MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Kamis, 22 Desember 2016 14:08
Seruu.!! Disini Nangkep Tikus Dapet Duit Loh ..
HASIL BURUAN – Aparat perlihatkan hasil buruan tikus di Antasan Senor

PROKAL.CO, MARTAPURA –Satu ekor tikus yang selama ini dianggap hama ternyata berharga. Satu ekor dibanderol Rp500. Bagi siapa saja yang ikut berburu pasti akan menikmati hasil jerih payahnya. Sayembara itu pun digagas oleh aparat desa untuk membasmi hewan pengganggu yang mudah ditemukan saat sejumlah ladang memulai masa tanam setelah sebelumnya di panen.

Setelah sebelumnya ribuan ekor tikus berhasil diburu di kawasan Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur, kini giliran petani dari Antasan Senor, Kecamatan Martapura Barat. Di sini, aparat desa mengajak seluruh masyarakat termasuk anggota Koramil dan Polsek, mereka bahu membahu berburu tikus menggunakan alat seadanya.

Bambu panjang yang biasa digunakan untuk menanjak perahu digunakan untuk menghalau tikus yang bersembunyi di lobang-lobang dekat gundukan tanah. Sedangkan dayung kayu turut juga dipakai bila tikus sudah terkepung.

”Kami pukul-pukul lobang tikus menggunakan tatanjak, setelah keluar, baru kami pukul beramai ramai pukul dari atas jukung,” Dedi terkekeh senang, kemarin usai beraksi di tengah ladang yang didominasi rawa tersebut.

Keahlian berburu tikus baru diperoleh Dedi dari penjelasan singkat para seniornya, termasuk sosialisasi singkat dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan. Mengejar tikus dengan cara dipukul saat lari di antara air dan gundukan tanah, diakui Dedi adalah pengalaman perdana dan menyenangkan.

“Kalau abah sering ikut berburu tikus di sawah, seru dan lumayan dapat rezeki untuk beli rokok,” ujarnya dengan baju basah akibat kepercik air rawa di sekitar belakang rumah tetangganya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Harapan Bersama Desa Antasan Senor Zaini mengabarkan, perburuan tikus jadi agenda rutin saban tahun petani yang memiliki sawah yang dekat dengan rawa. Warga gelisah, tambah Zaini dengan tingginya populasi tikus yang berkeliaran di ladang setiap musim tanam tiba. “Tahun ini lebih sulit memburu tikus, debit air di sawah sangat tinggi. Kalau mau maksimal tentu harus nunggu musim kemarau, tapi ini ‘kan jadwal tanam sudah dekat jadi kami putuskan cepat berburu secara massal,” ungkap Zaini lagi.

Sekitar dua jam berburu tikus, warga cuma bisa mengumpulkan sekitar 75 ekor dengan harga perekornya Rp500, jumlah tangkapan itu termasuk sedikit mengingatkan sulitnya medan yang harus menggunakan perahu ke lokasi. Perburuan massal itu rencananya disambung lagi Karena cuaca mulai tidak bersahabat.

“Dana membeli tikus itu berasal dari petani sendiri yang diwajibkan menyerahkan hasil panen 1 blek saban tahun. Jadi, duit mereka kami gunakan untuk menggelar sayembara berburu tikus,” tukasnya.

Sedangkan Pengamat Hama dan Penyakit Kecamatan Martapura Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan Untung Prihadi mengatakan, kegiatan berburu hama jadi wahana silaturahmi sesama warga yang bermanfaat mengurangi serangan hama padi. Cara manual lebih baik dibanding menggunakan bahan kimia. “Karena serangan hama tikus hampir setiap musim tanam, yang terjadi saat-saat beberapa hari lagi padi akan di panen,” ungkapnya. (mam/yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Tips Tampil Pede Tanpa Make Up ala ASN Cantik

Kata siapa make up adalah kunci utama untuk tampil cantik. Yang pasti tidak bagi Gusti Zahratan. Aparatur…

Senin, 19 Februari 2018 14:18

WOW..! Tak Tanggung-tanggung H Isam Akan Umrohkan 250 Orang

BATULICIN - Puluhan guru di SMPN I Mantewe, lagi bergembira ria. Mereka bakal berangkat umrah tahun…

Senin, 19 Februari 2018 13:45

Ternyata Melukis Bisa Membantuk Rasa Pede, Begini Caranya

BANJARMASIN – Menggambar tentu mengasyikkan. Terumata bagi anak-anak. Manfaatnya luar biasa. Tak…

Rabu, 14 Februari 2018 15:42

Cinta yang Jatuh pada Bukan Lawan Jenis

Dora menjadi transpuan karena pelecehan seksual di masa kecil. Keket tidak, dia memilihnya dengan sadar.…

Senin, 12 Februari 2018 12:55

Maras..!! Ini Nasib Meriam yang Ditemukan di Bawah Jembatan Tatas Dulu

BANJARMASIN - Masih ingatkah dengan meriam yang ditemukan 8 Agustus 2016 lalu? Ya, senjata sepanjang…

Jumat, 09 Februari 2018 13:56

Serunya Bermain RC Car, Beradu Layaknya Mobil Sungguhan

BANJARMASIN - Banyaknya pehobi mobil-mobilan Remote Control (RC) di Banua, membuat para pencintanya…

Rabu, 07 Februari 2018 14:04

Perkenalkan, Komunitas Cari Jodoh Buhan Banjar

Mencari jodoh susah-susah gampang. Jika memang rezeki, mudah ditemukan. Tapi kalau apes, sulitnya minta…

Selasa, 06 Februari 2018 12:28

Membuat Furniture Cantik Dari Kayu Bekas

BANJARMASIN - Seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, segala sesuatu…

Rabu, 31 Januari 2018 14:18

Super Blue Blood Moon Malam ini, Perpaduan Tiga Fenomena Bulan

Super Blue Blood Moon. Begitulah sebutannya. Gerhana bulan yang pernah terjadi 152 tahun lalu itu bakal…

Minggu, 28 Januari 2018 17:21

CATAT..! Haul Akbar Guru Sekumpul Jatuh Tanggal 25 Maret

MARTAPURA – Haul Akbar ke-13 Alimul `allamah Al `Arif Billah Asy-Syekh Haji Muhammad Zaini Abdul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .