MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Senin, 09 Januari 2017 15:18
Opini
Ancaman Serbuan Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

Oleh: Muhammad Noor, S.Sos, M.AP

Ilustrasi Tenaga Kerja Asing

PROKAL.CO, Baru-baru ini berhembus kabar bahwasanya akan didataangkan jutaan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia. Hal tersebut tentu menjadi kabar duka di telinga masyarakat Indonesia, karena masalah pengangguran hari ini pun menjadi masalah yang krusial dalam menumbuhkan perekonomian. Bagaimana mungkin pemerintah mengundang TKA untuk bekerja di Indonesia padahal masih banyak sumber daya manusia Indonesia tak mendapatkan kesempatan kerja di tanah airnya sendiri.

Masuknya tenaga kerja asing terutama yang berasal dari Tiongkok menjadi bahan perbincangan yang sangat ramai di negeri ini. Arus pekerja dari luar ngeri mulai gencar sejak pemerintahan Joko Widodo yang memprioritaskan proyek infrastruktur dan energi. Hadirnya tenaga kerja asing ini kalau tidak ditangani benar-benar maka akan dianggap sebagai masalah.

Hubungan bilateral antara indonesia dengan cina meningkat seiring menguatnya kerjasama di berbagai bidang mulai dari sektor perdaagangan, keuangan, infrastruktur, perindustrian hingga pariwisata. Imbas mesranya hubungan ke dua negara indonesia dengan cina sedikit demi sedikit mulai terasa, dibidang industri migrasi besar-besaran pekerja asing asal tirai bambu (cina) ketanah air tak bisa dibendung lagi. Salah satu contoh, sebagai daerah industri Banten merupakan salah satu provinsi yang banyak kedatangan pekerja asing, kini lebih 10.000 ribu tenaga asing di provinsi yang terletak di ujung ujung pulau jawa ini. Para tenaga kerja asing tersebut tersebar di prusahaan di berbagai wilayah di Banten dan kemungkinan di tahun 2017 ini di perkirakan jumlah tenaga asing akan terus bertambah dan tegana kerja asing tersebut tidak berasal dari cina saja namun datang dari berbagai negara sebut saja korea selatan, jepang, taiwan hingga filipina. Melihat kasus di Banten tidak menutup kemungkinan para Tenaga Kerja Asing akan tersebar di seluruh provinsi di tanah air, khusunya di pulau Kalimantan yang kaya akan hasil alamnya.

Walaupun angka dari Badan Pusat Statis­tik (BPS) menunjukan adanya penurunan yang signifikan pengangguran di Indonesia dari tahun 2010 tercatat 8.3 juta jiwa sampai dengan tahun 2016 terhitung hanya 7.02 juta jiwa, tak lantas meberikan peluang yang besar pula untuk negara asing bekerja di bumi pertiwi. Mempekerjakan TKA menepiskan keinginan untuk bisa menggenjot ekonomi makro masyarakat Indonesia. Apalagi mempekerjakan TKA ilegal, ini sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi negara ini disamping dituding mengambil jatah kerja warga Indonesia mereka juga tidak menyetorkan pajak penda­patannya. Ancaman terkait keberadaan orang asing yang semakin banyak terhadap eksistensi bangsa perlu diperhitungkan. Kekhawatiran pengaruh asing terhadap ideologi dan budaya bangsa tentu cukup beralasan untuk disikapi.

Ironis dengan predikat indonesia sebagai daerah industri yang sangat menggiurkan bagi tenaga kerja asing. Memang disalah satu sisi tenaga kerja asing memberikan manfaat salah satunya untuk trasfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal namun di sisi lain tidak adanya aturan keharusan tenaga kerja asing memiliki kemampuan berbahasa indonesia menjadi masalah lain.

Saat ini tercatat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang berada di Indonesia hingga November 2016 mencapai 74.183 pekerja meningkat 7,5 persen dari posisi akhir 2015, yaitu 69.025 pekerja. Rata-rata tenaga kerja asing di Indonesia periode 2011-2016 mencapai 71.776 pekerja.  Angka terse­but belum termasuk jumlah pekerja asing berstatus ilegal yang sengaja didatangkan oleh investor untuk menger­jakan proyek berskala besar di negeri ini. Kebanyakan dari TKA tersebut menyalahgu­nakan izin kunjungan ke Indonesia untuk berkerja da­lam kurun waktu yang cukup lama. Melihat fenoma tersebut bukan tidak mungkin dikemudian hari jumlah para TKA akan menjadi berjuta jumlahnya di Indonesia, dikarenakan tinda­kan yang tidak serius dari pemerintah dalam menangani permasalahan ini.

 

Ancaman Serius

Hukum perundang-undangan sudah menyebutkan bahwasanya tenaga kerja asing (TKA) yang di izinkan bekerja di Indonesia hanyalah untuk mereka yang memiliki kompetensi atau keahlian khusus yang tidak dapat disediakan oleh pekerja lokal. Namun melihat fakta dilapangan kebanyakan TKA ini mendapat porsi sebagai pekerja kasar bukan sebagai tim ahli di dalam proyek. Walaupun didalam definisi pe­ker­jaan di Kemenakertrans tercatat mereka bagian dari tim ahli. Pertanyaannya, mengapa perusahaan dan in­vestor asing tersebut lebih memilih memperkerjakan TKA di Indonesia dari negara asal mereka seperti China. Padahal upah yang dikeluarkan bagi tenaga kerja Indonesia setara dengan upah memperkejakan TKA untuk kelompok peker­jaan kasar. Mengapa mereka mau mengambil resiko penya­la­hgunaan perizinan dan me­nyelundupkan pekerja asal negeri mereka?

Proyek-proyek yang melibatkan tenaga kerja asing sebaiknya mempertimbangkan transfer teknologi dan kaderisasi. Jika memang keberadaan tenaga kerja asing tersebut karena belum adanya orang Indonesia yang mampu, maka sebaiknya dilakukan transfer teknologi dan kaderisasi dengan batas maksimal waktu tertentu supaya putra-putri bangsa mampu mandiri melakukan di kemudian hari dan memutus ketergantungan dari pihak asing.

Banyaknya tenaga kerja asing yang tinggal di Indonesia, membuat sejauh ini tenaga kerja lokal tidak terserap dengan baik. Hal ini diakibatkan kurangnya Pemerintah dalam memperhatikan masyarakat lokal. Selain itu, corak investasi yang didominasi penanaman modal asing menjadi alasan bagi perusahaan untuk merekrut sebanyak mungkin tenaga kerja asal Negaranya. Hal ini memang harus mendapat pengawasan yang ekstra dari Pemerintah, jika tidak waspada maka banyak masalah yang akan timbul. Serta berdampak pada tingkat pengangguran yang lebih menumpuk.

Rakyat berharap agar pemerintah lebih memperhatikan masyarakat lokal untuk menunjang kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar. Point berikutnya, banyaknya tenaga kerja asing yang membanjiri Indonesia, sementara angkatan kerja lokal tak mampu diserap industri, ini anomali!. Mengapa hal ini terjadi? karena kualitas Sumber Daya Manusia lokal masih jauh dari yang diharapkan. Pemeritah Pusat dan Pemerintah Daerah mestinya mengarahkan institusi pendidikan, sehingga ada link and match antara output pendidikan dengan pasar kerja yang dibutuhkan industry.

Kesiapan serta kematangan angkatan kerja untuk men­dapat kesempatan kerja men­jadi senjata ampuh yang harus dipersiapkan sedini mungkin agar tak kalah saing dengan TKA ini. Tak hanya kemam­puan dasar nilai lebih seperti integritas juga harus ditun­jukan oleh masyarakat Indone­sia agar investor asing tak lagi punya alasan memakai tenaga kerja asal negaranya. Kita tau pada umumnya pekerja China sangat teliti serta gigih dalam bekerja, mental inilah kiranya yang harus juga melekat pada angkatan kerja di Indonesia. Tindakan serius peme­rintah untuk memaksimalkan tenaga kerja lokal di Indonesia harus segera di realisasi serta regulasi dan sanksi harus be­nar-benar diterapkan. ()

 

*Akademisi STIA Tabalong Dan Peneliti Muda Lembaga Kajian Politik Dan Pembangunan Daerah (IRDePos) Kalsel

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:22

Komunitas Timpakul Menguak Kuburan Leluhur

Komunitas Timpakul dari singkatan Tim Pencari Kuburan Leluhur terbentuk sejak tahun 2014 lalu. Komunitas…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:43

Tidak Diputar di Bioskop, Film Perang Banjar Akan Diputar Ditempat ini

BANJARBARU - Perang Banjar digadang-gadang menjadi film komersil pertama yang mengangkat tema lokal…

Selasa, 17 Oktober 2017 12:44

Bersiap, Banjarbaru Creative Expo 4 Hari Lagi

BANJARBARU - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, Pemkot Banjarbaru kembali menggelar…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:58

Validasi Kartu Akan Diberlakukan, Penikmat Kartu Kouta Resah

BANJARMASIN – Raut muka Indah, siswi SMPN 1 Banjarmasin langsung berubah setelah diberitahu semua…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37

LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:37

Misteri Bangunan Megah dengan Arsitektur Eropa Klasik di Banjar

Sebuah bangunan dengan arsitektur Eropa klasik menjadi bahan perdebatan banyak orang yang melintasinya…

Senin, 09 Oktober 2017 14:46

Banjarmasin Bakal Jadi Tuan Rumah Gathnas

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin rencananya akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gathering Nasional…

Senin, 09 Oktober 2017 14:41

Byurr... Jalan Santai Pilkada di Tabalong Diadang Hujan

TANJUNG – Hujan deras adang jalan santai sosialisasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten…

Senin, 02 Oktober 2017 14:00

Sepoi-sepoi Sejuk, Nonton G30S/PKI di Tepi Laut

KOTABARU - Ribuan warga memadati Siring Laut Kotabaru. Mereka nonton bareng film G30S/PKI, Sabtu (30/9)…

Senin, 02 Oktober 2017 12:31

SIAP SELFIE.. Dua Pekan Lagi Menara Taman Van Der Pijl Rampung

BANJARBARU - Perupa Sulistyono Hilda, terus menggeber pengerjaan proyek melukis menara PDAM di Taman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .