MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 03 Januari 2017 14:50
ALAMAK..!! Tukang Cabut Rumput Pun Ternyata Juga Pekerja Impor

Menelusuri Tenaga Kerja Asing di Dua Daerah, Tabalong - Konawe

JARANG KELUAR - Para pekerja Tiongkok beraktivitas di pabrik semen di Kabupaten Tabalong

PROKAL.CO, UU Ketenagakerjaan di pasal 42 mengatur bahwa tenaga kerja asing (TKA) hanya bisa bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli. Namun, di Tabalong dan Konawe, buruh kasar pun dari mancanegara. Jumlahnya capai ribuan.

Seorang pekerja berseragam biru tua mengendarai sepeda tampak keluar dari pabrik PT Conch South Kalimantan Cement. Dia adalah salah seorang dari ratusan pekerja asing di perusahaan semen asal Tiongkok yang beroperasi di Desa Seradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.

Tidak langsung nyelonong keluar, dia mendatangi pos keamanan pabrik semen tersebut untuk meminta izin dari petugas keamanan di pabrik yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bumi Saraba Kawa.

 Pekerja itu menuju warung kecil dekat gerbang.  Tidak lama, pria berhelm kuning itu kembali usai membeli sesuatu di warung. Tidak lebih dari lima menit. Dia terlihat kelelahan. Seperti menjalani pekerjaan kasar. 

Radar Banjarmasin yang kemudian menyusul ke dalam melihat lebih banyak lagi pekerja Tiongkok. Mereka berkumpul di jam siang.  Di tengah mereka terdapat sejumlah pekerja lokal. Mereka tampak akrab satu dengan lainnya, meski ada terkendala bahasa. Sebagian pekerja Tiongkok tidak bisa berbahasa Indonesia, namun tetap mencoba berkomunikasi.

Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan Cement, Yandri menjelaskan, ada sebanyak 121 orang pekerja asing yang dipekerjakan di sana. Semua merupakan pekerja dengan keahlian khusus. Dia menepis para tenaga kerja asing adalah pekerja tanpa keahlian atau buruh kasar. 

Anehnya, meski dikatakan sebagai tenaga ahli, tetapi mereka tetap diperkenankan untuk menjadi penyapu jalanan dan pencabut rumput di areal pabrik. “Karena itu bentuk loyalitas para pekerja,” katanya.

Perusahaan  memberi mereka libur satu bulan sekali dan beberapa bulan sekali diperkenankan untuk pulang ke kampung halaman. “Waktu libur satu minggu sekali, terkadang kami bawa mereka ke Pasar Tanjung, pagi dan siang,” imbuhnya. 

Karena tidak bisa Berbahasa Indonesia, kunjungan ke tempat keramaian di Tabalong dikawal seorang penerjemah. Setidaknya sebagai upaya berkomunikasi saat membeli barang kebutuhan yang diperlukan mereka. 

Kepala Desa Seradang, Tajudin Noor Arifin menceritakan para pekerja asing ini tidak pernah membaur terlalu lama diluar. “Paling hanya ke pasar-pasar sebentar, terus kembali ke pabrik,” katanya. 

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, H Yuhani mengatakan keberadaan dan rutinitas para pekerja asing ini selalu dipantau. Baik dari jajarannya sendiri, maupun oleh Kantor Imigrasi Kalimantan Selatan. “Jika ditemukan ada yang ilegal kami pulangkan,” tegasnya.

Bagaimana di Konawe, Sulawesi Tenggara? Jawa Pos (Radar Banjarmasin Group) melihat secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 Oktober 2017 15:11
Kabar Banjarbaru

Wakil Walikota Banjarbaru Pimpin Upacara Hari Santri Nasional

BANJARBARU - Dua ribu lebih santri dan santriwati dari 17 pondok pesantren yang ada di Kota Banjarbaru…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:40

Ditunda atau Dibatalkan? Kampus IPDN di Kalsel Masih Belum Jelas

BANJARBARU - Semasa zaman Gubernur Rudy Ariffin, mencuat rencana pembangunan kampus IPDN (Institut Pemerintah…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:28

Sambil Menunggu Moratorium, Tim Gambut Raya Kebut Proposal

BANJARMASIN – Meski pusat belum mencabut moratorium pemekaran wilayah, panitia pelaksana penuntutan…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:22

LOH..??! Pengusaha Banua Juga Tolak Perppu Ormas

BANJARMASIN - Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas terus menuai kritik tajam. Terbaru, sejumlah pengusaha…

Selasa, 24 Oktober 2017 10:10

Tolak Perppu Ormas ke DPRD, Tak Ada Wakil Rakyat yang Menyambut

BANJARMASIN – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Banua (FKUTB)…

Selasa, 24 Oktober 2017 09:54

Pohon Trembesi Ditanam Berjejer, Gak Takut Kena Listrik?

BANJARBARU - Dalam beberapa bulan terakhir Dinas Kehutanan Kalsel gencar melalukan penanaman pohon di…

Selasa, 24 Oktober 2017 09:49

Jadi Lahan Parkir, Sub Terminal Taman Sari Ditertibkan

BANJARMASIN – Sub Terminal Taman Sari yang selama ini diambil alih tempat parkir sepeda motor…

Selasa, 24 Oktober 2017 09:43

Toko Mainan dan Spare part Dirazia, ini Hasilnya

BANJARMASIN – Sidak ke beberapa toko mainan dan toko spare part dilakukan Dinas Perindustrian…

Selasa, 24 Oktober 2017 08:52

Gerakan Masyarakat Sehat Harus Digelorakan

BATULICIN - Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) terus gencar dilakukan Pemkab Tanbu. Kali ini dilakukan…

Selasa, 24 Oktober 2017 08:51

Diskominfo Lakukan Pembinaan Tahap Akhir

BATULICIN - Dalam upaya mewujudkan Desa Saring Sungai Binjai menjadi desa pemenang lomba Peningkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .