MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 03 Januari 2017 14:26
Kisah dari Garis Depan Operasi Seroja 1975-1977

Sakit Hati Melihat Timor Timur

PROKAL.CO, LEPAS Agustus 1999, Timor Timur menggelar referendum. Hasilnya provinsi ke-27 itu memerdekakan diri menjadi Timor Leste. Hati Sukarno remuk. Ia teringat 12 sahabat yang gugur di Bumi Loro Sae.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

TAHUN 1976, Sukarno dan Nanang Achmad dari Batalyon 600 Raiders dikirim ke perbatasan Indonesia dan Timor Timur. Bergabung dalam operasi militer dengan nama sandi 'Seroja' untuk merebut Timor Timur dari tangan Portugis.

Batalyon 600 Raiders adalah cikal bakal Batalyon Infanteri 623 yang bermarkas di Sungai Ulin, Banjarbaru. Menyandang status sukarelawan, keduanya ditugaskan di regu STTB (Senjata Tanpa Tolak Balik). Ini regu senjata berat, bekalnya dari bazoka sampai mortir. Spesialis penghancur tank, markas dan garis pertahanan musuh.

Disuplai informasi intel di lapangan, lazimnya dalam sandi Morse, regu menandai kubu musuh di peta. Dalam jarak sekian kilometer roket diluncurkan. Setelah hancur, barulah pasukan darat menyapu lokasi. "Kalau roketnya meluncur bareng, bunyinya seperti serbuan tawon, wung-wung-wung," kata Sukarno.

Ia lahir di Kediri pada 8 Oktober 1956. Ikut sang kakak, Sukarno menetap di Banjarmasin pada tahun 1968. Sementara Nanang lahir di Banjarmasin pada 18 Agustus 1956.

Salah satu senjata andalan regu STTB adalah BO-10. Bobotnya mencapai 152 kilogram. Karena mustahil menariknya melewati gunung dan hutan, senjata itu harus dibongkar. Lalu dirakit ulang setiba di lokasi pertempuran. "Karena masih muda dan kuat, kami jadi kuda pemikul beban," imbuhnya tertawa.

Jika dibongkar, dari kuda-kuda sampai laras, diperoleh empat bagian. Beban puluhan kilogram itu dipikul bergantian. Belum termasuk peluru, satu peluru beratnya hampir enam kilogram. Satu personel diwajibkan memanggul empat peluru. "Jadi di badan ada peluru seberat 24 kilogram, ditambah ransel berisi baju dan ransum," ujarnya.

Sukarno lima kali bolak-balik bertugas ke Timor Timur, sedangkan Nanang empat kali. Tugas yang paling dikenang Nanang adalah perebutan Gunung Ramelau di Distrik Ainaro. Gunung itu sekarang terkenal dengan objek wisata patung Bunda Maria di puncaknya.

"Kami dipimpin kapten asal Manado, namanya Worang Arnold," kisahnya. Gunung itu basis Fretelin, partai politik yang berafiliasi dengan Portugis dan menolak berintegrasi dengan Indonesia.

Selama dua bulan regu SSTB menggempur gunung setinggi 2.963 meter tersebut.

Tak hanya bertahan dari peluru, mereka juga harus menahan suhu dingin menggigit. "Minyak tanah yang kami bawa sampai beku," tambahnya. Pernah pula mereka ditugaskan membebaskan Tim Nanggala dari Kopassus yang dikepung Fretelin. Karena itu pula regu SSTB juga disebut Banpur (Bantuan Tempur).

Rahasia pasukan Indonesia untuk bertahan di Timor Timur adalah pasukan lokal. Merekrut pemuda setempat yang orang tuanya dibunuh Fretelin. Pasukan Indonesia memberi mereka kesempatan membalas dendam. "Awalnya kami suruh mencari kayu bakar dan makanan, bantu logistik. Belakangan kami didik bertempur," jelas Sukarno.

Selepas reformasi banyak diterbitkan analisa, fakta baru dan bahkan teori konspirasi yang menyudutkan Operasi Seroja. Pembebasan Timor Timur disamakan dengan upaya penjajahan. "Seolah-olah kami ini Belanda versi baru bagi Indonesia," akunya.

Namun, akademisi, jurnalis atau politisi boleh bicara macam-macam. Toh, yang dihadapi Sukarno dan Nanang adalah nyata. Darah yang mereka lihat warnanya merah. "Perang yang Anda lihat di film, brutal dan mencekam, seperti itulah yang kami hadapi," tegasnya.

Dibentuk tahun 1974, Batalyon 600 Raiders berisi 74 serdadu. Dua belas dinyatakan gugur, sisanya terluka. Tak sedikit yang cacat seumur hidup. Sukarno lantas melepas sepatu sebelah kiri. Ia menunjukkan bekas tusukan di telapak betisnya. Luka itu ia peroleh saat coba merebut sepeda motor musuh. "Ini cinderamata saya," tukasnya.

Berisi Suku Banjar, Dayak, Jawa dan Manado, korban tewas di Batalyon 600 Raiders terbilang amat sedikit. Mereka percaya ada unsur mistis yang menyelamatkan mereka. "Berangkat dari tanah Banjar kami dikuntit dan dilindungi roh Pangeran Suryanata," ujarnya yakin.

Beranjak ke masa kini, keduanya menjadi anggota Dewan Pimpinan Cabang LVRI Banjarmasin. Ketua LVRI, Kaspul Anwar Syahdan kebetulan salah seorang komandan di Operasi Seroja.

Pertanyaan terakhir, saat referendum digelar tahun 1999 dan Timor Timur melepaskan diri menjadi Republik Demokratik Timor Leste tahun 2002, apa yang Sukarno rasakan? "Saya sakit hati. Terlalu banyak yang mengorbankan nyawa di sana," jawabnya. (fud/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 12:04

Kelas Inspirasi di Tiga Sekolah Sekaligus

BANJARBARU - Kelas Inspirasi, Selasa (21/11) kemarin diisi oleh tiga pimpinan perusahaan sekaligus di…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .