MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 12 Januari 2017 10:29
Fokus Membidik Target, Sembari Membentuk Mental Tenang dan Juara
FOKUS – Suasana latihan memanah di SBAC Banjarmasin.

PROKAL.CO, Olahraga panahan memang terbilang beda dari yang lain. Dalam olahraga ini, seseorang dituntut untuk sabar, fokus, dan tenang dalam membidik target. Di samping itu, dalam sebuah hadis shahih, olahraga memanah termasuk salah satu olahraga yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam disamping berenang dan berkuda.

Di Banjarmasin ada komunitas olahraga panahan bernama South Borneo Archery Club (SBAC). Mengambil lokasi latihan di Food Court Bunyamin Residence setiap Sabtu sore dan Minggu pagi, komunitas ini beranggotakan 55 orang. Didirikan sejak lima tahun silam, SBAC juga berinisiasi langsung di bawah Indonesia School Archery Program (INASP) di Jakarta. Danuri, pengelola sekaligus salah satu pelatih di SBAC Banjarmasin menuturkan perkembangan olahraga panahan membuat eksitensi SBAC semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“SBAC ini bukan sekadar perkumpulan para pemanah. Tapi juga sebagai wadah sosialisasi dan edukasi bagi yang berminat dengan olahraga panahan. Di SBAC anggotanya beragam, dari mulai anak-anak hingga dewasa tergabung dan latihan memanah sama-sama di komunitas ini,” ungkap Danuri.

Dijelaskan Danuri, inti dari latihan memanah sebenarnya tidak melulu mengenai target atau sasaran. “Di sini, kami juga mencoba membentuk karakter seseorang ke arah yang lebih positif. Yakni, mengajari anggota SBAC supaya fokus, tenang, dan bermental juara. Sehingga, ketika berbaur dengan masyarakat menjadi pribadi yang baik dan tidak mudah emosional,” ujarnya.

Ditambahkan Danuri, dari metode latihan juga dibedakan dalam berbagai tingkatan. “Untuk tingkatan pemula kebanyakan peserta latihannya adalah anak-anak kecil dari TK atau SD. Sedangkan, untuk yang menengah kebanyakan adalah para siswa SMP dan SMA. Untuk tingkatan mahir dihuni oleh anggota umum yang memang dominasinya adalah orang dewasa. Kalau ditanya mengenai tingkat kesulitan dalam melatih, tentu yang mahir lebih mudah diarahkan ketimbang yang anak-anak. Wajar, soalnya anak-anak memang sifatnya masih suka bercanda dan main-main,” urainya.

Namun demikian, Danuri juga tetap berupaya mengarahkan para anggota SBAC untuk berprestasi di cabang olahraga panahan. Di beberapa kesempatan, anggota SBAC kerap direkomendasikan untuk mengikuti kejuaraan memanah yang sifatnya terbuka atau open. “Beberapa waktu lalu, kami sempat ikutan kejuaraan memanah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Sayangnya, waktu itu memang belum dapat juara,” ceritanya.

Ke depan, para pemanah SBAC juga tengah mengincar event lain. “Yang paling dekat adalah ajang kejuaraan memanah Samarinda Open 2017. Target kami bisa dapat minimal satu gelar, mudah-mudahan bisa diwujudkan,” harapnya.

Sementara itu, Mugni salah satu anggota SBAC mengaku senang bisa latihan memanah di SBAC. “Selain untuk olahraga dan membentuk karakter yang positif, olahraga memanah adalah salah satu sunnah Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam. Jadi, ada nilai religi yang diamalkan lewat olahraga memanah ini,” ungkap member SBAC yang sudah setahun bergabung.

Di sisi lain, Rosi salah satu anggota SBAC lainnya juga tak menampik gabung di SBAC banyak manfaatnya. “Di sini saya jadi lebih banyak teman dan bisa melatih fokus dan ketenangan. Alhamdulillah, dalam kegiatan sehari-hari juga berdampak baik, saya bisa lebih tenang kalau menghadapi masalah,” sebutnya. (oza/jy/arh)


BACA JUGA

Sabtu, 22 April 2017 13:25

Kisah Warga Banua Bantu Pengungsi Suriah di Eropa

Niat awal Oce Oktoman Anggakusumah hanya ingin jalan-jalan ke Eropa. Namun, rasa kemanusiaan pemuda…

Sabtu, 22 April 2017 12:46

Yulianti, Kartini dari Pedalaman Meratus, Mengajar Bermodal Ijazah Paket C

Mentari belum sempurna menampakkan diri, Yulianti (24) sudah bergegas mengenakan pakaian rapi untuk…

Jumat, 21 April 2017 16:10

Para Kartini Tangguh Dari Ujung Banua, Mendidik di Perbatasan

Tina Kartina membiarkan air matanya tumpah di pipi. Gempuran angin dan riuh ombak Laut Jawa mengantarnya…

Jumat, 21 April 2017 15:52

Dese Yulianti, Komandan di Dunia Para Pria

Supel, energik dan tegas. Tiga kata ini mewakili sosok Kompol Dese Yulianti. Kapolsek Banjarmasin Timur…

Jumat, 21 April 2017 14:25

Kisah Penghuni Perdana Perumahan Difabel Banjarbaru

Nama Heri Suntara dan Mugniansyah bakal tercatat dalam sejarah kecil kota Banjarbaru. Sebagai penghuni…

Jumat, 21 April 2017 13:58

Kreatif Banget, Siswa ini Bikin Abon dari Kulit Nenas dan Pisang

Rusminah keranjingan buah nenas. Namun, setelah kenyang ia selalu merasa terganggu, melihat tumpukan…

Selasa, 18 April 2017 10:56

Sejarah Masjid Jami Banjarmasin, Kisah yang Perlu Diketahui

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Banjarmasin, Masjid Jami Sungai Jingah tentu memiliki kisah…

Minggu, 16 April 2017 18:39

Menyicipi Nikmatnya Kue Cinta di Pasar Amuntai

Kue Cincin Talipuk lazim disebut wadai cinta.  DI Amuntai, ini telah menjadi jajanan yang cukup…

Sabtu, 15 April 2017 14:04

Syachrizal, Nama Baru Harapan Banua di Barito Putera

Barito Putera sering kesulitan mencari pemain lokal berkualitas. Kini harapan itu ada di pundak Syachrizal…

Jumat, 14 April 2017 18:27

Mahasiswa Asal Tanbu Rancang Jembatan Kaca Khusus Pejalan Kaki

Kabupaten Tanah Bumbu boleh berbangga memiliki mahasiswa berprestasi seperti Khairul Ahmad (22). Mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .