MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Rabu, 11 Januari 2017 17:41
LANGKA..! Penemuan Bunga Surga di Banjarmasin
LEGENDA : Berukuran kurang dari satu sentimeter, Udumbara hampir tak kasat mata. Bunga yang diliputi legenda ini muncul di Banjarmasin Utara.

PROKAL.CO, Dalam literatur Buddha, Udumbara disebut hanya mekar tiga ribu tahun sekali. Adapula yang mengaitkannya dengan pertanda kelahiran sang ratu adil.

------------------------------------------------

UDUMBARA dilaporkan muncul tahun 1997 di Korea Selatan, menempel di wajah patung Buddha di sebuah kuil. Menyusul kemunculan pada 2010 di Tiongkok, lalu di Bali pada 2016, dan sekarang di Banjarmasin. Setiap kemunculannya selalu diiringi kehebohan netizen.

Dalam bahasa Sanskerta kuno, Udumbara berarti 'bunga surgawi'. Kelopak dan tangkainya berwarna putih bersih. Ukurannya lebih kecil dari kuku jari, hampir tak kasat mata. Untuk memotretnya butuh lensa khusus jenis makro.

Sekilas Udumbara mirip jamur atau parasit. Apalagi ia bisa tumbuh di mana saja. Menumpang hidup di tanaman lain, di kayu mati, atau bahkan logam. Di Banjarmasin, Udumbara muncul di pekarangan rumah milik Arif Subekti di Jalan Komplek AMD Permai Kelurahan Alalak Utara.

Subekti seorang penggemar tanaman hias bonsai. Jumat (6/1) selepas salat subuh, membawa gunting kecil Subekti mulai merapikan bonsai-bonsai kesayangannya. Udumbara ia temukan di salah satu koleksi bonsainya, tepatnya di tangkai tanaman Cemara Udang (nama latinnya Casuarina Equisetifolia).

"Saya merasa pernah melihatnya, tapi entah dimana," akunya. Dibantu Google, Subekti melakukan pencarian acak. Ia lalu mencocok-cocokkan foto dan video yang bertebaran di internet dengan temuannya. "Akhirnya saya tahu itu Udumbara," imbuhnya yakin.

Beberapa waktu lewat, ia rupanya pernah menonton liputannya di televisi. Pernah pula membacanya lewat sebuah situs berita. Berkat ingatan itu, Udumbara lolos dari sergapan guntingnya.

Subekti sendiri menganggapnya murni sebagai keindahan alam. Ia enggan mengaitkannya dengan semacam pertanda keberuntungan, rejeki nomplok, atau berkah dari langit. Ia pun mengaku tak pernah mendapat firasat yang aneh-aneh sebelum penemuan tersebut. "Nikmat saja melihatnya. Cantik sekali," ujarnya.

Berukuran tak sampai satu sentimeter, meski belum dibuktikan secara ilmiah, Udumbara disebut-sebut sebagai bunga terkecil di dunia. Meski sangat kecil, Udumbara terbilang kuat. "Saya biarkan saja di pekarangan. Kena panas dan hujan, tapi tidak mati-mati," pungkas ayah dua anak tersebut.

Dalam upaya konfirmasi, Radar Banjarmasin lalu coba mencari penjelasan tambahan ke dua vihara di Banjarmasin. Yakni Vihara Dhammasoka di Jalan Veteran dan Vihara Duta Prabha di Jalan RK Ilir. Namun, kedua vihara tak bisa memberikan jawaban. Alasannya, mitologi merupakan spesialisasi penganut Buddha sektre Tantrayana. Sementara di Banjarmasin hanya ada penganut sekte Theravada dan Mahayana.

Mengutip Wikipedia, Udumbara muncul dalam bab dua dan 27 dalam Sutra Teratai dari abad ke-3. Udumbara digunakan sebagai simbol. Bahwa seorang Buddha tidak mudah dihancurkan layaknya Udumbara, mengingat kemampuannya dalam meraih pencerahan. (fud/ran)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 16:05

Unik dan Seru..! Balap Jukung Pakai Helm di Jalan Veteran

BANJARMASIN - Ada yang unik dari perhelatan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.…

Jumat, 18 Agustus 2017 15:30

Ada yang Seru Nih di Halaman Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN – Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI di Pemko Banjarmasin terlihat lebih…

Kamis, 17 Agustus 2017 10:42

Seruu..!! Lomba 17 Agustus Ditempat ini

BANJARMASIN – Momen hari Kemerdekaan RI selalu diisi dengan penuh semangat. Tua muda, pria maupun…

Rabu, 16 Agustus 2017 14:57

Bagandut Lumpuhkan Penjajah Belanda

BANJARMASIN - Meski sempat ditentang sang ayah. Melalui Tarian Bagandut, sosok Bariyah yang diperankan…

Selasa, 15 Agustus 2017 14:57

Seru dan Kreatif, Lomba Layang-layang Berbahan 3R di Tapin

Angin memang sedang bagus hari itu. Satu persatu layang-layang mengangkasa, menghias langit Hutan Kota…

Senin, 14 Agustus 2017 13:16

Pocil Arjuna dan Srikandi Disuka Anak

MARTAPURA – Akhir pekan biasanya diisi sebagian warga Martapura, termasuk anak-anak dengan berolahraga…

Minggu, 13 Agustus 2017 10:28

Potret Budaya Wayang Kulit Banjar: Hidup Segan Mati Tak Mau

BANJARMASIN - Dalam pertunjukan wayang kulit Banjar, bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar.…

Sabtu, 12 Agustus 2017 15:07

Serunya Melukis Pemandangan di Pot Trotoar

RANTAU – Berbagai gambar pemandangan dilukis pelajar. Kanvas yang digunakan kali ini bukanlah…

Sabtu, 12 Agustus 2017 13:42

Asyiknya Memelihara Landak Mini, Imut-Imut Berduri

BANJARMASIN - Bagi sebagian orang landak adalah hewan yang berbahaya dan harus dihindari. Lantarannya,…

Selasa, 08 Agustus 2017 14:27

Malam Ini Zikir dan Salawatan Akbar Bersama Gus Anom

Jemaah pengajian di Banua malam ini akan segera terobati rasa rindunya terhadap sosok Gus Anom. Pendakwah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .