MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Rabu, 11 Januari 2017 17:41
LANGKA..! Penemuan Bunga Surga di Banjarmasin
LEGENDA : Berukuran kurang dari satu sentimeter, Udumbara hampir tak kasat mata. Bunga yang diliputi legenda ini muncul di Banjarmasin Utara.

PROKAL.CO, Dalam literatur Buddha, Udumbara disebut hanya mekar tiga ribu tahun sekali. Adapula yang mengaitkannya dengan pertanda kelahiran sang ratu adil.

------------------------------------------------

UDUMBARA dilaporkan muncul tahun 1997 di Korea Selatan, menempel di wajah patung Buddha di sebuah kuil. Menyusul kemunculan pada 2010 di Tiongkok, lalu di Bali pada 2016, dan sekarang di Banjarmasin. Setiap kemunculannya selalu diiringi kehebohan netizen.

Dalam bahasa Sanskerta kuno, Udumbara berarti 'bunga surgawi'. Kelopak dan tangkainya berwarna putih bersih. Ukurannya lebih kecil dari kuku jari, hampir tak kasat mata. Untuk memotretnya butuh lensa khusus jenis makro.

Sekilas Udumbara mirip jamur atau parasit. Apalagi ia bisa tumbuh di mana saja. Menumpang hidup di tanaman lain, di kayu mati, atau bahkan logam. Di Banjarmasin, Udumbara muncul di pekarangan rumah milik Arif Subekti di Jalan Komplek AMD Permai Kelurahan Alalak Utara.

Subekti seorang penggemar tanaman hias bonsai. Jumat (6/1) selepas salat subuh, membawa gunting kecil Subekti mulai merapikan bonsai-bonsai kesayangannya. Udumbara ia temukan di salah satu koleksi bonsainya, tepatnya di tangkai tanaman Cemara Udang (nama latinnya Casuarina Equisetifolia).

"Saya merasa pernah melihatnya, tapi entah dimana," akunya. Dibantu Google, Subekti melakukan pencarian acak. Ia lalu mencocok-cocokkan foto dan video yang bertebaran di internet dengan temuannya. "Akhirnya saya tahu itu Udumbara," imbuhnya yakin.

Beberapa waktu lewat, ia rupanya pernah menonton liputannya di televisi. Pernah pula membacanya lewat sebuah situs berita. Berkat ingatan itu, Udumbara lolos dari sergapan guntingnya.

Subekti sendiri menganggapnya murni sebagai keindahan alam. Ia enggan mengaitkannya dengan semacam pertanda keberuntungan, rejeki nomplok, atau berkah dari langit. Ia pun mengaku tak pernah mendapat firasat yang aneh-aneh sebelum penemuan tersebut. "Nikmat saja melihatnya. Cantik sekali," ujarnya.

Berukuran tak sampai satu sentimeter, meski belum dibuktikan secara ilmiah, Udumbara disebut-sebut sebagai bunga terkecil di dunia. Meski sangat kecil, Udumbara terbilang kuat. "Saya biarkan saja di pekarangan. Kena panas dan hujan, tapi tidak mati-mati," pungkas ayah dua anak tersebut.

Dalam upaya konfirmasi, Radar Banjarmasin lalu coba mencari penjelasan tambahan ke dua vihara di Banjarmasin. Yakni Vihara Dhammasoka di Jalan Veteran dan Vihara Duta Prabha di Jalan RK Ilir. Namun, kedua vihara tak bisa memberikan jawaban. Alasannya, mitologi merupakan spesialisasi penganut Buddha sektre Tantrayana. Sementara di Banjarmasin hanya ada penganut sekte Theravada dan Mahayana.

Mengutip Wikipedia, Udumbara muncul dalam bab dua dan 27 dalam Sutra Teratai dari abad ke-3. Udumbara digunakan sebagai simbol. Bahwa seorang Buddha tidak mudah dihancurkan layaknya Udumbara, mengingat kemampuannya dalam meraih pencerahan. (fud/ran)


BACA JUGA

Selasa, 17 Oktober 2017 13:43

Tidak Diputar di Bioskop, Film Perang Banjar Akan Diputar Ditempat ini

BANJARBARU - Perang Banjar digadang-gadang menjadi film komersil pertama yang mengangkat tema lokal…

Selasa, 17 Oktober 2017 12:44

Bersiap, Banjarbaru Creative Expo 4 Hari Lagi

BANJARBARU - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, Pemkot Banjarbaru kembali menggelar…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37

LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:37

Misteri Bangunan Megah dengan Arsitektur Eropa Klasik di Banjar

Sebuah bangunan dengan arsitektur Eropa klasik menjadi bahan perdebatan banyak orang yang melintasinya…

Senin, 09 Oktober 2017 14:46

Banjarmasin Bakal Jadi Tuan Rumah Gathnas

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin rencananya akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gathering Nasional…

Senin, 09 Oktober 2017 14:41

Byurr... Jalan Santai Pilkada di Tabalong Diadang Hujan

TANJUNG – Hujan deras adang jalan santai sosialisasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kabupaten…

Senin, 02 Oktober 2017 14:00

Sepoi-sepoi Sejuk, Nonton G30S/PKI di Tepi Laut

KOTABARU - Ribuan warga memadati Siring Laut Kotabaru. Mereka nonton bareng film G30S/PKI, Sabtu (30/9)…

Senin, 02 Oktober 2017 12:31

SIAP SELFIE.. Dua Pekan Lagi Menara Taman Van Der Pijl Rampung

BANJARBARU - Perupa Sulistyono Hilda, terus menggeber pengerjaan proyek melukis menara PDAM di Taman…

Minggu, 01 Oktober 2017 15:00

Desain Jukung Hias Dinilai Kurang Kreatif

BANJARMASIN – Cuaca sore Kota Banjarmasin yang sempat diguyur hujan tak menyurutkan animo masyarakat…

Sabtu, 30 September 2017 19:32

Nobar Film G30S/PKI, Lapangan Murjani Penuh Penonton

Kontroversi memang teknik promosi terbaik. Terus diributkan, film G30S/PKI makin bikin penasaran. Lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .