MANAGED BY:
MINGGU
19 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 03 Januari 2017 14:50
ALAMAK..!! Tukang Cabut Rumput Pun Ternyata Juga Pekerja Impor

Menelusuri Tenaga Kerja Asing di Dua Daerah, Tabalong - Konawe

JARANG KELUAR - Para pekerja Tiongkok beraktivitas di pabrik semen di Kabupaten Tabalong

PROKAL.CO, UU Ketenagakerjaan di pasal 42 mengatur bahwa tenaga kerja asing (TKA) hanya bisa bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli. Namun, di Tabalong dan Konawe, buruh kasar pun dari mancanegara. Jumlahnya capai ribuan.

Seorang pekerja berseragam biru tua mengendarai sepeda tampak keluar dari pabrik PT Conch South Kalimantan Cement. Dia adalah salah seorang dari ratusan pekerja asing di perusahaan semen asal Tiongkok yang beroperasi di Desa Seradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.

Tidak langsung nyelonong keluar, dia mendatangi pos keamanan pabrik semen tersebut untuk meminta izin dari petugas keamanan di pabrik yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bumi Saraba Kawa.

 Pekerja itu menuju warung kecil dekat gerbang.  Tidak lama, pria berhelm kuning itu kembali usai membeli sesuatu di warung. Tidak lebih dari lima menit. Dia terlihat kelelahan. Seperti menjalani pekerjaan kasar. 

Radar Banjarmasin yang kemudian menyusul ke dalam melihat lebih banyak lagi pekerja Tiongkok. Mereka berkumpul di jam siang.  Di tengah mereka terdapat sejumlah pekerja lokal. Mereka tampak akrab satu dengan lainnya, meski ada terkendala bahasa. Sebagian pekerja Tiongkok tidak bisa berbahasa Indonesia, namun tetap mencoba berkomunikasi.

Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan Cement, Yandri menjelaskan, ada sebanyak 121 orang pekerja asing yang dipekerjakan di sana. Semua merupakan pekerja dengan keahlian khusus. Dia menepis para tenaga kerja asing adalah pekerja tanpa keahlian atau buruh kasar. 

Anehnya, meski dikatakan sebagai tenaga ahli, tetapi mereka tetap diperkenankan untuk menjadi penyapu jalanan dan pencabut rumput di areal pabrik. “Karena itu bentuk loyalitas para pekerja,” katanya.

Perusahaan  memberi mereka libur satu bulan sekali dan beberapa bulan sekali diperkenankan untuk pulang ke kampung halaman. “Waktu libur satu minggu sekali, terkadang kami bawa mereka ke Pasar Tanjung, pagi dan siang,” imbuhnya. 

Karena tidak bisa Berbahasa Indonesia, kunjungan ke tempat keramaian di Tabalong dikawal seorang penerjemah. Setidaknya sebagai upaya berkomunikasi saat membeli barang kebutuhan yang diperlukan mereka. 

Kepala Desa Seradang, Tajudin Noor Arifin menceritakan para pekerja asing ini tidak pernah membaur terlalu lama diluar. “Paling hanya ke pasar-pasar sebentar, terus kembali ke pabrik,” katanya. 

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, H Yuhani mengatakan keberadaan dan rutinitas para pekerja asing ini selalu dipantau. Baik dari jajarannya sendiri, maupun oleh Kantor Imigrasi Kalimantan Selatan. “Jika ditemukan ada yang ilegal kami pulangkan,” tegasnya.

Bagaimana di Konawe, Sulawesi Tenggara? Jawa Pos (Radar Banjarmasin Group) melihat secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin. 

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 19 Februari 2017 10:35

Kala Hutan Masyarakat Adat Masih Dikuasai Negara, Kapan Tanah Leluhur Suku Dayak Diakui?

Pada 30 Desember 2016 tadi, sebanyak sembilan Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang tersebar di sejumlah…

Minggu, 19 Februari 2017 10:31
Pilkada Batola 2017

Naik Tapi Tidak Capai Target, Partisipasi Pemilih di Batola Meningkat

MARABAHAN – Angka partisipasi pemilih pada Pilkada Batola 2017 lumayan bagus. Meski tidak sesuai…

Minggu, 19 Februari 2017 09:47

Gawat..!! Sungai di Banjarmasin Tercemar Berat

BANJARMASIN – Meski dikenal sebagai kota sungai, tapi ternyata kondisi sungai di Banjarmasin sudah…

Minggu, 19 Februari 2017 09:29

Semua Dipajaki, Kantin Rumah Sakit pun Dikenai Pajak

BANJARBARU - Pemko sedang giat-giatnya mengejar pajak restoran untuk menggenjot PAD (Pendapatan Asli…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:26

Waspada Bencana Baliho Tumbang di Banjarmasin; Perbaiki atau Robohkan

Bencana angin ribut dan puting beliung siling berganti menerpa Banjarmasin. Tidak hanya pohon tumbang,…

Sabtu, 18 Februari 2017 13:17

Tidak Cuma di Ulin, BPJS Juga Nunggak di Ansari Saleh

BANJARMASIN – Tunggakan pembayaran klaim BPJS yang terjadi di RSUD Ulin ternyata juga dialami…

Sabtu, 18 Februari 2017 12:46

Pembangunan Jalan Lingkungan Kini Hanya Dapat Jatah Rp 10 M

BANJARMASIN – Warga Banjarmasin harus lebih bersabar untuk perbaikan jalan lingkungan. Biasanya…

Sabtu, 18 Februari 2017 11:48

Pemko Banjarmasin Serius Lanjutkan Pembangunan Siring

BANJARMASIN - Siring sudah menjadi ikon Kota Banjarmasin. Tidak sedikit warga yang bersantai dan berkumpul…

Sabtu, 18 Februari 2017 11:08

Hari ini Warga Gotong Royong "Babarasih Kota Banjarmasin"

BANJARMASIN - Masyarakat Banjarmasin Sabtu (18/2) dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga pemerintah…

Jumat, 17 Februari 2017 16:33

Ternyata Mayoritas SMP di Banjarmasin Nebeng UNBK

BANJARMASIN - Ujian nasional berbasis komputer yang digelar April hingga Mei mendatang sudah di ambang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .