MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 24 Desember 2016 12:55
Diduduki Penjajah Jepang, Hampir Dibakar Perusuh

Sejarah Gereja Katolik Tertua di Banjarmasin (Bagian Dua)

PROKAL.CO, Berdiri pada April 1936, Gereja Batu dua kali berhasil melewati fase sulit. Masa penjajahan Jepang dan tragedi Jumat Kelabu.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

GEREJA Batu sebenarnya cuma nama julukan. Nama resminya adalah Paroki Katedral Keluarga Kudus. "Saat itu semua rumah sekitar dari kayu, sementara gereja dibangun dari batu. Lalu jadi kebiasaan masyarakat menyebut Gereja Batu," kata Romo Theodorus Yuliono Prasetyo Adi, Kamis (22/12) siang.

Jelang Natal, pengurus sibuk membersihkan dan menghias gereja. Romo mengenakan pakaian kerjanya, celana jins dan kaos oblong yang lengannya digunting. Berumur 62 tahun, ia periang dan suka bercanda. Selain menjadi pastor disitu, Romo juga aktif sebagai Vikarus Jenderal Keuskupan Banjarmasin.

"Cikal bakal gereja berada di samping Balai Pemuda (sekarang Gedung KNPI)," imbuhnya. Tahun 1931 misionaris membeli bekas losmen kayu untuk menjadi tempat peribadatan. Misa digelar sederhana dalam emper-emperan. Inilah gereja Katolik pertama yang berdiri di Banjarmasin.

Empat tahun kemudian dimulai pembangunan Gereja Batu. Total ongkosnya mencapai 29 ribu gulden. Gereja lama diubah menjadi kos mahasiswa Katolik. Belakangan, rumah itu dijual dan sekarang menjadi Plasa Telkom. "Jangan dikira kaya, gereja juga bisa kesulitan duit," ujarnya tertawa.

Yang menarik cerita dibalik lahan di persimpangan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Samudera tersebut. Tanah itu aset sebuah perusahaan dagang. Tahun 1921 diserahkan ke pemerintah untuk pembangunan komplek gubernuran. Rencana itu batal, karena gangguan bau tak sedap dari buruknya sanitasi rumah penjara tua diseberangnya (kini Kantor Pos Indonesia).

Misa pertama di Gereja Batu digelar 19 April 1936. Peresmian dihadiri tamu dari Komandan KNIL (tentara Hindia Belanda), wakil Residen, dan Sarekat Islam. Namun, tak sampai satu dekade, kedamaian di gereja terganggu. Selama masa penjajahan Jepang dari tahun 1942 sampai 1945, gereja disulap menjadi gedung pengadilan.

Sebisa mungkin jemaat melindungi Panti Imam dari penodaan tangan serdadu Jepang. Sebab, inilah bagian paling sakral dan suci dalam sebuah gereja. "Bagi umat Islam persis seperti Mihrab di masjid," tukasnya.

Masa kritis kedua terjadi pada kerusuhan Jumat Kelabu, 23 Mei 1997. Orang-orang tak dikenal coba membakar gereja. Syukur, aksi perusakan itu gagal. Perusak berkali-kali coba menyulut api, tapi selalu padam. "Dia lalu berteriak, menyatakan menyerah pada Nabi Isa," ujarnya tergelak. Kesaksian itu bukan milik mata pengurus gereja, tapi cerita dari mulut ke mulut masyarakat. Jadi boleh dipercaya atau tidak.

Arsitektur asli gereja sendiri masih dipertahankan, termasuk menara jam setinggi 17 meter. Terkecuali atapnya yang sudah diganti. Sejak tahun 2011, Gereja Batu ditetapkan sebagai cagar budaya. "Bersama Masjid Sultan Suriansyah di Kampung Kuin," ujarnya bangga.

Sementara itu, Wakil Ketua II Dewan Pengurus Gereja Andrian Darmawan menyebutkan, binaan gereja mencapai 1.900 jiwa. "Saya sendiri asli Banjarmasin dan dibaptis saat duduk di kelas satu SMA," kata pria berumur 41 tahun tersebut.

Soal kerukunan beragama, Andrian bersyukur karena Banjarmasin sangat kondusif. Jaringan gereja Katolik Roma lainnya di Keuskupan Banjarmasin adalah Paroki Hati Yesus yang Maha Kudus di Jalan Veteran dan Paroki Santa Perawan Maria di Kelayan Barat. (fud)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 15:19

Kisah Khairani, Rela Makan tak Pakai Lauk, Asal Uang Kuliah Anak Tercukupi

Meski memiliki keterbatasan, Khairani punya keinginan tinggi untuk menyukseskan anaknya. Sebagai tuna…

Senin, 23 April 2018 14:47

Hari Pertama Penyerahan Berkas Dukungan Calon Anggota DPD RI Asal Kalsel

Membawa tiga kotak besar, Habib Hamid Abdullah melangkah pasti ke sekretariat KPU Kalsel, Minggu (22/4)…

Senin, 23 April 2018 13:15
Dita Lestari

Hobi Bermusik, Tugas Tetap Oke

Musik is my life. Ungkapan bahasa Inggris itu pas ditujukan pada Dita Lestari. Polwan berpangkat Brigadir…

Sabtu, 21 April 2018 11:58

Jasa Ojek Online Khusus Perempuan di Banjarmasin ini Banjir Orderan

Nafisah boleh dibilang perempuan zaman now. Yang mampu mandiri mencari pendapatan sendiri. Menggunakan…

Sabtu, 21 April 2018 11:48

Norsinah, Kartini dari Pasar Harum Manis

Tahun 1987, Norsinah mengikuti tes PNS dan gagal. Toh, semangatnya mengajar tak pernah surut. Dengan…

Rabu, 18 April 2018 14:33

HEBAT, Petani di Tapin Berhasil Tanam Padi di Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang selalu menjadi permasalahan karena tak produktif.Tapi di Tapin, ada yang berhasil…

Selasa, 17 April 2018 15:17
Kisah Penyiar Cantik RTMC Polda Kalsel

Pilih Jadi Polisi Ketimbang Pramugari

Cantik, tangguh dan berdedikasi tinggi. Itu tercermin dari polwan yang satu ini. Namanya Dharma Setiawati.…

Senin, 16 April 2018 14:26

Suci Paradita Sari, Anggota Satgas Kamtib LP Teluk Dalam

Petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tak melulu pria. Perempuan juga ada. Salah satunya, Suci Paradita…

Sabtu, 14 April 2018 11:48

Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya

Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap…

Jumat, 13 April 2018 13:11

Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .