MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Kamis, 22 Desember 2016 14:08
Seruu.!! Disini Nangkep Tikus Dapet Duit Loh ..
HASIL BURUAN – Aparat perlihatkan hasil buruan tikus di Antasan Senor

PROKAL.CO, MARTAPURA –Satu ekor tikus yang selama ini dianggap hama ternyata berharga. Satu ekor dibanderol Rp500. Bagi siapa saja yang ikut berburu pasti akan menikmati hasil jerih payahnya. Sayembara itu pun digagas oleh aparat desa untuk membasmi hewan pengganggu yang mudah ditemukan saat sejumlah ladang memulai masa tanam setelah sebelumnya di panen.

Setelah sebelumnya ribuan ekor tikus berhasil diburu di kawasan Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur, kini giliran petani dari Antasan Senor, Kecamatan Martapura Barat. Di sini, aparat desa mengajak seluruh masyarakat termasuk anggota Koramil dan Polsek, mereka bahu membahu berburu tikus menggunakan alat seadanya.

Bambu panjang yang biasa digunakan untuk menanjak perahu digunakan untuk menghalau tikus yang bersembunyi di lobang-lobang dekat gundukan tanah. Sedangkan dayung kayu turut juga dipakai bila tikus sudah terkepung.

”Kami pukul-pukul lobang tikus menggunakan tatanjak, setelah keluar, baru kami pukul beramai ramai pukul dari atas jukung,” Dedi terkekeh senang, kemarin usai beraksi di tengah ladang yang didominasi rawa tersebut.

Keahlian berburu tikus baru diperoleh Dedi dari penjelasan singkat para seniornya, termasuk sosialisasi singkat dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan. Mengejar tikus dengan cara dipukul saat lari di antara air dan gundukan tanah, diakui Dedi adalah pengalaman perdana dan menyenangkan.

“Kalau abah sering ikut berburu tikus di sawah, seru dan lumayan dapat rezeki untuk beli rokok,” ujarnya dengan baju basah akibat kepercik air rawa di sekitar belakang rumah tetangganya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Harapan Bersama Desa Antasan Senor Zaini mengabarkan, perburuan tikus jadi agenda rutin saban tahun petani yang memiliki sawah yang dekat dengan rawa. Warga gelisah, tambah Zaini dengan tingginya populasi tikus yang berkeliaran di ladang setiap musim tanam tiba. “Tahun ini lebih sulit memburu tikus, debit air di sawah sangat tinggi. Kalau mau maksimal tentu harus nunggu musim kemarau, tapi ini ‘kan jadwal tanam sudah dekat jadi kami putuskan cepat berburu secara massal,” ungkap Zaini lagi.

Sekitar dua jam berburu tikus, warga cuma bisa mengumpulkan sekitar 75 ekor dengan harga perekornya Rp500, jumlah tangkapan itu termasuk sedikit mengingatkan sulitnya medan yang harus menggunakan perahu ke lokasi. Perburuan massal itu rencananya disambung lagi Karena cuaca mulai tidak bersahabat.

“Dana membeli tikus itu berasal dari petani sendiri yang diwajibkan menyerahkan hasil panen 1 blek saban tahun. Jadi, duit mereka kami gunakan untuk menggelar sayembara berburu tikus,” tukasnya.

Sedangkan Pengamat Hama dan Penyakit Kecamatan Martapura Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan Untung Prihadi mengatakan, kegiatan berburu hama jadi wahana silaturahmi sesama warga yang bermanfaat mengurangi serangan hama padi. Cara manual lebih baik dibanding menggunakan bahan kimia. “Karena serangan hama tikus hampir setiap musim tanam, yang terjadi saat-saat beberapa hari lagi padi akan di panen,” ungkapnya. (mam/yn/ram)


BACA JUGA

Minggu, 23 April 2017 15:23
Kabar Banjarbaru

Kampung Pejabat Banjarbaru, Sebagian Besar Warganya Pedagang Jamu

Banjarbaru memiliki destinasi baru dengan nama Kampung Pejabat. Namun, nama pejabat diambil bukan karena…

Jumat, 21 April 2017 14:53

Sejuknya, Ratusan Napi Lapas Martapura Khataman Alquran

MARTAPURA - Hal yang berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Anak Martapura di Jalan Pintu…

Jumat, 21 April 2017 09:25

Dahlan Iskan dan "Musuh Besarnya"

Di media ini saya pernah menulis kolom tentang para pemimpin yang “gila”. Misalnya, ada…

Rabu, 19 April 2017 22:13

Cihuy.. Amuntai Bakal Miliki Destinasi Wisata Baru

AMUNTAI – Tahun depan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bakal memiliki destinasi wisata baru.…

Selasa, 11 April 2017 16:53

Publikasi Jurnal Ilmiah Terkendala Bahasa

BANJARMASIN – Faktor bahasa masih menjadi kendala bagi publikasi jurnal ilmiah internasional di…

Sabtu, 08 April 2017 18:31

Keren..! Petani di Desa Mantimin Ciptakan Gumbaan Bertenaga Surya

SEBUAH inovasi teknologi untuk mempermudah proses pertanian diciptakan oleh seorang petani asal Desa…

Rabu, 05 April 2017 16:05

Pinjami Zakir Naik Pesawat Pribadi, H Isam Mendadak Tenar di Medsos

Pengusaha Banua Haji Andi Syamsuddin Arsyad mendadak menjadi tenar di media sosial. Itu setelah H Isam…

Jumat, 31 Maret 2017 14:46

Dampak Video Viral Ular Telan Buruh, Pekerja Sawit Lain Dibuat Takut

KOTABARU - Tewasnya buruh perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Sulbar belum lama tadi, ternyata…

Senin, 27 Maret 2017 11:03

Ternyata Teknis Membuat Kain Sasirangan Tak Rumit

Komunitas Pecinta Sasirangan membuat pelatihan di Aula Pemko Banjarmasin, kemarin (26/3). Cukup banyak…

Kamis, 23 Maret 2017 17:14

PT Pelindo III Banjarmasin Serahkan Penghargaan Kepada Radar Banjarmasin

GRESIK - Radar Banjarmasin menerima penghargaan dari Pelindo III Banjarmasin, Kamis (23/3). Penghargaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .