MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 03 Januari 2017 14:50
ALAMAK..!! Tukang Cabut Rumput Pun Ternyata Juga Pekerja Impor

Menelusuri Tenaga Kerja Asing di Dua Daerah, Tabalong - Konawe

JARANG KELUAR - Para pekerja Tiongkok beraktivitas di pabrik semen di Kabupaten Tabalong

PROKAL.CO, UU Ketenagakerjaan di pasal 42 mengatur bahwa tenaga kerja asing (TKA) hanya bisa bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli. Namun, di Tabalong dan Konawe, buruh kasar pun dari mancanegara. Jumlahnya capai ribuan.

Seorang pekerja berseragam biru tua mengendarai sepeda tampak keluar dari pabrik PT Conch South Kalimantan Cement. Dia adalah salah seorang dari ratusan pekerja asing di perusahaan semen asal Tiongkok yang beroperasi di Desa Seradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.

Tidak langsung nyelonong keluar, dia mendatangi pos keamanan pabrik semen tersebut untuk meminta izin dari petugas keamanan di pabrik yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bumi Saraba Kawa.

 Pekerja itu menuju warung kecil dekat gerbang.  Tidak lama, pria berhelm kuning itu kembali usai membeli sesuatu di warung. Tidak lebih dari lima menit. Dia terlihat kelelahan. Seperti menjalani pekerjaan kasar. 

Radar Banjarmasin yang kemudian menyusul ke dalam melihat lebih banyak lagi pekerja Tiongkok. Mereka berkumpul di jam siang.  Di tengah mereka terdapat sejumlah pekerja lokal. Mereka tampak akrab satu dengan lainnya, meski ada terkendala bahasa. Sebagian pekerja Tiongkok tidak bisa berbahasa Indonesia, namun tetap mencoba berkomunikasi.

Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan Cement, Yandri menjelaskan, ada sebanyak 121 orang pekerja asing yang dipekerjakan di sana. Semua merupakan pekerja dengan keahlian khusus. Dia menepis para tenaga kerja asing adalah pekerja tanpa keahlian atau buruh kasar. 

Anehnya, meski dikatakan sebagai tenaga ahli, tetapi mereka tetap diperkenankan untuk menjadi penyapu jalanan dan pencabut rumput di areal pabrik. “Karena itu bentuk loyalitas para pekerja,” katanya.

Perusahaan  memberi mereka libur satu bulan sekali dan beberapa bulan sekali diperkenankan untuk pulang ke kampung halaman. “Waktu libur satu minggu sekali, terkadang kami bawa mereka ke Pasar Tanjung, pagi dan siang,” imbuhnya. 

Karena tidak bisa Berbahasa Indonesia, kunjungan ke tempat keramaian di Tabalong dikawal seorang penerjemah. Setidaknya sebagai upaya berkomunikasi saat membeli barang kebutuhan yang diperlukan mereka. 

Kepala Desa Seradang, Tajudin Noor Arifin menceritakan para pekerja asing ini tidak pernah membaur terlalu lama diluar. “Paling hanya ke pasar-pasar sebentar, terus kembali ke pabrik,” katanya. 

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, H Yuhani mengatakan keberadaan dan rutinitas para pekerja asing ini selalu dipantau. Baik dari jajarannya sendiri, maupun oleh Kantor Imigrasi Kalimantan Selatan. “Jika ditemukan ada yang ilegal kami pulangkan,” tegasnya.

Bagaimana di Konawe, Sulawesi Tenggara? Jawa Pos (Radar Banjarmasin Group) melihat secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin. 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 11:00
Kabar Banjarbaru

Kreatifnya Ibu-ibu di Banjarbaru, Jerami Disulap Jadi Souvenir

BANJARBARU - Kepedulian pada lingkungan tak mesti ditunjukkan dengan cara-cara bombastis. Ia bisa dimulai…

Jumat, 24 Maret 2017 10:39
Kabar Banjarbaru

Begini Cara Pemko Banjarbaru Menstimulus Kreativitas Rumah Tangga

BANJARBARU - Untuk mendorong kreativitas rumah tangga di Banjarbaru. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian,…

Jumat, 24 Maret 2017 10:35
Parlementaria Banjarbaru

Sambut UNBK SMP, Ini Pesan Penting Ketua DPRD

BANJARBARU – Ujian Nasional (UN) tingkat SMP bakal digelar pada 3 sampai 8 Mei mendatang. Ketua…

Jumat, 24 Maret 2017 10:30
Parlementaria Banjarbaru

Minta Portal Parkir Q Mall Dipindah

BANJARBARU – Komisi III DPRD Banjarbaru, menyoroti pindahnya portal parkir mobil Q Mall Banjarbaru…

Kamis, 23 Maret 2017 18:39
Jelang Haul Guru Sekumpul ke-12

Pengemis Dilarang Beroperasi di Acara Haul Abah Guru Sekumpul

MARTAPURA - Tak ingin merusak momen Haul ke-12 Guru Sekumpul, Dinas Sosial (Dinsos) Banjar akan mulai…

Kamis, 23 Maret 2017 17:08

Tinggal Selangkah Lagi IAIN Antasari Menuju UIN

BANJARMASIN – Selangkah lagi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari bertransformasi menjadi…

Kamis, 23 Maret 2017 16:24
Berita Tanah Bumbu

Bekerjasama Wujudkan Tanbu Hebat

BATULICIN - Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Tanah Bumbu ke-14 dan pesta adat Mappanretasi 2017,…

Kamis, 23 Maret 2017 16:18
Berita Tanah Bumbu

Karyawan Perusahaan Donorkan Darah

BATULICIN - Ratusan karyawan perusahaan PT Batulicin Enam Sembilan (B69) mendonorkan darahnya untuk…

Kamis, 23 Maret 2017 14:31
Berita Tanah Bumbu

Contoh Meningkatkan Ekonomi Keluarga

BATULICIN - Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)…

Rabu, 22 Maret 2017 13:59

Dampak BOS Lambat Dicairkan, Pinjam ke Koperasi, Tarik Pungutan ke Siswa

Meski sudah dijanjikan akan cair dalam waktu dekat, tetapi pembiayaan sekolah tak bisa menunggu. Dampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .