MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 03 Januari 2017 14:50
ALAMAK..!! Tukang Cabut Rumput Pun Ternyata Juga Pekerja Impor

Menelusuri Tenaga Kerja Asing di Dua Daerah, Tabalong - Konawe

JARANG KELUAR - Para pekerja Tiongkok beraktivitas di pabrik semen di Kabupaten Tabalong

PROKAL.CO, UU Ketenagakerjaan di pasal 42 mengatur bahwa tenaga kerja asing (TKA) hanya bisa bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli. Namun, di Tabalong dan Konawe, buruh kasar pun dari mancanegara. Jumlahnya capai ribuan.

Seorang pekerja berseragam biru tua mengendarai sepeda tampak keluar dari pabrik PT Conch South Kalimantan Cement. Dia adalah salah seorang dari ratusan pekerja asing di perusahaan semen asal Tiongkok yang beroperasi di Desa Seradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.

Tidak langsung nyelonong keluar, dia mendatangi pos keamanan pabrik semen tersebut untuk meminta izin dari petugas keamanan di pabrik yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bumi Saraba Kawa.

 Pekerja itu menuju warung kecil dekat gerbang.  Tidak lama, pria berhelm kuning itu kembali usai membeli sesuatu di warung. Tidak lebih dari lima menit. Dia terlihat kelelahan. Seperti menjalani pekerjaan kasar. 

Radar Banjarmasin yang kemudian menyusul ke dalam melihat lebih banyak lagi pekerja Tiongkok. Mereka berkumpul di jam siang.  Di tengah mereka terdapat sejumlah pekerja lokal. Mereka tampak akrab satu dengan lainnya, meski ada terkendala bahasa. Sebagian pekerja Tiongkok tidak bisa berbahasa Indonesia, namun tetap mencoba berkomunikasi.

Kepala Bagian Humas PT Conch South Kalimantan Cement, Yandri menjelaskan, ada sebanyak 121 orang pekerja asing yang dipekerjakan di sana. Semua merupakan pekerja dengan keahlian khusus. Dia menepis para tenaga kerja asing adalah pekerja tanpa keahlian atau buruh kasar. 

Anehnya, meski dikatakan sebagai tenaga ahli, tetapi mereka tetap diperkenankan untuk menjadi penyapu jalanan dan pencabut rumput di areal pabrik. “Karena itu bentuk loyalitas para pekerja,” katanya.

Perusahaan  memberi mereka libur satu bulan sekali dan beberapa bulan sekali diperkenankan untuk pulang ke kampung halaman. “Waktu libur satu minggu sekali, terkadang kami bawa mereka ke Pasar Tanjung, pagi dan siang,” imbuhnya. 

Karena tidak bisa Berbahasa Indonesia, kunjungan ke tempat keramaian di Tabalong dikawal seorang penerjemah. Setidaknya sebagai upaya berkomunikasi saat membeli barang kebutuhan yang diperlukan mereka. 

Kepala Desa Seradang, Tajudin Noor Arifin menceritakan para pekerja asing ini tidak pernah membaur terlalu lama diluar. “Paling hanya ke pasar-pasar sebentar, terus kembali ke pabrik,” katanya. 

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, H Yuhani mengatakan keberadaan dan rutinitas para pekerja asing ini selalu dipantau. Baik dari jajarannya sendiri, maupun oleh Kantor Imigrasi Kalimantan Selatan. “Jika ditemukan ada yang ilegal kami pulangkan,” tegasnya.

Bagaimana di Konawe, Sulawesi Tenggara? Jawa Pos (Radar Banjarmasin Group) melihat secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 16:33

Innalillah.. Dua Jemaah Banua Dikabarkan Meninggal Dunia

BANJARMASIN - Berita duka datang dari Mekkah. Dua jemaah haji asal Banua dikabarkan telah meninggal…

Selasa, 22 Agustus 2017 16:07

Taksi Online Boleh Mengantar ke Bandara, Tapi Tak Boleh Menjemput

Meski sukses menjadi layanan transportasi idaman di berbagai daerah, kehadiran taksi online di Banua…

Selasa, 22 Agustus 2017 12:13

Proyek Tak Ada Anggaran, Bina Marga Masih Tutup Mulut

KOTABARU - Kisruh pekerjaan pemeliharaan jalan di Kecamatan Pulau Laut Timur terus berlanjut. Warga…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:57

Perekrutan di RS Idaman Dijamin Bebas Titipan dan Intrik

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani memberi garansi perekrutan pegawai Rumah Sakit Idaman…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:50

Nadjmi: Setop Ribut Tanah Uruk di Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU - Polemik tanah uruk untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor berlanjut. Diulas di media…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:40

Tanbu Gelar Tablig Akbar Dalam Rangka HUT RI ke-72

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Tablig Akbar dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:38

HUT RI ke-72 Momentum Membangun Daerah

BATULICIN - Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 bertema Indonesia Kerja Bersama. Dengan tema…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:37

Ini Dia Tiga Reperda Disahkan DPRD Tanbu

BATULICIN - Sebanyak tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2017 mendapat persetujuan…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:14
Kabar Batola

Kepala BPKAD Batola: Barang yang Dimanfaatkan Masyarakat Harus Diretribusi

MARABAHAN - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala (Batola)…

Selasa, 22 Agustus 2017 11:09

Kelotok Karam, Tiga Orang Tenggelam

MARABAHAN - Sebuah kelotok yang ditumpangi 9 orang tenggelam di Perairan Sungai Barito, Desa Belandean,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .