MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 03 Januari 2017 14:26
Kisah dari Garis Depan Operasi Seroja 1975-1977

Sakit Hati Melihat Timor Timur

PROKAL.CO, LEPAS Agustus 1999, Timor Timur menggelar referendum. Hasilnya provinsi ke-27 itu memerdekakan diri menjadi Timor Leste. Hati Sukarno remuk. Ia teringat 12 sahabat yang gugur di Bumi Loro Sae.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

TAHUN 1976, Sukarno dan Nanang Achmad dari Batalyon 600 Raiders dikirim ke perbatasan Indonesia dan Timor Timur. Bergabung dalam operasi militer dengan nama sandi 'Seroja' untuk merebut Timor Timur dari tangan Portugis.

Batalyon 600 Raiders adalah cikal bakal Batalyon Infanteri 623 yang bermarkas di Sungai Ulin, Banjarbaru. Menyandang status sukarelawan, keduanya ditugaskan di regu STTB (Senjata Tanpa Tolak Balik). Ini regu senjata berat, bekalnya dari bazoka sampai mortir. Spesialis penghancur tank, markas dan garis pertahanan musuh.

Disuplai informasi intel di lapangan, lazimnya dalam sandi Morse, regu menandai kubu musuh di peta. Dalam jarak sekian kilometer roket diluncurkan. Setelah hancur, barulah pasukan darat menyapu lokasi. "Kalau roketnya meluncur bareng, bunyinya seperti serbuan tawon, wung-wung-wung," kata Sukarno.

Ia lahir di Kediri pada 8 Oktober 1956. Ikut sang kakak, Sukarno menetap di Banjarmasin pada tahun 1968. Sementara Nanang lahir di Banjarmasin pada 18 Agustus 1956.

Salah satu senjata andalan regu STTB adalah BO-10. Bobotnya mencapai 152 kilogram. Karena mustahil menariknya melewati gunung dan hutan, senjata itu harus dibongkar. Lalu dirakit ulang setiba di lokasi pertempuran. "Karena masih muda dan kuat, kami jadi kuda pemikul beban," imbuhnya tertawa.

Jika dibongkar, dari kuda-kuda sampai laras, diperoleh empat bagian. Beban puluhan kilogram itu dipikul bergantian. Belum termasuk peluru, satu peluru beratnya hampir enam kilogram. Satu personel diwajibkan memanggul empat peluru. "Jadi di badan ada peluru seberat 24 kilogram, ditambah ransel berisi baju dan ransum," ujarnya.

Sukarno lima kali bolak-balik bertugas ke Timor Timur, sedangkan Nanang empat kali. Tugas yang paling dikenang Nanang adalah perebutan Gunung Ramelau di Distrik Ainaro. Gunung itu sekarang terkenal dengan objek wisata patung Bunda Maria di puncaknya.

"Kami dipimpin kapten asal Manado, namanya Worang Arnold," kisahnya. Gunung itu basis Fretelin, partai politik yang berafiliasi dengan Portugis dan menolak berintegrasi dengan Indonesia.

Selama dua bulan regu SSTB menggempur gunung setinggi 2.963 meter tersebut.

Tak hanya bertahan dari peluru, mereka juga harus menahan suhu dingin menggigit. "Minyak tanah yang kami bawa sampai beku," tambahnya. Pernah pula mereka ditugaskan membebaskan Tim Nanggala dari Kopassus yang dikepung Fretelin. Karena itu pula regu SSTB juga disebut Banpur (Bantuan Tempur).

Rahasia pasukan Indonesia untuk bertahan di Timor Timur adalah pasukan lokal. Merekrut pemuda setempat yang orang tuanya dibunuh Fretelin. Pasukan Indonesia memberi mereka kesempatan membalas dendam. "Awalnya kami suruh mencari kayu bakar dan makanan, bantu logistik. Belakangan kami didik bertempur," jelas Sukarno.

Selepas reformasi banyak diterbitkan analisa, fakta baru dan bahkan teori konspirasi yang menyudutkan Operasi Seroja. Pembebasan Timor Timur disamakan dengan upaya penjajahan. "Seolah-olah kami ini Belanda versi baru bagi Indonesia," akunya.

Namun, akademisi, jurnalis atau politisi boleh bicara macam-macam. Toh, yang dihadapi Sukarno dan Nanang adalah nyata. Darah yang mereka lihat warnanya merah. "Perang yang Anda lihat di film, brutal dan mencekam, seperti itulah yang kami hadapi," tegasnya.

Dibentuk tahun 1974, Batalyon 600 Raiders berisi 74 serdadu. Dua belas dinyatakan gugur, sisanya terluka. Tak sedikit yang cacat seumur hidup. Sukarno lantas melepas sepatu sebelah kiri. Ia menunjukkan bekas tusukan di telapak betisnya. Luka itu ia peroleh saat coba merebut sepeda motor musuh. "Ini cinderamata saya," tukasnya.

Berisi Suku Banjar, Dayak, Jawa dan Manado, korban tewas di Batalyon 600 Raiders terbilang amat sedikit. Mereka percaya ada unsur mistis yang menyelamatkan mereka. "Berangkat dari tanah Banjar kami dikuntit dan dilindungi roh Pangeran Suryanata," ujarnya yakin.

Beranjak ke masa kini, keduanya menjadi anggota Dewan Pimpinan Cabang LVRI Banjarmasin. Ketua LVRI, Kaspul Anwar Syahdan kebetulan salah seorang komandan di Operasi Seroja.

Pertanyaan terakhir, saat referendum digelar tahun 1999 dan Timor Timur melepaskan diri menjadi Republik Demokratik Timor Leste tahun 2002, apa yang Sukarno rasakan? "Saya sakit hati. Terlalu banyak yang mengorbankan nyawa di sana," jawabnya. (fud/by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 30 April 2017 16:51

Mengikuti Kampung Purun Banjarbaru Studi Banding ke Desa Palimbangan Sari

Pagi masih buta. Tiga buah mobil dipenuhi para pengrajin purun yang kebanyakan perempuan terlihat melaju…

Sabtu, 29 April 2017 12:50

Melihat Indahnya Masjid Agung Al-Falah di Batulicin

Mengunjungi masjid dengan gaya arsitektur timur tengah tidak perlu ke Arab. Di Batulicin sudah berdiri…

Sabtu, 29 April 2017 12:34

Lihat Nih Aksi Nyentrik Aiptu Mujianto, Acara Nikahan Jadi Heboh

Masih ingat dengan polisi yang suka bagi-bagikan sembako ke fakir miskin? Usai ledakan popularitasnya…

Rabu, 26 April 2017 13:44

Mencoba Praktik Terapi Alternatif Al Fasdhu, Keluarkan Racun dari Kaki

AL Fasdhu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan…

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .