MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Senin, 19 Desember 2016 15:30
Kasus Developer Nakal di Banua, Jangan Ragu Adukan Penipuan Developer
LAGI MARAK - Sebuah perumahan di persawahan Gambut, Kabupaten Banjar.

PROKAL.CO, Jangan langsung percaya dengan tawaran menarik dari para developer, sebab keluhan mengenai rendahnya spesifikasi rumah mulai marak.

Seperti yang dialami Handy, baru dua bulan menempati rumah barunya ia sudah harus membeli bahan bangunan untuk menambal beberapa titik dinding yang retak. "Retak semua Mas, harus mengeluarkan biaya lagi," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Bukan hanya dindingnya yang retak, ia menuturkan, rumah barunya yang terletak di kompleks perumahan di kawasan Kecamatan Gambut tersebut juga tidak kokoh. Jika ada mobil melintas di jalan, rumahnya tiba-tiba bergetar. "Ini gara-gara kayu tiang pancangnya yang kurang besar, jadi bangunan rumahnya tidak kokoh," ujarnya.

Untuk memperkuat bangunan rumah tipe 36 miliknya tersebut, ia terpaksa membeli kayu sendiri untuk menambah tiang pancang. "Sekarang sudah tidak terlalu goyang rumahnya, karena tiangnya sudah saya tambah," ungkapnya.

Handy sangat menyayangkan dengan spesifikasi rumah barunya tersebut. Menurutnya, harusnya pengembang properti tidak asal-asalan dalam membangun. "Harusnya jangan memikirkan untungnya saja, tapi pikirkan juga bagaimana supaya membangun dengan spek terbaik. Padahal rumah ini harga jualnya Rp120 juta, tapi tidak sesuai dengan speknya," keluhnya.

Salah satu konsultan bangunan Trisno menuturkan, rumah seharga Rp120 juta harusnya memiliki spesifikasi lebih baik dibandingkan dengan rumah milik Handy. "Saya kalau disuruh membangun rumah harga yang saya tawarkan hanya Rp50 juta, itu sudah termasuk material. Pokoknya sudah tahu jadi," ujarnya.

Ia menambahkan, namun jika material sudah disediakan oleh pemilik rumah. Dirinya hanya mematok harga Rp15 juta untuk membangun satu unit rumah dengan tipe 36. "Rp15 juta itu sudah bersih dengan kuli-kulinya," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sementara modal membeli material untuk membangun rumah tipe 36 hanya sekitar Rp35 juta. "Paling pengeluaran yang banyak ya membeli semen, kalau rumah tipe 36 itu biasanya menghabiskan semen sebanyak 35 sak," pungkasnya.
Mengutip data Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sepanjang 2010 sampai 2015, serapan FLPP (Fasilitas Likuiditas Perkreditan Perumahan) Kalsel masuk peringkat lima besar nasional.

Kalsel berada di peringkat empat setelah Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Dalam nominal Kalsel menyerap 6,32 persen atau 27.169 unit rumah. KPR (Kredit Perumahan Rakyat) diharapkan bisa menjadi solusi bagi warga yang masih ngontrak.

Dengan jangka kredit 20 tahun, cicilan per bulan berkisar antara Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Tak lebih mahal dari tarif ngontrak rumah di sebuah kota besar. Masalahnya, rumah tipe sangat sederhana acapkali berbanding lurus dengan rumah bermutu rendah.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) rupanya sudah lama memantau masalah ini. Sayang, belum ada satu pun aduan konsumen terkait pengembang nakal yang sampai ke meja kerja mereka. "Kami sudah lama menunggu-nunggu laporan konsumen soal perumahan," kata Ketua YLKI Kalsel Hasbi Mahbara, kemarin (18/12) saat dihubungi Radar Banjarmasin via telpon.

Saat pengembang coba memikat pembeli, tentu informasi fasilitas dan spek rumah dibeberkan panjang lebar. Pembeli juga diajak melihat ke lokasi perumahan. Hingga pembeli yakin mempertaruhkan tabungan dan gajinya. "Nah, ketika informasi tidak sesuai dengan kenyataan, unsur penipuan jelas sudah terpenuhi," tegasnya.

Hasbi kebetulan juga Sekretaris LBH (Lembaga Bantuan Hukum) HAPI (Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia) Kalsel. "Kalau cuma mengeluh dan tak mau repot, itu bukan solusi. YLKI punya slogan konsumen cerdas. Nah, sekarang bukan hanya cerdas, tapi juga berani mengadukan," imbuhnya.

Contoh, laporan terbanyak yang masuk ke YLKI terkait aksi leasing. Penikmat kredit sepeda motor diburu dan dirampas di jalan umum bak seorang kriminal. "Konsumen jelas dirugikan, perampasan itu tindak pidana yang melanggar undang-undang, peraturan Menteri Keuangan dan BI (Bank Indonesia)," jelasnya.

Seandainya besok ada aduan konsumen yang masuk, Hasbi berjanji akan mengkaji dan menindaklanjuti aduan secara serius. "YLKI akan mengontak REI (Real Estate Indonesia). Kami siap mengadvokasi konsumen," pungkasnya. (ris/fud/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 19:03

Ekspor Bahan Bakar Mineral Makin Tinggi

BANJARMASIN - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalsel pada Desember 2017 tadi mencapai 783,17 juta…

Senin, 15 Januari 2018 11:16

Dadah Properti.. Ini Investasi 2018 Paling Menjanjikan di Banjarmasin

Banjarmasin tak cuma sekadar ibukota, tapi pusat perekonomian Kalsel. Bahkan provinsi tetangga, Kalteng…

Rabu, 10 Januari 2018 16:02

Ternyata Daging Ayam Sumbang Inflasi Tertinggi

BANJARBARU - Di bulan Desember 2017 lalu, Kalsel merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Tanjung…

Selasa, 02 Januari 2018 15:07

Pelaku Industri Optimis Perbankan Syariah Meningkat

BANJARMASIN - Industri keuangan syariah di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan industri…

Minggu, 17 Desember 2017 13:48

Dua Minggu Jelang Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

KANDANGAN — Dua minggu menjelang natal 2017 dan tahun baru 2018 harga kebutuhan pokok di Kabupaten…

Kamis, 14 Desember 2017 15:34

HEDEH..!! Gas 12 Kg Juga Ikutan Langka

AMUNTAI - Sejak November lalu, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dibuat bingung dengan menghilangnya…

Kamis, 14 Desember 2017 12:24

Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Penambahan Tabung Gas

BANJARMASIN - Menggenjot sepeda Federal butut dari rumahnya di Pekapuran, Taufik Rahman mendatangi pangkalan…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Pasokan Elpiji di Kalsel Aman

BANJARMASIN - Pertamina memastikan pasokan elpiji  3 kilogram  di Kalimantan Selatan aman.…

Senin, 11 Desember 2017 19:17

PLN Kalselteng Kenalkan Kompor Induksi

BANJARBARU - Ratusan masyarakat Banjarmasin antusias menghadiri acara "Bamasak Mamakai Kompor Induksi"…

Sabtu, 02 Desember 2017 10:06
Kuliner

Angin Laut Membawa Hidangan Misterius ke Banjarbaru

BANJARBARU - Secara definitif, Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .