MANAGED BY:
SELASA
17 JANUARI
HOME | BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 03 Januari 2017 14:50
ALAMAK..!! Tukang Cabut Rumput Pun Ternyata Juga Pekerja Impor

Menelusuri Tenaga Kerja Asing di Dua Daerah, Tabalong - Konawe

JARANG KELUAR - Para pekerja Tiongkok beraktivitas di pabrik semen di Kabupaten Tabalong

PROKAL.CO, UU Ketenagakerjaan di pasal 42 mengatur bahwa tenaga kerja asing (TKA) hanya bisa bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli. Namun, di Tabalong dan Konawe, buruh kasar pun dari mancanegara. Jumlahnya capai ribuan.

Seorang pekerja berseragam biru tua mengendarai sepeda tampak keluar dari pabrik PT Conch South Kalimantan Cement. Dia adalah salah seorang dari ratusan pekerja asing di perusahaan semen asal Tiongkok yang beroperasi di Desa Seradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.

Tidak langsung nyelonong keluar, dia mendatangi pos keamanan pabrik semen tersebut untuk meminta izin dari petugas keamanan di pabrik yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bumi Saraba Kawa.

 Pekerja itu menuju warung kecil dekat gerbang.  Tidak lama, pria berhelm kuning itu kembali usai membeli sesuatu di warung. Tidak lebih dari lima menit. Dia terlihat kelelahan. Seperti menjalani pekerjaan kasar. 

Radar Banjarmasin yang kemudian menyusul ke dalam melihat lebih banyak lagi pekerja Tiongkok. Mereka berkumpul di jam siang.  Di tengah mereka terdapat sejumlah pekerja lokal. Mereka tampak akrab satu dengan lainnya, meski ada terkendala bahasa. Sebagian pekerja Tiongkok tidak bisa berbahasa Indonesia, namun tetap mencoba berkomunikasi.

Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan Cement, Yandri menjelaskan, ada sebanyak 121 orang pekerja asing yang dipekerjakan di sana. Semua merupakan pekerja dengan keahlian khusus. Dia menepis para tenaga kerja asing adalah pekerja tanpa keahlian atau buruh kasar. 

Anehnya, meski dikatakan sebagai tenaga ahli, tetapi mereka tetap diperkenankan untuk menjadi penyapu jalanan dan pencabut rumput di areal pabrik. “Karena itu bentuk loyalitas para pekerja,” katanya.

Perusahaan  memberi mereka libur satu bulan sekali dan beberapa bulan sekali diperkenankan untuk pulang ke kampung halaman. “Waktu libur satu minggu sekali, terkadang kami bawa mereka ke Pasar Tanjung, pagi dan siang,” imbuhnya. 

Karena tidak bisa Berbahasa Indonesia, kunjungan ke tempat keramaian di Tabalong dikawal seorang penerjemah. Setidaknya sebagai upaya berkomunikasi saat membeli barang kebutuhan yang diperlukan mereka. 

Kepala Desa Seradang, Tajudin Noor Arifin menceritakan para pekerja asing ini tidak pernah membaur terlalu lama diluar. “Paling hanya ke pasar-pasar sebentar, terus kembali ke pabrik,” katanya. 

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, H Yuhani mengatakan keberadaan dan rutinitas para pekerja asing ini selalu dipantau. Baik dari jajarannya sendiri, maupun oleh Kantor Imigrasi Kalimantan Selatan. “Jika ditemukan ada yang ilegal kami pulangkan,” tegasnya.

Bagaimana di Konawe, Sulawesi Tenggara? Jawa Pos (Radar Banjarmasin Group) melihat secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin. 

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 16 Januari 2017 20:52

Kala Tansmigran Purnawirawan Angkatan Laut Berjuang Dapatkan Sertifikat

Darmo Suwito, 72, terlihat berat melangkahkan kakinya usai menggarap lahan persawahannya. Sambil menggendong…

Senin, 16 Januari 2017 20:48

CATAT..!! Bandara Syamsudin Noor Akan Selesai 2019

BANJARBARU -  Meski telah dilakukan pra eksekusi lahan dan bangunan pada 29 Desember 2016, hingga…

Senin, 16 Januari 2017 19:20

Hedeh..! Terminal Regional Nol Kemajuan, Padahal Sudah Diambil Alih Pusat

BANJARMASIN – Sudah sejak lama terminal regional Tipe A di Jalan A Yani Km 17 Gambut belum juga…

Senin, 16 Januari 2017 18:24

IMB Pembatuan Akan Segera Diperiksa

BANJARBARU – Setelah resmi ditutup pada 15 Desember 2016 lalu. Eks lokalisasi Kompleks Pembatuan…

Senin, 16 Januari 2017 18:22

Nadjmi: Nasi Kabuli, Sasirangan Bordir adalah Khas Banjarbaru

PENGHARGAAN – Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mewakili Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mererima…

Senin, 16 Januari 2017 13:56

Jembatan Sulawesi II Sudah Selesai Dibangun, Tapi Kapan Difungsikan ?

BANJARMASIN - Fungsi Jembatan Sulawesi II sampai sekarang terkatung-katung. Warga hanya bisa memandang…

Minggu, 15 Januari 2017 15:30

Razia Warung Jablay, Satpol PP Tabalong Temukan PSK Eks Pembatuan

TANJUNG – Ditutupnya lokalisasi Pembatuan dan Batu Besi di Banjarbaru membuat sebagian penghuninya…

Minggu, 15 Januari 2017 15:25

Duh..! 506,53 Kilometer Jalan Desa di Kabupaten Banjar Masih Hancur

MARTAPURA - Pemerintan Kabupaten Banjar masih memiliki pekerjaan rumah cukup besar demi pemerataan pembangunan.…

Sabtu, 14 Januari 2017 19:47

Pemko Banjarbaru Akan Pasang Baliho Peringatan di Danau Seran

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bakal memasang baliho di Danau Seran Kelurahan Guntung…

Sabtu, 14 Januari 2017 19:35

Ojek Online Makin Menjamur di Banjarmasin, Ojek Konvensional Dibuat Galau

BANJARMASIN - Layanan ojek online sudah mulai memasuki Kota Banjarmasin. Kecemburuan pun terjadi. Bahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .