MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 17 Januari 2017 17:09
Gebrakan Demi Gebrakan Kompol Arief Prasetya

Ciptakan Pocemon, Optimalkan Layanan Pengaduan

TURN BACK CRIME: Kompol Arief Prasetya selfie di ruangan kerjanya. Ia memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan pekerjaan polisi.

PROKAL.CO, Memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat memang tidak mudah. Tantangan itu justru menginspirasi Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Arief Prasetya untuk meluncurkan berbagai aplikasi untuk membantu tugas polisi.

ENDANG, Banjarmasin.

Ketika ditemui, Arief Prasetya sedang berada di luar ruangan. Dengan ramah dia menyapa, lantas mempersilakan masuk ke kantornya. Meski tidak terlalu luas, hanya sekitar 3x5 meter, ruangan yang ditempatinya tetap terlihat nyaman.

Sebelah kiri saat membuka pintu masuk terlihat meja kerja. Di atasnya ada satu unit laptop, handy talky, dan papan nama bertuliskan nama dan jabatan. Di tengah ada satu meja berukuran cukup besar seperti meja makan, di atasnya tersedia minuman ringan dan air mineral botol. Sedangkan pojok kanan ada sofa.

Sambil ngobrol, sesekali Arief melihat smartphone Android yang diletakannya di atas meja persis di hadapan. “Sambil cek Mas, kali aja ada masyarakat yang perlu bantuan pelayanan,” kata Arief.

Pria kelahiran tahun 1979 Kediri Jawa Timur (Jatim) ini memang cerdas, mampu menggabungkan Information Technology (IT) dalam pekerjaannya di bidang Reskrim. Dia yakin dengan memanfaatkan IT, pelayanan akan semakin prima bagi masyarakat.

Apalagi berbagai kejahatan yang tak diinginkan bisa terjadi kapanpun dan di manapun. Melalui program berbasis IT tersebut Polresta Banjarmasin ingin mewujudkan pelayanan cepat dan tanggap dalam menindaklanjuti aduan masyarakat.

Aplikasi Pocemon adalah salah satu terobosan yang dilakukan oleh Arief. “Aplikasi Pocemon ini adalah salah satu upaya Satreskrim untuk mengoptimalkan peran IT dalam pengungkapan suatu perkara,” kata Arief.

Selain aplikasi Pocemon, selama 10 bulan resmi menjabat sebagai Kasat Reskrim, ada aplikasi lainnya yang sudah dibuat dan dapat dipergunakan untuk membantu pekerjaannya sebagai polisi. COP, BCD (Criminal Database) dan Waroeng Reskrim. Lewat berbagai aplikasi tersebut, warga tidak perlu repot datang ke kantor polisi.

Tapi, sebaliknya petugas yang mendatangi korban langsung di lokasi kejadian. “Dengan begitu prosesnya dapat lebih cepat. Kami juga sudah menyiapkan mobil olah TKP. Intinya kami menyederhanakan pelaporan dan pengaduan masyarakat,” urainya.

Arief punya visi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Satreskrim Polresta Banjarmasin. Caranya adalah memberikan pelayanan sebaik mungkin, transparan dalam penanganan perkara, dan pastinya tidak ada pungutan sama sekali. Ini dilakukan demi terwujudnya Polri yang istilah sekarang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya).

Namun, dalam upaya mengurangi dan mencegah tindak kejahatan juga diperlukan peranan masyarakat. Dia mengimbau masyarakat dapat lebih waspada, apabila menemukan atau mengetahui suatu tindak kriminal dapat segera melaporkan kepada polisi terdekat. “Kami akan meningkatkan kerjasama dengan polres dan polda di wilayah lain dalam mengungkap perkara lintas provinsi,” jelasnya.

Rekam jejak Arief semenjak lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 cukup panjang. Dia pertama kali ditugaskan tahun 2006 sebagai Pama di Polres Badung, Bali. Selama 6 tahun bertugas di Pulau Dewata, ia sempat menempati sejumlah jabatan, dari Kanit Idik Polres Badung, Kanit Reskrim Polsek Mengwi dan dan Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara.

Tahun 2012, dia dimutasi ke Polda Kalsel. Karirnya terus menanjak dari Pama Polda Kalsel, Kapolsek Jorong Polres Tanah Laut, Kasat Reskrim Polres Tanah Laut, Kanit Resmob Polda Kalsel, hingga akhirnya pada tanggal 30 Maret 2016 resmi menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin hingga sekarang.

Dedikasi dan loyalitas sudah ditanamkannya untuk menjalani tugas utamanya sebagai polisi. Pada bulan Januari 2017 ini, Arief mendapat promosi kenaikan pangkat dari AKP menjadi Kompol. Tapi, Arief tetap bertekad memperhatikan keluarga. “Yang pasti hobi tetap makan nasi pecel,” katanya lantas tersenyum.(at/dye)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*