MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Desember 2016 12:55
Diduduki Penjajah Jepang, Hampir Dibakar Perusuh

Sejarah Gereja Katolik Tertua di Banjarmasin (Bagian Dua)

PROKAL.CO, Berdiri pada April 1936, Gereja Batu dua kali berhasil melewati fase sulit. Masa penjajahan Jepang dan tragedi Jumat Kelabu.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

GEREJA Batu sebenarnya cuma nama julukan. Nama resminya adalah Paroki Katedral Keluarga Kudus. "Saat itu semua rumah sekitar dari kayu, sementara gereja dibangun dari batu. Lalu jadi kebiasaan masyarakat menyebut Gereja Batu," kata Romo Theodorus Yuliono Prasetyo Adi, Kamis (22/12) siang.

Jelang Natal, pengurus sibuk membersihkan dan menghias gereja. Romo mengenakan pakaian kerjanya, celana jins dan kaos oblong yang lengannya digunting. Berumur 62 tahun, ia periang dan suka bercanda. Selain menjadi pastor disitu, Romo juga aktif sebagai Vikarus Jenderal Keuskupan Banjarmasin.

"Cikal bakal gereja berada di samping Balai Pemuda (sekarang Gedung KNPI)," imbuhnya. Tahun 1931 misionaris membeli bekas losmen kayu untuk menjadi tempat peribadatan. Misa digelar sederhana dalam emper-emperan. Inilah gereja Katolik pertama yang berdiri di Banjarmasin.

Empat tahun kemudian dimulai pembangunan Gereja Batu. Total ongkosnya mencapai 29 ribu gulden. Gereja lama diubah menjadi kos mahasiswa Katolik. Belakangan, rumah itu dijual dan sekarang menjadi Plasa Telkom. "Jangan dikira kaya, gereja juga bisa kesulitan duit," ujarnya tertawa.

Yang menarik cerita dibalik lahan di persimpangan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Samudera tersebut. Tanah itu aset sebuah perusahaan dagang. Tahun 1921 diserahkan ke pemerintah untuk pembangunan komplek gubernuran. Rencana itu batal, karena gangguan bau tak sedap dari buruknya sanitasi rumah penjara tua diseberangnya (kini Kantor Pos Indonesia).

Misa pertama di Gereja Batu digelar 19 April 1936. Peresmian dihadiri tamu dari Komandan KNIL (tentara Hindia Belanda), wakil Residen, dan Sarekat Islam. Namun, tak sampai satu dekade, kedamaian di gereja terganggu. Selama masa penjajahan Jepang dari tahun 1942 sampai 1945, gereja disulap menjadi gedung pengadilan.

Sebisa mungkin jemaat melindungi Panti Imam dari penodaan tangan serdadu Jepang. Sebab, inilah bagian paling sakral dan suci dalam sebuah gereja. "Bagi umat Islam persis seperti Mihrab di masjid," tukasnya.

Masa kritis kedua terjadi pada kerusuhan Jumat Kelabu, 23 Mei 1997. Orang-orang tak dikenal coba membakar gereja. Syukur, aksi perusakan itu gagal. Perusak berkali-kali coba menyulut api, tapi selalu padam. "Dia lalu berteriak, menyatakan menyerah pada Nabi Isa," ujarnya tergelak. Kesaksian itu bukan milik mata pengurus gereja, tapi cerita dari mulut ke mulut masyarakat. Jadi boleh dipercaya atau tidak.

Arsitektur asli gereja sendiri masih dipertahankan, termasuk menara jam setinggi 17 meter. Terkecuali atapnya yang sudah diganti. Sejak tahun 2011, Gereja Batu ditetapkan sebagai cagar budaya. "Bersama Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin," ujarnya bangga.

Sementara itu, Wakil Ketua II Dewan Pengurus Gereja Andrian Darmawan menyebutkan, binaan gereja mencapai 1.900 jiwa. "Saya sendiri asli Banjarmasin dan dibaptis saat duduk di kelas satu SMA," kata pria berumur 41 tahun tersebut.

Soal kerukunan beragama, Andrian bersyukur karena Banjarmasin sangat kondusif. Jaringan gereja Katolik Roma lainnya di Keuskupan Banjarmasin adalah Paroki Hati Yesus yang Maha Kudus di Jalan Veteran dan Paroki Santa Perawan Maria di Kelayan Barat. (fud)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:06

Kisah Haru Pedagang BBM Eceran Tunanetra di Banjarmasin

Kebutaan tak menghalangi ayah satu anak ini mencari nafkah. Nistam Juhansyah (66) mengais rejeki dengan…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:12

Kiprah Youtuber Banua Meraih Silver Play Button dan Sukses dari Youtube

Di era digital sekarang, dunia maya tidak hanya menjadi tempat memanjakan mata, melainkan juga bisa…

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .