MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 23 Desember 2016 16:09
Takut Ngayau, Misionaris Dikawal Pasukan Sultan

Sejarah Gereja Protestan Tertua di Banjarmasin (Bagian Satu)

MISIONARIS PERTAMA - Pendeta Besel Jerias bersama potret rombongan pertama misionaris dari Jerman.

PROKAL.CO, Masyarakat Banjarmasin tempo doeloe punya panggilan sayang untuk Gereja Dayak (kini Gereja Kalimantan Evangelis), yakni Gereja Dangsanak.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

TAHUN 1835, misionaris asal Jerman tiba di Banjarmasin. Foto hitam putih berukuran besar rombongan pertama itu terpampang di ruang kerja Ketua Resort GKE Banjarmasin Pendeta Besel Jerias. "Selain membawa misi Injil, mereka juga membawa misi pendidikan dan kesehatan," kata Besel, 54 tahun.

Kepemimpinan Besel di gereja di Jalan DI Panjaitan itu terbagi dua periode. Dari tahun 1993 sampai 1997, berlanjut dari tahun 2012 sampai sekarang. Selasa (20/12) pagi itu Besel mengenakan kemeja Sasirangan warna merah darah. Ia asli Suku Daya Kapuas.

Pendaratan awal misionaris di Banjarmasin tidaklah aneh. Mengingat sebelum pemecahan provinsi, ibukota Kalimantan atau Borneo adalah Banjarmasin. Keraton pertama Kesultanan Banjar juga berada di Kampung Kuin.

Diperkirakan usia GKE sudah menginjak 1,5 abad lebih. Inilah gereja Kristen Protestan tertua di tanah Banjar. "Bangunan awalnya kecil dari kayu ulin," sebutnya. Sebelum berubah nama menjadi GKE, namanya adalah Gereja Dayak. Perubahan nama diputuskan dalam musyawarah tahun 1950.

Alasannya, khawatir umat Kristiani dari suku lain tak kerasan. Selepas Indonesia merdeka, pengurus gereja yakin suku dari berbagai nusantara bakal berlomba merantau kemari. "Kalimantan bak perempuan cantik yang misterius. Wajar semua suku terpikat menyuntingnya," ujarnya tersenyum.

Sekarang, gereja berdaya tampung 890 orang itu membina tiga ribu orang (khusus untuk Banjarmasin). Selama memimpin GKE, ia mengaku makin memahami tugas seorang pendeta. Pendeta ibarat talenan, tempat menetak daging ayam atau mengeluarkan jeroan ikan. "Yang baik dan buruk ditimpakan ke pendeta semua," ujarnya tertawa.

Besel lantas mengajak penulis berkeliling gereja. Dari aula utama yang dihiasi lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci. Sampai kamar khusus tempat pendeta bersiap menghadapi jemaat. Kamar itu gelap, cahaya merambat pelan dari jendela berbentuk salip.

Sementara itu, Senin (19/12) pagi penulis mengunjungi Prof Melkiannus Paul Lambut di rumahnya di Jalan Cendrawasih. Guru Besar FKIP Universitas Lambung Mangkurat itu juga aktif sebagai pembina Gereja Eben Ezer di Jalan Sudirman, pusat jaringan GKE di lima provinsi Kalimantan.

Dosen sastra berumur 85 tahun itu punya banyak kisah menarik tentang sejarah pendirian GKE. "Gereja dibangun di atas tanah hadiah Kesultanan Banjar pada seorang kapten berdarah Ambon, namanya Hendrik Hehanusa," ujarnya.

Bantuan pada gereja bukan cuma lahan. Tapi juga kawalan pasukan untuk misionaris saat masuk pedalaman. Hutan rimba Kalimantan terkenal seram. Sebagian suku masih memegang tradisi Ngayau, penggal kepala ala Dayak. "Berkat pasukan kesultanan, kepala para misionaris tetap utuh terpasang," imbuhnya.

Pertanyaannya, apa dasar kedekatan kesultanan dengan misionaris? Jawabannya kental aroma politis. Pertama, kesultanan berperang dengan Belanda, tapi tak anti Jerman. Kedua, perjanjian tidak mengkristenkan muslim. Tawaran masuk Kristen hanya berlaku untuk penganut Animisme. "Kami tidak akan mengkristenkan saudara Banjar yang muslim," tegas Lambut.

Bukti kerukunan tampak jelas dari panggilan sayang masyarakat Banjarmasin untuk Gereja Dayak, yakni Gereja Dangsanak (artinya saudara). "Saat pembangunan gereja, saudara muslim juga turun tangan membantu," ujarnya.

Faktor lain mengapa Protestan bisa bergerak luwes karena pemerintah Belanda sempat menahan masuknya misionaris Katolik. Alasannya khawatir terjadi gesekan. "Uniknya Belanda, anti sekali dengan keributan berbau agama," pungkasnya. (fud/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 14:04

Ini Dia Sosok Penjahit Pakaian Adat Presiden Jokowi di Hari Kemerdekaan

Warga Banua bangga ketika menyaksikan Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas Banjar dan tenun…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:25

Hunting Bareng di  Desa Wisata Wadian Tambai Halong

Keelokan Desa Wisata Wadian Tambai, Kabupaten Balangan, yang menyimpan ragam seni  dan budaya serta…

Jumat, 18 Agustus 2017 16:33

Begini Kemeriahaan Hari Kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan

Hari Kemerdekaan menjadi hari yang selalu ditunggu para narapidana setiap tahunnya. Alasannya lebih…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:54

Ketika Warga Angkasa Gelar Apel Sendiri

Upacara bendera 17 Agustus bukan milik kantor pemerintah atau sekolah semata. Itulah yang coba dibuktikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:37

Ketika Tahanan Polsekta Banjarmasin Timur Ikut Rayakan Kemerdekaan RI

Para tahanan Polsekta Banjarmasin Timur juga bisa merasakan kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Bahkan…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:35

Wow, Di Banjarbaru Ada Konter Puisi, Pertama di Indonesia Loh!

Biasanya konter identik dengan handphone atau permak levis. Di Banjarbaru, ada sebuah konter yang baru…

Selasa, 15 Agustus 2017 16:40

Kisah Anak-Anak Darussalam Menyiasati Pengeluaran Uang Kiriman

Menjadi anak kos yang jauh dari orangtua, tentu harus bisa mengatur uang sebaik mungkin agar jatah bulanan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:30

Melihat Kondisi Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Kalsel

Meski gencar diperangi, kasus-kasus narkoba di Kalsel terus meningkat. Hukuman mati yang diterapkan…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:21

Sekolah di Tengah Perkebunan Sawit, Tidak Terurus, Siswa Tinggal Sembilan

Bangunan sekolahnya masih lengkap, ruang kelasnya pun tidak kurang. Tetapi kondisinya tidak terurus.…

Kamis, 10 Agustus 2017 11:14

Mengenal Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Seribu Sungai

BANJARMASIN – Jika club motor pada umumnya melakukan touring di wilayah perkotaan dengan menyusuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .