," pungkasnya. (ris/fud/by/ran)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 10:58

Keren nih..! Taman Rekreasi Air Bakal Hadir di Perumahan Batola Residence

Pariwisata menjadi sektor yang menggeliat di Kalsel. Banyak obyek wisata baru yang hadir untuk memberikan…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:24

Fintek Syariah Untuk Pengembangan UMKM Di Banua

BANJARBARU - Untuk memajukan perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di penjuru negeri termasuk…

Senin, 08 Oktober 2018 18:10

Transaksi GATF 2018 Capai Rp31,5 Miliar

BANJARMASIN - Kerja sama Garuda Indonesia dan BNI dalam rangkaian Garuda Indonesia Travel Fair (GATF)…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:21

Warung Anti Inflasi Dibuka, Begini Penampakannya

TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banjarmasin dan Perum Bulog membuka Toko Pangan Kita di Pasar…

Minggu, 30 September 2018 10:59

PDAM Bandarmasih Lagi Bingung Jar, Bantui Kah?

BANJARMASIN - PDAM Bandarmasih belum menetapkan pilihan. Apakah berubah menjadi perseroda (perseroan…

Jumat, 07 September 2018 13:14

Demo Selamatkan Rupiah, Suara Mahasiswa Tak Didengar Anggota Dewan

BANJARMASIN - Rupiah masih terpuruk di angka hampir Rp 15ribu per dollarnya. Sejumlah mahasiswa-mahasiswi…

Kamis, 06 September 2018 15:03

Dolar Naik, Bagaimana Dengan Harga BBM? Ini Jawaban Pertamina

BANJARMASIN – PT Pertamina (Persero) menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina…

Sabtu, 11 Agustus 2018 08:57

Pemko: Pelabuhan Mantuil Dibuka untuk Investor Asing

BANJARMASIN - Pemko dan Pelindo menyeriusi pengembangan industri dan pelabuhan di Mantuil, Banjarmasin…

Kamis, 09 Agustus 2018 13:49

BURUAN..!! Pemprov Kalsel Bebaskan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor

BANJARMASIN - Dalam rangka Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-68, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan keringanan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14

Uniknya Warung Amal HKSN, Boleh Bayar Lebih, Boleh Makan Gratis

Warung Amal HKSN boleh dibilang nekat. Membuka rumah makan dengan konsep "eat as you can, pay as you…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .