MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 23 Desember 2016 16:09
Takut Ngayau, Misionaris Dikawal Pasukan Sultan

Sejarah Gereja Protestan Tertua di Banjarmasin (Bagian Satu)

MISIONARIS PERTAMA - Pendeta Besel Jerias bersama potret rombongan pertama misionaris dari Jerman.

PROKAL.CO, Masyarakat Banjarmasin tempo doeloe punya panggilan sayang untuk Gereja Dayak (kini Gereja Kalimantan Evangelis), yakni Gereja Dangsanak.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

TAHUN 1835, misionaris asal Jerman tiba di Banjarmasin. Foto hitam putih berukuran besar rombongan pertama itu terpampang di ruang kerja Ketua Resort GKE Banjarmasin Pendeta Besel Jerias. "Selain membawa misi Injil, mereka juga membawa misi pendidikan dan kesehatan," kata Besel, 54 tahun.

Kepemimpinan Besel di gereja di Jalan DI Panjaitan itu terbagi dua periode. Dari tahun 1993 sampai 1997, berlanjut dari tahun 2012 sampai sekarang. Selasa (20/12) pagi itu Besel mengenakan kemeja Sasirangan warna merah darah. Ia asli Suku Daya Kapuas.

Pendaratan awal misionaris di Banjarmasin tidaklah aneh. Mengingat sebelum pemecahan provinsi, ibukota Kalimantan atau Borneo adalah Banjarmasin. Keraton pertama Kesultanan Banjar juga berada di Kampung Kuin.

Diperkirakan usia GKE sudah menginjak 1,5 abad lebih. Inilah gereja Kristen Protestan tertua di tanah Banjar. "Bangunan awalnya kecil dari kayu ulin," sebutnya. Sebelum berubah nama menjadi GKE, namanya adalah Gereja Dayak. Perubahan nama diputuskan dalam musyawarah tahun 1950.

Alasannya, khawatir umat Kristiani dari suku lain tak kerasan. Selepas Indonesia merdeka, pengurus gereja yakin suku dari berbagai nusantara bakal berlomba merantau kemari. "Kalimantan bak perempuan cantik yang misterius. Wajar semua suku terpikat menyuntingnya," ujarnya tersenyum.

Sekarang, gereja berdaya tampung 890 orang itu membina tiga ribu orang (khusus untuk Banjarmasin). Selama memimpin GKE, ia mengaku makin memahami tugas seorang pendeta. Pendeta ibarat talenan, tempat menetak daging ayam atau mengeluarkan jeroan ikan. "Yang baik dan buruk ditimpakan ke pendeta semua," ujarnya tertawa.

Besel lantas mengajak penulis berkeliling gereja. Dari aula utama yang dihiasi lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci. Sampai kamar khusus tempat pendeta bersiap menghadapi jemaat. Kamar itu gelap, cahaya merambat pelan dari jendela berbentuk salip.

Sementara itu, Senin (19/12) pagi penulis mengunjungi Prof Melkiannus Paul Lambut di rumahnya di Jalan Cendrawasih. Guru Besar FKIP Universitas Lambung Mangkurat itu juga aktif sebagai pembina Gereja Eben Ezer di Jalan Sudirman, pusat jaringan GKE di lima provinsi Kalimantan.

Dosen sastra berumur 85 tahun itu punya banyak kisah menarik tentang sejarah pendirian GKE. "Gereja dibangun di atas tanah hadiah Kesultanan Banjar pada seorang kapten berdarah Ambon, namanya Hendrik Hehanusa," ujarnya.

Bantuan pada gereja bukan cuma lahan. Tapi juga kawalan pasukan untuk misionaris saat masuk pedalaman. Hutan rimba Kalimantan terkenal seram. Sebagian suku masih memegang tradisi Ngayau, penggal kepala ala Dayak. "Berkat pasukan kesultanan, kepala para misionaris tetap utuh terpasang," imbuhnya.

Pertanyaannya, apa dasar kedekatan kesultanan dengan misionaris? Jawabannya kental aroma politis. Pertama, kesultanan berperang dengan Belanda, tapi tak anti Jerman. Kedua, perjanjian tidak mengkristenkan muslim. Tawaran masuk Kristen hanya berlaku untuk penganut Animisme. "Kami tidak akan mengkristenkan saudara Banjar yang muslim," tegas Lambut.

Bukti kerukunan tampak jelas dari panggilan sayang masyarakat Banjarmasin untuk Gereja Dayak, yakni Gereja Dangsanak (artinya saudara). "Saat pembangunan gereja, saudara muslim juga turun tangan membantu," ujarnya.

Faktor lain mengapa Protestan bisa bergerak luwes karena pemerintah Belanda sempat menahan masuknya misionaris Katolik. Alasannya khawatir terjadi gesekan. "Uniknya Belanda, anti sekali dengan keributan berbau agama," pungkasnya. (fud/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .